Posted by : Zusli zuSaeng Triple'S
Friday, May 9, 2014
Details:
Title :
Slender World
Author : Zusli
aka Shin Sung Young
Genre :
Horror, fantasy, adventure
Category :
15+
Casts:
-
Heo Young Saeng
-
Shin Sung Young
-
Slender Man
-
And others…
Thanks to God, casts, and readers…
Happy reading~
©2012 zuSaeng501
*501*
Ting
Tong!
Bel itu sudah berbunyi 7 kali, tapi
tidak ada seorangpun yang peduli akan kehadiran seseorang di balik pintu.
Sampai-sampai namja berambut hitam itu mendesah kesal panggilannya tidak
disambut oleh tuan rumah. Sementara seorang yeoja yang berada di dalam rumah
besar itu justru asyik berkutat dengan laptopnya, tidak mendengar atau lebih
tepatnya tidak peduli dengan bel rumah yang terus berbunyi. Kamarnya yang
memang berada di lantai 2 membuatnya malas turun untuk membukakan pintu.
“Oh, jadi begini? Bukankah kau
sendiri yang memnyuruhku untuk datang, ha? Tapi kenapa kau malah membiarkanku
berdiri lama di luar? Sementara dirimu malah asyik bermain dengan laptop.”
Yeoja itu tersentak, bangun dari
posisinya yang sedang tengkurap di atas ranjang. Seorang namja yang tak lain
adalah namja yang ada di luar tadi tengah bersandar di ambang pintu dengan
tangan bersedekap, pipinya yang chubby digembungkan tanda ia sedang kesal.
“Geurae, aku akan pulang saja,” namja
itu berbalik, berniat untuk pulang. Yah, dia ngambek, atau hanaya pura-pura
saja?
“Young Saeng Oppa! Jamkkanman!
Jeongmal mianhae, aku tidak tahu,” yeoja yang tak lain adalah yeojachingunya
itu langsung bangkit dari ranjangnya, berusaha mencegah kepergian Young Saeng
dengan memeluk namja itu dari belakang. Young Saneg hanya tersenyum, jahil,
tapi kemudian ia kembali memasang wajah bĂȘte.
“Tidak tahu? Aku sudah menekan
belnya 7x! Apa aku harus menekan sebanyak 501x baru kau mendengarnya? Aigoo,
Sung Young. Untung saja ada Oppamu yang membukakan pintu,” Young Saeng berbalik
dan berusaha melepas tangan Sung Young.
“Mian, mian, mian, Oppa, jangan
marah. Jeballl,” sekuat tenaga Young Saeng menahan senyumnya melihat Sung Young
yang tengah beraegyo dan memohon padanya, ingin rasanya mencubit pipi
yeojachingunya.
“Kalau begitu, cium aku dulu.” Young
Saeng menunduk sambil menutup matanya, menunggu. Tapi sial! Malah cubitan di
perut yang ia dapatkan.
“Huh, aku menuruh Oppa datang bukan
untuk itu! JJa, aku baru saja mendownload game bagus.”
Young Saeng hanya menurut saat
tangannya ditarik menuju laptop Sung Young yang masih menyala, tangannya masih
memegangi perutnya yang terasa perih. Dia langsung duduk bersila di atas
ranjang, mengamati apa yang akan ditunjukkan Sung Young padanya.
Karena sudah sering, dia tidak
canggung lagi untuk menetap di kamar Sung Young bahkan kerap ia tidur di sini.
Baginya, Sung Young justru seperti dongsaengnya karena jarak usia mereka yang
terpaut cukup jauh. Tapi tentu saja jika hanya sekedar dongsaeng tidak cukup.
Menurutnya, Sung Young itu 3 in 1. Maksudnya, Sung Young itu seperti dongsaneg,
fans, dan yeojachingu. Fans? Tentu saja mengingat Young Saeng adalah seorang
super star.
“Aku tidak mengganggu jadwal Oppa,
kan?” Young Saeng hanya membalas dengan gelengan disertai senyum yang manis.
Tangannya sibuk berkutat, membuka-buka folder game baru yang kata Sung Young
tadi bagus.
Dua makhluk ini benar-benar pecinta
game. Jika sudah menemukan game yang cocok, mereka akan terus berkencan untuk
memainkannya. Kadang kalau Young Saeng sedang sangat asyik dengan game yang ia
senangi, ia bisa mengacuhkan Sung Young sehingga membuat yeoja itu kesal,
begitu juga sebaliknya. Tapi mereka akan lebih sering bekerja sama untuk
bermain atau mungkin battle diikuti dengan berbagai taruhan.
“Slender??” kata Young Saneg sambil
mengernyitkan dahinya begitu menemukan sebuah game yang ia cari. “Bukankah kau
takut saat kita memainkannya? Kenapa malah mendownloadnya lagi?”
“Ini beda, Oppa. Lihat, Selender
World Special Edition. Ayolaaah, mainkan untukku, ne?” lagi-lagi Sung Young
memperlihatkan aegyonya pada Young Saeng, membuat namja itu menyipit dan
mendengus kesal. Yah, kesal karena tidak bisa menolak permintaan Sung Young
jika sudah seperti itu.
“Geurae, gaurae.”
“Assaa! Gamsahamnida, Oppaaa,”
dengan cepat Sung Young langsung mencium pipi chubby Young Saeng, dan tentu
saja sukses membuat namja itu melotot. Walaupun melotot, tetap saja matanya
terlihat sipit *LOL
‘Welcome to Slender World. Read the
warning before you play it. Click Start to begin this game’
Tulisan merah seperti darah langsung
muncul di layar begitu Young Saeng mendouble click game Slender itu. Sung Young
sedikit bergidik, tubuhnya semakin rapat ke Young Saeng.
“Ish, baru begini saja kau sudah
takut,” ledek Young Saeng membuat Sung Young memanyunkan bibirnya.
Click! Young Saeng sudah meng-klik
tulisan start itu, tapi mendadak layar menjadi gelap. Lalu tulisan merah darah
lagi samar-samar terlihat. ‘Now! You’re in the Slender World’ Begitulah
sekiranya tulisan yang tertera membuat Sung Young dan Young Saeng tak mengerti.
Mendadak perasaan aneh menyelimuti mereka. Game ini sepertinya memberikan feel
yang tidak biasa. Tiba-tiba lampu kamar Sung Young berkedip-kedip hidup-mati,
ngeri. Kemudian muncul asap dari laptop Sung Young, lebih tepatnya dari layar
gelap itu.
“Oppa! Apa itu??” belum sempat
mereka lari dan berteriak, asap yang semakin pekat itu melahap keduanya.
“OPPAAA!!! AKU TAKUT!!”
“SUNG YOUNG!!”
Entah bagaimana, mereka seperti
terbawa melalui pusaran waktu yang gelap dan menyeramkan. Sung Young terus
berteriak ketakutan, namun sayang sekali tidak ada yang peduli. Dirinya begitu
saja terlepas dari Young Saeng, padahal tadi ia sempat mencengkram tangan namja
itu.
BRUKK!! Suara bedebam keras
terdengar seiring Sung Young yang mendaratkan pantatnya di lahan yang keras.,
tentu saja itu sakit. Tapi ia tidak peduli, dia lebih merasa takut daripada
sakit. Bagaimana tidak? Sekarang ini ia sudah tidak berada di kamar. Banyak
pepohonan yang menjulang di sekelilinya, sangat lebat. Bunyi krik-krik jangkrik
terdengar begitu jelas dan nyata. Sinar bulan purnama satu-satunya penerangan
Sung Young. Suasana horror ini benar-benar membuat yeoja itu bergidik, apalagi ia
sendiri.
“Young Saeng Oppa…” rintih Sung
Young takut, sedikit lagi air matanya terjatuh. Dia berjalan tertatih,
mengamati keadaan sekitar yang benar-benar sunyi. Ini hutan! Yah, hutan yang
rimbun.
‘PLUK’ Kakinya menendang sebuah peti
coklat yang rapuh. Karena terantuk batu, peti itu pecah dan memperlihatkan
isinya yang sukses membuat Sung Young pucat melihatnya. Itu, itu adalah mata
manusia. Mata yang seperti dicongkel paksa dari wajahnya itu terlihat begitu
mengerikan. Horronya lagi, mata itu berkedip-kedip kearah Sung Young.
“AAAAAAA!!~” tentu saja yeoja itu kalap. AKhirnya suaranya
kembali setelah sekian detik tenggorokannya serasa tercekat akibat takut.
Dari kejauhan, Sung Young melihat
siluet yang seperi manusia. Dia sedikit lega ternyata ada orang lain di sini.
Yeoja itu berniat meminta bantuan orang yang tengah berdiri mematung itu,
mungkin memperhatikannya. Didekatinya orang itu setengah berlari. Hanya saja,
tiba-tiba sulur-sulur atau entahlah apa itu menjalar dari belakang orang itu,
menyerupai ekor Gumiho. Tapi setelah diamati lebih lekat, sulur itu adalah
tangan. Yah, tangan makhluk itu ada banyak sekali. Sung Young langsung
tersentak, terdiam. Dia tahu, tahu betul apa itu. Yah, itu si SLENDER, hantu
muka rata yang memakai jas, menyeramkan. Makhluk itu seperi zombie yang bisa
memangsa manusia.
“UWAAAA!!! OPPAAAA!!” Sekuat tenaga
Sung Young berlari berlawanan arah dari langkahnya tadi, berusaha menghindari
makhluk itu. Air mata sudah benar-benar membasahi wajahnya saking takutnya.
‘BRUK!’ Tak sengaja Sung Young menabrak
sesuatu di depannya karena matanya sedikit kabur akibat air mata. Sung Young
jatuh terlentang sambil memejamkan mata, tidak berani melihat kemungkinan apa
yang ditabraknya.
“SUNG YOUNG! Jhagiyaa…” melegakan
sekali, ternyata itu Young Saeng. Namja itu langsung memeluk Sung Young yang
masih saja sesenggukan. Sung Young langsung membalas pelukan namja itu kencang,
perasaan sedikit lega menyusup di hatinya, ternyata ia tidak sendiri.
“Oppa, aku sangat takut, jeongmal. Huhuhu…tadi
aku bertemu slender man. Sebenarnya kita di mana Oppa? Aku sangat takut,”
tangannya semakin erat memeluk Young Saeng.
“Jinja? Kau bertemu Slender Man? Ommona..
Jhagi, sebenarnya kita berada di game yang tadi kita mainkan. Kita, kita di
Slender World! See!”
Young Saeng menunjukkan laptop Sung
Young yang ternyata ikut masuk ke dalam game ini juga, aneh memang. Yah, mereka
sebenarnya berada di Slender World, game yang tadi mereka mainkan. Entah
bagaimana, game itu telah menyedot mereka agar ikut berpartisipasi secara nyata
memainkan game ini.
‘PERINGATAN! permainan ini bukan sembarangan
permainan. Slender World adalah permainan nyata yang membutuhkan keberanian dan
kejeniusan si pemain. Sekali Anda memulai, Anda tidak akan bisa kembali kecuali
mencari sendiri jalan keluar menuju dunia Anda. Caranya, tentu saja dengan
menyelesaikan misi dari permainan ini. BERHATI-HATILAH! Slender Man si pembunuh
tidak pernah tidur dan akan selalu mengikuti Anda, serta berusaha menggagalkan
misi Anda. SELAMAT BERMAIN’
Sung Young hanya melongo membaca
warning yang ditunjukkan oleh Young Saeng. Perasaan takut langsung
menyelimutinya lagi, bahkan lebih parah. Young Saeng hanya bisa menghela nafas
untuk mengatasi rasa takutnya.
“Oppa, kalau begitu…KKAJA! Kita akan
menaklukan game ini!” yeoja itu langsung berdiri, dipasangnya tampang semangat
yang sedikit dipaksakan. Disambarnya laptopnya yang tergeletak di tanah lalu
mengutak-atiknya, meng-klik tombol mission yang tertera di sudut kanan atas.
“Sung…Sung Young, kau yakin?”
“Young Saeng Oppa! Kalau kita tidak
menyelesaikannya, bagaimana kita bisa kembali? Jebal..Aku benar-benar takut,
hiks,” Sung Young kembali terisak mengingat dirinya akan terus terdampar di
dunia horror ini sampai misi itu selesai. Young Saeng mengerti, sangat mengerti
perasaan Sung Young yang tengah dilanda ketakutan. Sebenarnya dirinya juga.
Dipeluknya yeojachingu yang sangat disayanginya itu.
“Jhagiya, uljimara. Ne, kita akan
menyelesaikan misi ini dengan aman. Aku akan menjamin keselamatan kita, aku
akan melindungimu, terus bersamamu. Kau tidak perlu takut, ne? Slender Man
tidak akan bisa menyentuhmu selama aku berada di sisimu,” dihapusnya air mata
Sung Young yang masih mengalir. “Nah, ayo kita lihat misinya.”
‘First mission! Find this thing’
BIP! Sebuah gambar yang seperti
sketsa itu muncul memenuhi setengah layar, disusul muncul tanda X pada sebuah
gambar yang muncul di bagian setengah yang lain (ngerti nggak??-__-). Itu
ternyata sebuah peta, tempat di mana benda yang harus dicari itu berada. Young
Saeng mengernyit bingung dengan gambar itu karena memang tidak terlalu jelas
dan hanya hitam-putih..
“Opp..Oppa, sepertinya aku tahu
gambar apa itu.”
“Jinja? Memang apa itu?”
“Aku tadi tidak sengaja menendangnya,
di tempat pertama kali aku muncul. Itu..sebuah mata.”
“Hah?! Ka..kalau begitu ayo segera
kita cari sebelum Slender Man muncul,” Sung Young langsung mencengkram tangan
Young Saeng, menghentikan langkah namja itu.
“Justru benda itu…gara-gara benda
itu aku jadi bertemu dengan Slender Man,” Hening. Young Saeng hanya diam
mendegarnya. Oh, CUKUP! Perasaan takut ini tidak akan bisa hilang jika mereka
ber2 masih berada di hutan rimbun yang dipenuhi oleh Slender Man ini.
“Aish, gwaenchanayo. Kkaja! Mungkin
Slender Man itu sudah pergi,” Sung Young hanya menurut saat tangannya di tarik
oleh Young Saeng. Langkah keduanya sedikit gemetar memikirkan kemungkinan
makhluk mematikan bernama Slender tiba-tiba muncul di hadapan mereka, dan juga
dengan suasana hutan yang sangat sunyi dan gelap, hanya sinar bulan yang
menerangi perjalanan mereka dibantu cahaya dari laptop Sung Young.
Sampailah mereka di tempat Sung
Young terjatuh. Yeoja itu sedikit mengingat, di mana dia menendang peti berisi
mata tadi. Tentu saja mereka juga waspada, melihat ke sekeliling takut-takut si
Slender Man muncul dan menangkap mereka lalu..membunuh, mungkin?
“Oppa! Itu dia!” teriak Sung Young
begitu melihat benda bulat di bawah pohon
yang tengah berkedip-kedip kearahnya, ouch itu mengerikan. Young Saeng
hanya menelan ludah, mencoba menghilangkan rasa jijiknya lalu melepas kemeja
yang digunakannya untuk mengambil mata berlumuran darah itu. Untung Young Saeng
masih menggunakan kaos.
“KYAAA!! OPPA AWAS!!”
Saat Young Saeng sedang membungkus
mata itu, tiba-tiba sosok manusia tanpa wajah muncul dari balik pohon. Slender
man datang lagi! Makhluk itu merentangkan tangan-tangannya dan berusaha
menangkap Young Saeng yang masih terkaget-kaget.
“LARIII!!!”
Young Saeng langsung menyambar
tangan Sung Young, mengajak untuk berlari menghindari si Slender Man. Tak
peduli akan arah, mereka terus memacu langkah dengan cepat yang penting selamat
dan tidak tertangkap makhluk mengerikan itu. Sung Young langsung tersentak,
ternyata makhluk itu mengejar mereka. Dilangkahkannya kaki mereka semakin
cepat, cepat, dan…
“AAAAGGHH!!”
Karena terlalu panik, mereka tidak
tahu kalau jalanan menurun agak curam. Young Saeng dan Sung Young akhirnya
terjatuh dan terguling-guling di tanah yang menurun. Rasa sakit langsung menyergap
mereka seiring tubuh mereka yang terguling dan terantuk berbagai macam benda
seperti batu, kayu, atau benda hutan lainnya.
BRUKKK! Akhirnya mereka berhenti
juga. Young Saeng mendarat dengan posisi terlentang sambil memeluk bungkusan
mata itu, matanya terpejam menahan pusing dan sakit di sekujur tubuhnya.
Sementara Sung Young seperti tidak sadarkan diri dengan posisi tengkurap. Tapi
sejenak yeoja itu bergerak-gerak, merasa aneh dan mencium bau yang sangat
menyengat.
“Agghh…Oppaaaah?” diangkatnya kepalanya,
mencoba menyesuaikan pandangan yang sedikit kabur. Alangkah terkejutnya, yang
dilihatnya justru tumpukan mayat yang berada di bawahnya. Ya! Mereka ternyata
mendarat di tumpukan mayat yang sudah benar2 busuk, menjijikkan.
“Kyaaaaaa!!!!” Sung Young langsung
berdiri. Young Saeng yang masih terpejam langsung ikut berdiri juga karena
terkejut. Baru disadarinya bau itu, bau busuk mayat.
“AA! Tempat apa ini?!”
“Oppaaa!!” Sung Young langsung
memeluk Young Saeng kencang, merasa ngeri dengan tempat mereka sekarang. Tentu
saja, siapa yang merasa tidak takut berada di tempat yang penuh mayat. “PPALI!
Kita pergi dari sini, Oppa!”
‘Triing, triing’ Mereka berdua
terdiam mendengar suara itu. Ah, baru disadari ternyata itu suara laptop Sung
Young. Sayangnya, laptop itu entah terjatuh dimana. Young Saeng yang pertama
bertindak, dia kembali ke tumpukan mayat itu mencoba mencari laptop Sung Young
yang dia yakin terjatuh di sekitar situ.
“Ah! Ketemu. Lihat, jhagi, kita
dapat pesan lagi.” Mereka langsung menengok ke layar.
‘MISSION COMPLETE! Then, SECOND
MISSION, find this thing!’ Kali ini muncul lagi gambar benda yang harus mereka
cari. Namun sepertinya itu gambar yang sama, sebuah mata. Sejenak mereka
berpandnagan.
“Mata lagi? Ah. tentu saja, mata
manusia kan ada dua.”
“Lihat, Oppa! Tempat mata itu
sepertinya ada di sini, di tumpukan mayat itu. Terlihat dari peta sepertinya
begitu.”
“Ne, kau benar. Aha! Mayat-mayat itu
dari manusia, kan? Pasti ada mata, nah kita ambil saja salah satunya.”
Sung Young hanya mengangguk setuju
sambil mengacungkan jempolnya tapi dia tidak bergerak, masih mematung di
tempatnya. Young Saeng yang mengetahui itu hanya tersenyum, dia tau yeoja itu
takut maka dia sendiri yang akan mencari toh hanya satu saja.
Young Saeng menahan nafas sejenak,
dibaliknya mayat pertama yang ia jumpai (di sini mayatnya tengkurap semua).
TADAA! Namja itu terlonjak mendapati mayat yang menganga, kedua mata dan hidungnya
hilang, menyisakan lubang dalam pada wajah si mayat. Dari lubang-lubang itu
keluar beberapa belatung yang membuat Young Saeng langsung melilit, ingin
muntah. Sung Young yang melihat itu hanya menutup mulutnya sambil mengalihkan
pandangan. Apakah semua itu perbuatan Slender Man? Benar-benar mengerikan.
“Aish! Apa aku harus membalik semua
mayat di sini hanya untuk menemukan mata?” Young Saeng kesal sendiri, frustasi.
“Oppa, coba kau balik mayat di ujung
itu,”
Young Saeng menuju kearah yang
ditunjuk Sung Young, tepatnya pada sebuah mayat berjas hitam. Dibaliknya mayat
yang Nampak masih utuh itu. YA! Benar saja, di wajahnya masih terdapat satu
mata. Mata yang tampak melotot kearah Young Saeng. Sejenak namja itu berpikir,
bagaimana ya cara melepaskan mata itu? Apa boleh buat, dia harus memaksanya.
Tidak disangka dia akan melakukan perbuatan itu. Dengan sedikit usaha Young
Saeng akhirnya dapat mengambil mata itu dari si pemilik. Sung Young hanya
terdiam, ngeri melihat mata yang nampak segar itu.
“Bagaimana kau tahu kalau mata ini
ada di mayat itu?”
“Hehe, beruntung mungkin. Aku
melihat mayat itu nampak baru, yah, ternyata memang benar berada di situ.”
‘Triing, triing… MISSION COMPLETE!
Now, find this thing’ Kali ini sebuah gambar yang berbeda muncul.
“Hidung? Ommona, kita harus
menemukan hidung?”
“Benar-benar misi yang aneh.”
“Mungkin hidung itu juga ada pada
mayat-mayat itu.”
“Anieyo, Oppa. Di peta tidak
ditunjukkan seperti itu. Kkaja pergi! Aku sudah tidak tahan dengan baunya,
uek.”
“Jamkkanman,” Young Saeng membuka
bungkusannya, memasukkan mata yang tadi diambilnya. “Ini hanya game, tidak
apa-apa kan kalau aku mengambil mata ini? Tidak akan ada yang marah.”
“Opp..opaa.. Sepertinya kita harus
cepat pergi. PPALI!!”
Tanpa mereka duga, mayat-mayat itu
bergerak, berusaha bangkit. Wajah Young Saeng langsung pucat mengetahui itu.
Apakah itu semua akibat dari ia mencuri mata tadi? Tidak ada waktu lagi, mereka
harus lari, secepat kilat pergi dari situ atau kalau tidak mereka akan menjadi
santapan empuk zombie-zombie yang sudah semuanya berdiri. Walau kaki dan tubuh
mereka terasa sakit, mereka tidak peduli, yang dpikirkan mereka hanya lari dan
menghindar. Sepertinya rasa takut yang lebih dominan daripada sakit.
“Geumanhae, Oppa! Ini tempatnya.”
“Mwo? Di tanah lapang ini?”
Yah, mereka sekarang berada di tanah
rata yang luas. Mungkin ini satu-satunya tempat yang tidak ditumbuhi pepohonan.
Dari sini mereka bisa melihat langit malam dengan jelas. Baru disadari,
ternyata bulan yang daritadi menyinari mereka berbuntak seperti kepala Slender
Man. Benar-benar malam yang horror.
“Ini aneh, jelas-jelas peta ini
berkedip-kedip tanda kita berada di tempat yang tepat. Tapi, seharunya kita
berada di sebuah bangunan. Bangunan yang..ummm sepertinya menyerupai sebuah
kastil besar. Lihatlah, Oppa!”
“Ne, kau benar. Di peta tergambar sebuah
kastil. Ini teka-teki, jhagi, mungkin kastil itu memang berdiri di sini tapi
kita tidak bisa melihatnya.”
“Lah, lalu bagaimana kita bisa masuk
kalau kastilnya saja tidak terlihat?”
‘TYPE THE CODE’ Tiba-tiba sebuah
kotak muncul di layar disusul gambar sebuah kertas dengan beberapa huruf acak.
“Mungkin dengan memasukkan kodenya
kita bisa memunculkan kastil itu.”
“Tapi, Oppa. Ini ANAGRAM! Aish~aku
paling benci jika sudah berhadapan dengan teka-teki anagram.”
“Itu karena kau tidak pernah bisa
menyelesaikannya,” Young Saeng menjulurkan lidahnya, mengejek Sung Young. Yeoja
itu hanya mendengus kesal, ngambek.
Ini bukan waktunya untuk bercanda.
Mereka harus bisa menyusun huruf acak itu menjadi sebuah kalimat dan diketikkan
pada kotak kode. Yah, anagram adalah sebuah permainan teka-teki menyusun huruf
atau kata acak. Sialnya mereka mendapatkan huruf acak yang harus disusun
menjadi sebuah kata dalam bahasa Inggris.
‘H-W-U-S-P-O’ Sebenarnya hanya
huruf-huruf itu yang harus disusun tapi nampaknya Young Saeng kesulitan
menyusunnya. Sudah ditulis beberapa kemungkinan tapi tetap saja gagal.
Sementara Sung Young, dia hanya bersedekap mengalihkan pandangan dari Young
Saeng, sengaja tidak membantu karena ingin mengetes kemampuan Young Saeng yang
tadi sempat meremehkannya.
“Kyaaaa!!! Oppa, cepatlah!” Sung
Young mendadak panik. Apa gerangan? Ternyata mayat-mayat hidup tadi masih
mengejar mereka. Dari kejauhan Sung Young melihat siluet mereka yang begitu
banyak. Oh, ini tidak bagus.
“Aaaa~Sung Young-ah, bantu aku,”
peluh sudah menetes-netes dari wajah mereka saking takut dan paniknya. Tangan
Young Saeng bahkan ikut berkeringat
membuat cengkramannya pada laptop terasa licin.
“SHOW UP! Cepat tulis!” Dengan
lincah tangan Sung Young mengetikkan huruf-huruf itu, walau sempat salah ketik
karena saking paniknya.
Dan benar saja. Sebuah bangunan
langsung tampak menjulang tinggi di hadapan mereka. Sejenak mereka terkesima
melihat kastil tua yang sangat megah. Aneh memang mengingat ini sebuah hutan tapi
terdapat bangunan semegah itu. Aish, tapi ini kan dunia game, apapun bisa
terjadi.
“Bagaimana kau langsung tahu dengan
sekali melihat?”
“Aigo, Oppa. Itu sangat mudah. SHOW
UP artinya muncul atau tampak. Mudah, kan?” Young Saeng hanya memasang wajah
blah blohnya merasa tidak memikirkan hal itu.
“Sudahlah, oppa! Cepat masuk!!”
mereka harus berlari melewati halaman kastil agar bisa sampai di puntu kastil.
Gawat! Zombie-zombie itu sudah sangat dekat.
“AGH! Oppa!!”
Tak disangka, sebuah kepala menempel
pada pundak Sung Young, menggigitnya. Yeoja itu kejang sesaat merasa sakit yang
amat sangat menjalar dari pundaknya dan langsung menyebar ke seluruh tubuh.
Young Saeng yang melihat Sung Young ambruk tak sadarkan diri langsung berbalik
untuk menggendong yeoja itu. Tapi sebelumnya ia berusaha menyingkirkan kepala
menyeramkan yang masih menggigit. Ternyata itu adalah kepala tempat Young Saeng
mengambil mata tadi. Tanpa banyak cakap Young Saeng langsung mengikat bungkusannya
ke lengannya, lalu menumpangkan laptop di perut Sung Young, dan digendongnya
tubuh yeojachingunya (diharap mengerti XD dan bisa membayangkan)
BRAKK! Pintu tertutup. Akhirnya
mereka bisa masuk ke kastil dengan selamat. Untung zombie-zombie itu tidak bisa
masuk. Young Saeng menurunkan Sung Young, darah yang berasal dari pundak Sung
Young sudah keluar banyak. Namja itu membuka kemeja Sung Young, ingin melihat
seberapa parah luka yang di dapat yeoja yang sangat disayanginya. Rasa takut
yang dirasakan Young Saeng kali ini lebih terasa. Tentu saja dia takut Sung
Young kenapa-kenapa mengingat luka itu terlihat mengerikan, namja itu tidak
akan memaafkan dirinya jika hal yang tidak diinginkan menimpa Sung Young.
“Oh, God, eottokhae? Sung Young-ah!
Bertahanlah.”
Entah apa yang dipikirkannya, tapi
ia langsung menyambar laptop Sung Young, mengotak-atik game itu. Yah, ini kan
dunia game, mungkin dia bisa meminta bantuan dari game ini juga. Gocha! Dia
menemukan symbol tas yang berisi bantuan. Di-kliknya symbol itu lalu muncul dua
kotak.
“Anagram lagi?? Aish~”
Ternyata tas bantuan itu juga
merupakan teka-teki. Kotak pertama bertuliskan ‘T-E-L-H-A-H’ dan kotak kedua
bertuliskan ‘W-D-R-S-O’. Teka-teki macam apa ini? Young Saeng mengamati kedua
tulisan itu. Dia teringat perkataan Sung Young, sepertinya semua anagram ini
berkaitan dengan apa yang dibutuhkannya.
“Aha! Aku tahu,” Young Saeng
meng-klik kotak pertama dan menuliskan kata ‘HEALTH’ Yah, kesehatan. Dan benar!
Perlahan Young Saeng merasa dirinya dialiri oleh air yang sangat segar, melepas
semua luka-luka ditubuhnya dan menghilangkan lelah yang sudah daritaid
menyerangnya. Sedetik kemudian dia merasa tubuhnya kembali segar, seperti saat
kau bangun tidur lalu mandi. Diliriknya Sung Young, luka ditubuhnya sudah
hilang bahkan darah yang menodai pakaiannya juga telah lenyap, yang tersisa
hanya sebuah guratan seperti bekas luka pada umumnya yang berbentuk huruf S. Young
Saeng tersenyum senang lalu dirapikannya kembali kemeja Sung Young. Yeoja itu
mulai sadar lagi, matanya bergerak-gerak akan terbuka.
“Jhagi? Gwaenchana?”
“Aku tertidur, ne? Aish, naega
babo!”
“Kau tidak ingat? Tadi kau digigit
hantu kepala. Tapi tenang saja, mereka sudah tidak ada. Kkaja! Kita harus cepat
menyelesaikan misi ini.”
Mereka berdua langsung bangkit untuk
menyelidiki kastil yang besar ini. Berbagai ruangan yang ada di kastil sudah
mereka selidiki tapi tidak ada tanda-tanda tentang hidung yang harus mereka
temukan untuk menemani dua mata yang sudah mereka dapatkan. Sebenarnya mereka
tidak tahu, apa gunanya dua mata dan hidung yang mereka cari.
Pada akhirnya sampailah mereka di
sebuah aula yang besar, aula utama yang terdapat di kastil paling belakang.
Tembok aula yang melingkar ternyata menggambarkan sebuah relief kehidupan
Slender. Dalam relief itu terukir gambar-gambar yang menceritakan tentang awal
kemunculan Slender Man, entah itu nyata atau tidak. Tapi yang jelas ini hanya sebuah
dunia game, tidak ada yang masuk akal di sini. Lalu di tengah-tengah aula
terdapat sebuah patung Slender Man yang besar dan menyeramkan. Sung Young
sempat menjerit saat pertama melihatnya, mengira kalau patung itu si Slender
Man sungguhan. Karena memang ukiran patung itu terlihat begitu nyata atau ini
memang sosok Slender yang membeku??
Mereka berdua mengelilingi aula,
mencari petunjuk atau apapun. Sung Young menjerit senang saat melihat pintu
bertuliskan ‘EXIT’, dia berpikir mungkin jika mereka melewati pintu ini, semua
mimpi buruk yang sedang mereka alami akan berakhir. Sung Young langsung saja
membuka pintu itu.
‘LOCKED DOOR’ Tiba-tiba kata itu
muncul dari layar laptop. SIAL! Pintunya terkunci. ‘FINISH THE KEY’
menyelesaikan kunci? Apa maksudnya? Ah, mungkin mereka harus menemukan kuncinya
kalau ingin membuka pintu itu.
“Aish, ayo kita cari petunjuk lain,”
kata Young Saeng sambil mengajak Sung Young menjauh dari pintu. Mereka
mengelilingi aula itu lagi, gocha! Ternyata ada satu pintu lagi. Young Saeng
memutar kenop pintu pelan, dan ‘klik’ pintu itu terbuka. Young Saeng menatap Sung Young,
mempertimbangkan apakah mereka akan memasukinya?
“Kkaja, Oppa! Mungkin semua yang
kita cari ada di situ.”
Akhirnya mereka memutuskan untuk
masuk juga. Aneh, ruangan ini kosong, yah kosong! Tidak ada satu benda pun yang
berdiam di ruangan ini. Sung Young mendengus frustasi, hampir menangis karena
saking frustasinya. Kenapa misi ini begitu sulit?
“Oppa, kita keluar saja.”
DEG! Jantung mereka hampir melompat
melihat sosok yang menghadang satu-satunya pintu keluar. SLENDER MAN! Hantu itu
muncul tiba-tiba entah darimana. Wajah Sung Young sangat pucat, dicengkramnya
kuat bungkusan yang sedari tadi ia bawa, tubuhnya gemetar melihat sosok menyeramkan itu
dari dekat dan telah memojokkan mereka. Ini tidak bagus! Tapi sedikit ada yang
ganjal dari wajah si Slender. Sejak kapan Slender Man punya hidung?
“Huee..Young saeng Oppa, eottokhae?”
Slender Man masih terdiam. Dilihatnya Young Saeng yang ternyata malah sibuk
mengotak-atik laptop yang daritadi ada di tangannya. “Apa yang kau lakukan,
Oppa?”
“Ssstt..tenanglah.”
‘TRAANGG’ Tiba-tiba sebuah besi
jatuh entah dari mana. Besi yang panjang itu terlihat mengkilap-kilap diterpa
sinar bulan yang muncul dari fentilasi. Itu bukan besi biasa, ternyata itu
sebuah pedang. Yah, pedang yang sangat panjang dan berkilap. Aneh, darimana
datangnya pedang ini??
“Apa itu, Oppa?”
“Ini senjata kita, jhagi! Kau harus
keluar saat aku sedang melawan si jelek itu, ne?”
Young Saeng mengambil pedang yang
terjatuh tadi. Si Slender Man terlihat tidak suka, dia memunculkun seluruh tangan-tangannya,
bersiap melawan Young Saeng yang sudah berdiri gagah dengan sebuah pedang di
tangannya. Sejenak Sung Young tercengang, apakah ini akan menhjadi perkelahian
sengit?
TRIING! Pedang itu berhasil ditahan
oleh Si Slender saat Young Saeng berusaha menghunuskannya. Ini sudah dimulai!
Sung Young langsung mengambil laptopnya dan bersiap lari. Sekilas ia melihat
tulisan di laptop yang berbunyi ‘SWORD’, ternyata itu adalah bantuan kedua yang
diapakai oleh Young Saeng. Wo, genius namja.
Perkelahian seru masih terjadi
antara Young Saeng VS Slender Man. Sung Young tidak bisa kemana-mana atau
berbuat apa-apa karena si Slender selalu mencegahnya keluar dari ruangan ini.
Young Saeng sudah mendapatkan luka goresan yang cukup banyak akibat perbuatan
si Slender. Namja itu gregetan sendiri daritadi tidak berhasil mengenai si
Slender.
“YAK! RASAKAN INI!”
‘SPLASH’ berhasil!! Young Saeng
berhasil menebas hidung Slender Man. Sung Young sadar, itu sebenarnya hidung
yang daritadi mereka cari. Ternyata ada untungnya juga Slender Man ini
menemukan mereka. Segera diambilnya hidung yang menggelinding itu.
“Dapat! Ayo kita pergi, Oppa!”
“Jamkkanman!”
JLEB!! Dengan sekali hentakan Young
Saeng berhasil menusuk dada Slender Man, hantu itu memang sedang dalam keadaan
lengah begitu hidungnya terlepas, dan kesempatan itu tidak disia-siakan Young
Saeng untuk menusuknya. Sial! Ternyata pedang itu tersangkut di tubuh Slender.
BRAK! Mereka langsung menutup pintu
begitu keluar dari ruangan. Sung Young menghampiri Young Saeng, diusapnya peluh
namja itu. Walaupun sangat lelah, Young Saeng masih bisa tersenyum, merasa
senang dan lega.
“Young Saeng Oppa sangat hebat dan
keren tadi.”
“Hehe, tentu saja. Jja! Apa misi
kita selanjutnya?”
Mereka langsung mengamati layar
laptop. ‘MISSION COMPLETE. LAST MISSION! Find a Slender statue and finish the
key there.’ Misi terakhir itu sempat membuat mereka kebingungan. Oke, mereka
telah berhasil menemukan patung slender, yah, patung itu sekaranga ada di hadapan
mereka. Lalu? Apa maksud dari selesaikan kunci? Mereka bahkan tidak memiliki
kunci. Peta yang selama ini memandu mereka pun hanya menunjukkan sebuah pintu
yang bertulisak ‘EXIT’ tadi. Ternyata pintu itu memang pintu keluar yang akan
membawa mereka keluar dari game horror ini.
“Nah, kita sudah menemukan
patungnya, lalu apa?”
“Entahlah, Oppa. Aha! Mungkin semua
ini ada hubungannya dengan semua misi yang kita jalani. Coba diingat-ingat.”
“Tentu saja! Kau genius sayang.
Kenapa kita tidak menyadarinya, kita kan sudah memiliki kunci-kunci itu. Ini!
Isi dari bungkusan inilah yang disebut kunci,” Sung Young menjentikkan jari,
setuju. Mereka membuka kemeja yang membungkus 2 mata dan sebuah hidung yang
mereka buru. Young Saeng mengambil itu semua dan berpikir sejenak. Lalu
dipasangkannya dua mata itu pada wajah patung Slender. ZLEB! Mata itu melesak
dan melekat pada wajah patung. Young Saeng tersenyum puas.
“BERHASIL! Ayo lanjutkan, Oppa!”
Young Saeng mengambil hidung lalu dipasangkannya
di wajah Slender. Sempurna! Mereka bertiga terlihat sangat pas menempel di
wajah patung Slender itu. Tiba-tiba patung itu bergetar, membuat Young Saeng
dan Sung Young melangkah mundur, waspada. Muncullah sebuah lubang yang terukir
di wajah Slender. Ternyata sebuah mulut. Sekarang lengkap sudah wajah Slender
Man yang sangat tampan. Jika diperhatikan sekilas, wajah itu mengingatkan
mereka pada KIM HYUN JOONG, hehe.
‘Triing’ Laptop Sung Young kembali
berbunyi. Kini sebuah petunjuk lagi muncul. ‘Untuk menyempurnakan, berikanlah
setetes darah segar.’ Sejenak mereka berdua berpandangan, bimbang. Patung
Slender itu menjulurkan lidahnya, menunggu setetes darah segar.
“Biarkan aku saja, Oppa.”
“Kau gila?! Anieyo, biarkan aku
saja! Ish, aku harus melukai diri dengan apa?”
Young Saeng tampak sibuk
mencari-cari benda tajam yang bisa digunakan untuk melukai diri. Sayang sekali,
pedang tadi tidak bisa diambil dari tubuh Slender. Tanpa diduga, Sung Young
menarik kepala Young Saeng, memaksa untuk mendekat padanya. Entah apa yang
dipikirkannya, ia malah mencium Young
Saeng, lembut. Namja itu hanya bisa terbelalak dan terheran-heran, bisa-bisanya
Sung Young melakukan ini, di saat seperti ini, dan di tempat seperti ini. INI
TIDAK TEPAT! :D Tapi apa boleh buat, Young Saeng tidak bisa menolak dan justru
ikut menikmatinya (LOL) Perlahan ia menutup matanya. TAPI…
“ARRRGGHHH!! Apa yang kau lakukan,
Sung Young!?”
Darah segar langsung keluar dari
bibir bawah Young Saeng, cukup banyak dan luka yang membekas terasa sangat
nyeri. Ommo! Ternyata Sung Young sengaja mencium Young Saeng sekaligus agar ia
bisa menggigit bibir namja itu, dan darah yang dikeluarkan bisa digunakan.
Benar-benar yeoja yang genius sekaligus mengerikan.
“Bukankah itu luka yang nikmat,
Oppa? Hehehe, ppaliya!”
“Ish, akan kubalas kau!” Young Saeng
segera mencolek darah di bibirnya dengan jari telunjuk sebelum lukanya menutup,
baru saja ia akan mengoleskan darahnya pada lidah Slender, tiba-tiba terdengar
suara dobrakan pintu yang berasal dari ruangan tempat mereka melawan Slender
tadi. OMMONA! Sosok Slender tadi ternyata belum mati. Dan horrornya, pedang
yang tadi digunakan untuk menghunusnya sekarang berpindah ke tangannya, bersiap
menebas Young Saeng dan Sung Young.
“PPALI OPPA!!”
Young Saeng langsung mengoleskan
jarinya dan segera menarik Sung Young untuk pergi menuju pintu keluar. SIAL!
Pintu itu belum terbuka, patung Slender itu masih bereaksi, ck sangat lama.
Jika tidak cepat, mereka bisa dibunuh oleh si Slender yang semakin mendekati
mereka.
“Huhu, aku takut, Oppa!” Young Saneg
terus menarik-narik kenop pintu, berharap terbuka. BERHASIL! Pintu itu berhasil
terbuka tepat saat Slender menghunuskan pedang kearah mereka. Pedang itu malah menancap
di pintu yang tertutup. Fyuuhh..melegakan.
“YES!! Kita berhasil! Hah, apa kita
sudah keluar?”
“Opp..ppaaa…Li..lihatlah itu..”
JENG! JENG! Benar mereka keluar,
tapi ternyata zombie-zombie yang tadi mengejar masih menunggu di luar dan
sekarang zombie-zombie itu mengelilingi mereka. GOD! Mereka tidak bisa berkutik
lagi. Tidaka ada celah untuk maju maupun mundur. Jika maju, mereka akan
dimangsa oleh zombie, kalau kembali ke kastil mereka tentu akan dibunuh oleh
Slender Man.
“AAAAAAAAAAAAAA!!!~” Mereka berdua
berpelukan sambil menutup mata, menunggu saat-saat mereka akan dijadikan
bulan-bulanan zombie. Sung Young berteriak semakin keras tat kala sesuatu
menyentuh pundaknya, dia pikir itu salah satu dari zombie yang ingin
memangsanya. Tapi ternyata…
“Hey, hey! Kalian ini kenapa?!”
Hening. Sung Young seperti sadar
akan sesuatu, ia seperti mengenal suara yang sangat familiar itu. Perlahan
dibukanya matanya dan berusaha lepas dari pelukan erat Young Saeng. Namja itu
juga nampaknya telah membuka matanya.
“Aigoo, aku takut sekali saat
mendengar kau berteriak, Sung Young. Aku pikir kau diapa-apain oleh Young
saeng,” namja yang berdiri di depan mereka berdua hanya memandang heran. Namja
itu adalah Oppa Sung Young. Jamkkanman, berarti mereka sudah kembali ke bumi!
Kembali ke dunia nyata! Kembali ke kamar Sung Young!
“Young Saeng Oppa!!! Kita sudah
kembali, kyaaaaaa!!”
Sung Young langsung berdiri diatas
ranjang dan merlompat-lompat senang, membuat Oppanya mengernyit heran. Fyuuhh,
akhirnya semua mimpi buruk itu sudah berakhir, mereka sudah terlepas dari dunia
game dan dunia Slender yang horror itu. Melegakan sekali. Di layar laptop Sung
Young tertulis ‘Thanks For Playing This Game’ itu berarti game itu sudah
berakhir. Anehnya, mereka seperti tidak pergi kemana-mana, baju mereka yang
lusuh dan kotor kembali bersih seperti semula, bahkan kemeja Young Saeng yang
dipakai untuk membungkus mata dan hidung sudah kembali melekat pada tubuh namja
itu. Benar-benar seperti semula.
Sung Young yang terlalu asyik
melonjak-lonjak di ranjang springbednya tiba-tiba tersandung sesuatu dan malah
jatuh menimpa Young Saeng.
“Aish! Appoyo,” keluh Young Saeng.
“Hahaha, aku sangat senang Oppa.
Kita bisa menjelajahi dunia Slender dengan selamat! Itu benar-benar pengalaman
yang sangat menakjubkan.”
“Ah, harusnya tadi aku membawa handycam
dan merekam semua ekspresi takutmu.”
“Huh! Oppa tidak berubah, ck
menyebalkan. Tapi apa benar kita mengalami semua itu?”
“Entahlah, coba aku buktikan,” tanpa
permisi Young Saeng sedikit menyibakkan leher kemeja Sung Young sampai memperlihatkan
pundak yeoja itu. Di kulit putih Sung Young, terukir sebuah bekas luka
berbentuk huruf S. Ternyata mereka memang benar mengalami itu semua.
“Uh, aku jadi teringat itu lagi,
Oppa. Sungguh sakit. Oiya, aku ingin melihat sesuatu,” kali ini Sung Young
meraba bibir Young Sung, berniat melihat sesuatu. Tentu saja, apalagi kalau
bekas gigitan yang ia buat. “Hahaha, ternyata aku benar-benar menggigit Oppa.”
“HUH, asal kau tahu saja, itu
rasanya sangat menyakitkan. Kau pintar sekali mengelabuhiku dengan ciumanmu,
ck. Sekarang akan kubalas kau!!” Sung Young tampak berkelit, ingin lepas dari
Young Saeng yang memeluknya erat.
“Hey, kalian! Tidakkah kalian tahu
kalau aku masih di sini?! Huh, menyebalkan,” Young Saeng dan Sung Young hanya
terkekeh melihat Oppa Sung Young yang cemberut daritadi menyaksikan kemesraan
mereka. ENVY! “Eh, ini game Slender terbaru ya? Aku mainkan, ne?”
“JANGAAAAAAAAAAAAAAANNNN!!!”
*THE
END*
Related Posts :
- Back to Home »
- 15+ , Adventure , Fantasy , Heo Young Saeng , Horror , OC , Young Couple »
- zuSaeng501 | Slender World | Horror, Fantasy

