Posted by : Zusli zuSaeng Triple'S
Friday, April 25, 2014
-
Title : Girl/My Girl
-
Genre :
Thriller, Bloody, Sadistic
-
Category : 17+
-
Author : Zusli a.k.a Shin Sung Young
-
Summary : Saya berniat membuat FF dengan judul yang diambil dari masing-masing judul lagu solo personil SS501 dengan tokoh utama personil yang bersangkutan dalam genre yang berbeda.
-
Casts :
·
Kim Hyung Joon
·
Park Min Hyo (or
can imagine as you)
·
Kim Kyu Jong
·
Park Jung Min
·
Other
Thanks to God,
casts, and readers^_^♥
Happy
reading…..
©2012 zuSaeng501
*501*
Dari kejauhan, tampak seorang namja dan yeoja
berpakaian seragam SMA yang sedang bermesraan. Duduk di bangku taman sambil
menjilat es krim di genggaman masing-masing. Sesekali mereka juga tertawa
mengetahui pasangannya belepotan es krim. Mereka tidak sadar, ternyata sepasang
mata tengah mengamati gerak-gerik pasangan kekasih itu dari balik sebuah pohon
besar. Bahkan orang yang ternyata namja ini sudah mengintai sedari bel pulang
sekolah berdering
Melihat kemesraan pasangan kekasih itu, membuat
namja yang mengintai mengepalkan tangan erat-erat. Entah dia marah, kesal, atau
terganggu dengan pemandangan itu. Yang jelas namja ini tidak menyukainya.
“Ternyata itu namja pilihanmu.” Gumam si namja
lirih sambil menyipitkan mata kesal. Sedetik kemudian dia beranjak pergi dari
tempat persembunyian. Memutuskan untuk pulang, tidak melanjutkan
pengintaiannya.
~☼~
“Jadi, si ketua OSIS itu pilihanmu?” Kata seorang
namja pada seorang yeoja yang dihadangnya beberapa saat lalu di koridor sekolah
dekat perpustakaan.
“Ne, memang kenapa?”
“Bukankah sudah kubilang. Kau tidak boleh
berhubungan dengan namja lain..emm selain aku tentunya.” Namja itu menatap
tajam kearah yeoja di depannya yang hanya merengut kesal.
“Terserah padaku! Toh, ini kehidupanku, perasaanku,
tentu aku boleh menentukan namja yang aku sukai, yang sesuai hatiku. Apa
urusanmu, hah? Kau semakin hari semakin aneh, Hyung Joon-ah!” Semprot si yeoja
sambil menggenggam novel di tangannya sangat erat, menahan emosi. Karena sudah
tidak tahan lagi berhadap muka dengan namja bernama Hyung Joon itu, akhirnya
dia memutuskan untuk pergi.
“Yaa! Itu karena aku mencintaimu, Min Hyo-ah! Harus
kukatakan berapa kali?! Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan namja lain!”
Hyung Joon berteriak keras membuat suaranya bergema di sepanjang koridor.
Siswa-siswi yang kebetulan ada di koridor langsung menoleh heran pada Hyung
Joon. Min Hyo berhenti sejenak.
“Aku juga sudah bilang berapa kali? Dari dulu aku
hanya menganggapmu sebagai sahabat, tidak lebih! Atau mungkin…persahabatan kita
berakhir saja sampai di sini!?” Min Hyo menghentak kesal kemudian melanjutkan
jalannya, meninggalkan Hyung Joon yang semakin geram mendengar kata-kata Min
Hyo. Tangannya mengepal erat, matanya menyipit kesal, dan wajahnya memerah
menahan amarah. Sebuah pemikiran yang tidak dipertimbangkan langsung melintas
di benak Hyung Joon. Dia berjalan sepanjang koridor itu, menuju ruang OSIS.
Amarahnya masih meluap seiring dia berjalan.
Sesampainya di depan ruang OSIS, Hyung Joon
menunggu. Berdiri di depan pintu kayu itu. Dia tidak peduli akan bel masuk yang
sudah memanggilnya agar masuk kelas karena jam istirahat sudah selesai. Selang
5 menit, akhirnya orang yang ditunggu Hyung Joon muncul juga. Seorang namja
dengan kacamata minusnya, tapi dia tetap terlihat tampan bahkan tambah tampan
dengan kacamata itu. Namja yang dikagumi oleh siswa-siswi dan para guru karena
kecerdasannya dan ketampannya.
“Ikut aku!” Hyung Joon berkata singkat lalu
berjalan lebih dulu entah kemana. Namja yang dimaksud untuk mengikuti Hyung
Joon mengerutkan kening bingung, tapi dia tetap menurut mengikuti ajakan Hyung
Joon mengingat namja itu adalah sahabat dari yeojachingunya.
“Kenapa kau membawaku ke___” Brakk!! Belum selesai
namja itu berkata, Hyung Joon sudah menghempaskan namja yang notabenenya adalah
ketua osis itu ke dinding. Ne, saat ini mereka sedang berada si gudang sekolah
yang terletak tepat di sebelah utara ruang osis. Namja itu meringis kesakitan,
punggungnya serasa remuk bertabrakan dengan dinding yang tentu saja tidak
empuk. Kacamata yang dipakainya menjadi terlempar entak kemana. Belum sempat
dia protes, Hyung Joon langsung mencengkram kerah jas sekaligus kerah
kemejanya.
“Aghh! Kau kenapa, hah!?” Geram si ketua osis.
Hyung Joon hanya menatapnya sengit. Entah apa yang merasukinya sehingga bisa
berbuat seperti itu.
“Kau! Jangan pernah dekati Min Hyo lagi! Dia
milikku!” Hyung Joon memperketat cengkramannya membuat si namja sulit bernafas.
“Andwae! Shireo!!” Merasa terancam, namja itu
mengeluarkan seluruh tenaganya. Tidak segan dipukulnya wajah Hyung Joon yang hanya
beberapa centi dari wajahnya. Hyung Joon terjatuh, dari sudut bibirnya
mengeluarkan darah. Dia hanya mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangan
sambil menyeringai pada namja di depannya yang terengah-engah mencoba mengatur
nafas.
Tanpa disadari, Hyung Joon kembali menyerang si
ketua osis. Dicengkram kerahnya seperti semula, tapi lebih erat. Kemudian namja
yang belum membaca situasi itu kembali di dorong menuju dinding. Yang lebih
mengejutkan, saat namja ketua osis itu akan melawan, kepalanya langsung
dibenturkan keras-keras oleh Hyung Joon ke dinding. Seperti kesetanan dan tanpa
rasa kasihan, Hyung Joon melakukan itu berkali-kali. Darah segar langsung
mengalir begitu deras dari kepala si ketua osis yang sudah tidak berbentuk.
Tentu saja, namja itu sudah tewas. Hyung Joon melepaskan cengkramannya,
membiarkan tubuh mengenaskan itu jatuh ke lantai. Hyung Joon hanya menyeringai
puas, tanpa rasa bersalah. Dilepasnya jas sekolah yang berlumuran darah, lalu
kembali ke kelas tanpa meninggalkan jejak.
~☼~
Hari ini semua warga sekolah diselimuti kesedihan
yang mendalam. Kehilangan ketua osis yang sangat jenius dan dibanggakan membuat
semua merasa sedih dan tidak menyangka akan kehilangan namja itu. Ne, semua
sedih, kecuali satu tentunya. Siapa lagi kalau bukan Hyung Joon, namja yang
sangat tega membunuh si ketua osis hanya karena alas an…cinta?
Diantara para siswa-siswi, tentu Min Hyo yang
paling terpukul. Namja yang baru 2 minggu yang lalu menjadi kekasihnya telah
meninggal, secepat ini.
“Kyu Jong-ah…” Sedari tadi Min Hyo terus
menyebutkan nama kekasihnya. Air mata terus mengalir walaupun acara pemakaman
sudah selesai. Semua memory singkat diantara mereka kembali berputar di
kepalanya.
Dari kejauhan, Hyung Joon tengah menatap Min Hyo
datar. Sebuah senyum terbentuk di sudut bibirnya. Akhirnya kakinya tergerak
untuk mendekati yeoja yang tengah bersedih itu, berniat menghiburnya. Tapi sayang,
seorang namja lebih dulu mendekati Min Hyo. Dia duduk di samping Min Hyo,
menepuk-nepuk punggungnya pelan mencoba menenangkan. Melihat itu, rasa tidak
suka langsung menyusup di hati Hyung Joon. Rasa yang sama seperti saat dia
mengintai Min Hyo berduaan dengan Kyu Jong, si ketua osis.
~☼~
“Min Hyo-ah! Apa kau sudah baikan?” Kata Hyung Joon
sambil duduk di sebelah Min Hyo, yeoja tercintanya yang sedang makan di kantin
sekolah. Min Hyo hanya menatap Hyung Joon datar sambil tetap memakan
makanannya. Hari ini tepat 1 minggu setelah kepergian Kyu Jong. Min Hyo juga
sudah lebih baik dari hari kehari, tidak terus terpuruk dalam kesedihan.
“Lalu, bagaimana selanjutnya?” Lanjut Hyung Joon
begitu merasa diabaikan. Min Hyo mengerutkan dahi, tidak mengerti kemana arah
pembicaraan Hyung Joon, sobat karibnya semenjak menginjak sekolah dasar.
“Mworago?”
“Apa kau akan mencari pengganti Kyu Jong? Aku siap
menjadi penggantinya.” Kata Hyung Joon ceplas-ceplos yang berhasil membuat Min
Hyo tersedak. Dia menatap namja itu tidak percaya. Masih saja namja yang sejak
dulu menjadi sahabatnya ini menanyakan hal yang membuatnya risih akhir-akhir
ini. Kenapa Hyung Joon begitu terobsesi padanya? Begitu menginginkannya menjadi
kekasihnya? Apa benar dia mencintainya? Tapi pandangan Min Hyo pada Hyung Joon
dari dulu tidak pernah berubah. Dia hanya menganggap Hyung Joon sebagai
sahabatnya, tidak lebih. Menurutnya itu yang terbaik.
Tanpa menunggu Hyung Joon berkata lebih banyak, Min
Hyo segera beranjak pergi setelah membayar makanan dan minumannya. Hyung Joon
yang terkejut langsung mengikuti Min Hyo. Tapi Min Hyo tidak peduli.
Tidak terasa sudah 3 bulan Min Hyo melewati
hari-harinya tanpa si ketua osis. Dia sudah kembali pada sifat aslinya. Yeoja
yang periang dan sangat ramah. Dia bahkan sudah dekat lagi dengan Hyung Joon.
Tapi tetap tidak mau menerima Hyung Joon sebagai namjachingunya. Hanya saja Hyung
Joon juga tetap keras kepala dengan perasaannya.
Namun pada suatu hari, Hyung Joon memergoki Min Hyo
sedang berbicara berdua dengan seorang namja di taman sekolah saat istirahat
pertama. Min Hyo terlihat begitu bahagia di samping namja jangkung itu. Dia
terus tertawa karena namja itu terus saja membuat lelucon konyol. Hyung Joon
mengintip dari balik tembok. Dia merasa tidak asing dengan namja yang bersama
Min Hyo. Ah, ne, itu namja yang mendekati Min Hyo setelah pemakaman Kyu Jong.
Namja yang sama. Namja yang cukup popular di sekolah karena keahliannya dalam
bermain basket. Dialah si kapten basket, Park Jung Min. Ketangkasan dan keahliannya bermain basket,
serta ketampamannya mampu menghipnotis siapa saja yang melihat. Namun Hyung
Joon justru sangat sebal jika melihat namja itu.
“Hahaha..kau ini lucu sekali, Jung Min-ssi.
Hahaha.” Min Hyo tertawa tidak henti-henti.
“Heheheh, aku senang bisa membuatmu tertawa,
jhagiya.” Ucap Jung Min yang berhasil membuat Hyung Joon membulatkanmatanya.
Mwo? Jhagiya?
“Ne, sebagai namjachinguku, kau harus terus
membuatku senang dengan kekonyolanmu, hahaha.”
“Ahh, bagaimana kalau dengan ketampananku? Apa kau
senang?” Namja itu berkata dengan PDnya sambil mengusap rambutnya dan memasang
tampang sok ganteng. Min Hyo malah tambah terpingkal dengan tingkah Jung Min.
Berbeda dengan Hyung Joon, dia justru semakin
geram. Amarahnya sudah berkumpul di ubun-ubun. Dia memukul tembok keras untuk
meluapkannya. Tangannya perlahan dilumuri cairan merah pekat. Tidak peduli
dengan itu, Hyung Joon segera pergi meninggalkan Min Hyo dan Jung Min.
~☼~
“Hey, Min Hyo-ya. Kkaja kita pulang!” Ajak Hyung
Joon sambil menarik-narik lengan seragam Min Hyo. Min Hyo yang sedang membaca
langsung mendongak kearah Hyung Joon.
“Anni, mianhae Hyung Joon-ah. Kau pulang duluan
saja. Aku akan ke rumah Jung Min. Kami akan belajar untuk persiapan Ujian
Kenaikan Kelas minggu depan.” Ucap Min Hyo sedikit menyesal karena menolak
ajakan sahabatnya itu. Hyung Joon justru membelalakkan mata mendengar nama namja
yang tidak disukainya.
“Kenapa kau harus bersama namja itu!!!” Kesal Hyung
Joon. Dia benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya. “Min Hyo-ya!! Jeongmal
saranghae!!! Aku tidak suka kau berduaan dengan namja lain!!” Hyung Joon memegang
kedua pundak Min Hyo kemudian mengguncang-guncangkannya membuat Min Hyo sedikit
pusing.
“Yaa! Jangan mulai lagi Hyung Joon-ah!! Berhenti
mengurusi hiduku dan hatiku!!” Ditepisnya tangan Hyung Joon lalu segera
beranjak pergi sambil menenteng tas sekolahnya. Min Hyo kali ini juga sudah
tidak bisa membendung emosinya. Dia terus berjalan kesal. Begitu sampai pada
persimpangan koridor dia berpapasan dengan namjachingunya. Dirangkulnya
pinggang namja itu, beriringan meninggalkan gerbang sekolah.
Hyung Joon yang melihat itu menggeram kesal. Kedua
tangannya mengepal sempurna. Digigitnya bibir bawahnya keras berusaha menahan
emosi agar tidak diluapkan saat masih berada di lingkungan sekolah. Lagi-lagi
pikiran gilanya berkelebat. Hyung Joon segera pergi, secepatnya berjalan pulang
lalu melancarkan aksinya.
~☼~
“Hiks…hiks…” Min Hyo sesenggukan setibanya di rumah
Jung Min. Jung Min yang sedang meneguk air lemonnya langsung menatap Min Hyo
heran. Didekatinya yeoja itu.
“Waeyo? Uljimayo.”
“Aku tidak mengerti Jung Min-ah. Entah mengapa
persahabatanku dengan Hyung Joon menjadi hancur. Dia mencintaiku Jung
Min-ah…hajiman...aku tidak mencintainya. Eottokae?? Dia menjadi sangat aneh
akhir-akhir ini.” Jung Min terdiam sejenak.
“Sudah-sudah…Mungkin suatu hari nanti dia akan
mengerti.” Ibu jari Jung Min menelusuri aliran mata Min Hyo. Berusaha
menghilangkannya.
“Jung Min-ah..Aku..aku berharap kau hati-hati
dengannya, ne? Mollayo, tapi aku hanya ingin kau berhati-hati saja, arraseo?”
“Loh, memang kenapa? Tapi baiklah kalau itu maumu.
Aku akan berhati-hati.”
Tok! Tok! Tok! Tiba-tiba pintu apartemen Jung Min
seperti ada yang menegetuk. Jung Min yang mendengar itu segera beranjak untuk
membukakan. Sementara Min Hyo cepat-cepat mungusap mata dan wajahnya,
menghilangkan sisa-sisa air mata.
“Nuguse__” BUUGH!! Sebuah hantaman telak mengenai
pipi kiri Jung Min begitu dia membuka pintu. Namja itu langsung terjatuh
menerima pukulan yang sangat keras. Pipinya membiru seketika, dari mulutnya
keluar banyak darah. Min Hyo yang melihat itu terpekik kaget, matanya
berkaca-kaca menyaksikan namjachingunya ambruk di lantai. Ditambah dengan
seseorang yang baru saja memukul Jung Min, Min Hyo semakin terkejut saja. Ne,
orang itu adalah Hyung Joon.
Belum sempat Jung Min bangun, sebuah benda
mengkilap sudah terpampang jelas di depan wajahnya yang lebam, siap menembakkan
isinya tat kala si pemegang benda itu menarik pelatuk. Min Hyo tak menyangka
dengan apa yang dilahatnya saat ini. Sahabat yang sangat disayanginya itu
menodongkan sebuah pistol ke namjachingunya.
“Akan kubuat kau menjauhi Min Hyo.” Kata Hyung Joon
datar tapi dengan kilatan kebencian di matanya. Secara perlahan (slow motion),
Hyung Joon menarik pelatuk pistol itu.
DOORRR!!
Sebuah peluru berhasil menembus tubuh seseorang.
Sayang beribu sayang, bukan Jung Min yang terkena, melainkan seorang yeoja.
Ne,melihat Jung Min yang tersungkur di lantai membuat Min Hyo merasa harus
melindungi namjachingunya. Secepat kilat dia berlari mwnutupi tubuh Jung Min
yang siap ditembus oleh peluru panas. Dan begitulah, akhirnya Min Hyo lah yang
justru terkena.
Hyung Joon membulatkan matanya sempurna, sungguh terkejut
dengan kecerobohannya. Dia mematung, melihat yeoja yang dicintainya tergeletak
tak berdaya dengan darah yang keluar dari dadanya.
“MIN HYOOO!!” Teriak Jung Min histeris sambil
memeluk tubuh yeojachingunya. Menangis, itulah yang dilakukannya saat merasa
kehilangan.
“ANNIIAAA!!” Teriak Hyung Joon frustasi, kesal pada
dirinya sendiri. Tak sadar jari-jarinya menarik lagi pelatuk pada pistol itu.
DOORRR!!
Suara tembakan menggema di penjuru apartemen Jung
Min. Seorang namja yang sedang memeluk Min Hyo ikut tergeletak tak berdaya
dengan darah yang bercucuran dari kepala yang berlubang. Tapi Hyung Joon tidak
peduli dengan namja itu, dia hanya peduli dengan Min Hyo yang sudah tidak
bernyawa. Menyisakan raganya yang memucat dan tidak berdaya.
Diraihnya tubuh yeoja yang sangat dicintainya itu,
dipeluknya sambil menangis. Menyesal dan menyesal, hanya itu yang dirasakannya.
Hyung Joon marah pada dirinya sendiri, marah pada kecerobohannya, bahkan marah
pada amarahnya(?).
“Min Hyo-ya! Jeongmal mianhaeyo….Saranghae
yeongwonhi~” Hyung Joon langsung mencium yeoja yang sudah tidak bernyawa itu,
air matanya tetap mengalir deras. Tangannya meraba-raba lantai berusaha mencari
benda hitam yang tadi sempat dijatuhkannya. Setelah ketemu, dia langsung
mengarahkan moncong benda itu ke kepalnya sendiri…dan..
DOORRR!!
*THE END*
DON'T FORGET TO RCL!
NO PLAGIATOR!! NO SILENT READER!!
Fb Link: Oneshoot
Related Posts :
- Back to Home »
- 17+ , Bloody , Kim Hyung Jun , Kim Kyu Jong , OC , Park Jung Min , Sadistic , Thriller »
- zuSaeng501 | GIRL | Kim Hyung Jun

