Posted by : Zusli zuSaeng Triple'S Sunday, May 18, 2014

Details:
Title            : My Name is Young, You're Also Young
Author       : Okta Haebin
Genre         : Romance, Schoolship, Lifestyle
Category    : 17+

Casts:
          Shin Sung Young
        Heo Young Saeng
          Other SS501’s Personnels
          Other casts

Happy Reading~




Gadis ituberjalan pelan sambil menundukan kepalanya, ia menatap kedua kakinya sambilmemikirkan kata-kata appanya kemarin malam
“besokdia datang— Youngi-ah! Kau harus sopan padanya! Youngi-ya!”
“Aahh~ apa aku bermimpi! Aigo itu bohong kan? Yangdikatakan appa pada ku bohong kan? Appa sungguh tega menjual anak satu-satunyaini” seru gadis itu, Shin sung young. Sung young tak peduli orang-orang menganggapnyagila karna bicara sendiri sambil berjalan, hal yang terpenting sekarang baginyaadalah pergi dari rumah, itu saja.
“Hey Sung young!” seru seorang gadis tiba-tiba munculdidepan Sung young, gadis itu cantik tapi nampak sangat menyeramkan, gadis itumenatap geram Sung young, terlihat ia sangat membenci Sung young.
“Mau apa lagi? Hah?” seru Sung young. “Kau takterima kalah lagi dari ku?” tambah Sung young, gadis yang berwajah seram itumembuang mukanya, seperti jijik dan tak percaya dengan kata-kata yang diucapkanSung young.
“HEY APA-APA INI! KALAU BERANI LAWAN AKU, JANGANKEROYOKAN BEGINI!” seru Sung young, tiba-tiba tiga orang yeoja entah dari manadatangnya langsung memegang kedua tangan dan badan Sung young kencang.
“Kau terdengar ketakutan Shin sung young” seru gadisberwajah menyeramkan itu sambil memegang dagu Sung young dan Sung young terusmenepisnya.
“YA! KANG HAEBIN!!! APA YANG AKAN KAU LAKUKAN! CEPATLEPASKAN AKU! WANITA JALANG!”  seru Sungyoung kasar pada  gadis berwajahmenyeramkan yang teryata diketahui namanya Kang haebin itu.
PLAK! PLAK! Terdengar sangat keras bukan? Bagaimanatidak, suara pukulan barusan mampu membuat kedua pipi cabby Sung young memerahdan kedua sudut bibir sexy milik Sung young mengeluarkan sedikit darah sakingkencangnya.
Sung young hanya bisa menatap penuh kebencian padagadis bernama Haebin itu, kalau tanganya tak seperti sekarang Sung young yakinwajah gadis bernama Haebin itu sudah hancur karna pukulannya, pikir Sung young.
“Kenapa? tidak bisa membalas? Haha kau itu tak lebihdari gadis pengecut Shin sung young! Tarian mu itu kampungan! Murahan!Bagaimana bisa semua orang memilih mu dari pada aku! Hah! Bagaimana bisa!” seruHaebin.
“Kau gila Kang haebin! Cepat lepaskan aku bodoh!”seru Sung young lalu menendang Haebin dengan kakinya dan gadis bernama Haebinitu terjatuh dengan posisi duduk ditanah.
“BERANINYA KAU—“.
“Nona? Tak baik gadis secantik mu melakukan halseperti ini” seru seorang namja, sambil menahan tangan Haebin yang hendakmenampar Sung young lagi.
“Apa peduli mu! Lepaskan tangan —AHHH!!” Haebinmerasakan tangannya diremas. “ayo kita pergi!” lanjut Haebin, lalu pergi denganteman-temannya meninggalkan Sung young dan namja tadi.
“Kau tidak papa?” seru namja penolong itu pada Sungyoung dan Sung young yang punya sifat sedikit angkuh hanya menatap namja itutanpa menjawab pertanyaanya.
“ terima kasih” seru Sung young sambil memasangwajah datar pada namja itu.
“yasudah kalau begitu” seru namja penolong itu tak kalahdatarnya dengan Sung young lalu pergi begitu saja tanpa melihat ekpresi takpercaya Sung young yang diacuhkan begitu saja olehnya.
“Hey kau! Siapa nama mu! Hey!” Sung young memautkanbibirnya, sebal, namja itu tak menjawab atau berbalik melihatnya, namja itu terusberjalan kearah ia datang tadi.
Sung young masih memikirkan namja itu, ya, namjayang menolongnya, Sung young tak bisa mengingat jelas wajahnya karna kejadiantadi sangat cepat dan namja itu juga memakai kaca mata hitam. Ah sudah lah, tohdia sudah berterima kasih, batin Sung young.
“Youngi-ya”.
“hm?” seru Sung young pada namja yang tiba-tibamerangkulnya, Hyung Jun sahabatnya dari kecil, Hyung Jun tidak tau Sung youngmenyukainya dari dulu, dari mereka masih bermain robot-robotan bersama.
“kau mau kemana—“ Sung young memperhatikan Hyung Junatau yang sering dipanggil Jun itu dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“hehe aku mau pergi dengan Youngmi” seru Hyung Juncengigisan.
“Youngmi— gadis manis yang dikelas 2-B itu?”.
“Yup! Sudah ku duga kau pasti menyukainya juga, ahaku hampir terlambat~ sampai nanti Youngi-ah” seru Jun lalu pergi dengan senyumlebar diwajahnya dan Sung young hanya membalas dengan senyuman tipisdibibirnya.

            Darisini, dari balik pohon ini Sung young bisa melihat semuanya jelas, Hyung Juntak menyukainya, gadis bernama Youngmi itu lebih cantik darinya itu pasti,pikir Sung young. Youngmi adalah gadis manis, cantik seperti putri dan terkenaldisekolah, sedangkan Sung young dia memang tak jelek tapi dia tak lebih dariseorang pembuat onar disekolah, kerjannya membolos, membangkang, dan banyaklagi yang membuatnya amat terkenal disekolah, jelas kalau Hyung Jun memilihYoungmi dari pada Sung young.
Hari itu adalah hari tersial bagi Sung young, diatak langsung pulang, ia mampir ketoko kelontong tua untuk membeli eskrimkesukaanya, setelah itu dia baru pulang kerumah, semua hal buruk hari inimembuat Sung young melupakan satu hal penting yang akan merubah hidupnya.
.
..
“Sung young-ah kau tidak makan malam?” seru eommaketika Sung young keluar kamar dan hendak naik kelantai atas rumah mereka.
Sung young hanya menatap eommanya lalu melangkahkankakinya lagi, eommanya pasti tau apa jawabanya tanpa harus Sung young jawab,saking melamunya dan sedihnya Sung young ia bahkan tak peduli atau bahkan takingin melihat orang yang keluar dari kamar sebelah, kamar tepat didekat tangga,kamar yang bertahun-tahun kosong, orang yang keluar dari kamar itu melihat Sungyoung sambil tersenyum lalu terus memperhatikan Sung young.
Sung young duduk diam diayunan kayu dibalkonrumahnya itu, appanya sengaja menyulap balkon itu menjadi taman kecil denganrumput hijau yang ketika diinjak rasanya seperti karpet bulu.
“kau memang tidak ada manis-manisnya Shin sungyoung” Guman Sung young pelan, lihat lah pakainya sekarang, kaos longar dengancelana pendek diatas lutut warna putih, tidak ada sisi perempuannya samasekali. “kenapa aku seperti ini” lanjut Sung young.
“SUNG YOUNG CEPAT TURUN DAN MAKAN! ATAU APPA YANGAKAN MENYERETMU!”  teriak eomma dan mautak mau Sung young turun, dari pada appanya menyeretnya nati.
Sung young menarik bangkuknya. Duduk. Dan mulaimakan.
“makanlah yang banyak Youngi-ya” seru eomma sambilmemberikan sepotong ikan kedalam mangkuk—Youngi. tunggu! Tidak ada sepotongikan dimangkuk Sung young! Dirumah ini hanya dia yang biasa dipanggil Youngilalu siapa yang dipanggil eommanya, pikir Sung young, lalu perlahan tapi pastiSung young mengangkat kepalanya, bersiap melihat seseorang yang dudukdisebrang, disebelah eommanya.
BRAK!! Sung young mendorong kursinya mundur sakingtak percaya melihat namja disamping eommanya, mata Sung young hampir keluar,lalu ia akhirnya terjatuh kelantai.
Dug!  “au!S-siapa dia? “.
“Sung young-ah, kau tidak papa?” seru eomma berdirisambil hendak menghampiri putrinya itu.
“eomma siapa dia?” Tanya Sung young masih kaget.
“dia—“.
“dia Young saeng, suami mu” jawab appa Sung youngdatar, memotong kata-kata nyonya Shin.
.
..
“jadidia yang bernama Heo young saeng? Sulit dipercaya, kukira orang itu hanyabayangan saja, atau orang kaya yang tak akan pernah datang menemui ku—astaga!Aku lupa melepaskan cincin ini, orang itu—dia memakai cincinya”.
Sung young terus memperhatikan namja yang duduk takjauh darinya, namja itu asyik memainkan PSPnya, dan dapat terlihat jelas dijarimanis namja itu melingkar cincin berwarna gold seperti yang Sung young pakaisejak 3 tahun yang lalu.
Masih teringat jelas dibenak Sung young ketika itueommanya terbaring lemah dirumah sakit dan dia baru berumur 14 tahun, terlalumuda untuk tau arti menikah, tapi kenyataanya Sung young sudah menikah dengannamja yang belum pernah dia lihat wujudnya itu, yang Sung young tau namja itubernama Heo young saeng, setahun lebih tua darinya dan dia anak sahabatayahnya, ayah Young saeng sangat kaya dikota dan dia dengan baik hati memberikanbanyak uang untuk keluarga Sung young yang saat itu memang mengalami kerisisdidesa, tempat Sung young tinggal sekarang.
Sejak saat itu, setelah sebuah kiriman paket datangdari kota yang berisi sebuah cincin, resmi lah Sung young menjadi menantukeluarga Heo, Sung young pernah sekali melihat ayah mertuanya, tuan Heo tapiitu dua tahun yang lalu, saat berkunjung.
“bagaimana bibir mu?” seru Young saeng akhirnyamengeluarkan suara.
“Hah?” Sung young yang baru sadar dari lamunannyahanya menatap tak mengerti pertanyaan namja bermarga Heo itu.
“bibir! D-dari mana kau tau—kau yang menolong kutadi ya!?” seru Sung young akhirnya dia sadar sekarang, ternyata namja yangmenolongnya tadi—dan orang yang keluar dari kamar sebelah teryata —young saeng,betapa bodohnya dia, pikir Sung young.
“kau bisa berangkat sekolah besok, berangkat lahbersama Sung young jika tak mau tersesat” seru tuan Shin saat baru pulang dariluar.
“apa? Dia satu sekolah dengan ku? appa~” rengek Sungyoung, ini bagai mimpi buruk baginya satu sekolah dengan namja yang notebeneadalah suaminya itu.
“kalau tidak bersekolah disekolah mu dimana lagi?Sekolah kan hanya ada satu disini, sudah kau beritahu segala hal yang tidaksuami mu tau” seru tuan Shin tak peduli Sung young sudah mempautkan bibirnya,kesal.
“ya! jangan berkata seperti itu! Suami suami, heu”seru Sung young lalu melirik namja pendiam disampingnya yang masih asyikbermain.
.
..
            Pagihari yang cerah, tuan Shin memang hanya memiliki satu anak yang berjeniskelamin setengah yeoja dan setengah namja (?) tapi itu sudah cukup untukmembuat rumahnya setiap hari ramai seperti pasar. Bagaimana tidak dibalik sikaptomboynya Sung young adalah gadis manja yang tak bisa apa-apa.
“eommmaaa dasi ku mana! Rok ku kenapa seperti ini!!Astaga sepatu ku!!! aku akan telat sekarang! Lebih baik aku berangkat tidurlagi”#jah dasar Sung young dia tak sadar apa penghuni baru dirumahnya melihat semuatingkah konyolnya itu.
“ku harap kau nyaman tinggal disini” seru tuan Shinyang duduk diruang tengah bersama Young saeng.
“aku sudah selesai, aku akan berangkat duluan,kemarin aku sudah melihat daerah sini dan juga sekolah ku” seru Young saengsambil membukuk lalu menarik tas ranselnya.


Sung young berjalanpelan dikoridor, biasanya Hyung Jun setia menemani Sung young kemana saja iapergi tapi tidak sekarang, Hyung Jun pergi kekantin tadi bersama pacar barunyaYoungmi jadi lah Sung young sendiri. Disela-sela perjalanannya Sung youngmendengar para yeoja membicarakan namja yang datang dari kota, huh norak, batinSung young.
“badannya bagus”.
“wajanya seperti yeoja tapi tetap tampan”.
“dia juga tinggi”.
“kau lihat dimana?”.
“tadi dia bermain basket”.
“benarkah? Dia kelas 3-A? berarti pintar!”
Dan itu segerintil obrolan membosankan yang Sungyoung dengar sepanjang perjalan dari kelas menuju kantin, Sung young benar-benartak ingin tau namja yang sedang dibicara kan itu.
“OHOK OHOK!” Sung young merasakan orange jus yangdia minum masuk ke hidung, bagaimana tidak, Sung young sungguh tak percayanamja bernama Young saeng itu dengan cepatnya mempunyai banyak teman, Sungyoung kira namja pendiam itu tidak akan mempunyai teman karna sifat pendiamnyatapi liat lah, Young saeng asyik tertawa sambil bermain basket denganteman-teman barunya dilapangan basket yang tak jauh dari kantin.
“dia manis—hiyaaa apa yang kau pikirkan Shin sungyoung! Hajima! Tidak tidak! Jangan sampai kau suka namja itu” seru Sung young.
“Junnie—“ Sung young bisa melihat jelas Hyung Junyang sedang asyik mengobrol dengan Youngmi, pacarnya, hm, lagi-lagi hati Sungyoung hancur dia putuskan untuk kembali kekelas saja dari pada harus melihatorang yang dia sukai dengan orang lain.
“ayo cepat! Youngi bertengkar lagi, pasti kali inisampai menghancurkan kelas 2-A!” seru seorang siswa pada teman-temannya sambilberlari menuju kelas yang dimaksud.
“ayo taruhan! Aku rasa kali ini mata mereka akanseperti hantu, hahaha” seru yang lainnya.
Youngi? Apa yang mereka maksud Sung young? pikirYoung saeng tak ada salahnya melihat dan memastikan, Young saeng rasa pastibukan yeoja manja itu.
“apa kau bilang tadi?! Badan lidi! Kau pikir badanmu bagus! Lihat lah kau! Pendek! Kerdil dan, cih! Tak ada bagusnya” seru Sungyoung sembari mencengkram kerah baju teman sekelasnya yang kerjanya hanyamembicarakan dibelakang, sayangnya kali ini telinga Sung young mendengarnya.
“kenapa harus marah kalau tidak benar!” seru gadisitu tak ada sedikit pun rasa takut.
“bagaimana tidak ma—iss jinjja! Rasakan ini—“ Sung youngmenahan kepalan tangannya yang sedikit lagi mengenai wajah mulus temannya itutapi ia urungkan ketika diantara kerumunan itu ada seseorang yangmembuatnya—entah kenapa jadi sangat malu. “kau beruntung hari ini!” seru Sungyoung lalu melepaskan cengkramannya lalu kembali ketempat duduk.
Sebenarnya Sung young bukan orang yang selalu inginmembuat masalah hanya saja dia tidak bisa menahan amarahnya, semua gadisdisekolah iri padanya karna dia punya tubuh tinggi dan badan juga gaya yangkeren, semua namja tenar mengenalnya, karna Sung young jago menari, tapi itulah manusia selalu iri dan dengan cara menjelek-jelekan lah mereka membalas.
.
..
“aku tidak bisa ikut” seru Young saeng menolakajakan teman-temannya.
“ayolah Youngi-ah, ini kan pesta penyambutan mudikelas 3-A, hanya sebentar dan tempatnya tak jauh” seru seorang teman, dantemannya yang lain mendukung.
“tapi—jika tak ada yang memberitahu orang rumah,mereka akan cemas” seru Young saeng (anak baik).
“bagaimana kalau kau titipkan tas mu sekalian kautitipkan pesan untuk orang rumah” usul temannya.
“bagaimana ya—kalau begitu tolong berikan tas ku padaShin sung young kelas 2-A”.
“Shin sung young!” seru semua teman kompak dan takpercaya.
“kau dan bocah badung itu ada hubungan apa?” serubeberapa mulai penasaran.
“kami—“.
“ah sudahlah, aku akan memberikannya, kita pergikaja!” seru seorang siswa sambil mengambil tas Young saeng.
“hey, kau harus jauh-jauh dari gadis bernama Sungyoung itu, dia anak yang bermasalah” seru seorang teman sambil merangkul Youngsaeng.
Sung young masih dikelas, sendirian, Hyung Junsahabatnya itu benar-benar melupakan Sung young sekarang, padahal satu-satunyateman yang setia dan tak munafik sepanjang masa itu hanya Hyung Jun, hanya dia.
“S-sung young?” seru seseorang nampak gagap.
“ada apa?” seru Sung young mengerikan.
“ini tas Young saeng dia ingin kau membawanyapulang” seru orang itu sambil memberikan tas ransel warna hitam masih tampakketakutan seperti bicara pada seekor naga yang siap menyemburnya dengan api.
“memangnya dia kemana?!” seru Sung young kesal karnaharus membawa dua tas.
“d-dia akan pergi dengan kami merayakan acarapenyambutan d-dirinya, yasudah ya—tunggu, kau dengan Young saeng ada hubunganapa?”.
“kami sepupu” seru Sung young pelan, tidak mungkinkan dia bilang suami istri? Gila.
 .
..
Sung young baru saja selesai mandi dan diaberpapasan dengan Young saeng yang hendak masuk kekamar mandi.
“pintu itu, kau harus menguncinya” seru Young saengpelan tapi bisa terdengar oleh Sung young.
Pintu? Yang mana? Untuk apa? Pikir Sung young.
“pabo!—eum u-untuk apa menguncinya?” seru Sung youngakhirnya tau apa yang sedang dibicarakan, pintu yang menghubungkan kamar Sungyoung dan Young saeng, pintu itu memang tidak pernah dikunci—dulu ketika takada orang didalamnya tapi sekarang—Young saeng disana dan mungkin saja namjayang punya kepribadian aneh itu—HARUS DIKUNCI! Batin Sung young.
“hm, tidak” seru Young saeng sambil tersenyum anehpada Sung young membuat merinding saja.
“Eomma kunci pintu kamar ku mana?”.
“kunci yang mana?” Tanya eomma asyik mencuci piring.
“pintu yang didalam! Mana!” seru Sung young panik,dia harus menemukannya atau akan terjadi petaka nati malam, batin Sung young-_-.

            Sepertimalam-malam biasanya, ketika semua orang asyik tidur beberapa remaja keluardari kamarnya secara sembunyi-sembunyi untuk menikmati malam yang indah, takada bedanya,sekali pun kau didesa yang tak seluas Seoul, disini semua samasaja.
Sung young sudah siap dengan kostumnya, celanapendek dengan leggin, baju hitam dibalut jaket baseball warna hijaufavoritenya, Sung young pun siap keluar dari kamarnya lewat jendela dan besokpagi ia jamin eommanya sudah bisa melihatnya tertidur diatas kasurnya, hahaha.
“Youngi-ah~” seru seorang ahjjusi berwajah danberbaju aneh menghampirinya dengan beberapa bodyguard disamping kiri dankanannya. Sung young baru saja sampai ditempat biasa dia beraksi menujukangerakan dancenya yang luar biasa, tempat itu sebenarnya gudang kosong tapisudah diubah menjadi lantai super keren dengan lampu-lampu dan berbagai artibutlayaknya diclub terkenal, jangan ditanya tentang suara lagu yang dihasilkan,super duper keras dan yang pasti tidak akan terdengar keluar karna ruangan inikedap suara.
“malam ini kau harus menghasilkan uang yang lebihbanyak” seru ahjjusi itu sambil merangkul Sung young dan Sung young hanyatersenyum membalasnya.
Gerakan Sung young terbilang ekstrim terkadang tapi tetaptidak menghilangkan kesan sexy dan gemulainya, tangan kakinya selalu membuatorang takjup, dan satu hal entah mengapa saat Sung young menari keringatnya ituyang membuatnya semakin menarik.
Sung young baru melakukan pemanasan, ia membukajaketnya lalu mengikat kaos hitamnya agar menjadi diatas pusar, menujukan perutSung young yang besegi-segi itu.
“Shin-Sung-Young kau akan kalah malam ini” serugadis itu lagi, Haebin.
Sung young tak memperdulikan bualan gadis berambuthitam sebahu itu, Sung young sedang tak ingin berkelahi.
“kau belum liat traknya kan” seru Haebin sambilberlalu pergi.
Sung young pikir pasti tak sulit trak kali ini,beberapa hari yang lalu saja Sung young bisa dengan mudahnya membuat semuaorang takjup dengan dancenya diatas trampoline, yup,trampoline, mudah. Kali inipasti Sung young juga bisa.
Kali ini Sung young harus menari diatas sebuahtangga seukuran meja piano dengan hanya 5 anak tangga, terbuat dari kayuberwarna putih, sedikit sulit, menari diatas tangga? Sung young melihat Haebinyang lebih dulu unjuk kebolehan, Haebin dengan aliranya ballet jazznya mampumeliuk-liuk dari satu tangga ketangga lainnya.
“yeeeee!”.
“menakjupkan!”.
“kau number one hae~!”. Teriakan penonton mengema setelahmusik haebin berhenti, dan seketika lantai dansa gelap lagi. Sung youngmengambil posisi, ia sudah memberitahu DJ lagu yang ia pakai hari ini, dan DJ Got us falling in love again menjadilagu Sung young malam itu, alunan musiknya yang pelan tapi penuh semangatsemakin membuat malam itu terasa sangat panas, Sung young menghayati tiapketukanya sambil terus menari, merasakan tiap anak tangga yang minta untukdiinjak.
Sung young tau apa yang akan membuat dancenyasempurna, Sung young mulai melangkah naik dari tangga satu ketangga lainnya dandiposisi dia yang membelakangi penonton Sung young bersiap salto dan mendaratdengan satu tangan dengan kaki diatas.
DEG
“Youngi Youngi!”.
DEG
 “kau yangpaling keren!”.
Teriak penonton menyemangati, kau pasti bisa Sungyoung, batin Sung young lalu—
DEG!
KREK!
Sung young berhasil mendarat dengan menujukanperutnya yang ramping itu, tapi suara apa tadi? Tamatlah riwayatnya, batin Sungyoung lagi-lagi dia gagal.
“yeee!” sorak Sung young sambil mengepalkan tangankirinya ke udara, pertanda keberhasilanya, dari teriakan penonton sudah jelasyang menang malam ini adalah Sung young lagi, Haebin menatap Sung young kesalsebelum dia pergi.
“kau memang yang tebaik Young~ ini hadiah dari ku”seru ahjjusi berwajah aneh sambil memberikan sekepal uang yang sangat banyakuntuk Sung young.
“terima kasih bos” serunya sambil tersenyum bangga.
Sung young tak langsung pulang setelah kemenanganyabarusan, dia ingin pulang bersama Jun dan bercerita banyak hal dengansahabatnya itu, Sung young duduk tak jauh dari gerumunan orang yang sedangmelihat Hyung Jun melakukan battle, kali ini seorang namja berswiter putih jugacelana dan baju yang senada tapi bermasker hitam sedang melakukan battle denganJun, tidak terlalu buruk pikir Sung young, memperhatikan, Hyung Jun memangjagonya soal breakdance sedangkan namja itu dengan gaya hiphop tapi merekamungkin dilevel yang sama menurut penilainyan Sung young.
Lama, sangat lama, tangan kanan Sung young sudahmati rasa dari tadi, Sung young tau tangannya lagi-lagi patah gara-gara saltotadi, heu tapi itu sudah biasa menurutnya. Sung young terus menahan tangankanannya dengan tangan kirinya, sambil memikirkan dengan tangan ini nanti diamemasak, mengendong, memandikan anaknya, tapi itu nati, Sung young harap diatidak terus seperti ini, liar.
“Young, Young-ah?”.
“em?” seru Sung young mencoba sadar dari mimpinya.
“kau tidak pulang?” seru orang yang membangunkantadi, ruang club sudah sepi hanya sisa beberapa orang yang asyik minum.
“aku—“.
“Jun sudah pulang dari tadi, kalau begitu akuduluan” seru orang tadi lalu berlalu pergi.
Gara-gara ketiduran Sung young sampai lupa kalau diamenunggu Hyung Jun.
“Kau tidak pulang?” Sung young melihat orang yangbicara padanya itu, orang yang battle dance dengan Jun, apa dia salah satu fansSung young? Sung young tau dia punya banyak pengemar tapi kenapa yang satu inisok akrab sekali, pikirnya.
“kau tidak pulang?” Tanya orang itu lagi, kali inimembuka masker hitamnya—DAN!
“kau!” seru Sung young sangat kaget.
.
..
            Inipukul dua pagi dan Sung young tak merasa kantuk gara-gara kejutan barusandiclub, namja yang berjalan bersamanya ini, mahluk apa dia? mengerikan,terkadang dia seperti batu, terkadang ramah, dan sekarang!
“jadi kau juga sering melakukan ini dikota?” seruSung young membuka pembicaraan.
“sesekali jika sedang bosan dan ingin merasakanbersosialisasi dengan bayak orang”.
Teryata Young saeng seperti Sung young, takmempunyai banyak teman.
“lebih baik kita obati tangan mu itu” seru Youngsaeng, Sung young kaget, dia tidak percaya teryata namja itu tau tangannyasedang terluka.
-
“kau ini Shin sung young, kenapa lagi-lagi sepertiini!!” seru seorang dokter tua diklinik satu-satunya didesa, ia dengan sabarmembalut tangan Sung young, kenapa dokter Kim bilang seperti itu, pikir Sungyoung, kesanya ia sering seperti ini.
“ini tidak papa kok, hanya—“.
“apa yang tidak papa! Ini sudah kesekian kalinya kaumematahkan tangan mu! Sekali lagi kau lakukan aku tak peduli! Hey, dia pacarmu?” seru dokter tua yang sudah dianggap kakek oleh Sung young itu, iatersenyum jahil pada Sung young.
“b-bukan dia anak teman appa” jawab Sung young.
“oh. Siapa nama mu bocah?”.
“Young saeng”.
“bahkan nama kalian dari kata yang sama” lagi-lagidokter itu mengoda.
“henti—ah! Aigoo tangan ku~”.

“ayo biar kubantu” seru Young saeng sambilmemberikan tangannya, membantu Sung young masuk kejendela kamarnya.
“kenapa?” seru Sung young sambil melewati jendelaitu.
“hm?”.
“kenapa kau mau menikahi ku?”.
“karna kau Sung young. Tidurlah dan jangan lupamengunci pintu ini” seru Young saeng datar dan Sung young masih mencernakata-kata Young saeng.
.
..
“kau semalam pergi kamana?” Tanya nyonya Shin padaYoung saeng. “YA! apa yang terjadi dengan tangan mu!” kali ini nyonya Shinhisteris melihat tangan kanan anaknya diperban.
“aku—“.
“dia jatuh dari kasur, tangannya patah jadi akumengantarnya keklinik tadi malam” jelas Young saeng.
“aigo bagaimana bisa kau mematahkan tangan mu” serueomma sambil memberikan mangkuk penuh nasi pada Sung young.
TUK TUK!
Sung young mengutuk meja didepanya ini, kenapapanjang sekali, membuatnya tak bisa mengambil sayur dan lauk yang adadiseberang sana. Sung young tidak bisa makan dengan tangan kiri, sangat sulit.
“kau suka ikan kan” sepotong ikan diletakandimangkuk Sung young oleh Young saeng, Sung young hanya menatap Young saeng.
“Sekarang apa! Hiyaa kenapa sepatu itu harus kotordisaat seperti ini! Aku tak bisa memakai sepetu bertali sekarang! Shit! Eomaaaaa” teriak Sung youngmemanggil eommanya untuk minta diikatkan tali sepatu, karna tangannya tak bisasekarang.
“hm”  Youngsaeng menghela napas sambil mulai mengikat tali sepatu Sung young.
“tidak per—terima kasih, eum akan kubayar nantisemua bantuan mu ini” seru Sung young.
“tidak perlu, ini sudah cukup”.
“hah?” seru Sung young tak mengerti dan detikberikutnya Young saeng mengecup bibirnya pelan.
“ayo berangkat” seru Young saeng enteng berjalanduluan, tak peduli Sung young masih menjadi patung karna ulahnya barusan.
.
..
“jadi tangan mu patah karna tarian mu tadi malam?hm? Young~”.
“eh iya tangan ku patah tadi malam”.
“kau dari tadi melamun terus, apa yang kau pikirkan?Liat gelang ini akan kuberikan pada Youngmi” seru Jun sambil menujukan gelangrajut warna warni pada Sung young, tapi Sung young sedang fokus dan memikirkankejadian tadi pagi, ciuman Young saeng sepertinya Sung young akan matipenasaran pada namja itu.
Sung young memutuskan pulang tepat waktu hari ini,ia tidak mau menjadi bahan olok-olokan teman-temannya karna tangannya yangdiperban, lebih baik dia tidur saja.
“aku pulang”.
“kau sudah pulang, tumben. Hey lihat tuan Heo mengirimkanbaju” seru nyonya Shin sambil asik membokar kardus paket.
“baju untuk siapa itu?” Tanya Sung young melihatmini dress warna merah susu yang dipegang terus oleh eommanya.
“dia mengirim untuk Young saeng dan kau, lihat manissekali” seru eomma.
Apa? Tidak mungkin, rok, baju motif bunga-bunga,dress dan apalah itu pokonya Sung young tidak mungkin memakai semua baju wanitaitu, itu bukan gayanya.
“Young saeng kan sekarang disini kau harus sedikitmanis Sung young” seru eomma.
“tidak mau! Aku mau tidur, jangan ganggu aku” seruSung young tak memperdulikan eommanya yang terus berteriak.

CKREK! Sung youngmemutar kenop pintu itu pelan, karna dia tak bisa tidur ia berniat masuk kekamarYoung saeng, kesempatan orangnya tak ada.
“teryata dia rapi juga, hem wangi juga—“ Sung youngterpaku, dia pasti salah lihat ada foto dirinya terbingkai manis diatas meja,apa ini perbuatan eommanya, tidak mungkin.
“foto ini—“ Sung young tau itu foto dirinya duatahun yang lalu ketika rambutnya masih sangat panjang, tapi foto itu diambildari samping dan terlihat jauh. Kapan orang itu mengambilnya? Atau dapat darimana dia? pasti Heo young saeng ini psikopat batin Sung young.
“bagaimana bisa?”.
“apanya yang tidak bisa” seru seseorang sambilmelingkarkan tanganya pada pinggang Sung young lalu dagu orang ini tertahandipundak Sung young, Sung young terdiam, dia tidak mungkin berteriak.
“bukannya tak sopan masuk kamar orang seperti ini”.
“aku—“.
“hm kau mencari apa Shin sung young?” Tanya Youngsaeng–orang tadi– Young saeng meletakan tasnya dimeja, sementara Sung youngmenjadi patung.

            Hariini, hari minggu semua orang berkumpul seperti biasa digereja tak jauh darisekolah, dan hari ini pertama kalinya Shin sung young ke gereja tidak dengan jeans,kemeja kotak-kotak dan sneakers bututnya, hari ini dress merah susu kemarinterpaksa Sung young pakai dengan sepatu flat warna senada untuk pergi ke gereja,mungkin banyak orang yang tak sadar gadis yang dari tadi mereka pujikecantikanya itu Shin sung young.
“apa kau pernah melihat seorang pegantin mengucapkanjanjinya sendirian? Bahkan umur ku masih sangat muda waktu itu” seru Youngsaeng.
Sung young menatap Young saeng lekat, mereka berduamasih digereja, hanya tinggal mereka berdua, berdiri didepan altar.
“aku bahkan dipaksa mengucapnya—Shin sung youngbersedikah kau selalu disisi Heo young saeng, menjaganya menerimanya, dan akanhidup semati dengannya, hoho” seru Sung young dengan suara dibesar-besarkan menirukansuara tuan Heo.
“Ya—aku berjanji” lanjut Sung young terlihatterpaksa, Young saeng tersenyum melihat Sung young. “aku ingin dengar, ayo katakan!”pinta Sung young pada Young saeng.
Sung young terus memperhatikan Young saeng yangberdiri disampingnya, namja itu memang tampan, dia juga tinggi, juga manis, ahapa Sung young menyukainya.
“aku Heo young saeng berjanji akan menjaga Shin sungyoung sampai maut memisahkan—boleh kah aku mencium pengantin ku?”.
“hm?”.
Chu~ lagi-lagi Young saeng mengecup pelan bibir Sungyoung, entah kenapa Sung young tak menolaknya, dia malah membuka mulutnyamengizinkan lidah panjang namja didepanya itu bermain-main.
..
“Sung young—huwaa sejak kapan kau semanis ini? Emmaku ingin menceritakan sesuatu bisakah kita—“ Hyung jun menatap Young saengyang berdiri tak jauh darinya dan Sung young.
“baiklah” seru Sung young lalu menghampiri Youngsaeng dan menyuruhnya pulang duluan.
“apa yang ingin kau ceritakan?” seru Sung young.
“Youngmi—dia tidak benar-benar menyukai ku, kemarinsaat aku memberikan gelang itu dia menolaknya, dia bilang ada orang yangdisukai—sepupu mu, Heo young saeng dari kelas 3-A”.
“Young saeng” Sulit dipercaya, ketika Sung youngmulai bisa melupakan Hyung jun dan sedikit demi sedikit menyukai Young saeng—lagi-lagiada yang sama menyukai Young saeng.
“Youngi-ah bantu aku” seru Jun sambil mengenggamtangan Sung young.
“bantu? Bagaimana?”.
“kita pura-pura pacaran untuk membuat Youngmicemburu”.
“aku tidak bisa”.
“aku tau kau menyukai ku, iyakan? Ayolah Youngi-ah,kita kan sudah berteman dari kecil”.
“aku tidak bisa—“.
“aku janji hanya beberapa hari” Hyung junbenar-benar memaksa, Sung young tak bisa menolaknya, bagaimana pun Jun adalahtemannya dari dulu.

            Sejakpulang dari gereja tadi Sung young mengurung diri dikamar, masih sulit baginyatau kenyataan kalau Youngmi menyukai Young saeng bukan Hyung jun, sekarangbagaimana? pikir Sung young.
“Sung young-ah~ kau tidak lapar? Dari tadi pagi kaubelum makan apa-apa!” teriak eomma dari balik pintu, Sung young tak peduli, iamengencangkan volume speakernya dan terus menari, hanya dengan ini rasa kesal,sedih semuanya bisa Sung young ungkapkan, bahkan tangannya yang patah sudahtidak ia perdulikan.
Young saeng memperhatikan gadis yang hampir tigatahun ini membuatnya sulit tidur, betapa penasarannya Young saeng pada gadisitu, Young saeng ingin tau apa makanan kesukaannya, apa hobinya, apakebiasaanya, semuanya. Mungkin ini yang dimakan jatuh cinta atau—gila? Ahentahlah keduanya kadang tak ada bedanya, bagaimana bisa jatuh cinta pada orangyang belum pernah dia temui, belum pernah ia lihat wajahnya, tapi itu kenyataanyang terjadi pada Young saeng.
“Kau tidak lapar?”.
BRAK! “au! S-sejak kapan kau disini?” sakingkagetnya Sung young melihat Young saeng sudah duduk manis dimeja belajarnyaSung young sampai menabrak lemari, pasti Young saeng masuk lewat pintu rahasia.
“kau akan mematahkan kaki mu juga?” seru Young saengtak menjawab pertanyaan Sung young.
“apa peduli mu! Cepat keluar! Aku sedang tidak ingindiganggu” seru Sung young dingin.
“aku disuruh ibu mu agar kau mau makan, bagaimanapun caranya“ Young saeng mendekati Sung young perlahan sambil memojokannya.
“hey kau! Berani mendekat a-aku akan—“ Sung youngketakutan, masih teringat semua hal yang dilakukan Young saeng padanya, Youngsaeng itu psikopat, batin Sung young.
“akan apa? Kau manis jika sedang gugup”.
BRUK! Sung young terjatuh tepat diatas kasurnya, diaterus menatap Young saeng dengan wajah anehnya.
“ayo”.
“a-ayo apa? Aku akan berteriak!” ancam Sung youngdan Young saeng hanya tersenyum lalu ia naik keatas Sung young (?).
“kau! eomm—“ mulut Sung young dibekap oleh Youngseang.
“jangan berteriak, sebenarnya kau kenapa? aku tidaktau apa masalah mu dengan Hyung jun tapi yang jelas, jangan membuat semua orangkhawatir” seru Young saeng lalu melepas tangannya yang menutupi mulut Sungyoung.
“foto itu? Dari mana kau mendapatkannya?” Sung youngmasih penasaran dengan fotonya yang ada dikamar Young saeng.
“aku mengambilnya dua tahun yang lalu, kau bahkantak ingat ketika aku datang kemari?”.
Datang kemari? Jadi ini bukan pertama kalinya Youngsaeng datang kerumah Sung young tapi—
FLASHBACK
“Youngi-ah kau mau kemana? Tuan Heo datang tunjukanrasa hormat mu” teriak appa dari ruang tengah ketika Sung young hendak pergikeluar rumah.
“annyeong haseyo paman, bagaimana kabar mu” seruSung young sambil membungkuk.
“kau semakin manis Sung young, aku sehat” jawab tuanHeo seperti biasa, ramah.
“temui Young saeng! Dia datang berkunjung, Youngi-ah!Bocah itu benar-benar—maafkan aku”.
“dia masih sangat kecil untuk mengerti semua ini”seru tuan Heo.
Sung young keluar rumah dengan wajah kesal, setiaptuan Heo datang pasti appanya akan selalu bertingkah begitu, mengatur-ngatur.
“ah siapa lagi itu Young saeng, menyebalkan” gerutuSung young, dasar bocah, dia tidak ingat kalau nama itu yang membuatnyamengucap janji saklar.
BRUK!
“aduh apa lagi ini—hey kau! Iss kau ini tidak lihatya aku mau lewat! Awas!” seru Sung young kasar pada orang yang dia tabrak.“siapa pun nama orang itu, aku tidak mau bertemu dengan Young saeng lah apalah, tidak akan pernah!” gerutu Sung young sambil membersikan bajunya lalupergi.
FLASHBACK END
“makanlah” seru Young saeng sambil melangkah pergitapi sebelum itu dia memberikan sepiring sendwic pada Sung young.
“dasar menyebalkan” gerutu Sung young lalumenghentikan Young saeng dan mencium kasar bibir itu.
.
..
“ne?secepat itu? Apa benar aku sudah bisa pulang?—kurasa hubungan ku dengan Sungyoung—ne, aku akan bersiap untuk pulang ke seoul”.
“dia akan pulang— Ah kenapa aku harus sedih” gumanSung young pelan saat tak sengaja mendengar Young saeng sedang bicara lewat telephon dengan tuan Heo. SepertinyaYoung saeng akan pulang, tapi entah kenapa Sung young jadi sangat sedih.
            Isutentang Sung young berpacaran dengan Hyung jun langsung tersebar disekolah,sulit dipercaya dua soulmate itu akhirnya benar-benar berpacaran.
“huwaa teryata kalian benar berpacaan ne, bagus!Kalian pasangan yang cocok” ledek beberapa teman pada Sung young dan Hyung jun.
“terima kasih, Sung young masih sangat pemalu” seruJun sambil merangkul Sung young, Sung young hanya diam tak merespon. “ayo kitakekantin” ajak Jun pada Sung young.
Saat dikantin Sung young dan Jun berpapasan denganYoung saeng, teryata disana ada Youngmi, Jun pun meluncurkan rencananya, diamerangkul, memainkan rambut Sung young pokoknya membuat cemburu Youngmi,teryata Youngmi malah mendekati Young saeng, mereka telihat akrab.
“Sung young, kau suka eskrim coklat kan, aku—“.
“Jun-ah aku harus kekamar mandi” seru Sung youngsambil berlalu pergi, kenapa begitu menyedihkan hidup Sung young, dia  harus melihat orang yang disukai—Youngsaeng—berdekatan dengan gadis lain.
POVSung young
Dasar bodoh! Shin sung young bodoh! Apa yang kaulakukan sekarang? Jadi orang itu—tidak ada sedikit pun rasa suka pada ku? kauterlalu banyak berharap Shin sung young, tapi aku menyukai mu—Heo—Young—Saeng!
BRAK!
POVEND

“Sung young! aku—“ Young saeng memojokan badan Sungyoung ketembok, dia nampak gelisah dan salah tingkah. “—aku tidak tau ada apadengan ku tapi—“ Young saeng seperti orang yang baru saja melihat setan dialalu memeluk Sung young erat seperti tak mau Sung young pergi.
“maaf tingkah bodoh ku, selamat atas hubungan mudengan Hyung jun, aku—“.
PLAK!
“A-apa yang kau lakukan! kau—aku membenci mu!” seruSung young setelah menampar young saeng, lalu dia pergi dengan berlinang airmata, Young saeng salah kalau dia berpikir Sung young bahagia, dia tidak taukalau yang Sung young sukai itu dia, Young saeng juga tak berani mengungkapkanperasaanya, dia takut.
.
..
“ada apa dengan mu? Young saeng akan kembali keSeoul segera, makanlah, nati kau sakit” seru nyonya Shin sambil meletakannampam berisi bubur dan susu saat masuk kekamar Sung young, sejak pulangsekolah Sung young mengurung diri.
Sung young akhirnya keluar dari kamarnya untuk buangair kecil yang dia tahan dari tadi, teryata appanya sedang bicara dengan Youngsaeng.
“jadi masalah mu sudah selesai?”.
“ne” jawab Young saeng.
“apa kau akan mengajak Sung young?” Tanya taun Shin.
“mianhae, kurasa tidak, masalah hutang itu—abojisungguh ikhlas memberikannya, kau tidak perlu memikirkannya dan Sung young, akutak bisa memaksanya menyukai ku—“.
“ku pikir kau menyukainya, ah~ baiklah, tapi kautidak perlu sungkan untuk datang kemari, rumah ini selalu terbuka untuk mu”seru taun Shin ramah dan Young saeng hanya membalasnya sambil tersenyum danSung young—betapa hancur hatinya, Young saeng tak menyukainya.
“bodoh” umpat Sung young.

            Youngsaeng lagi-lagi membuka pintu itu untuk terakhir kalinya, ia ingin melihatgadis itu—Sung young—sejak awal Young saeng selalu datang ke kamar Sung younguntuk sekedar memperhatikan wajah galak itu.
Young saeng duduk ditepi kasur Sung young, terusmemandanginya, berulang kali Young saeng menghembuskan napas berat, ya, terlaluberat dan sulit untuk meninggalkan Sung young, Young saeng kira ini adalahakhir hayalanya, akhir kegilaanya yang sangat meinginkan gadis didepannya itu,Young saeng kira dengan bertemu dengan Sung young dia bisa—ah teryata tidak.
Sung young mendengar napas berat itu berulang kali,hanya saja dia tak ingin membuka matanya, dia tau Young saeng duduk didekatnya.
“jangan pergi, aku—“ Sung young memeluk Young saengerat ketika Young saeng beranjak pergi.
“katakan lagi”.
“jangan pergi, teruslah disini” seru Sung young lalumenatap young saeng.
“aku menyukai mu dari pertama aku melihat foto mu,aku jatuh cinta pada mu saat kau menabrak ku, dan aku tergila-gila pada saatkau menampar ku—“.
“LALU KENAPA KAU BERKATA SEPERTI ITU TADI? KENAPAKAU TIDAK CEMBURU AKU DENGAN HYUNG JUN? KENAPA!”.
“SIAPA BILANG AKU TIDAK CEMBURU !? AKU BAHKAN INGINMENGHANCURKAN MUKANYA! Tapi terlalu kekanak-kanakan”.
“banyak alasan, bilang saja tak berani”.
“apa? Aku berani!”.
“tunju—“.
Young saeng menatap Sung young lekat, sambilmendekati wajahnya pada Sung young, lalu ia memiringkan kepalanya agar lebihnyaman melakukan ‘itu’. Sung young seperti terangsang punuknya disentuh olehtangan lembab Young saeng. Young saeng memasukan lidahnya, menyusuri sampaikedalam, mencari lidah Sung young, lalu mengajak bermain.
Sung young tak sadar dia diatas pangkuan Youngsaeng, lalu entah setan apa yang merasuki Sung young tapi dengan beraninya diamembuka kancing kemeja putih Young saeng, ini mungkin yang dinamakan takdir(?), Sung young teryata juga memakai kemeja putih logar dan celana pendekdiatas lutut malam itu. Disela ciumannya Young saeng membuka kancing kemejaSung young untung saja gadis itu memakai tanktop hitam didalam kemejanya.
“kenapa sebelah sini lebih menarik” seru Youngsaeng, ia mulai berpindah keleher jenjang nan putih milik Sung young, laluyoung saeng dengan liar mulai mengigit bagian itu, kenyal dan—
“asin”.
“hahaha bagaimana enak kan?” seru Sung young lalutertawa membuat Young saeng menghentikan aksinya lalu menatap Sung young yangtertawa, bagaimana tidak asin, Sung young mandi keringat sekarang.
“ikut lah dengan ku keseoul?” ajak Young saeng.
“tidak—aku tidak bisa” seru Sung young lalumembaringkan badanya dikasur. “aku harus menyelesaikan sekolah ku” lanjut Sungyoung sambil tersenyum.
“kau tak benar-benar menyukai ku Shin sung young”seru Young saeng sambil menatap Sung Young yang tertidur disampingnya.
.
..
              Hujangerimis disiang itu mengambarkan hati Young saeng, dia masih terduduk disopadiruang tamu keluarga Shin, appanya tuan Heo masih asyik mengobrol tak jauhdarinya. Young saeng terus memandangi pintu, ya, menunggu seseorang pulang.
“tidak ada yang tertinggalkan?” Seru tuan Heomenyadarkan Young saeng dari lamuannnya.
Young saeng tak menjawab dia hanya mengangukankepalanya pelan.
“Baiklah, kurasa kita harus segera pergi sebelumsore” seru tuan Heo lalu Young saeng mengangkat kopernya.
“Young, jangan lupa berkunjung ya” seru nyonya Shin,dia sudah menganggap Young saeng seperti anaknya sendiri.
“benar, jangan sungkan untuk kesini” tambah tuanShin.
Sebelum masuk kedalam mobil lagi-lagi Young saengterdiam sambil melihat kearah Sung young akan datang, Young saeng tidakberharap Sung young mau ikut dengannya, hanya saja berharap Sung young maumengucapkan selamat jalan untuknya, itu sudah cukup.
“kau benar-benar jahat Shin sung young” batin Youngsaeng ketika perlahan mobil appanya mulai berjalan dan Sung young belum munculjuga.
“Hyuuung~” teriakan Kyu jong mampu membuat Youngsaeng sadar dari lamunannya.
“hyung, sejak kau pulang dari luar kota kau jadibanyak melamun, kau masih memikirkan skandal mu dengan Eunjoo?” lanjut Kyu jongsambil asyik bergaya dengan bassnya, ya, Kyu jong adalah bassis dari band Dejavuyang digawangi Young saeng sebagai piano dan Hyun joong digitar lalu Jungminsebagai drammer.
“Hyung, Eunjoo itu cocoknya dengan ku, huh kenapamalah dengan mu” beo Jungmin.
Young saeng tak menjawab, dia asyik memainkanpianonya, ah teman-temannya itu malah mengingatkannya pada masalahnya beberapabulan yang lalu yang membuatnya harus pergi keluar kota tepatnya kerumah Sungyoung untuk menghindar dari kejaran para paparazzi yang ingin tahu kebenaranhubungannya dengan salah satu member girl band bernama Eunjoo.
“sudah-sudah cepat latihan” seru Hyun joong danmereka semua memulai lagi latihannya.

“kita langsung pulang? Aku mau kepesta, apa ada yangingin ikut?” seru Jungmin, ya dia memang penikmat pesta-pesta liar padahalumurnya sama dengan Sung young—ah lagi-lagi Sung young, kenapa selalu semua haldihubung-hubungkan dengan Sung young.
“aku ikut~ apa disana banyak gadis cantik?” seruKyu.
“so pasti, kalian bagaimana?” Tanya Jungmin padakedua hyungnya, ya bisa dibilang terkadang kedua hyungnya itu terlalu norak dankaku.
“tidak-tidak aku ada kencan dengan kasur ku, sudahkalian saja, kau ikutlah dengan mereka Young” seru Hyun joong pada Young saeng.
“aku—“.
“party I’m coming!” teriak Kyu dan Jungmin bersamaansambil merangkul Young saeng.
Sudah dipastikan ini bukan wilayah Young saeng, inibukan tempatnya, Young saeng hanya bisa duduk memperhatikan Jungmin dan Kyuyang menari sempoyongan, bukan karna mabuk, itulah mereka pura-pura mabuk agarterlihat dewasa, mereka tidak akan mabuk karna yang mereka minum hanyalahcocacola dan beberapa minuman bersoda, oiya bagaimana bisa bocah-bocah inimasuk club seperti sekarang padahal mereka tak punya KTP, mereka punya, managermereka sengaja membuatnya agar  mereka bisadiajak ke club oleh para sponsor atau produser.
“Hyung kau tidak menari?” seru Kyu menghampiri Youngsaeng.
“tidak, kalian saja”.
“Hyung, disana ada banyak gadis cantik pilih lahsalah satu” seru Jungmin dia sudah merangkul seorang gadis, daras playboy capkuda -_-.
“hey ada yang sedang menari disana ayo kita lihat”ajak Kyu pada Jungmin lalu meninggalkan Young saeng lagi.
Lama-lama Young saeng bosan juga akhirnya diamenghampiri Kyu dan Jungmin yang sedang menonton sesuatu ditengah-tengah lantaidansa.
Teryata yang sedang dilihat Kyu dan Jungmin adalahseseorang gadis yang sedang menari, tarian gadis itu tidak sexy malah terkesanekstrim, dia melakukan gerakan breakdance dan hip hop.
“WOW~!” teriakan Kyu dan Jungmin ketika gadis itumenujukan otot-otot perutnya.
Young saeng kaget bukan main ketika gadis itulangsung merangkulnya dan menciumnya.
“kau masih sama” seru gadis itu sambil membukatopinya dan—
“KAU!!! SUNG YOUNG!!!” teriak Young saeng sulit dipercaya,bagai mimpi kalau gadis didepannya adalah Shin sung young gadis galak dan manjaitu.
“SAENG YOUNG! YOUNG SAENG!” teriak Kyu dan Jungmin, dasarbodoh, mereka kan tidak mabuk tapi teriakan ‘SUNG YOUNG’ terdengar ‘SAENG YOUNG’ ditelingan mereka.

END

FB Link: Oneshoot











Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog
©2014 FF501. Powered by Blogger.

Newest Updates

Popular Posts

- Copyright © Fanfiction for SS501 -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -