Posted by : Zusli zuSaeng Triple'S
Friday, May 9, 2014
Title :
your desire? [YOUNG COUPLE]
Author :
Okta Haebin
Genre :
Lifestyle
Category :
15+
Cast :
·
Shin Sung Young
·
Heo Young Seang
·
HyunBin couple <3
·
Other SS501’s Personnels
Disebuah
rumah yangterletak didaerah gangnam, tepat pukul satu pagi…
SREK~SREK~
Terdengar suara selimut bergesek, SREK~ sekali lagi, berulangkali, lalu semakin
sering. “ada apa dengan ku? Kenapa tiba-tiba ingin es krim”batin seseorang
sambil memandangi atapnya, membayangkan betapa dingin danlembutnya sesuap es
krim ketika masuk mulutnya, lalu iya menoleh kesebelahnya, seseorangsangat
terlihat pulas dan sulit sepertinya untuk dibangunkan karna orang itubaru saja
tidur 1 jam yang lalu. “aku tak tega pada oppa” batin si ingin makanes krim.
Tapi akhirnya iya memberanikan diri membangunkan orang disebelahnya.
“oppa? Eumm
oppa?” seru sung young sambil menarik pelan lengan suaminya,young saeng.
“eumm?” jawab young saeng tak sadar. “opppa! Oppa bangun, akuingin makan es
krim” seru sung young lagi. “iya” beo young saeng belum sadar.“oppppaaa!!”
teriak sung young ditelinga young saeng. “astaga shin sung young,kenapa? Aku
sangat mengantuk” seru young saeng akhirnya sadar tapi matanyamasih tertutup.
“oppa aku ingin makan es krim” seru sung young manja. “yasudahpergilah” seru
young saeng santai. “ayo temani” seru sung young menarik youngsaeng dan yang
ditarik menurut.
“cepat cuci
muka mu dulu” seru sung young sambil mendorong pelan young saengmenuju
westafel.
“YA! KAU INI
GILA ATAU APA? INI JAM 1 PAGI! MANA MUNGKIN ADA TOKO ES KRIMYANG MASIH BUKA?!”
teriak young saeng ketika sedang mencuci muka akhirnya diabenar-benar sadar dan
tak percaya dengan apa yang di inginkan sung young,istrinya. “huh jebal, bukan
aku yang ingin tapi dia” kali ini sung bicarasambil mengelus pelan perutnya
yang ramping. “jangan mulai lagi ku mohon” seruyoung saeng memasang wajah
sedih. “bukannya dikulkas ada es krim?” seru youngsaeng lagi. “aku ingin makan
ditokonya” seru sung young memasang wajah memohon.“baiklah~” seru young saeng
pada akhirnya, bagaimana pun juga istrinya sedangngidam dan dia tidak mau
anaknya nati terus menerus mengeluarkan air liaur-mitos-akhirnya young saeng
mengambil kunci mobilnya dan siap mengantar sung youngmencari toko es krim yang
masih buka jam 1 pagi.
“lihat!
Kita sudah berkeliling tapi tidak ada satu toko es krim yang bukasung young-ah”
seru young saeng sambil terus melihat ke kiri dan ke kanansambil mengendarai
mobilnya. “ayo cari terus oppa!pasti ada!” seru sung young sambilsayik
memperhatikan jejeran toko yang dilewatinya.
“apa aku
telpon haebin ne?” seru sung young lalu merogo saku jaketnya.
Lalalalala
neol bureuneunnoraega, Ireon noraega lalalalalala, Lalalalala neol bureuneun
noraega, Ireonnoraega lalalalala~~
“ya!handphone
mu berbunyi!”. “ne yoboseob? Hm? Sung young? Sung young siapa ne?”.
“haebinkau
bagun dulu baru bicara” seru sung young sinis. “ini aku sung young temanmu”
seru sung young lagi. “ah iya, ada apa?”. “toko es krim yang buka 24
jamdimana?” seru sung young. “toko es krim ne…HIYAAAAA TOKO ES KRIM?! Kau
sudahgila apa mau makan es krim sepagi ini?” seru haebin tak terasa dia
berteriakhingga anaknya yang baru saja tertidur pulas setelah menangis semalam
akhirnyaterbangun lagi dan menangis lagi bahkan lebih kencang.
“cepat
beritahu, eumm itu yun menangis” seru sung young terdengar jelastangisan bayi
dari handphonenya. “eumm dimana ne..oppa ireona! Ppaliwa!Didaerah myeongdong
ada satu, dia buka 24 jam, ya! oppa!” seru haebin. “ah nene, gomawo. annyeong” seru
sung young lalu langsung menutup telponya. Sementarahaebin..
“kau saja
yang gedong dia, aku mau tidur” seru hyun joong sambil memberikanyun, putranya
yang baru beberapa bulan itu. “oppa dia malah semakin kencang”.“astaga, sini”
hyun joong mengendong yun lagi kali ini bayi laki-laki ituterdiam dan tertidur.
“tu kan kalau dengan mu dia tidur, kalau begitu aku yangtidur ne” BRUK! haebin
langsung menjatuhkan badanya yang sangat lelah. “ya!ya!” seru hyun menendang
pantat haebin dengan kakinya. “apa lagi? Akumengantuk”. “aku besok bekerja,
cepat!”. “tu kan dia menangis lagi, sudah akuyang tidur kau yang zzz…”. “YA!
KANG HAEBIN! Eh cup cup aniyo appa tak marahpada mu…” kita tinggalkan pasangan
ini, lebih baik dari pada melihatpertengkaran rumah tangga seperti itu kita
lihat pasang so sweet kita.
“oppa! Itu
tokonya!” seru sung young kegirangan seperti bocah saja, “iya”seru young saeng
malas. Lalu mereka berdua pun duduk didekat jendela disebuahtoko es krim,
seorang pelayan tak lama menghampiri mereka sambil membawamenunya. “silakan”
serunya. “kami pesan dua cup kecil es krim coklat saja” seruyoung saeng.
“kenapa cup kecil? Aku mau..”. “tidak baik, bagaimana juga inimasih sangat pagi
untuk makan es krim” seru young saeng menyela kata-kata sungyoung, sung young hanya
bisa menurut, masih untuk young saeng mau mengantarnyasekarang.
Tak lama
pesananya datang dan tanpa tunggu lama lagi sung young langsungmelahapnya
seperti orang yang tak pernah makan es krim. “ini sungguh dia yangingin atau
kau” seru young saeng sambil melirik sung young aneh. “sudah kubilang bukan aku
oppa yang mau tapi aegi” seru sung young tanpa sedikit punberpaling dari es
krim yang sedang iya makan. Young saeng tersenyum memperhatikansung young
menikmati es krim tak terbayang kejadian beberapa minggu yang laluketika sung
young mulai mengidam yang aneh-aneh dari ingin melihat jung min danhyung jun
sahabatnya bertengkar di depan sung young, atau sung young inginmakan takoyaki
di negara asli makanan itu, jepang.
2 weeks
ago…
“oppa, ayo
lah apa kau benar-benar sudah menelepon mereka?” seru sung youngpada young
saeng yang sedang asyik bermain basket dihalaman samping rumahmereka. “oppa?!”
seru sung young berteriak sambil menghetakkan kakinya ke tanahkesal, young
saeng pura-pura tak mendengarnya. “oppa!” seru sung young kali inimenghalangi
young saeng dengan bertolak pinggang didepan young saeng yanghendak menge-shoot
bola. “astaga, sudah ku bilang mereka jadwalnya sangat padatchagiya” seru young
saeng mencoba menerobos sung young yang terusmenghalanginya. “pasti bisa, hanya
sebentar kok, mereka berdua bertemu lalu bertengkar”seru sung young masih
menghalangi. “memang sih tapi jadwal mereka kan tak sama,ketika jungmin free
hyung jun tidak dan kebalikannya, awas!” young saengberhasil menyenggol sung
young lalu berhasil membuatnya hendak memasukan bolatapi bolanya…hilang..
“oppa?”
seru sung young sambil medribell bolanya, memasang wajah angkuh.“kau tidak akan
bisa mengalahkan ku” serunya lagi. “jinjja? Ah nati jika perutmu sudah seperti
bola itu kau hanya bisa melihat saja” seru young saeng sambilmendekati sung
young lalu langsung mengambil bolanya lagi. “ya! oppa aku tidakakan kalah,
mungkin nati iya” seru sung young mulai mencegat lagi, kali inimereka sudah
larut dalam permainan. “besok akan ku Tanya kan lagi” seru youngsaeng.
-
-
“hyung-a,
apa sung young sekarang sudah…”. “ya! dia masih waras hanya sajadia sedang ya
begitu lah” seru young saeng. “ah apa nati istri ku juga begitu”seru jungmin.
Mereka berdua sedang disebuah café menunggu datangnya hyung jundan si pemeran
utama kita shin sung young. “itu mereka datang” seru jungminsaat melihat sung
young dan hyung jun berjalan mendekat. Tampak sung youngsangat senang dari
wajahnya yang bercahaya ketika melihat jungmin, akhirnya keinginan bayinya
terlaksanakan juga.
“apa kau
menjemput sung young hyung jun-ah?” ledek jungmin sambil melirik kearah young
saeng. “ya! jangan berkata yang macam-macam kau!” seru hyung junberpura-pura
marah. “sudah-sudah kita makan dulu” seru young saeng mulai malasjika dua orang
kembar tapi beda itu memulai ‘perkelahian’ mereka young saengberpikir bagaimana
memisahkannya nati ketika sang ‘juru kunci’ dua bocah rusuh itutak datang, yang
young saeng maksud adalah hyun joong-laeder.
Beberapa
menit kemudian setelah makan…
“sung young
kami benar-benar tidak bisa” seru jungmin dan hyung junbersamaan, merasa
bersalah melihat sung young yang terus menatap berharap padamereka. “ayolah
oppa! Lakukan seperti biasanya, apa adanya” seru sung young.Young saeng hanya
menatap sambil menahan kepala dengan tanganya, malas.Bergentian menatap pada 3
orang yang sedang bicara didepanya itu, sungguh anehmenurutnya.
“ayolah
jebal” pinta sung young memelas. “aku tidak mungkin bertengkardengan bayi besar
sepertinya” seru jungmin melirik hyung jun dengan tampangmeremehkan. “memangnya
aku mau dengan kuda liar seperti mu?”. “ya! kuda liar?Kau…dasar ..”. “apa?
Bicara saja tak bisa” seru hyung jun sambil bertolakpinggang, tanpa mereka
sadari pada akhirnya mereka bertengkar dan sung youngpuas menontonnya.
Mungkin
hal-hal seperti itu masih bisa young saeng usaha kan tapi kalau yangini,
sedikit sulit..
“ini
takoyakinya! Semuanya dari toko yang paling terkenal, kau makan lah”seru young
saeng sambil menaruh kurang lebih 2 sampai 5 kantung pelastikdidepan sung
young. “aku tidak mau” seru sung young datar tanpa sedikit punberpaling dari
acara tivi yang sedang iya tonton. “kenapa lagi? Ada yang kautidak suka?” seru
young saeng tampak lelah. “aku kan sudah bilang takoyakiJEPANG oppa” seru sung
young. “ini takoyaki jepang, yang menjual orang aslijepang chagi” seru young
saeng. “bukan itu tapi aku mau makan takoyakinyadijepang”. “APA!? JEPANG? KAU
PIKIR JEPANG DAN KOREA SEDEKAT MYEONG DONG DANGANGNAM HAH?” seru young saeng
akhirnya dia’meledak’ juga, dia sudah menahanyadari tadi sung young sudah
benar-benar…
“ya sudah
kalau tidak mau, aku tidak akan makan” seru sung young, entahsejak kapan sung
young jadi cepat marahdan sensitive, ah sepertinya sejak hamil.
BRAK! Sung
young membanting pintu kamarnya kencang. Young saeng hanya bisaduduk disopa
menenangkan dirinya. Dia bingung harus bagaimana. Lalu iya ketukpintu itu
pelan. “sung young-ah? Aku..”. “jangan banyak janji, aku maukepastian” seru
sung young dari dalam kamar. “ kalau kau tidak mau makan yasudah! Kau juga tak
sedikit pun memikirkan ku!” seru young saeng akhirnya diabenar-benar tidak bisa
bersikap biasa saja sekarang, dia sudah di puncaknyasepertinya.
“dia
sungguh-sungguh sepertinya” seru young saeng sambil menatap kearahpintu
kamarnya dan sung young, sudah hampir jam 9 malam dan sung young belummakan
dari tadi siang. “ah bagaimana sekarang” seru young saeng tiba-tibahandphonenya
berdering, teryata managernya menelepon. “lusa? Dijepang? Ah ne nehyung.eh
tunggu jepang? Apa aku boleh..”.
-
“bagaimana?
Kau puas?” Tanya young saeng pada sung young yang sedang asyikmenikmati
takoyakinya didepan pohon sakura yang mulai bermekaran. Untungnyayoung saeng
ada jadwal show di jepang jadi sekalian saja iya mengajak sungyoung. “ne,
gomawo oppa” seru sung young wajah senangnya terlihat jelas. Youngsaeng pun
ikut senang.
“oppa? Oppa~” seru sungyoung sambil melambaikan tangannya didepan muka young
saeng yang sedangmelamun. “eh mwo?”. “kau tak mau memakan es krim mu?” Tanya
sung young yangberharap es krimnya diberikan padanya. “kau kan tadi janji hanya
makan satucup, yang ini milik ku” seru young saeng tak serius, wajah sung young
murungseketika. “hmm hanya bercanda, bantu aku menghabiskannya”. Serunya
sambiltersenyum menujukan dua lesung pipinya yang amat panjang. “hehe” seru
sungyoung girang.
“aku tak
yakin ini keinginan bayi kita” seru young saeng sinis. “sungguhoppa bukan aku
yang ingin”. “tapi kau yang makan kan?”. “kan hanya perantara”seru sung young
pintar menjawabnya.
-
-
-
Young saeng merasakan inginmelepas semuanya! kedua tangannya, kaki juga
kepalanya. Kenapa demikian? Karnayoung saeng merasa sangat lelah, matanya
bahkan yang sipit terasa semakin sipitdan tidak bisa dibuka sanking
mengantuknya, semalaman iya menemani sung young denganhobi barunya
‘beraktivitas’ di malam hari.
‘aku akan
tidur sebentar, hanya sebentar’ seru young saeng dalam hati sambilmemejamkan
matanya. “ireona” seru seseorang, padahal baru beberap menit youngsaeng tidur
sesorang sudah membangunkannya. “young saeng-a?”. “hyung?”. “kaubegadang lagi?
Apa aku perlu memberitahu sung young kalau jadwal mu sedangpadat sekarang”.
“tidak perlu hyung, aku hanya kelelehan saja”. “iya kelelahanyang merusak semua
jadwal latihan, kalau semakin parah aku akan bicara padasung young kalau kau
tak berani mengatakanya”. “aniyo hyung aku bisamenyelesaikannya”. Seru young
saeng pada managernya. “yasudah bersiaplah untuklatihan”.
-
“sung
young?” seseorang memanggil sung young ketika sung young sedang
berbelanjadengan haebin. “kyuppa?”. “ini..anak young saeng?” seru kyu jong
kaget bukanmain melihat sung young menggendong seorang bayi laki-laki.
“perasaan ku, akubaru tak melihat mu dua bulan tapi..”. “hahaha aniyo oppa, ini
anak..”. “sungyoung? Huwaa annyeong haseyo oppa!” seru haebin. “ah ini
anaknya..”. “iya inianak hyun oppa bukan anak ku, oppa sedirian?”. “ne memang
dengan siapa lagi,boleh aku mengendongnya haebin”. “tentu saja, kau kan sudah
lama sekali takkerumah oppa. tidak dengan ehem!”seru haebin melirik sung young.
“nugu?”. “alahoppa kami tau eonni yang waktu itu”seru sung young kali ini.
“jangan ngawur diahanya teman” seru kyu jong. “haha bukan teman juga tidak
papa” seru haebinmengoda kyu jong.
“haebin aku
ketoilet sebentar ne?”. “iya, aku tunggu sini” seru haebin masihasyik mengobrol
dengan kyu jong. Sebenarnya sung young bukan mau ketoilet tapiiya ingin
mengikuti seseorang yang sangat iya kenal.
1 jam yang
lalu
“kau kan
sedang istirahat, apa tidakbisa makan siang bersama? Aku sedang diluar dengan
haebin dan yun”. “aku adajanji dengan orang lain, maafkan aku”. “tidak perlu
minta maaf, kau memang takpeduli pada ku oppa”. “sung you..tut tut”.
“teryata
dia lebih memilih pergi dengan nona lee, menyebalkan” seru sungyoung melihat
dari kejauhan young saeng dengan salah satu staf B2M yang sungyoung kenal karna
beberapa kali kerumah mengambil barang young saeng. “mwoya?Mengantarkan belanja
pula? Iss jinjja?!” seru sung young terus mengikuti.
“memang
benar saat istri sedang hamil biasanya suamiberselingkuh?”. “hah? Bahaha wae?
Young saeng oppa berselingkuh? Tidak juga ituhanya kata beberapa orang
sebenarnya tak selalu begitu, tergantung”. “tergantung?”.“ne, makannya kau
harus baik dengan young saeng oppa sung young-ah”.
“aku baik!
Menurut!” seru sung young saat ingat kata-kata haebin beberapahari yang lalu.
“oppa” beo sung young ketika melihat sung young dipakekan bajuoleh nona lee,
entah kenapa rasanya kali ini sangat berbeda, sung young seringmelihat adegan
ini ketika di B2M tapi kali ini terasa berbeda. “oppa?!”. “sungyoung, kau
sedang apa disini?”. “aku? Kau lupa aku belanja dengan haebin! Jadiini
janjinya? Hmm bagus, memang lebih menyenangkan dengan nona lee dari padadengan
ku kan?”. “nona shin kau salah paham” seru nona lee. “tidak perlusungkan, maaf
menganggu ne” seru sung young lalu berlalu pergi dengan rasakesal dihati. “sung
young? Kau jangan berlebihan seperti ini?” seru young saengmenahan sung young.
“berlebihan? Apa minta makan siang bersama berlebihan? Ahaku lupa aku selalu
minta hal yang aneh-aneh, ah sudah lah oppa tak enak ditempatini kita berdebat,
lebih baik oppa kembali ke nona lee kasian dia tidak membawamobil pasti”. “sung
young?” seru young saeng dan sung young tetap pergi tanpamemperdulikanya.
“sung young
lama sekali”. “apa dia sudah dari tadi?” seru hyun joong. “iyaoppa, dari aku
mengobrol dengan kyuppa tadi sampai sekarang kau datang, kemanadia”. “mungkin
dia membeli sesuatu” seru hyun joong yang asyik mengendong yun,anaknya. “tapi
tasnya dan belanjaanya masih disini..ah itu dia! sung young..kaukenapa?”.
“maafkan aku, aku tidak bisa makan siang bersama mu, aku tak enakbadan aku
pulang duluan ne?”. “biar hyunppa mengantar mu”. “tidak perlu, sampaibertemu
lagi oppa, yun daa” seru sung young sambil membukuk pada hyun joong.“kejar dia
dulu, aku tunggu sini” seru hyun joong pada haebin.
“hyung? Apa
kau melihat sung young?” tiba-tiba young saeng datang. “dia barusaja pulang,
cepat kejar”. “terlambat iya sudah pergi, sebenarnya ada apaoppa?” seru haebin
kembali. “dia melihat ku dengan nona lee, ah dia berubahsekarang”. “jelas, dia
lebih sensitiv dari biasanya karna sedang hamil” jelashaebin. Haebin tau
sahabatnya itu tadi menangis.
-
“sung
young? Aku kan sudah minta maaf, jangan diamkan aku seperti ini”.“minta maaf?
Memang kau berbuat salah”. Seru sung young datar sambil sibukmerapikan piring
yang digunkan untuk makan malam. “yasudah kalau begitubagaimana agar kau tidak
lagi mendiamkan ku? Sung young?” seru young saengterus mengikuti sung young
bagai buntutnya. “aku mengantuk, kalau kau masih maubicara lanjutkan besok”
seru sung young sambil mematikan lampu. “ah” seru youngsaeng kesal sendiri
sambil menarik rambutnya frustasi.
-
“aduh dia
masih marah lagi” seru young saeng dalam hati sambil memperhatikansung young
yang asyik makan buah apel. “kau tidak makan?” seru young saengdatar sambil tak
berpaling dari makanannya. “tidak napsu” seru sung young pelan.“makanlah walau
hanya sedikit, sekarang kau makan bukan hanya untuk diri mu”seru young saeng
masih bicara tanpa menatap sung young. “iya nati aku makan”seru sung young.
“aku tau kau masih marah tapi jika ingin sesuatu beritahu aku.Aku pergi dulu”
seru young saeng lalu pergi begitu saja.
-
To: nona
shin
Oppa?
Apakah kau sudah makan siang?
eumm kau mau temani aku makan direstoran biasa?
tidak mau juga tak apa ^^ aku pergi sendiri
saranghae~~
eumm kau mau temani aku makan direstoran biasa?
tidak mau juga tak apa ^^ aku pergi sendiri
saranghae~~
“dasar”
seru young saeng membacapesan singkat dari sung young. “ayo kita makan siang”
seru manager hyung padayoung saeng. “hyung aku makan siang dengan sung young
ne”. “baiklah, aku salampadanya kalau begitu”. “ne” seru young saeng sambil
berlalu pergi, iya nampaksenang.
“sung young?”
seru seseorangketika sung young hendak masuk kedalam restoran laganannya,
dimana ditempat itulah iya bertemu dan jadian dengan young saeng, restoran
seafood. “oppa? Sedangapa disini?” Tanya sung young. “kau ini bagaimana, tadi
menyuruh ku kesini”.“aku ah kukira kau..”. “ayo cepat masuk, nati kita tak
mendapatkan meja, kaja”seru young saeng sambil mengandeng sung young yang masih
tak percaya youngsaeng datang.
“huwaa
sudah lama sekali nekalian berdua tak datang kemari” seru sang pemilik yang
hafal betul sung youngdan young saeng. “ne ahjjuma, emm seperti biasa ne”. “ne
tunggu sebentar” serusang pemilik itu sambil tersenyum lalu pergi. “jadi
kembali kemasa lalu ketikaada seorang gadis cantik tukang makan segalanya
sedang lahap memakan supkepiting” seru young saeng sambil memperhatikan
enterior resto itu yang takberubah sedikit pun. “haha sudah jangan di ingat”
seru sung young malu. “natiaku akan menunggu dua orang yang makan ditempat ini”
seru young saeng. “hm? Duaorang” seru sung young tak mengerti. “silakan
dimakan, apa kau tidak inginminum sesuatu?” seru ahjjuma pemilik resto pada
young saeng. “mungkin tehhangat ahjjuma”. “tunggu lah” seru ahjjuma.
“ahjjuma,
Sedang apa orang-orangitu? Ramai sekali?” seru sung young dari tadi
memperhatikan orang yang sedangberkumpul dimeja paling ujung resto itu. “ah
mereka? Aku mengadakan lomba siapayang bisa menghabiskan sup kepiting mangkuk
besar tanpa memuntahkanya akanmendapat voucher makan selama 1 bulan, kau mau
coba? Ah aku lupa kau sedanghamil”. “ah iya sayang sekali” seru sung young
sedih.
“sudah
habiskan makanan mu dulu”seru young saeng mendengar ahjjuma itu bicara rasanya
ingin muntah, kalau hanyamenemani sung young makan young saeng sudah kebal biar
pun setelah itu iya jaditak napsu makan, tapi ini tak terbayang dibenaknya jika
iya..uek!
“aduh aku
ingin memenangkannya”seru sung young memasang wajah aneh. “kau bisa
melakukannya nati 3 sampe 4bulan lagi” seru young saeng datar. “sudah keburu
diambil orang” seru sungyoung. “oppa?” seru sung young dengan wajah aneh.
“mwo?” seru young saengmerasa ada hal buruk segera terjadi. “menangkan untuk
ku?”. “MWO? Kau lupa atauamesia? Apa wajah ku kurang jelas kalau aku tidak suka
dengan semua hal itu?”seru young saeng tak percaya sung young menyuruhnya
mengikuti lomba makanmakanan berbahan dasar seafood.
“oppa?
Jebal, ini bukan keinginanku tapi...” seru sung young memasang wajah memelas.
“kau boleh menyuruh ku terjundari menara namsa tapi jangan ini shin sung young”
seru young saeng. “kumohonoppa, hanya sesuap bagaimana? Oppa jebal” seru sung
young. “ah!” seru sungyoung sambil memegang perutnya, iya terpaksa berbohong.
“ya! kau tidak papa”.“nan gwenchana asal kau mau melakukan itu walau hanya satu
suap, ne?” seru sungyoung, “hanya satu suap?” seru young saeng, wajahnya sudah
pucat. “nde oppa!Ayo” seru sung young semangat.
Didepan
young saeng sekarangsudah tersaji semangkuk besar sup kepiting yang
mengeluarkan upanya karna barudimasak. Sungguh membuat air liur yang mencium
dan melihatnya ingin segeramemakannya tapi tidak untuk young saeng, iya terus
mengembungkan pipinya,menahan napas dan menahan rasa mual yang luar biasa,
apalagi melihat kaki-kakikepiting yang masih utuh dan berwarna merah. Keringat
dingin keluar dari tubuhyoung saeng banyak dan besar-besar. “oppa? Gwenchanayo?”
seru sung young. Young saeng hanya menatapnyafrustasi.
“dalam
hitungan 3 dimulai ne”seru ahjjuma pemilik resto, banyak orang melihat. “oppa
cayo! Hanya satu suap”seru sung young memberi semangat. “hana dul set” seru
ahjjuma, sungguh youngsaeng berjanji akan membenci angka 3 setelah ini. Awalnya
young saeng hanya diamtapi perlahan iya memasukan sendok kemulutnya, iya terus
berpikir bahwasekarang iya tak merasakan apa-apa. Sungguh rasa mual itu semakin
menjadi,rasanya perut young saeng dikocok hingga ingin mengeluarkan semua yang
adadidalam perutnya, tak terasa young saeng sudah masuk suapan kelima
hinggaakhirnya semua keringat dan tenaganya habis bahkan sekarang young saeng
takmelihat apa-apa, gelap seketika…
“kyaaaaa!!
Opppa!!!” teriak sungyoung.
-
-
-
“apa yang
kau lakukan hinggayoung saeng seperti itu hah?” seru eomma sung young pada
putrinya itu. “akuhanya menyuruhnya memakan beberapa suap sup kepiting” seru
sung young tertundukmenyesal. “kau kan tau young saeng benci makanan itu, kau
ini sungguhketerlaluan” seru eomma sung young benar-benar marah. “aku tidak
memaksanya”seru sung young. “sudah jangan bertengkar ini rumah sakit” seru appa
sungyoung. Sekarang mereka sedang menunggu didepan pintu UGD dimana young
saengditangani karna jatuh tak sadarkan diri saat memakan sup kepiting tadi.
“kau sudah
menghubungi mertuamu?” seru appa sung young. “sudah mereka baru akan pulang
dari Gwangju besok”seru sung young.
-
“sung
young?” seru young saengketika sadar. “oppa?” seru sung young mendekat sambil
memegang tangan youngsaeng. “oppa aku minta maaf aku memang bodoh…aku”. “sudah
lupakan, janganmenangis, kau jelek jika menangis” seru young saeng sambil
tersenyum pada sungyoung.
Hariitu haebin berkunjung kerumah dan sung young sedang sendirian. “kau
apakanyoung sang oppa sampai bisa masuk UGD?” seru haebin sambil meminum jus
alpukatyang dibuatkan sung young. “ku suruh dia makan sup kepiting” seru sung
youngdatar. “mwoya? Bagaimana bisa? Dia mau?” seru haebin nampak sangat
terkejut.“aku sedikit berbohong, aku bilang saja itu keinginan bayiku, habis
kesalkemarin dia pergi dengan nona lee” seru sung young. “kau ini..ckck
habislah kaukalau dia tau”.
BRUK!
“aku
pulang” seru sebuah suaramenghentikan aktivitas sung young dan haebin yang
asyik didapur tanpa sadaryoung saeng datang bahkan mendengar semua yang mereka
bicarakan tadi. Haebin salahtingkah, iya menatap sung young. “sepertinya aku
harus pulang sekarang,kau..cepat!” seru haebin sambil menyuruh sung young
menyusul young saeng.
“oppa? Kau
pulang..”. “kenapa?Kau merasa terganggu aku pulang? Jangan pedulikan aku, kau
hanya mau mengambilbeberapa pakaian” seru young saeng cetus. “oppa maksud
kata-kata ku tadi..”.“kau sungguh keterlaluan..kau tau betapa kemarin aku
benar-benar mati rasa? Kaupikir aku melakukanya sungguh-sungguh? Kalau bukan
karna..alasan mu kemarin itusungguh, sudah lah sung young aku sedang tak ingin
bertengkar” seru young saenglalu hendak pergi. “oppa! Kau tak sepantasnya
marah, kau yang salah..”. “apa?aku? Ah gara-gara pergi dengan nona lee? Entah
sejak kapan tapi kau berubah!Kau bukan shin sung young yang kukenal lagi”.
“kenapa karna aku akan gendut danjelek?” seru sung young dia sudah menangis
sekarang. “apa?! Pikiran mubenar-benar, sudahlah lupankan mungkin lebih baik
kita tidak bertemu dulusekarang, kau bebas melakukan apa yang kau mau sung
young..”. “oppa..ah!” serusung young sambil memegangi perutnya. “sung young-a?
kau..kau kenapa?” seruyoung saeng panik saat melihat sung young merintih
kesakitan sambil memegangiperutnya. “oppa perut ku, ah!” seru sung young terus
merintih bahkan seketikawajahnya pucat. “sung young! Bertahan lah kita kerumah
sakit sekarang” seruyoung saeng lalu memapah sung young kemobil.
“sung
young..” seru young saengtak tega melihat sung young yeng terus merintih
kesakitan.
BRUMM
“WAE?!”
seru young saeng semakinpanik, bagaimana tidak mobilnya tiba-tiba mati total.
“oppa” seru sung young kali ini sambil berpeganggan kencangpada lengan
young saeng, young saeng tau pasti sung young sangat kesakitansekarang sampai
iya seperti ini sekarang.
“bagaimanahyung?”.
“kau harus segara menganti bus imobil mu yang sudah rusak ini youngsaeng”. “ah
benarkah?”. “ne, kalau tidak mobil mu nati akan mati total”. “natiaku akan ku
ganti, sekarang aku tak ada waktu”.
“astaga!
Bagaimana bisa akulupa!” seru young saeng saat ingat beberapa hari yang lalu
managernyamempringatinya. “sung young kau masih kuat berjalan kan?”. Sung young
hanyamengeleng pelan. Setelah memberhentikan taxi, young saeng lalu mengendong
sungyoung.
“ahjjusi
tolong ke rumah sakitterdekat! Cepat ne!” seru young saeng sambil terus
memperhatikan sung young.“oppa sakit sekali”. “bertahan ne” seru young saeng
tak tega melihat sung oungseperti sekarang. “ahjjusi kenapa berhenti?”. “ada
demo didepan tuan”. “apatidak bisa lewat jalan lain?”. “bisa tapi akan memakan
waktu”. Jelas sang supirtaxi. “sung young! Kau harus sadar! Ya tuhan! Darah!”
seru young saeng semakinhisteris, bagaimana tidak ada darah di dress putih yang
dipakai sung young,bahkan sekarang sung young tak sadarkan diri.
“sung
young..apa rumah sakitnyamasih jauh?”. “tidak tepat didepan sana”. “sung
young!” seru young saeng lalunekat mengendong sung young.
-
“apa yang
terjadi sebenarnya?Kenapa sung young bisa seperti itu?” seru appa young saeng
pada young saeng,sekarang mereka dan kedua orang tua sung young sedang menunggu
diruang tungguGAWAT DARURAT didaerah gangnam. “tadi aku dan sung young sedang
bertengkarkecil..”. “apa? Kau dan sung young itu kan sangat jauh perbedaan
umurnya, apakau tidak bisa bersikap dewasa padanya?” seru young saeng appa pada
akhirnyaiya meluapkan semua kekesalannya. “aku..”. PLAK! Sebuah tamparan
kencang melayangdari tangan young saeng appa padaanaknya itu. “chagiya”
teriak eommanya. “dengar! Sampai terjadi apa-apa padasung young dan bayinya kau
yang akan tau akibatnya” seru young saeng appa.“sudahlah. Lebih baik kita
berdoa agar eomma dan anaknya tidak papa”.
1 jam
kemudian…
“apa kalian
keluarganya?” seruseorang dokter. “ah iya, aku suaminya. Bagaimana keadaanya?”
seru young saeng.“dua-daunya tidak papa. Untung kau segera membawanya, ibunya
hanya butuh istirahat,nati aku akan memberikan vitamin”. “kamsahamnida
seongsaengninm” seru youngsaeng sambil membukuk, rasanya lega mendengar apa
kata sang dokter.
“permisi,
pasien sudah sadarkalian boleh menjenguknya tapi iaya berpesan tidak ingin
bertemu dengan taunheo” seru seorang suster. “baik sus, kau tunggu disini,
mungkin memeng lebihbaik untuk sementara sung young tak bertemu dengan mu” seru
young saeng padayoung saeng. “tapi aku kan..” young saeng pun pasrah hanya bisa
menunggu didepan kamar tanpa di izinkan masuk oleh sung young.
“bagaimana
keadaan mu? Apa masihsakit?”. “sudah tidak, maafkan aku membuat kalian
khawatir. Eumm..” seru sungyoung sambil melihat kearah pintu. “dia ada diluar,
apa kau ingin bertemudengannya?” seru eommanya, sung young hanya tertunduk.
“tidak papa jika kautidak ingin bertemu dengannya, sekarang kau pikirkan
kesehatan mu dan bayimu”seru young saeng appa. “eumm apa aku boleh pulang
kerumah? Aku merindukanrumah ku” seru sung young. “tentu saja, kau kan sudah
lama tak pulang, pulanglah nati biar aku yang memberitahu young saeng”.
“kamsahamnida” seru sung youngterus melihat ke pintu. Pasti sekarang young
saeng ada disana, ingin rasanyabertemu tapi sung young merasa menyesal jika
bertemu…
-
-
POV sung
young
“semuanya
sudah siap” seru eommapada ku, kulihat iya baru saja selesai mengemasi
baju-baju ku, hari ini akupulang kerumah, rumah ku, bukan rumah ku dan young
saeng oppa..
“kau harus biacara dengan young saeng dia terus diluar menunggu mu”. “aku tidakbisa bertemu dengannya, aku..” seru ku pada eomma. “kau tidak bolehmenyalahkannya, ini bukan salah mu atau dia tapi salah kalian berdua, kaliansudah besar, aku tidak bisa ikut campur lagi, kalian selesaikan sendiri” serueomma sambil memeluk ku, sungguh aku takut bertemunya, aku menyesal ketika iyadisalahkan atas diri ku, semua ini bukan salahnya.
“kau harus biacara dengan young saeng dia terus diluar menunggu mu”. “aku tidakbisa bertemu dengannya, aku..” seru ku pada eomma. “kau tidak bolehmenyalahkannya, ini bukan salah mu atau dia tapi salah kalian berdua, kaliansudah besar, aku tidak bisa ikut campur lagi, kalian selesaikan sendiri” serueomma sambil memeluk ku, sungguh aku takut bertemunya, aku menyesal ketika iyadisalahkan atas diri ku, semua ini bukan salahnya.
“ayo kita
pulang” seru eomma, akumengikutinya dari belakang, aku terusu tertunduk, aku
tak berani melihat youngsaeng oppa yang aku tau dia terus menatap ku. Aku
melewatinya begitu saja,mianhae oppa, aku belum bisa bicara dengan mu.
Hemm
setidaknya dia baik-baiksaja sekarang, dia terus melihat mobil ini, oppa…
POV sung
young END
1 bulan
kemudian…
“kalauseperti ini aku lebih baik melihat mu yang kurang tidur dengan kantung
matahitam mu tapi kau masih bersemangat latihan dari pada melihat kau lemas
sepertiorang yang sudah tidak mau hidup” seru manager hyung pada young saeng.
“kausudah meneleponnya?”. “hampir tiap hari hyung, sampai aku bosan tapi iya
takmengangkatnya” seru young saeng terus memandangi handphonenya
berharapseseorang yang sedang dibicarakan ini menelponnya. “kenapa kau tidak
datangkerumahnya?”. “sudah dia selalu tidak ada dan pasti tak ingin bertemu”
seruyoung saeng sambil menarik kuat tasnya yang biasanya terasa enteng sekarang
terasasangat berat. “aku pulang hyung” seru young saeng lemas. “hati-hati”.
POV young
saeng
Benar kata
hyung, mungkin inisangat terdengar berlebihan tapi tak ada sung young aku
seperti kehilanganseparu nyawa ku, aku merindukan mu shin sung young, sedang
apa kau? Ada apadengan mu? Kenapa kau menghindari ku seperti sekarang?
CKREK
Kubuka
pintu rumah ku, gelap?Tentu saja eomma dan appa pasti sudah tidur, biasanya
ketika aku pulang malamseperti ini, sung young sudah mencegat ku didepan pintu,
dia sudah siap dengansemua pertanyaanya, crewet. Seru ku pasti.
“oppa?”
seru orang yang sangat kurindukan itu, sung young? Dengan epron hijau
favoritenya, apa aku berhayal? Diamemegang tangan ku manja. “oppa? Kau sudah
pulang? Bagaimana tadi? Kau maumandi atau makan dulu baru mandi atau
kebalikannya? Oppa? Young saeng oppa?!”serunya didepan ku yang sedang duduk
dimeja makan memperhatiknya.
“young
saeng?” seru sung..eomma?astaga aku berhayal sung young saking merindukannya.
“kau sudah makan? Maueomma buatkan makanan? Dari tadi malah melamun tak baik”
seru eomma. “tidak akumau langsung tidur” seru ku. “kalau begitu tidur lah,
hah~ rumah ini sangatsepi ne? aku sangat merindukan sung young, pasti rumah ini
akan semakin ramainati kalau anak mu lahir ya, sudah cepat istirahat” seru
eomma.
Hah~ seru
ku sambil menghelanapas, hanya ini yang bisa ku lakukan, bodoh!
-
-
“nonna,kau
menunggu young saeng hyung? Kenapa tak masuk saja?”. “aniyo. Aku
menuggunyadisini”. “ya sudah”.
“hyung? Kau
semakin hari semakinromantic saja” seru seorang staf, apa maksudnya? Dalam hati
young saeng, iyamenyindir atau apa?. “apa maksud mu?” seru young saeng sinis.
“kau dengan sungyoung nonna semakin romantic saja”. BRUK! young saeng langsung
menarik kerahbaju staf itu. “young saeng!” teriak manager hyung, apa tidak ada
yang tahu?Young saeng sedang sensitive. “apa maksud mu?” seru young saeng masih
belummelepaskan kerah bajunya. “hyung aku selalu melihat nonna menunggu mu
didapanB2M, disebrang jalan, dihalte” serunya. “sungguh?” seru young saeng
melepaskantarikannya. “ne” serunya pelan.
“mana?
Tidak ada?” seru youngsaeng tak ada siapa-siapa dihalte. “oppa?” seru sung
young sambil melihat youngsaeng disebrang, sung young bisa melihat young saeng
dari café ini. “pasti oppatau dari orang itu, untung aku segera pergi” serunya.
-
“aku
pulang” seru sung young.“kau dari mana saja? Aku menghwatirkan mu, kau beli kue
lagi? Ckck sung young?”seru eomma sung young. “hmm?”. “apa kautidak mau
mengabari young saeng kabar baik itu?” seru eomma sung young sambilmenujuk
sebuah gambar yang tertempel di kulkas. “entahlah” seru sung young laluberlalu pergi.
“kau harus memberitahunya” teriak eomma sung young, tak lamatelepon rumah
mereka berbunyi lalu iya mengangkatnya. “yobseob? Young saeng?Kau ingin bicara
dengan sung young? Ah iya! pasti dia tidak mau, ada apa? Dia?baik-baik saja,
dia memang akhir-akhir ini sering pergi kalau sore tapi akutidak tau kemana
tapi kalau pulang iya membawa pulang kue, nama tokonya da daapa ne..ah daija!
Ne benar. Ne” seru eomma sung young saat ditelpon teryatayoung saeng yang
menelepon.
-
“ah kita
sudah hampir satu jamtapi appa tak kunjung terlihat ne?” seru sung young bicara
pada bayidiperutnya. “lebih baik kita pulang” seru sung young lagi, iya tak
sadar orangyang iya tunggu dari tadi sudah datang lebih awal dari padanya
bahkan dari tadimemperhatikannya. Young saeng memakai topi hitam menyamar,
duduk dimeja sebelahsung young, sayang sung young tak sadar.
“hmm biasa
yang menemani ku makansup kepiting kan oppa, huh” seru sung young sambil
memperhatikan mangkuk supdidepannya, entah rasanya tak napsu.
“oppa aku
merindukan mu” serusung young pelan, sambil melihat jalan yang mulai gelap
karna sudah malam. “akujuga”. “oppa? Kau?” seru sung young kaget dan tak
percaya siapa yang didepanyasekarang. “wae? Kau ini berkeliaran malam-malam
seorang diri. Ayo pulang, akuakan mengantar mu” seru young saeng sambil menarik
tangan sung young, sungyoung hanya menurut saking tak percayanya. “hemm jadi
ingat saat berkencandengan mu, aku rindu rumah ini” seru young saeng sambil
melihat rumah keduanya itu.
“aku
pulang” seru sung young.“selamat datang..young saeng?” seru eomma tak percaya.
“annyeong haseyo eomma”seru young saeng sambil membukuk. “kau datang tepat
waktu young saeng, akumemasak semua makanan kesukaan mu, sung young bilang iya
rindu pada mu jadiingin makan makanan kesukaan mu” seru eomma dan sung young
hanya melirik.“benarkah? Keberuntungan ku”. “duduklah kita makan bersama” seru
eomma. “apaaboji belum pulang?”. “dia bilang pulang telat ayo kita makan
duluan, selamat makan” seru eomma, sung young masih diam. “kau hanya makan sup
rumput laut”seru young saeng pada sung young. “aku belum begitu lapar” seru
sung youngdatar. “bairkan saja, lebih baik dari pada tak makan sama sekali”
seru eommasung young. “sung young ambilkan minum untuk young saeng”. “ah biar
aku ambilsendiri..eumm ini?” seru young saeng menujuk sebuah gambar atau bisa
dibalangfoto yang tertempel dipintu kulkas ketika iya hendak mengambil minum.
“ne,kemarin sung young baru periksa, namja young saeng-ah!” seru eomma
semangat.“benarkah?” seru young saeng sambil mengambil foto yang teryata hasil
USG sungyoung. Lalu young saeng melihat sung young dan tersenyum, sambil
berkata dalamhati ‘aku kalah taruhan’ dan sung young hanya tersenyum.
“sudah
kubilang pasti yeoja”. “baik kita taruhan, kalau begitu aku namja”. “dari
sifatmanja mu akhir-akhir ini pasti kau kalah taruhan sung young-a”. “kita
lihatsaja”.
“jadi aku
kalah taruhan?” seruyoung saeng sambil memperhatikan sung young yang sedang
berkaca didepan mejariasnya, lalu iya tersenyum. “kau..” seru sung young dan
young saeng bersamaan.“kau duluan”. “tidak oppa dulu” seru sung young.
“baiklah, eumm mau kah kaupulang kerumah?” seru young saeng kali ini sudah
bersujud didepan sung young.“entah lah, aku yang bodoh ini membuat mu
disalahkan oleh appa tempo hari” serusung young. “kau melihatnya? Jadi
gara-gara itu kau menghindari ku?” seru youngsaeng akhirnya tahu kenapa sung
young menjauhinya. “sungguh itu semua memangsalah ku, kau..” seru young saeng
lagi. “salah kita berdua oppa, oppa? Akumerindukan mu” seru sung young lalu
memeluk young saeng. “aku juga, aku tidakakan jalan lagi dengan nona lee” seru
young saeng dan sung young tersenyum.“haha tidak papa, aku hanya cemburu
berlebihan waktu itu”. “jinjja? Gomawoyochagiya, chu~” seru young saeng mencium
sung young.
“oppa?”.
“hm?” seru young saeng.“aku sudah periksa dua kali, ada yang tidak normal pada
bayi kita”. “benarkah?Wae?” seru young saeng wajahnya berubah cemas. “sudah
enam bulan tapi belum adatanda-tanda menendang dari dia, aku takut dia
kenapa-kenapa, kata dokter ituhal biasa mungkin dia perlu rangsangan” seru sung
young. “rangsangan, coba kupegang. Annyeong? Ah appa sangat menyayangi mu” seru
young saeng lalu meciumperut sung young. “oppa!”. “wae? Seru young saeng kaget
dengan ekpresi sungyoung. “dia menendang!”. “benarkah kau jangan mengada-ngada,
ah iya benar!kencang sekali!”. “mungkin dia mau jadi pemain bola”. “huh padahal
aku mau diamain basket”. “kalau begitu basket, haha” seru sung young geli
sendiri.
“sung young-ah kaja!”. “wae?” seru sung young takut dengan ekpresi young saengyang aneh. “oppa jangan berani melakukan hal yang tidak-tidak ne! aku takutterjadi apa-apa!” seru sung young sambil menghindari young saeng yang dengantampang aneh menghampirinya. “kalau sudah lebih dari tiga bulan ini bagus,kaja!” seru young saeng sambil terus tersenyum aneh. “ya! oppa!! Hajima,haha…”.
“sung young-ah kaja!”. “wae?” seru sung young takut dengan ekpresi young saengyang aneh. “oppa jangan berani melakukan hal yang tidak-tidak ne! aku takutterjadi apa-apa!” seru sung young sambil menghindari young saeng yang dengantampang aneh menghampirinya. “kalau sudah lebih dari tiga bulan ini bagus,kaja!” seru young saeng sambil terus tersenyum aneh. “ya! oppa!! Hajima,haha…”.
THE END
FB Link: Oneshoot
Related Posts :
- Back to Home »
- 15+ , Heo Young Saeng , Kim Hyun Joong , Kim Hyung Jun , Kim Kyu Jong , Lifestyle , OC , Park Jung Min , SS501 , Young Couple »
- Okta Haebin | Your Desire? | Young Couple

