Posted by : Zusli zuSaeng Triple'S
Friday, April 25, 2014
Details:
-
Title : Not Alone
-
Genre :
Romance
-
Category : 15+
-
Author : Zusli a.k.a Shin Sung Young
-
Summary : Saya berniat membuat FF dengan judul yang diambil dari masing-masing judul lagu solo personil SS501 dengan tokoh utama personil yang bersangkutan dalam genre yang berbeda.
-
Casts :
·
Park Jung Min
·
Kwon Ji Eun (or
can imagine as you)
·
Other personnels of SS501
·
And others…..
Thanks
to God, casts, and readers^_^♥
Happy reading…..
©2012 zuSaeng501
*501*
“Sekali lagi hari dimana aku sendiri. Sungguh
sepi tanpa ada yang menemani. Merana hati ini ditinggal orang yang disayangi.
Yang kulakukan hanya bisa duduk termenung menatap langit. Membiarkan
bintang-bintang menjadi saksi kesedihan hati.”
“Jung Min-ssi!”
Seorang yeoja
menghampiri namja yang tengah duduk di tepi tebing curam yang di bawahnya
terhampar indahnya laut malam sambil bergumam. Namja bernama Jung Min itu hanya
menoleh kemudian kembali menatap langit berbintang mengetahui siapa yang datang.
“Bukankah sudah
kubilang untuk tidak dekat-dekat dengan tebing ini. Kau bisa jatuh. Ayo masuk!”
Yeoja berpakaian
serba putih itu dengan sabar membimbing Jung Min untuk masuk ke sebuah bangunan
besar di belakang mereka. Namun Jung Min tidak bergeming.
“Biarkan aku di
sini sebentar, Dr. Kwon.”
Yeoja yang
ternyata dokter itu hanya bisa bersabar menghadapi salah satu pasiennya ini.
Masih berusaha untuk membujuk Jung Min masuk. Takut akan terjadi apa-apa dengan
pasiennya.
“Hey, aku tahu
kau sudah lapar. Kami memasak sup wortel kesukaanmu. Kkaja, kkaja, keburu
dingin, loh.”
Jung Min hanya
tersenyum kecut. Akhirnya luluh juga hatinya untuk menuruti perintah dokter
cantik itu. Dr. Kwon merasa lega telah berhasil membujuk pasiennya yang
menurutnya berbeda dengan pasien yang lain, entah apa.
Begitu mereka
masuk ke bangunan besar itu, hiruk-pikuk dan kegiatan-kegiatan seperti biasa
langsung terlihat. Lalu-lalang dokter, suster, dan pasien turut mewarnai
suasana rumah sakit ini. Hmm…bukan sekedar rumah sakit biasa. Tetapi Rumah
sakit luar biasa khusus menangani kejiwaan seseorang yang terganggu.
“Annyeong,
Dr.Kwon! Kau semakin sexy saja, hehehe.” Kata seorang pasien yang sibuk memakan
lollipop sambil cengengesan. Dr. Kwon hanya tersenyum menanggapi pasien yang
sudah 1 th ini tinggal di sini. Sungguh disayangkan namja tampan itu harus
terkena penyakit yang menrenggut kejiwaannya. Namja itu bernama Kim Hyun Joong.
“Hey, Jung Min!
Aku sudah membuatkan makan malammu. Ini!” Seorang namja lain mendekati Jung Min
sambil menyodorkan mangkuk berisi tanah dan dedaunan.
“Oh, gomawo
Young Saeng-ah!” Namja manis tadi kembali duduk dan sibuk berurusan dengan
daun-daun kering yang berserakan. Dimasukkannya daun-daun itu ke
mangkuk-mangkuk.
“Hmm..kau mau
makan isi mangkuk itu?” Tanya Dr.Kwon.
“Mwo? Apa kau
ingin membunuhku, Dr?”
“Hahaha..anni.
Ini sup wortelmu. Perlu kusuapi?”
“Jika aku sudah
tidak punya tangan lagi, mungkin aku mau.”
Jung Min segera
beranjak meninggalkan Dr.Kwon yang tersenyum simpul. Jung Min memilih tempat di
samping namja yang sedang bermain dedaunan itu. Terjadi interaksi kecil
diantara keduanya. Dengan senang hati Jung Min membagikan supnya pada namja
manis bernama Young Saeng.
“Dr.Kwon Ji Eun,
sepertinya kau benar. Jung Min berbeda dengan pasien yang lain.” Kata seorang
suster.
“Ne, aku tidak
yakin kalau dia benar-benar gila. Aku butuh waktu untuk berbicara dengannya.”
~♠~
Malam
selanjutnya, Dr.Kwon sibuk mencari Jung Min yang sedari tadi sore tidak menampakkan
batang hidungnya. Suster dan dokter-dokter lain turut mencari. Mereka was-was
kalau –kalau Jung Min kabur dari rumah sakit. Hanya saja kecil kemungkinan itu
terjadi. Mungkin dia masih disekitar komplek rumah sakit, tapi sayang tidak ada
yang tahu. Ah, bahkan pasien lain turut mencari, hanya saja tidak masuk akal
(maklum orang gila). Mana bisa seorang Jung Min bersembunyi di keranjang mainan
atau kotak obat. Yah, itulah yang dilakukan pasien, mencari Jung Min di
tempat-tempat yang tidak masuk akal.
“Hyung Jun-ssi!
Apa kau tahu dimana Park Jung Min? Teman sekamarmu itu.” Tanya Dr.Kwon pada
namja yang sedang bermain bola di sebuah ruangan kecil dengan 2 ranjang.
“Emmm…Jung Min
itu yang ada di closet, eoh? hihihi.” Dr.Kwon mendengus kecewa dan langsung
pergi. Harusnya dia tahu kalau percuma saja menanyai orang yang otaknya
errr…terganggu.
Dr.Kwon keluar
gedung rumah sakit, menengok ke tempat di mana Jung Min biasa duduk, di pinggir
tebing. Tapi nihil, Jung Min tidak di sana malam ini. Beberapa security di
depan rumah sakit pun sudah ditanyai oleh Dr. Kwon Ji Eun, tapi tidak ada satu
pun yang melihat Jung Min keluar dari rumah sakit.
“Er..dokter?
Kalau kau mencari Minnie-ssi, dia ada di pantai.” Kata Young Saeng, seorang
pasien yang sibuk memetik dedaunan di taman rumah sakit.
Dr.Kwon sedikit
ragu ‘Apa Young Saeng benar?’ batinnya. Tapi setahunya namja itu selalu jujur
(:p). Tidak ada salahnya jika dia mengikuti kata Young Saeng untuk pergi ke
pantai yang memang dekat dengan rumah sakit itu.
“Tadi dia lewat
pintu belakang.” Kata Young Saeng meyakinkan, seolah tahu keraguan Dr. Kwon.
“Eh..Oh..ne gomawo
Young Saeng-ssi.” Dr.Kwon hendak melangkah lagi, tapi kemudian dia berpesan.
“Kalau tidak keberatan jangan kau petik tanaman hias itu, ok?” Sambil tersenyum
dia melangkah menembus dinginnya malam. Dieratkan jas dokternya mencoba
mengurung hawa panas dari tubuh.
Ah, ternyata
benar.
Jung Min tengah
duduk di atas hamparan pasir pantai yang luas sejauh mata memandang(?) sambil
menatap langit malam yang terlihat begitu indah dihiasi bintang-bintang.
Mungkin Jung Min tidak duduk di tebing lagi karena dia tidak mau diganggu oleh
Dr.Kwon (lagi) jadi dia pindah untuk memandang bintang di pantai. Ternyata
matanya lebih leluasa menjelajah langit malam dari pantai.
Sekali lagi Jung
Min bergumam, “Sekali lagi hari dimana
aku sendiri. Sungguh sepi tanpa ada yang menemani. Merana hati ini ditinggal
orang yang disayangi. Yang kulakukan hanya bisa duduk____.”
“Ommo, Jung
Min-ssi! Kau membuat seisi rumah sakit khawatir!” Teriak Dr.Kwon dari kejauhan.
Jung Min hanya mendengus kesal, tempat barunya telah diketahui.
“Apa kau melamun
lagi?” Dr. Kwon duduk di samping Jung Min. Ditatapnya wajah lesu namja eh,
lebih tepatnya pasiennya itu yang menurutnya…tampan.
“Apa dokter akan
terus mengikutiku?” Jung Min malah balik bertanya.
“Bukankah
menghilang dari sore itu patut untuk dikhawatirkan? Aku tidak mengikutimu, tapi
mencarimu, Jung Min-ssi. Ayo kembalilah ke rumah sakit, bukankah malam ini
dingin sekali.” Lagi-lagi Dr.Kwon mengeratkan jasnya sambil sedikit memeluk
tubuh.
Tak disangka,
Jung Min menggerakkan tangannya untuk merangkul Dr.Kwon dan sedikit menariknya
untuk lebih dekat. Deg! Perasaan aneh langsung menyerang Dr. Kwon Ji Eun yang
sebenarnya lebih muda 1 tahun dari Jung Min. Jantungnya tiba-tiba bekerja dua
kali lipat mengingat jaraknya dengan salah satu pasiennya ini…terlalu dekat,
semburat merah menghiasi wajah cantiknya. Padahal saat dia dekat dengan pasien
yang lain perasaannya tidak akan seaneh ini. Tapi entah mengapa ini berbeda,
sedikit lebih..nyaman. Perlakuan Jung
Min yang seperti ini membuatnya menjadi lebih hangat. Atau karena memang
tercipta hawa panas diantara mereka.
“Ap..apa yang
kau lakukan?” Protes Dr.Kwon gugup, tapi tidak berusaha menolak.
“Membuatmu
hangat.”
“Ha..hajiman…”
“Wae? Dokter
tidak mau? Kalau begitu kembali saja ke rumah sakit, nanti dokter sakit.
Seorang dokter juga bisa sakit, bukan?” Kata Jung Min sambil mengendurkan
tangannya di pundak Dr.Kwon yang saat ini wajahnya benar-benar seperti kepiting
rebus. Lidahnya kelu, tidak bisa berkata apa-apa. Sial! Namja yang notabenenya
adalah pasien rumah sakit jiwa ini ternyata berhasil membuat seorang Dr.Kwon Ji
Eun bungkam. Sepertinya Jung Min benar. Dr.Kwon menjadi ‘sakit jiwa’ karena
namja ini (XD)
“Kenapa Dr.Kwon
selalu mengikutiku, heum?” Jung Min terus menatap yeoja di sampingnya.
Ditelusurinya wajah cantik itu dengan bola matanya. Sekali lagi Dr.Kwon hanya
diam saja. Seolah tau apa yang dipikirkan, Jung Min hanya tersenyum simpul
kemudian melepas tangannya dari pundak Dr.Kwon.
“Hah, sepertinya
kau benar. Di sini dingin sekeli. Ayo kita ke rumah sakit lagi, Dr!” Jung Min
beranjak dari duduknya. Ditepuk-tepuk bokongnya untuk menghilangkan pasir
pantai yang menempel. Tapi Dr.Kwon tidak bergeming, masih duduk manis sambil
menunduk.
“Eh, itu karena
aku adalah doktermu, Park Jung Min!” Kata Dr.Kwon tiba-tiba.”Sudah sepantasnya
aku terus mengawasimu.”
“Oooh, arraseo.”
Jawab Jung Min singkat sambil melangkahkan kakinya. Dr. Kwon segera berdiri,
berniat ikut kembali ke rumah sakit.
“Ah, iya, Park
Jung Min. Tujuanku menemuimu adalah aku ingin kita membicarakan suatau hal yang
sangat penting mengenai dirimu.” Dr.Kwon menggigit bibir bawahnya sekilas,
merasa sedikit ‘babo’ dengan melupakan tujuan awalnya. Gara-gara namja itu.
Jung Min menhentikan
jalannya, tapi tidak menoleh.
“Hmm..jika yang
dokter maksud adalah kejiwaanku, itu benar. Perkiraan dokter benar bahwa
sebenarnya aku tidak gila.” Dr.Kwon tercenung. Jung Min melanjutkan langkahnya
lagi tapi tiba-tiba berhenti dan menoleh sambil berkata pada Dr.Kwon yang masih
berdiri di tempat.
“Bukankah aku
lebih tua darimu, eoh? Seharusnya dokter memanggilku ‘oppa’, bukan begitu?”
~♠~
“Jadi,
sebenarnya apa yang terjadi padamu?” Tanya Dr.Kwon to the point sesampainya ia
dan Jung Min tiba di kantor pribadi Dr. Kwon. Sedikit lingkar hitam menghiasi
mata indah Dr.Kwon. Ne, gara-gara kemarin malam, Dr Kwon jadi sulit untuk
memejamkan mata.
“Hhh..ok,
sepertinya aku memang harus bercerita. Dulu aku adalah seorang anak bungsu dari
pasangan yang hidup berkecukupan. Aku sangat bahagia bisa terus bersama dan
dikasihi oleh keluarga, eomma, appa, wa noona. Tapi itu tidak bertahan lama
seperti yang aku bayangkan. Menginjak umurku yang ke25 ini semuanya hilang, kasih
sayang, kehangatan, dan kebersamaan sebuah keluarga. Walau aku sudah sebesar
ini, tentu tetap rapuh jika ditinggal oleh orang yang disayang, tidak hanya
satu tapi semua. Kecelakaan mobil itu merenggut eomma, appa, dan noona. Hanya
aku seorang yang selamat. Ah, aku menyesal kenapa tidak ikut dengan mereka saja.
Aku sungguh kesepian tanpa mereka.” Dr.Kwon terenyuh mendengar cerita Jung Min.
Ikut terlarut dalam kesedihan yang dirasakan oleh namja itu.
“Apa..apakah
tidak ada keluarga lain?”
“Agh, dokter
tahu, kan? Ahjussi yang membawaku ke rumah sakit ini? Dia adalah adik appa.
Selama aku di rumah sakit setelah kecelakaan itu, dia dan ahjumma yang
merawatku. Hanya saja setelah aku sembuh, tapi tentu saja masih terpukul dengan
semua kehilangan ini, mereka menjadi berpikir kejiwaanku kenapa-napa mengetahui
aku yang hanya diam saja setiap harinya. Waktu itu aku masih belum terima
dengan kepergian keluarga, aku masih syock. Dokter tahu itu, kan? Tapi nappeun
ahjussi dan ahjumma itu langsung berpikir cepat untuk memasukkanku ke rumah
sakit jiwa ini, aish. Bahkan mereka tidak pernah menjengukku, bukan?”
“Kau tidak
menolak dibawa kesini?”
“Mengetahui
mereka yang seperti itu membuatku berpikir kalau mereka tidak menyayangiku.
Jadi, untuk apa aku tinggal berasama mereka? Bukankah di sini banyak orang yang
menyayangiku. Ne, walaupun mereka sedikit..ehm, terganggu tapi aku nyaman
berada di antara mereka. Apalagi suster dan dokter di sini sangat baik padaku.”
Jung Min menatap lama yeoja di depannya. Dr.Kwon ikut membalas. Tapi kemudian
ia berdeham untuk mengatasi kecanggungan.
“Ah, hanya saja
aku masih merasa bahwa aku sendirian diantara begitu banyak orang di rumah
sakit ini. Aku tidak merasakan kehangatan yang sama seperti dulu.” Lanjut Jung
Min.
“Ne, Jung
Min-ssi, aku mengerti sekarang. Dari awal aku sudah tahu kamu sebenarnya
normal. Dan, cobalah untuk meyakinkan dirimu bahwa kau sebenarnya tidak
sendiri. Kau bisa mencurahkan unek-unekmu pada orang yang kau percaya di sini.
Kau bisa meminta bantuan pada siapapun, ne?”
“Ne, aku
berusaha begitu. Emm… Oh, ya, lalu? Kenapa Dr.Kwon tetap mempertahankanku di
sini kalau dokter sudah tahu diriku yang sebenarnya?”
“Eh? Itu….”
“Itu karena
Dr.Kwon Ji eun ingin tetap bersamaku, bukan begitu?” Dr.Kwon membulatkan
matanya mendengar perkataan Jung Min yang, sebenarnya sangat tepat. Lagi-lagi
seorang dokter dibuat bungkam oleh pasiennya.
“Hahahaha, aku
hanya bercanda.”
Dr.Kwon hanya
bisa menundukkan kepalanya menyembunyikan semburat merah si pipinya dari Jung
Min.
“Eh, bagaimana
kalau kita jalan-jalan di pantai? Sore ini sangat indah. Ne, hitung-hitung
untuk menenangkan pikiranmu.” Ujar Dr.Kwon berusaha setenang mungkin. Jung Min
langsung menyetujui usul itu.
‘Sekarang
semua berubah. Aku tidak lagi sendiri. Banyak orang di hidupku saat ini. Mereka
begitu baik hati. Terutama yeoja di sampingku ini. Entah mengapa Dr.Kwon Ji Eun
berhasil membuang kesendirianku. Ah, dia telah merebut hatiku. Mengisi
kekosongan dalam kalbu. Aku mencintaimu, Ji Eun.’ Batin Jung Min
selama dia berjalan-jalan di pantai tanpa alas kaki. Mencoba merasakan
lembutnya pasir yang menggelitik kaki. Tak jarang dia juga menatap yeoja yang
berjalan di sampingnya sambil memasukkan tangan di saku jas.
“Dokter, apa aku
sangat tampan?”
“Bahahaha, pede
sekali kamu, Park Jung Min!” Jung Min terkekeh pelan. Dia lalu mendahuli
Dr.Kwon dan berdiri tepat di depannya. Memegang kedua pundak sang dokter,
ditatapnya kedua bola matanya.
“Bukankah sudah
kubilang, aku lebih tua dari dokter, heum?”
“Aneh sekali kalau
aku, seorang dokter memanggil pasienku dengan ‘oppa’. Nanti mereka berpikir
kalau__”
“Saranghaeyo.”
Potong Jung Min.
“M..mwo?”
Jantung Dr.Kwon serasa berhenti mendengar kata ‘saranghaeyo’ dari seorang Park
Jung Min.
“Dokterku ini
sepertinya memang sakit, sakit telinga. Aku bilang saranghaeyo. Nae yeojachingu
halkkayo?” DEG! Ternyata Dr.Kwon benar-benar tidak salah dengar. Tentu saja,
jarak mereka begitu dekat. Jantungnya serasa mau meledak mendengar semua kata
Jung Min *author daritadi lebay bgt mendeskripsikannya-__-v*. Tapi dia berusaha
tetap tenang.
“Aish~kau lupa
minum obat?” Dr.Kwon memegang dahi Jung Min. Seolah mengecek kesehantan. Dengan
cemberut Jung Min menjauhkan wajahnya yang sebenarnya sudah terlalu dekat.
“Aku serius,
Kwon Ji Eun!”
“Bagaimana kau
bisa yakin? Kau kan..err gila. Michyeo saram.”
“Apakah orang
gila bisa membuatmu sebegitu terpesona saat menatapnya?”
Dr.Kwon hampir
meledakkan tawanya mendengar kenarsisan namja di depannya yang sebenarnya sudah
disukainya dari awal. Hanya saja dia tidak bisa tertawa karena Jung Min lebih
dulu membungkamnya dengan kecupan kasih sayang. Bukan antara dokter dengan
pasien, tetapi antara sepasang kekasih.
*THE END*
DON'T FORGET TO RCL!
NO PLAGIATOR!! NO SILENT READER!!
Fb Link: Oneshoot
Related Posts :
- Back to Home »
- 15+ , Heo Young Saeng , Kim Hyun Joong , Kim Hyung Jun , OC , Park Jung Min , Romance »
- zuSaeng501 | NOT ALONE | Park Jung Min

