Posted by : Zusli zuSaeng Triple'S Wednesday, April 23, 2014


Details:

-          Title               : Yesterday
-          Genre             : Angst, sadness, romance
-          Category       : 15+
-          Author           : Zusli a.k.a Shin Sung Young
-          Summary     
Saya berniat membuat FF dengan judul yang diambil dari masing-masing judul lagu solo personil SS501 dengan tokoh utama personil yang bersangkutan dalam genre yang berbeda.

-          Casts :
·        Kim Kyu Jong
·        Ha Min Seo (or can imagine as you)
·        And others…..

Thanks to God, casts, and readers^_^
Happy reading…..


©2012 zuSaeng501




*501*

Mungkin bisa dikatakan, namja bernama Kim Kyu Jong sangatlah beruntung. Dia memiliki yeojachingu yang begitu cantik, baik, dan cerdas. Tak sedikit orang-orang yang iri kepada Kyu Jong. Walau begitu Kyu Jong tidak pernah sombong. Dia namja yang baik, dan ramah. Sudah sepantasnya dia bersanding dengan yeoja yang dulu cukup popular di sekolah bernama Ha Min Seo.


Hubungan dua sejoli ini sudah berjalan cukup lama, kurang lebih 1,5 tahun. Itu sudah cukup bagi Kyu untuk merencanakan akan melamar Min Seo. Akan tetapi sampai sekarang dia belum menemukan waktu yang tepat. Akhir-akhir ini Min Seo terlihat aneh, sejak kejadian seminggu lalu…

~flashback start~

Hari ini di kota mengadakan festival tahunan. Kyu Jong berniat mengajak Min Seo pergi ke sana. Yah, sekaligus mereka pergi kencan. Sudah lama semenjak Kyu sibuk dengan perkerjaannya, mereka jarang bertemu. Mungkin 1 minggu hanya 2 kali. Tapi Min Seo bisa mengerti. Kyu yang sebagai kepala staff dalam sebuah perusahaan tentu tidaklah mudah untuk mendapatkan waktu luang. Nah, sekarang lah kesempatannya. Setelah Kyu Jong lembur selama 2 Minggu, akhirnya dia diberikan cuti 3 hari. Kesempatan ini tidak disia-siakan olehnya.

Mobil Lamborghini putihnya terpakir di depan rumah yeojachingunya. Seorang yeoja sudah menunggunya di teras. Yeoja itu tersenyum melihat kedatangan Kyu Jong.

“Lama sekali kau, oppa.” Ujar yeoja itu sambil masuk ke mobil.

“Hehehe, mianhae jhagi. Aku kan harus tampil sempurna karena akan bertemu denganmu.” Kata Kyu Jong sedikit bercanda.

“Ah, oppa. Bagiku oppa selalu sempurna. Walau oppa tidak mandi sekalipun, hehehe.”

“Hmm, baiklah lain kali aku tidak akan mandi kalau akan bertemu denganmu.” Mereka berdua hanya terkekeh bersama.
Tanpa banyak cingcong lagi, Kyu Jong segera tancap gas menuju tempat tujuan mereka, festival tahunan.

Menghabiskan waktu kira-kira 20 menit, akhirnya mereka sampai di festival. Yang namanya festival tentu sangat ramai pengunjung, apalagi festival ini hanya ada setahun sekali. Kyu Jong dan Min Seo terlihat begitu senang. Mereka berencana untuk mencoba semua wahana yang ada di festival ini. Tapi sebelumnya mereka ingin melihat-lihat terlebih dahulu, siapa tahu ada sesuatu yang menarik perhatian dan ingin membeli.

“Oppa, kita naik itu, yuk!” Tunjuk Min Seo tiba-tiba ke sebuah wahana, bianglala. Dia sudah lama tidak menaikinya dan sekarang sangat ingin naik apalagi bersama Kyu Jong. Pasti dari atas sana dapat melihat secara menyeluruh keramaian di festival ini.

“Kkaja!” Kyu Jong setuju dan langsung menarik Min Seo.

“Oppa! Pemandangannya indah sekali dari atas sini.” Ujar Min Seo takjub sambil memandang keluar bianglala begitu mereka sampai di titik atas. Keduanya sama-sama takjub dengan pemandangan yang ada. Entah itu keramaian festival atau pemandangan lain di luar festival yang dapat mereka lihat.

“Yah, ciptaan Tuhan memang indah dan mengagumkan. Terutama yeoja di sampingku ini.” Min Seo hanya memandang Kyu Jong sambil tersipu. “Ne, kau adalah ciptaan Tuhan yang paling mengagumkan dan aku begitu beruntung bisa memilikimu.” Lanjut Kyu Jong sambil berseri.

“Hahaha, oppa bisa nge-gombal juga ternyata.”

“Hei, aku serius.” Protes Kyu Jong sambil menggembungkan pipinya. Min Seo hanya tersenyum melihat tingkah namjachingunya dan langsung mencium pipi Kyu Jong yang menggembung.

10 menit kemudian, Kyu dan Min Seo sudah turun dari bianglala. Tapi ada sesuatu yang aneh pada Min Seo. Wajahnya mendadak pucat dan pandangannya kabur. Pusing, Min Seo berhenti sejenak karena dirasa keadaan sekelilingnya berputar-putar. Kyu Jong yang sudah beberapa langkah di depan langsung menengok mencari Min Seo yang tidak ada di sampingnya. Kyu Jong terlihat khawatir mendapati Min Seo yang pucat.

“Jhagiya, waeyo? Gwaenchana?”

“Oppa, bisakah kau mengantarku pulang sekarang. Aku…aku merasa pusing.” Min Seo tiba-tiba kehilangan keseimbangan, tapi Kyu Jong cepat mendekapnya.

“Min Seo-ah, apa kita tidak ke dokter saja?” Kyu Jong benar-benar khawatir.

“Anni oppa, mungkin aku hanya kecapaian saja. Kita…pulang saja.”
Kyu Jong hanya menurut. Perlahan dia menuntun Min Seo ke tempat dimana mereka memarkir mobil.

~Flashback end~

Yah, sejak kejadian itu Kyu Jong menjadi jarang bertemu Min Seo. Ada saja alasan Min Seo saat Kyu Jong mengajaknya bertemu. Tak jarang juga Min Seo berusaha menghindar dari Kyu Jong saat berpapasan. Ini semua membuat Kyu Jong merasa aneh. Dia berusaha introspeksi diri, tapi sepertinya dia tidak melakukan kesalahan yang fatal. Yang membuat Kyu Jong kesal saat Min Seo ditanya ‘apa yang terjadi’ dia hanya diam saja. Kyu Jong sudah tidak tahan lagi, dia ingin bertemu dengan Min Seo sekarang juga.

Begitu Kyu Jong sampai di rumah Min Seo, Kyu mendapati yeojanya sedang duduk-duduk di teras. Melamun atau entah apa yang dia lakukan. Sepertinya Min Seo tidak menyadari kedatangan namjachingunya.

“Min Seo-ah!” Panggil Kyu Jong. Yang disapa langsung tersentak kaget.

“Op…oppa..” Min Seo terlihat gugup mendapati Kyu Jong ada di depannya.

“Kau sebenarnya kenapa, sih? Aku tidak mengerti dengan sifatmu kahir-akhir ini.” Min Seo hanya menghela nafas berat.

“Oppa, sepertinya hubungan kita tidak akan berhasil. Aku..tidak ingin bertemu oppa.” Tentu saja pernyataan Min Seo membuat Kyu Jong kaget. Tidak ada angin tidak ada hujan, Min Seo tiba-tiba berkata seperti itu.

“MWOYA? Hajiman….wae? Kalau kita ada masalah ayo diselesaikan baik-baik.”

“Tidak akan bisa selesai.” Min Seo berusaha sekuat tenaga menahan bulir-bulir air di pelupuk matanya. Dia berniat masuk ke rumah, tapi Kyu Jong mencengkram tangannya.

“Aku harus mengetahui alasannya Min Seo. Hm, nanti malam temui aku di DESTINATION café jam 8 tepat. Aku akan terus menunggu sampai kamu datang.” Kyu langsung melepas tangan Min Seo dan berbalik menuju mobil. Min Seo hanya menatap Kyu Jong nanar. Akhirnya air di mata Min Seo turun juga.

~~

08.00 KST

Min Seo melangkah menuju café yang dimaksud Kyu Jong. Tapi aneh, café itu gelap dan sepi. Min Seo ragu kalau Kyu Jong benar-benar mengajaknya ke situ.

“Apa café ini buka?” Tanya Min Seo pada seorang pelayan di depan café.”

“Ah, agashi pasti Ha Min Seo-yang. Silakan masuk!”

Min Seo sedikit ragu untuk masuk ke café. Ternyata café itu tidak segelap yang dia kira. Di dalam sudah terpasang puluhan lilin melingkari sebuah meja di tengah-tengah. Aneh, café ini didekorasi ulang menjadi….romantic. Dengan dibantu cahaya lilin, Min Seo dapat melihat seseorang tengah berdiri menghadap jendela. Dan sepertinya dia tahu siapa orang itu.

“Kau datang juga ternyata.” Yah, orang itu adalah Kyu Jong. Namja yang sebenarnya sangat ia cintai. Kyu menghampiri Min Seo yang terheran-heran.

“Apa…semua ini, oppa?”

“Ah, ini semua untukmu. Kau suka?” Kyu tersenyum. Rasanya sudah lama sekali Min Seo tidak melihat senyum Kyu yang begitu manis.
Kyu menggandeng Min Seo menuju satu-satunya meja di café itu. Entah kenapa, perlakuan Kyu Jong yang manis seperti ini membuat mata Min Seo memanas. Airmata Min seo mengalir tanpa bisa ditahan. Tidak tahu dia menangis karena senang atau sedih. Rasa itu bercampur menjadi satu.

“Kenapa menangis? Apa kau senang?” Min Seo hanya menggeleng sambil perlahan duduk di kursi yang sudah disediakan.

“Emm..mungkin ini bisa membuatmu senang.” Kyu Jong langsung berjongkok di samping Min Seo, salah satu kakinya menjadi tumpuan. Kyu Jong merogoh jasnya dan mengeluarkan sesuatu. Sebuah kotak berwarna hijau. Ommona! Ternyata di dalamnya terdapat sebuah cincin.
“Min Seo-ah! Will you marry me? Aku berjanji akan membuatmu bahagia.” Kyu Jong sungguh yakin mengucapkan itu. Min Seo hanya tercengang. Air matanya malah mengalir semakin deras. Perasaannya sedang kalut saat ini. Min Seo tidak bisa berpikir, dia seharusnya senang dengan semua ini atau malah harus sedih.
Kyu Jong yang menyadari Min Seo menangis bukan karena senang langsung berdiri. Didekapnya tubuh mungil Min Seo. Kali ini Min Seo tidak bisa menolak dekapan hangat Kyu Jong. Ingin sekali dia meluapkan emosinya. Atau mungkin karena dia sudah lama tidak merasakan pelukan Kyu.

“Oppa…aku tidak bisa menikah dengan oppa.” Min Seo melepas Kyu dan berusaha tenang.

“Wae? Apa alasannya?” Kali ini Kyu Jong tidak bisa mneyembunyikan kesedihannya.

“Aku..” Menarik nafas dalam. “Sebentar lagi akan pergi, jadi aku tidak bisa bersama oppa lagi. Carilah yeoja lain yang lebih baik dari aku.” Kyu Jong masih tidak mengerti kemana arah pembicaraan Min Seo.

“Apa maksudmu? Kaulah yeoja terbaik yang pernah aku temui yang pantas menjadi pendamping hidupku.”

“Tidakkah oppa mengerti? Sebentar lagi aku akan pergi..karena aku terkena penyakit leukimia, dan..dokter sudah memvonis kalau..aku hanya bertahan paling lama 2 bulan.” Kali ini Air mata Min Seo keluar lagi. Diam-diam Kyu juga menitikkan air mata. Tapi dia berusaha tenang.

“Gwaenchana jhagi-ya. Aku tetap akan menikahimu. Aku akan membahagiakanmu.”

“Anni, aku tidak membutuhkan rasa kasihan dari oppa.” Min seo memalingkan wajahnya. Kyu Jong menangkup kedua pipi Min Seo agar dia terus menatap Kyu Jong.

“Tidakkah kau mengerti? Aku mau menikah denganmu karena aku sangat mencintaimu. Sudah lama aku merencanakan akan melamarmu. Jebalyo Min Seo-ah, aku benar-benar yakin. Leukimia bukanlah penghalang bagiku, Aku akan tetap menikah denganmu apapun keadaanmu karena aku sangat mencintaimu. Jeongmal saranghae…Tidakkah kau merasakan degup jantungku saat berada di dekatmu.” Kyu Jong menempelkan tangan Min Seo menuju dadanya lebih tepat jantungnya.

Min Seo tidak habis pikir. Namja bernama Kyu Jong ini benar-benar tulus mencintainya. Tentu dia tidak enak hati untuk menolaknya. Tapi disisi lain dia merasa sedih karena senentar lagi akan meninggalkan orang-orang yang disayanginya dan tentu saja tidak ingin membuat Kyu Jong terpukul dengan kepergiannya. Melihat Kyu Jong yakin seperti itu membuat Min Seo mau tidak mau menerima Kyu Jong untuk menjadi pendamping di detik-detik hidupnya.

~~

Hari yang dinantikan Kyu Jong dan Min Seo pun tiba. Satu Minggu setelah malam itu, mereka memutuskan untuk melaksanakan upacara pernikahan. Tidak banyak tamu yang hadir di acara penikahan mereka. Hanya kerabat dan teman-teman dekat yang diundang. Entah mereka tidak mau jika suasana pernikahan terlalu ramai. Dan toh pernikahan mereka tidak akan berlangsung lama.

Mengetahui Min Seo yang akan meninggalkannya tidak membuat Kyu Jong lemah. Dia justru menjadi namja yang semakin tabah. Yah, karena dialah yang memutuskan semua ini. Tentu Kyu Jong akan selalu mencintai Min Seo setulus hatinya. Dan berusaha tetap tegar apapun yang terjadi kelak.

Min Seo hanya duduk termenung menatap langit di malam setelah upacara pernikahan. Kejadian hari ini terus berputar-putar di kepalanya. Sungguh hari paling membahagiakan bagi Min Seo. Dia menutup mata sejenak.

‘Tuhan, jagalah Kyu Jong oppa setelah aku meninggalkannya. Pertemukan dia dengan yeoja yang baik dan mau menjaga oppa, menerimanya apapun keadaannya. Aku sungguh mencintai namja yang satu itu.’ Batin Min Seo.

“Jhagi? Kau tidak tidur?” Kyu Jong tiba-tiba mendekap Min Seo dari belakang sambil mengelus wajah pucat Min Seo.

“Ne, kkaja kita tidur oppa.” Mereka segera menuju kasur  king size mereka. Merebahkan badan dan mengusir lelah karena seharian tadi terus beraktivitas.

“Oppa, carilah penggantiku setelah aku pergi nanti. Yeoja yang dengan setulus hati mau menjaga Kyu oppa dan menerima keadaanmu apa adanya.”

“Min Seo-ah…Hanya kamu yeoja yang ada di hatiku. Aku tidak yakin akan menemukan yeoja sebaik dirimu. Hanya kau seorang, jhagi.”

“Anni oppa, kau harus men___” Kyu Jong memotong kalimat Min Seo.

“Ssst…sudahlah kau tidur saja. Dalkomhan kkum yeobo. Saranghae.” Kyu Jong mencium Min Seo sekilas dan merebahkan diri di samping Min Seo. Tapi sampai menit-menit kedepannya dia tidak bisa tidur. Masih teringat perkataan Min Seo tadi. Namun lama kelamaan karena lelah, akhirnya Kyu Jong terlelap dalam gelisah.

~~

Seberkas cahaya yang masuk dari fentilasi mengusik tidur Kyu Jong. Mau tidak mau dia akhirnya terbangun. Tapi dia tidak mendapati Min Seo di sampingnya. Dengan tampang masih mengantuk, Kyu Jong berjalan keluar kamar mencari istri yang sangat dicintainya.
Beegitu turun dari tangga, Kyu Jong langsung melihat Min Seo yang sedang duduk membelakanginya di teras. Senyum terkembang di wajah Kyu Jong. Sempat terlintas di otaknya kalau dia akan mengagetkan Min Seo.

“Yaa!! Jhagiya~kau sudah bangun rupanya!” Kyu berteriak girang sambil memeluk Min Seo dari belakang.
Tapi satu yang ganjil. Min Seo tidak merespon. Setelah dicek, ternyata Min Seo terpejam. Darah segar mengalir dari hidungnya. Kyu tercekat.

“Jha..jhagiya!?” Kyu menggoyangkan tubuh Min Seo perlahan. Min Seo tidak bergeming.
Kyu Jong langsung lemas mengetahui ternyata Min Seo sudah tidak bernafas. Yah, Min Seo sudah tidak bernyawa. Dia terlelap dalam tidur panjangnya ditemani senyuman yang terlihat di wajahnya.

“MIN SEOOO!!!~”
Sungguh disayangkan. Ternyata Min Seo pergi secepat ini. Dokter yang memvonis 2 bulan lagi kematian Min Seo ternyata salah. Tentu saja karena dokter bukan Tuhan yang dapat menentukan hidup matinya seseorang. Ah, rasanya baru kemarin Kyu Jong merasakan kebahagiaan yang tiada tara karena dapat bersanding dengan orang yang sangat dicintainya.


*THE END*


DON'T FORGET TO RCL!
NO PLAGIATOR!! NO SILENT READER!!

Fb Link: Oneshoot

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog
©2014 FF501. Powered by Blogger.

Newest Updates

Popular Posts

- Copyright © Fanfiction for SS501 -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -