Posted by : Zusli zuSaeng Triple'S
Sunday, May 11, 2014
Details:
Title
: Personil Pengganti (Daesung’s Gender Bender Series)
Author
: Zusli aka Shin Sung Young
Genre
: Friendship, Brothership, Romance
Category
: 15+
Casts:
• Shin Joo Young aka Shin Sung Young
• SS501
• Manager Hyung
• Others…
Thanks
to God, casts, and readers..
Happy Reading^^
©2014
zuSaeng501
*501*
Di
sebuah apartemen yang salah satu ruangannya dijadikan sebagai dorm, tingglah
sekolompok manusia-manusia tampan dan terkenal. Mereka menyebut diri mereka
sebagai SS501, boyband dari South Korea yang beranggotakan 5 orang. Tidak
seperti biasanya, namja-namja itu tampak sedang tidak bersemangat sore ini.
Sebuah pikiran yang muncul tiap hari mengusik mereka sehingga membuat galau.
Sebenarnya
tampak jelas jika diperhatikan, mereka kini tidak 5 orang, melainkan hanya 4
orang. Salah satu sahabat tidak menampakkan batang hidungnya sejak 10 bulan
yang lalu. Hal itulah yang membuat perasaan rindu menyergap mereka. Biasanya
mereka akan bermain dan melakukan hal-hal konyol di jam-jam seperti ini. Terus
bercanda, memanfaatkan waktu luang di tengah-tengah kesibukan latihan guna
mempersiapkan comeback. Tapi karena berkurangnya satu anggota itu membuat
semangat mereka tiba-tiba menguap.
“Kapan,
ya, Kyu Jong Hyung pulang dari wamil?” Angan-angan seorang namja yang biasa di
panggil Baby karena memang dia yang paling muda.
“14
bulan lagi….minimal.” Jawab namja yang sering dipanggil mal yang tengah tiduran
di karpet bulu berbantalkan perut si Baby alias Kim Hyung Jun.
“Padahal
baru 10 bulan dia pergi, tapi rasanya sudah lamaaaa sekali.” Kali ini si leader
Kim Hyun Joong yang angkat bicara. Dia tak hentinya memandang sebuah foto yang
tertempel di dinding, foto mereka ber-5 saat menggelar Persona Concert di
Indonesia. “Hey, kau tidak rindu pada Kyu Jong? Bukankah dia soulmatemu?” Hyun
Joong menatap sebal seorang namja yang duduk di sampingnya, namja dengan pipi
bakpaonya yang sedari tadi hanya terdiam.
“Tentu
saja aku sangat merindukan gorilla itu.” Namja bernama Young Saeng itu langsung
mengubah duduknya menjadi tiduran di sofa beralaskan kedua tanggannya.
“Hyun
Joong Hyung, tidakkah kau mengerti? Justru karena Young Saeng Hyung sangat
merindukan Kyu Hyung, dia jadi sulit bicara” Oceh si maknae lagi.
“Heh,
bocah, Young Saeng Hyung kan memang tidak banyak bicara. He is our silent
prince.”
“Oiya,
kau benar, mal, hahaha.”
“Ck!
Berhenti menggodaku!” Young Saeng langsung bangkit untuk duduk kembali, merasa
terganggu dengan perbincangan dongsaneg-dongsaeng jahilnya itu. Dua namja itu
langsung menutup mulutnya.
Ting
tong!
Bunyi
bel dorm membuat orang-orang itu terdiam. Karena tidak ada yang bangkit
membukakan pintu, bel itu berbunyi lagi.
“Geurae,
aku yang akan membukakan.” Akhirnya Young Saeng mengalah untuk membukakan
pintu. Sejenak ia merasa was-was kalau-kalau yang berada di balik pintu adalah
seorang fans yang mereka sebut Triple’S. Fans fanatic yang mengetahui
keberadaan mereka dan mengganggu ketenangan mereka.
Pintu
terbuka. Seorang namja berambut hitam keputihan tengah bersedekap, tidak sabar
menunggu, terlihat jelas dari wajahnya yang tampak sebal karena pintu tidak
segera di buka. Young Saeng langsung terbelalak kaget mengetahui bos besarnya
yang datang. Itu Mr.Lee, pemilik dari DSP entertainment atau DaeSung Media
tempat boyband mereka bernaung. Young Saeng langsung menunduk hormat dan
mempersilakan masuk. Ke-3 personil lain yang melihat langsung bergegas berdiri
dan menunduk hormat juga.
“Sudahlah,
jangan terlalu seperti itu. Ah, ya, kedatanganku kemari hanya untuk
menyampaikan sesuatu.” Mr.Lee langsung angkat bicara tanpa duduk terlebih
dahulu. Ke-4 orang itu langsung memasang telinga, memperhatikan dengan cermat.
“Kalian tahu kan tentang rencana comeback? SS501 tidak akan menjadi SS501 jika
personilnya hanya 4 orang. Untuk itu aku membawa satu orang untuk menggantikan
Kim Kyu Jong sementara sampai kepulangannya dari wamil. Hyun Joong-ya!”
“Ne,
Mr?”
“Aku
harap kamu bisa membimbingnya. Sebagai leader kau harus bisa mengajari dia
hal-hal yang baik arraseo? Soal kemampuan tidak usah diragukan, dia cukup ahli
dibidang dance dan suaranya tidak terlalu buruk. Semuanya akan diatur oleh
manager kalian.”
“Ne,
arraseo, Mr.”
Bersamaan
dengan itu, muncullah seorang namja bertubuh sedikit berisi yang diketahui
sebagai manager SS501 ditemani sosok namja kurus dengan rambut pendek coklat
kehitamannya. Tidak salah lagi, dialah personil baru yang dibicarakan barusan.
Ke-4 personil menatap namja yang tampak takut-takut itu. Mereka mencoba memberi
salam hangat pada si anak baru.
“Jaga
anak ini, ne? Dia anak sahabatku.” Mr.Lee mengelus kepala namja yang sebenarnya
jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan personil SS501 yang lain. “Nah,
mungkin hanya itu saja. Aku pergi dulu.” Mr.Lee menyalami semua orang yang ada
di ruangan itu lalu melangkah pergi ditemani Manager Hyung.
Hening.
Mendadak ruangan menjadi sepi sepeninggal Mr.Lee dan Manager Hyung. Anak baru
itu merasa gugup ditatap oleh personil lainnya dengan pandangan menyelidik. Dia
takut untuk kemungkinan tidak diterima sebagai salah satu anggota.
“Oh,
aku lupa memperkenalkan diri. Jo neun Shin Joo Young imnida dari Gwangju,
umurku 17 tahun..Aku..”
“Mwo?
17 tahun?!” Potong Hyun Joong terkejut mendengar kata 17 tahun. “Apa itu tidak
terlalu muda untuk SS501?” Joo Young hanya meringis. Yah, si leader tentu
sangat terkejut karena semua personil umurnya sudah diatas 20th.
“YES!
Akhirnya aku punya adik!!!” Diantara semuanya, Hyung Joon lah yang paling
gembira. “Kalian tidak akan bisa memperalatku lagi, haha.”
“Aah,
tenang saja Baby, aku akan tetap menyiksamu, haha.” Jung Min tertawa setan
sambil berkacak pinggang di hadapan Hyung Joon.
“Aku
yakin kau sudah mengenal nama-nama kami.”
“Ne,
Hyun Joong Hyung, bisa dibilang aku salah satu Triple’S juga, hehe. Jadi aku
cukup tahu tentang data-data kalian.”
Anak
baru itu nampak bernafas lega saat anggota yang lainnya langsung bersikap ramah
padanya. Tapi dia sedikit penasaran dengan Young Saeng yang sangat pendiam.
Kelegaannya juga bertambah karena
namja-namja itu tidak mencurigainya, curiga tentang sesuatu yang sebenarnya
sangat jelas. Semoga rahasia Joo Young tidak terbongkar. Rahasia kalau
sebenarnya dia adalah seorang yeoja.
*♀♂*
“Besok
kita langsung pergi ke gedung utama untuk latihan.” Kata sang leader sambil
melahap ramyunnya.
“Yeah,
aku menang! Hahaha.” Hyung Joon berteriak kegirangan sambil mengangkat
tinggi-tinggi mangkuk ramyunnya yang telah kosong. Yang lainnya nampak tidak
peduli dengan Hyung Junn, mereka tetap sibuk melahap ramyun masing-masing.
Hyung Jun memang selalu juara kalau soal makan.
“Mwoya,
hyung? Punyaku saja masih banyak.” Joo
Young menatap ramyunnya yang masih banyak, bahkan seperti belum dimakan.
Diliriknya mangkuk personil lainnya. Hyun Joong menyusul Hyung Jun, milik Jung
Min dan Young Saeng tinggal 3 suap lagi.
“Ckck,
kau seperti yeoja, lambat. Sini aku bantu!”
“Andwae!”
Dipukulnya tangan Hyung Jun yang terulur ke mangkuknya dengan sumpit. Jantung
Joo Young sempat berdebar saat namja putih itu menyebutnya ‘yeoja’.
“Aish!
Kau berani menyiksaku, hah.”
“Hahahaha,
kerja bagus Joo!!” Jung Min menepuk pundak Joo Young puas.”Kita bisa menjadi
team penyiksa ‘bayi raksasa’ itu, hahaha.” Kata-kata Jung Min membuat mata
Hyung Jun menyipit, menatap sebal.
“Sudahlah
jangan ganggu dia, kalian ingin dia menyelesaikan ramyunnya sampai besok?”
Ternyata sama saja, Hyun Joong malah ikut-ikutan menggoda Joo Young yang
langsung disambut kekehan oleh duo jahil itu. Joo Young hanya bisa
menggembungkan pipinya kesal. Tapi justru inilah yang membuat Joo Young
nyaman berada di kelompok ini. Mereka
yang banyak bercanda membuat suasana hangat dan
Joo Young sudah terlihat seperti orang yang lama berdiam di kelompok
itu.
Sambil
melanjutkan makannya, diam-diam Joo Young memperhatikan namja yang sedari tadi
hanya diam saja saat semua orang bercanda. Namja bernama Young Saeng itu
ternyata benar-benar pendiam sama seperti yang dituturkan oleh teman-temannya
saat interview. Hal itu membuat Joo Young semakin penasaran.
“Setelah
ini kita akan langsung tidur, jadwal latihan besok kuyakin akan menguras tenaga
jadi kita harus beristirahat sebaik mungkin.” Sang leader kembali bersuara,
berusaha mengatur dongsaeng-dongsaengnya.
“Aku
tidur di mana, Hyung?”
“Di
dorm ini hanya ada 3 kamar. Kau bebas memilih tidur dengan siapapun. Kamar yang
sebelah timur itu dihuni oleh Jung Min, yang tengah biasanya aku dan Kyu Jong,
dan yang paling ujung itu kamar Young Saeng dan Hyung Jun. Jadi, kau ingin
tidur dengan siapa?”
“Kusarankan
untuk tidak tidur dengan si kuda. Aku yakin kau sudah tahu tingkah
liarnya..auuh!! sakit mal!!” Hyung Jun balas menjitak Jung Min. Lagi, mereka
kembali berkelahi. Huh, dua anak itu tidak bisa diam sehari saja. Joo Young
daritadi tertawa senang saat dua hyungnya itu saling menyiksa.
“Ah,
karena aku pengganti Kyu Jong Hyung, aku akan mencoba tidur bersama Hyun Joong
Hyung.”
Semuanya
mengangguk setuju. Joo Young segera mengikuti Hyun Joong yang sudah lebih dulu
masuk kamar. Disusul dengan Young Saeng yang juga beranjak untuk pergi ke
kamar. Sedangkan dua orang lagi masih saja sibuk berkelahi sampai
berguling-guling di karpet, ck, sampai-sampai mereka dijuluki sebagai
Tom&Jerry karena selalu berselisih, tapi sebenarnya mereka sahabat yang
sangat kompak. Couple yang sulit dipisahkan.
Kamar
Hyun Joong memang tidak begitu besar, di dalamnya hanya terdapat 1 almari, 1
tempat tidur king size, 1 meja, dan setumpuk barang-barang yang sepertinya
milik si penghuni kamar. Namun kamar itu cukup nyaman dan rapi. Wallpaper yang
melekat semakin memperindah kamar.
Ternyata
Hyun Joong tidak segera beranjak ke tempat tidur. Dia malah mengambil gitarnya
dan memainkannya, membuat kamarnya dipenuhi suara bising dari gitar. Joo Young
yang ingin segera tidur hanya bisa menggerutu. Walau dia sudah menutup
kepalanya dengan bantak, tetap saja suara gitar Hyun Joong masih terdengar.
“Hyung!
Bisakah berhenti bermain? Aku ingin tidur. Kau bilang kita harus segera tidur
karena besok ada latihan?”
“Ah,
ne ne.”
Akhirnya
Hyun Joong mengentikan aksinya membuat Joo Young bernafas lega. Baru ia akan
menutup mata, ia merasa ada gerakan-gerakan yang membuatnya membuka mata lagi,
penasaran. Ternyata itu Hyun Joong yang sedang berusaha melepas hoodie dan kaos
yang melekat di tubunya sehingga namja itu topless menampakkan otot-otot perutnya
yang sempurna. Tentu saja, dia kan namja ter-sixpacks nomor satu. Bintang
hallyu itu bernafas lega, tidak memperhatikan Joo Young yang daritadi
mengalihkan pandangan tidak mau melihat pemandangan di depannya.
“Hy..Hyung,
kenapa melepas bajumu?!”
Tentu
saja Joo Young merasa gugup. Dia yeoja! Dari awal dia sudah merasa was-was
harus tidur seranjang dengan namja. Tapi semua rasa takutnya ia tepis agar
penyamaran namjanya bisa berjalan lancar. Namun tingkah Hyun Joong kali ini
justru membuat semuanya semakin rumit. Namja itu dengan cuek langsung
memposisikan diri tidur di samping Joo Young.
“Aku
selalu terbiasa seperti ini jika tidur. Bahkan sering aku hanya menggunakan
pakaian dalam. Kau tidak tahu itu?”
Joo
Young memejamkan mata erat. Dia lupa kalau salah satu idolanya ini punya
kebiasaan aneh saat akan tidur, Untungnya Hyun Joong tidak melepas celananya
juga.
“Ohh..umm..geurae,,jaljayo,
hyung!”
*♀♂*
Pagi-pagi
sekali semua personil SS501 sudah dibangunkan oleh manager untuk bersiap menuju
gedung utama. Seperti yang telah dijadwalkan, mereka akan berlatih guna
persiapan album baru yang rencananya akan dirilis beberapa minggu lagi. Joo
Young yang masih terkantuk-kantuk sedang duduk di dofa depan tivi. Tangannya
terus menopang kepalanya yang masih terasa berat. Handuk dan beberapa peralatan
mandi sudah ada di tangannya. Yah, apalagi yang sedang dilakukannya kalau bukan
menunggu kamar mandi kosong. Dorm ini hanya menyediakan 1 kamar mandi. Jadi ia
harus antri, bergantian dengan personil lainnya. Sialnya ia memilih untuk mandi
terakhir.
Semua
personil tadi sempat tidak habis pikir. Ternyata ada Hyun Joong kedua di dorm
ini. Maksudnya adalah ternyata Joo Young sama ‘kebonya’ dengan Hyun Joong.
Diantara semua personil, Hyun Joong lah yang dari dulu dikenal sulit untuk
dibangunkan. Tapi ternyata Joo Young jauh lebih sulit untuk dibangunkan.
Sampai-sampai semua personil + manager sempat ingin menyerah. Untungnya tragedy
di pagi hari itu berhasil diatasi oleh Young Saeng. Dia tak hentinya
menggelitik tubuh Joo Young sampai anak itu terbangun.
“Hey,
cepat sana! Aku sudah selesai.” Joo Young yang sempat memejamkan mata langsung
tersentak mendengar teguran di sampingnya. Didapatinya Young Saeng yang sedang
mengusap rambut basahnya dengan handuk. Joo Young terpaku sejenak. “Ppaliya!
Kenapa malah melamun, eoh? Kau akan ditinggal jika lama.”
“Aah,
ne, mianhae.”
Setelah
semua personil selesai sarapan, rombongan itu segera menaiki minivan dan
melesat menuju gedung DSP yang berjarak tak begitu jauh dari dorm. Joo Young
merasa sedikit gugup karena hari ini pertama kalinya ia berlatih bersama super
star terkenal, apalagi mereka itu idola-idolanya. Kegugupannya bertambah saat
kemampuan dance dan bernyanyinya tentu akan dilihat oleh seluruh personil,
manager, dan staf-staf yang ada di DSP.
“Hari
ini kita akan berlatih vocal untuk lagu utama kita. Karena lagunya cukup padat,
dan genrenya berbeda, pembagiannya akan sedikit diubah dan tentu saja berbeda
dari lagu-lagu sebelumnya. Apalagi posisi Kyu Jong digantikan oleh Joo Young
yang bahkan kita belum tahu seprti apa kemampuannya.” Hyun Joong dibantu
pelatih vocal mereka memberi pengarahan-pengarahan ke semua personi;. Jantung
Joo Young melompat-lompat saat dirinya ditunjuk untuk tes suara.
“Umm,
sebenarnya aku lebih mampu dibidang rap. Tapi aku juga ingin belajar yang
lainnya.”
“Tapi
SS501 sudah mempunyai dua rapper. Aku dan Hyung Jun. Biasanya Kyu Jong juga,
sih tapi pada lagu kita kali ini hanya membutuhkan 2 suara rapper. Jadi mungkin
kau akan belajar banyak hari ini.”
Joo
Young mengangguk semangat. Sebenarnya dia sadar, suaranya tidak terlalu bagus
saat bernyanyi. Dia lebih bisa rap karena tau tekhnik-tekhniknya. Namun tentu
saja itu tidak membuat Joo Young patah semangat. Ia ingin belajar lebih banyak
dari sunbae-sunbaenya. Siapa tahu dengan mempelajari tekhnik-tekhnik lain
suaranya bisa diubah menjadi semerdu suara milik Young Saeng si main vocal.
“Joo
Young-ssi, kau bisa belajar nada tinggi dari Young Saeng. Tolong ajari dia, aku
tahu kau lebih bisa mengajari dongsaengmu itu.” Young Saeng yang diperintah
guru vocal hanya bisa menurut saja. Mereka berdua mencari tempat yang nyaman
untuk berlatih.
Ruangan
yang mereka pijak ini bukan ruangan audio yang biasa mereka gunakan untuk
latihan bernyanyi. Ini lebih terlihat seperti aula yang kosong dengan beberapa
alat-alat music tergeletak di pinggir-pinggir. Akhirnya mereka memilih untuk
berada di sudut ruangan, sementara personil yang lain pergi ke ruang audio
untuk diberitahu tentang lagu yang akan mereka nyanyikan.
“Sebenarnya
suaramu tadi cukup unik dan berkarakter. Akan bagus jika kau bisa berbagai
tekhnik vocal. Aku akan mengajarimu apa yang kutahu.”
Selama
90 menit ke depan mereka sibuk berkutat dengan suara masing-masing. Young Saeng
dengan sabar memberi pengarahan pada personil baru itu. Hebatnya Joo Young
cepat menangkap apa yang dikatakan Young Saeng.
“Ah,
kau harus lebih menarik nafas.”
“Hyung,
hhh..aku butuh minum.”
“Haha,
geurae, aku akan ambilkan untukmu.”
Padahal
hanya bernyanyi dan berteriak-teriak, tapi itu cukup menciptakan peluh di kulit
Joo Young. Ruangan ini pun sudah dilengkapi AC. Suaranya sedikit serak karena
terus berteriak.
“Kau
hebat tadi bisa cepat mencerna yang kuberikan. Aku suka dengan suara kecilmu,
hanya saja terkesan seperti yeoja.” Kata Young Saeng sambil membuka tutup air
mineral dan langsung meneguk isinya sampai setengah. Beberapa tetes air sempat
mengalir di dagunya karea minum dengan terburu-buru. Joo Young lagi-lagi
terpaku sembari memikirkan perkataan Young Saeng. Suara seperti yeoja? Tentu
saja karena Joo Young memang seorang yeoja.
“Oiya,
sebenarnya kita disuruh ke ruang audio. Kkaja! Aku yakin kau akan mengingat
semua yang kuberikan tadi. Teruslah belajar dan berlatih.”
*♀♂*
Bernyanyi
dengan suara bagus itu sudah biasa, Bernyanyi dengan tekhnik yang tepat itu
hebat. Tapi seorang penyanyi yang memiliki karakter dan bisa mengolah suaranya
dengan benar itulah yang sangat luar biasa dan jarang. Joo Young sudah
mempunyai karakter itu, suaranya terkesan ‘cempreng’ tapi cukup nyaman untuk
didengar. Yang dia butuhkan adalah latihan untuk mengolah suaranya, mempelajari
tekhnik yang tepat agar suaranya lebih nyaman lagi untuk didengar.
Personil
dan manager senang dengan kehadiran Joo Young. Mereka berharap Joo Young bisa
memberikan yang terbaik sama seperti Kyu Jong yang akan terus bekerja keras
untuk memberikan kepuasan akan hasilnya yang maksimal. Karakter suara keduanya
memang berbeda, tapi itu justru memberikan warna yang berbeda pula untuk lagu
baru SS501 kali ini.
“Joo
Young-ah, aku akan tidur sekarang.” Hyun Joong sudah beranjak dari sofa bersiap
untuk ‘ngebo’. Matanya sudah memerah saking ngantuknya.
“Ckck,
Hyun Joong Hyung. Tidur paling awal tapi bangunnya selalu belakangan.” Hyun
Joong yang sudah melangkah kembali lagi untuk menoyor kepala si maknae. Hyung
Jun meringis sambil mengatup kedua tangannya, takut melihat ekspresi hyungnya
itu.
Lagi-lagi
Joo Young hanya bisa tertawa saat maknae itu disiksa. Jung Min justru
menyemangati Hyun Joong untuk terus
menyiksa dan untuk namja yang satunya…entahlah ada apa dengan dirinya. Young
Saeng hanya terdiam, fokus pada film di televisi, tidak peduli dengan
kekonyolan di sekitarnya. Ayolah, apa dia tidak punya selera humor?
“Hyun..Hyun
Joong Hyung. Umm, bagaimana kalau malam ini aku tidur dengan Jung Min Hyung
saja?” Semua personil kini beralih memandangan dengan tataoan ‘apa kau yakin?’.
Merasa keanehan itu segera diralatnya kata-katanya tadi. “Oh, itu, aku ingin
merasakan tidur dengan semua personil. Ini akan menjadi pengalaman yang
menyenangkan. Uwah, tak bisa kudeskripsikan betapa senangnya bisa tidur
seranjang dengan idola-idolaku, hehe.”
“Geurae.
Tapi kau tahu sendiri, kan tingkah si kuda saat tidur? Aku harap kau
berhati-hati.” Kata Hyun Joong sambil tersenyum penuh arti.
“Alaaah,
paling tidak sampai 1 jam Joo Young akan berlari ke kamarmu, Hyung. Hahahaha.”
Kali ini Hyung Jun yang menanggapi.
“Ish,
aku jadi penasaran. Seberapa tingkahnya Jung Min Hyung, akan kuhadapi.”
“Selamat
menghadapi tantanganmu. Semoga selamat.” Itulah kata-kata terakhir Hyun Joong
sebelum pergi menuju kamar dan tidur. Hyung Joon dan Young Saeng menyusul
kemudian meninggalkan Jung Min dan Joo Young yang masih di sofa dengan tv
menyala.
“Aish,
jangan dengarkan mereka. Aku tidak ‘seliar’ yang kau pikirkan. Kita akan
menjadi teman sekamar yang menyenangkan, Joo.” Ujar Jung Min sambil merangkul
pundak Joo Young. Yeoja..umm maksudku namja itu menggeliat untuk melepas tangan
Jung Min, merasa risih.
Jung
Min adalah salah satu personil yang tidak bisa diam kalau tidur. Dia akan terus
berotasi seperti kipas angin, itulah mengapa tidak ada seorang pun yang mau
tidur sekamar dengannya. Apalagi tingkahnya saat dibangunkan. Semua personil
tidak ada yang mau membangunkannya karena dia akan menjambak dan memukul siapa
saja yang berani mengusik tidurnya. Dan bisa ditebak, yang selalu menjadi
korban membangunkan Jung Min adalah Hyung Jun. Sudah puluhan kali ia terkena
jambakan dan pukulan Jung Min hanya karena membangunkannya. Tapi Jung Min
bilang ia merasa reflek melakukan semua itu, ck, benar-benar aneh.
Sebenarnya
Joo Young tahu konsekuensi itu. Namun ia juga penasaran. Ia tidak mau tidur
dengan Hyun Joong lagi karena tidak mau melihat namja itu half-naked. Bagaimanapun
ia yeoja, ia merasa risih melihat pemandangan itu. Kalau Hyun Joong akhirnya
tahu Joo Young yang bernama asli Sung Young seorang yeoja, ia akan merasa malu
dan marah. Yaah, walaupun Hyun Joong kerap memamerkan ototnya saat perform guna
memenuhi fans-service.
Dan
sejauh ini, belum ada satu personil pun yang menyadari kalau Joo Young itu
yeoja. Hm, setidaknya seperti itulah anggapan Joo Young.
Kamar
Jung Min ternyata tidak sebesar kamar Hyun Joong, sama saja. Yang membedakan
hanyalah ranjangnya, justru lebih sempit karena hanya single size. Tentu saja,
Jung Min kan selalu tidur sendiri, jadi ranjangnya pun tidak terlalu besar. Joo
Young sempat tertegun melihat itu. Bagaimana bisa dia tidur bersama ‘kuda liar’
yang banyak tingkahnya dengan ranjang sekecil itu? Tapi sudah terlanjur, dia
sudah memutuskan untuk tidur dengan namja yang suka dipanggil sexy charisma.
“Kau
yakin kita akan tidur di situ?”
“Tentu
saja, mau di mana lagi? Aku punya sih kasur lipat, tapi sangat tipis. Tenang
saja, aku tidak akan bertingkah malam ini.” Jung Min tampak sedang membuka
almarinya mencari-cari suatu benda. Diambilnya sebuah penutup mata berbentuk
mata panda dan umm..dua buah penyumpal telinga berwarna orange seperti wortel.
“Kau
masih suka memakai itu, Hyung?” tunjuk Joo Young geli melihat penutup mata
panda lucu yang sudah kumal.
“Setiap
hari aku memakainya, hahaha.” Jung Min segera memposisikan dirinya di ranjang,
memasang penutup mata dan penyumpal telinga, lalu menarik selimut sebatas
leher. Joo Young hanya bisa memandangi Jung Min, dirinya masih belum yakin
apakah harus tidur seranjang dengan makhluk ini?
Sebelum
naik ke ranjang, namja itu berdoa terlebih dahulu bermaksud agar malam ini
selamat. Jung Min menggeser tidurnya begitu Joo Young naik ke ranjang dengan
gugup. Tubuh mereka menempel tapi untungnya Jung Min tidur membelakangi.
Satu
jam berlalu dengan cepat. Dua makhluk itu sudah terlelap di dunia
masing-masing. Posisi mereka masih sama seperti semula. Di jam yang kedua, Jung
Min mulai bergerak, merasa pegal dengan posisinya yang seperti itu terus. Joo
Young langsung terbelalak begitu merasakan sesuatu yang berat menghantam
perutnya. Ommona, ternyata itu kaki Jung Min. Rintihan Joo Young terdengar
karena menahan beban kaki Jung Min. Disingkirkannya kaki itu perlahan, mencoba
untuk tidak membangunkan sang empunya. Sialnya kaki Jung Min tetap kembali ke
posisi semula. Berkali-kali Joo Young menyingkirkannya, tetap saja kaki itu
akan terus tergerak menindih perutnya. PLUK! Tangan Jung Min kini ikut berpartisipasi
menindih wajah Joo Young.
“AAGGGH!”
Karena
geram, akhirnya Joo Young menyingkirkan kaki Jung Min dengan kasar. Huh,
ternyata namja itu tidak terbangun. Joo Young terduduk di pinggir ranjang
dengan mata menatap Jung Min sebal. Perlahan tangannya tergerak, ingin sekali
menyentil jidat Jung Min. Belum sempat ia melakukannya, langsung diurungkan
niatnya karena Jung Min bergerak mengubah posisi tidurnya lagi. Oke! Sekarang
semua bagian ranjang sudah dipenuhi tubuh Jung Min. Joo Young semakin geram melihatnya.
Apa boleh buat, dia tidak enak jika harus membangunkan Jung Min. Matanya sudah
5 watt, tidak tahan jika harus melek lebih lama. Akhirnya dia memutuskan untuk
mengambil kasur lipat yang diletakkan di atas almari.
“Hah,
ini lebih baik.” Desahnya lega. Tidak lama kemudian Joo Young kembali terlelap.
BRUUKKK!!
Suara benda jatuh itu membuat Joo Young terbelalak lagi. Aigoo padahal belum 2
jam ia menutup mata tapi ada saja sesuatu yang membuat tidurnya terusik.
Ditambah beban yang sangat berat membuat tubuhnya sakit. Apakah ini kaki Jung
Min lagi? Ommo ternyata lebih parah. Jung Min terjatuh dari ranjang dan
parahnya menimpa Joo Young yang sedang terlelap di lantai, tepat di samping
ranjang.
“Yaakk!!
Jung Min-Hyung!! Berat sekali!!” Joo Young berusaha menyingkir dari setengah
tubuh Jung Min yang menindihnya, tapi nyawanya belum sepenuhnya pulih dan tubuh
Jung Min sangat berat baginya.
Yeoja
yang menyamar menjadi namja itu sedikit gugup mengetahui dirinya berada sangat
dekat dengan Jung Min, idolanya yang seorang namja. Nafas teratur Jung Min
menggelitik lehernya, membuat risih. Hah, ini tidak bagus. Dia harus bisa
menyingkir sebelum ada seseorang yang tahu dan sebelum dia mati kehabisan
nafas. Sebuah ide muncul di benak Joo Young, ia segera melepas penyumpal
telinga kanan Jung Min.
“Jung
Min-Hyuuuung!! Irreonaaaa!” sontak Jung Min merasa terkejut, telinganya
berdengung mendengar suara cempreng Joo Young tepat di telinganya. Namja itu
terduduk , matanya merem melek terkantuk-kantuk dibalik penutup mata panda.
Fuuh, akhirnya Joo Young bisa bernafas lega. Dilihatnya Jung Min yang diam
tidak bergerak. Joo Young sempat merasa was-was akan dimarahi habis-habisan
oleh Jung Min. Tapi ternyata si kuda itu justru kembali tengkurap, tertidur di
kasur lipat.
*♀♂*
“Joo
Young-ssi? Joo?? Irreona!” tepukan lembut di pipi Joo Young membuat ia
menggeliat. Lagi-lagi tidurnya terganggu.
“Ugghh..waeyo?”
walau begitu matanya tetap terpejam, ngantuk berat.
“Kenapa
kamu tidur di sini? Ayo ke kamarku saja.”
Ternyata
setelah tragedy tengah malam tadi di kamar Jung Min, Joo Young berniat tidur di
depan tv, di karpet bulu yang lembut daripada terus menderita jika tetap
bertahan untuk tidur di ‘kandang kuda liar’. Yah, walau di luar lebih dingin
daripada di kamar, Joo Young lebih merasa nyaman seperti itu.
“Ummhh..”
Joo Young mencoba duduk, tapi matanya tetap terpejam. Rasanya seperti ada lem
yang merekatkan kelopak matanya. Kepalanya tertunduk lunglai, membuat rambutnya
terjuntai ke depan semua, menakutkan seperti sadako.
“Kkaja!”
Brukk! Joo Young malah ambruk di pundak namja yang membangunkannya tadi.
Rasanya kakinya belum tersadar dari tidur, jadinya sulit digerakkan untuk
berjalan. “Eh, gwaenchanayo?”
“Young
Saeng-hyung, bolehkah aku tidur seperti ini? Aku terlalu ngantuk untuk
berjalan.” Perkataannya itu membuat Young Saeng terdiam, tapi kemudian ia
tersenyum.
“Yah,
tidurlah. Mianhae sudah membangunkanmu.”
Akhirnya
mereka ber2 tertidur di ruang tv bersandarkan sofa dan beralaskan karpet.
Mereka masih sama-sama terduduk dengan kepala saling bersandar. Young Saeng
tadi ternyata merasa kebelet sehingga ia memutuskan untuk bangun dan pergi ke
kamar mandi. Tidak tahunya dia justru melihat Joo Young yang tengah tidur
tengkurap di karpet. Merasa kasihan, dibangunkannya Joo Young yang
ujung-ujungnya justru berakhir seperti ini. ^_^
*♀♂*
Dorm
SS501 gempar dengan ditemukannya Young Saeng dan Joo Young yang tidur berdua di
ruang tv. Terlebih Joo Young, ia ditanya ini itu mengenai apa yang terjadi. Apa
boleh buat, Joo Young langsung menceritakan apa yang menimpanya dimulai dari
tragedy yang membuatnya kapok tidur bersama si kuda sexy itu. Jung Min yang
mendengar hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan meminta
maaf pada Joo Young yang pura-pura marah. Untung tadi malam bukanlah malamnya
yang terburuk. Masih teringat jelas dibenaknya sosok Young Saeng yang
menemaninya tidur di depan tv. Tidak habis pikir, namja itu mau melawan
dinginnya udara malam hanya untuk menemaninya.
Jujur
saja, sebenarnya Young Saeng adalah personil SS501 yang paling dikagumi Sung
Young, eh maksudku Joo Young. Walau ia tahu Young Saeng bukanlah namja yang
ramah dan sangat pendiam, ternyata dibalik semua itu Young Saeng sangat hangat
dan pengertian. Gara-gara kejadian semalam, Joo Young menjadi tambah sayang
pada sosok namja chubby itu, hehe.
“Young
Saeng-Hyung, jeongmal gamsahamnida sudah menemaniku semalam."
Sekarang
ini semua personil sedang berada di dalam minivan. Yah, jadwal kali ini sama
seperti kemarin, latihan. Tapi kali ini lebih difokuskan untuk latihan
koreografi dari lagu utama album baru SS501 yang akan dirilis. Sebenarnya
mereka sudah melakukan latihan-latihan dasar dan hari inilah saatnya untuk
pemantapan.
"Ah,
bukan masalah." Namja itu menjawab tapi tidak melihat kearah Joo Young.
Matanya justru tersita pada benda hitam di tangannya, PSP. Di waktu luang
seperti ini dia lebih memilih bermain PSP, berusaha menyelesaikan game yang
sudah lama ia mainkan.
"Hyung
sedang main game apa?"
"Empire
2." Joo Young yang duduk di samping Hyung Jun beralih ke kursi belakang di
mana ada Young Saeng dan Hyun Joong di sana. Tanpa rasa bersalah ia
memposisikan diri di antara keduanya, membuat Hyun Joong terhimpit ke sisi.
Young Saeng juga nampak terkejut akan kehadiran Joo Young.
"Yak,
bocah!"
"Ommo,
mianhae Leader Hyung. Tapi jangan dijitak juga, dong. Oiya, Young Saeng-Hyung,
kenapa tidak main yang empire 3?" Tanya Joo Young sambil mencondongkan
badan melihat ke layar PSP.
"Mwo?
Aku yang ini saja belum tamat. Memang kamu sudah pernah menyelesaikan
ini?" Young Saeng berdecak kesal saat tokoh game yang ia mainkan terkena
tusukan pedang lawan.
"Hahaha,
tentu saja sudah. Yak, awas itu ada musuh lagi, jalan ke hutan saja, pasti
aman. Ah, dulu aku dan saudara-saudaraku selalu memainkan ini."
Game
empire adalah salah satu game bergenre strategi, tentu saja membutuhkan
keahlian mengatur strategi jika ingin menyelesaikan game ini. Yah, ini adalah
salah satu game perang yang cukup terkenal di kalangan gamers. Game yang
mengisahkan tentang peperangan yang terjadi pada zaman dahulu, zaman kekaisaran
roma dan lainnya.
"Wah,
kalau begitu ajari. Aku susah menembus benteng pertahanan team merah di sisi
Barat itu. Mereka terlalu kuat, pasukan berkudanya sangat banyak."
"Sebenarnya
itu mudah Hyung, apalagi kau sudah melawan team hijau."
Young
Saeng dan Joo Young langsung sibuk berkutat dengan game itu. Mereka benar-benar
seperti tidak peduli pada sekitarnya jika sudah terfokus pada game. Hyun Joong
yang hanya bengong mendengar percakapan mereka langsung menggelengkan kepala.
Young Saeng sudah mendapat partner yang tepat untuk bermain game.
Minivan
berhenti tepat di sebuah gedung besar bertuliskan DSP. Mereka sudah sampai,
tidak terasa 25 menit sudah berlalu bagi Joo Young dan Young Saeng yang sedari
tadi hanya asyik pada game. Sudah sampai pun mereka tidak sadar karena sekarang
team biru milik Young Saeng sedang berada di pertengahan pertempuran seru.
"WOY!
CEPAT TURUN!!" Teriakan Hyun Joong di samping mereka bahkan tidak
digubris. Ck, mereka benar-benar sudah terhipnotis.
"Yak!
Ya, jalankan ke sisi timur, Hyung! Ya i.....aghhh! Appo!" Teriakan
semangat Joo Young langsung tergantikan dengan rintihan kesakitan seiring
jari-jari Hyun Joong yang menjepit telinganya erat. Baru setelah Joo Young
sampai di luar minivan, jeweran Hyun Joong terlepas menimbulkan bekas kemerahan
di telinga kiri Joo Young, sangat menyakitkan.
"Kau
jahat Hyung, asshh. Bilang saja Hyung cemburu karena daritadi aku dekat dengan
Young Saeng-hyung dan dia malah mengacuhkanmu. Dasar HyunSaeng couple!!"
"Hahahaha!
Diam kau bocah!" Hyun Joong melancarkan aksinya lagi karena sebal dengan
Joo Young. Di rangkulnya Joo Young yang jauh lebih pendek darinya erat, membuat
kepala Joo Young secara tidak menyenangkan menempel di ketiak terbuka Hyun
Joong karena memang namja itu hanya mengenakan singlet hitam. Dengan sengaja
tangan Hyun Joong lebih menekan, tidak membiarkan Joo Young terbebas"Tidak
ada HyunSaeng, yang ada hanya KyuSaeng."
"Ohok!!
Huuufff...Hyummmng..Epashhkaammn."
"Ukh!
Itu menjijikkan." keluh Hyung Jun sambil menahan tawa saat HyunJoo
melewati mereka. Manager Hyung hanya geleng-geleng melihat tingkah Leader dan
magnae baru itu.
"Agghhh!!"
Dengan
terpaksa Joo Young mencubit pinggang Hyun Joong agar dirinya bisa terbebas.
Cara itu ternyata sangat efektif, terbukti Hyun Joong langsung berteriak dan
melepas tangannya yang daritadi memegang Joo Young. Namja kecil itu langsung
menghela nafas banyak-banyak karena sedari tadi dia menahan nafas tidak mau
menghirup Hyun Joong, lalu berlari memasuki gedung DSP sebelum Hyun Joong
menangkapnya, tentu saja sambil mengusap-usap pipinya yang sedari tadi menempel
dengan kulit Hyun Joong.
Ternyata di mirror room sudah
terdapat dua orang namja. Yah, siapa lagi kalau bukan si pelatih koreografi.
Rajin sekali pelatih itu sudah stand by dari 15 menit yang lalu. Ruangan dengan
banyak cermin yang tertempel di dinding inilah yang akan digunakan SS501 untuk
latihan. Cermin-cermin besar itu akan mempermudah mereka untuk memantau gerakan
apakah ada yang salah atau kurang kompak dengan yang lain.
Empat personil yang telah masuk
langsung memberi salam ramah pada kedua Hyung mereka itu. Empat? Hanya ada Hyun
Joong, Young Saengm Jung Min, dan Hyung Jun di ruangan itu. Lalu kemana Joo
Young pergi? Padahal dialah personil pertama yang memasuki gedung. Salah satu
pelatih yang suka dipanggil Pelatih Yeon itu mengernyit menyadari kekurangan
personil. Belum sempat ia bertanya, pintu di belakang Jung Min terbuka,
menampakkan sosok Joo Young yang terengah-engah.
“Ommo, jeongmal mianhae. Aku
tersesat tadi.” Sontan semua yang ada di ruangan itu tertawa kecuali Young
Saeng, dia hanya tersenyum geli.
“Dasar bodoh.” Joo Young yang
mendengar kalimat itu langsung menginjak kaki Jung Min yang kebetulan ia lewati.
“Hahahaha, aku maklumi, kau baru
beberapa hari di sini. Kkaja! Kita pemanasan dulu.”
Seusai pemanasan, mereka segera
berlatih dipandu oleh dua koreografer itu. Latihan koreografi untuk lagu kali
ini cukup rumit dan padat. Hampir tidak ada jeda untuk mereka berhenti saat
melewati reff. Tapi SS501 benar-benar melakukannya dengan sempurna, mereka bisa
menaklukan gerakan itu dengan cepat karena sebagian gerakan dibuat sendiri oleh
Hyun Joong dan Jung Min. Joo Young yang masih tergolong pemula sedikit keteteran
tapi ia bisa mengimbangi dan mensiasati dengan cepat. Tidak diragukan lagi
kemampuannya dan pantas saja ia bisa diterima di DSP, bahkan diterima sendiri
oleh Mr.Lee.
Setelah beberapa menit berlalu untuk
latihan, semua personil SS501 langsung tergeletak di lantai, terkapar tak
berdaya karena tenaganya habis terkuras. Peluh benar-benar membasahi mereka,
membuat kaos yang dikenakan menempel tidak nyaman di tubuh. Dari bawah sini Joo
Young hanya bisa mengatur nafas dan sesekali melirik dua pelatihnya yang
mondar-mandir membawa minuman yang akan dibagikan kepada semua personil.
Namja-namja itu tampak tidak merasa lelah walau peluh juga telah melumasi tubuh
mereka.
Lama-lama sakit juga tiduran di
lantai yang keras. Joo Young memutuskan untuk duduk sambil meminum minuman
dingin yang tadi diberi pelatih Yeon. Tapi semua itu langsung ia urugkan saat
melihat personil SS501 satu per satu melepas kaos mereka kecuali Young Saeng
dan dirinya tentu saja. Joo Young hanya bisa menelan ludah, gugup, dan akhirnya
berbalik membelakangi semua personil. Yah, walau ia memang ingin melihat
tubuh-tubuh atletis idolanya, tapi ia cukup tahu diri. Pikirannya tidak tenang,
ia takut kalau dirinya juga disuruh untu melakukan hal yang sama. Tentu saja
itu tidak mungkin dilakukan! Atau semua penyamarannya sejauh ini sia-sia.
“Joo! Tadi aku melihatmu menari
dengan hebat. Kau bisa breakdance?” Tepukan Jung Min di bahunya membuat Joo
Young kaget. Namja itu hanya mengenakan celana triningnya saja, memperlihatka
tubuh yang terkesan sedikit kurus itu.
“Ne, dulu aku pernah belajar. Tapi
tenang saja Hyung, kau tetap ahlinya jika dalam hal menari, haha.”
“Kalau begitu ayo kita battle!!”
Jung Min berdiri, merenggangkan tubuhnya seolah bersiap-siap untuk melakukan
battle dance dengan Joo Young. Pelatih dan personil lainnya memberi semangat
dan meneriakkan nama mereka. Karena dipaksa sedemikian rupa akhirnya Joo Young
mau meladeni Jung Min.
“Mal! Memang kau bisa breakdance?”
“Anieyo pelatih Yeon! Hahaha. Aku
akan menarikan tarian sexyku dan Joo Young akan menunjukkan apa yang ia bisa.”
Musik dihidupkan kembali. Kali ini
bukan menggunakan lagu SS501 tapi menggunakan musik barat yang cocok digunakan
untuk aksi mereka. Jung Min mulai duluan, ia dengan lincah meliukkan badannya
dan melakukan beberapa gerakan yang membuat semua orang yang melihat
tercengang. Bukan karena kehebatannya sebenarnya, tapi karena kekonyolan dan
kegilaan Jung Min saat menari. Namja itu memang suka bercanda dan melakukan
hal-hal aneh. Tapi walau begitu tarian ngawur Jung Min terkesan rapi. Tidak
heran jika dia dijadikan leaddance yang sexy.
“Ahahahahahaha!!” Hyung Jun sedari
tadi tidak berhenti tertawa melihat kekonyolan Jung Min sampai-sampai ia
menunduk memegangi perutnya yang sakit akbiat terlalu banyak tertawa.
“Nah, sekarang diliranmu, Joo!”
Joo Young bersiap, ia sengaja
memilih lagu mix. Awalnya ia menarikan tarian gila juga sama seperti Jung Min
tapi ini lebih ke tarian yeoja. Ia ingin membuat lawakan mengenai tarian
yeojanya yang ditarikannya dengan genit. Tapi yang ia perbuat justru membuat
semua orang tercengang tidak berkedip.
“Kau pantas sekali menjadi yeoja!”
seru Hyung Jun. “Wah, Young Saeng Hyung punya saingan, haha.”
Joo Young jadi ikut tertawa
mendengar ocehan Hyung Jun, tapi ia juga khawatir. Apa tariannya terlihat
berlebihan? Tak lama kemudian musik sudah berganti dengan musik disco dengan
dua rapper yang bernyanyi sahut-sahutan. Inilah saatnya ia memulai gerakan
breakdancenya. Dengan lincah ia berputar hanya bertumpuan tangan, lalu meloncat
berputar kesana-kemari sesuai iringan musik. Dan terakhir ia melakukan
handstand dengan hanya menggunakan tangan kanannya selama beberapa detik. Musik
pun berhenti.
“Uwa! Daebak, dongsaengi!” Jung Min
bertepuk tangan kegirangan.
“Tapi kau membuatku pusing, aigo.”
oceh Hyung Jun sambil memegangi kepalanya.
“Aku punya ide, bagaimana kalau kita
menyisipkan breakdance Joo Young di akhir lagu utama, heum?” Seru pelatih Baek
yang sedari tadi masih kagum dengan Joo Young. “Sekalian untuk lebih
mengenalkannya pada Triple'S.”
“Yah, aku rasa itu malah bagus,
eottokhae dongsaeng?” Semua personil mengangguk setuju sementara Joo Young
hanya memasang wajah cengonya. Tidak habis pikir kalau dia akan medapatkan part
khusus di album baru ini.
“Mengenai Triple'S, apakah mereka
tidak akan marah mengenai kehadiranku?” Joo Young mulai merasa resah dengan
kemungkinan Triple'S atau fans SS501 membencinya dan membuat SS501 mempunyai
haters. Padahal SS501 dikenal sebagai boyband yang paling sedikit hatersnya
bahkan bisa dibilang tidak punya haters.
“Itulah yang aku pikirkan dari awal.
Pasti Triple'S akan protes seperti 'Aku tidak mau Kyu Jong diganti' atau 'Aku
tidak mau SS501 punya anggota baru' dan itu cukup merugikan kita.” perkataan
Hyun Joong semakin membuat Joo Young tertunduk, merasa bersalah.
“Aku yakin tidak demikian. Toh, ini
tidak selamanya. Triple'S yang baik pasti akan mengerti dan bukankah ini
dilakukan untuk kebaikan mereka juga? Kita bisa membantu menjelaskan nanti saat
pers conference pre-debut.” baru kali ini ia mendengar suara Young Saeng lagi
sejak kejadian di mobil. Kata-katanya membuat hati Joo Young cukup tenang dan
terhibur.
“Sepertinya aku tahu apa yang harus
aku katakan saat perscon.”
*♀♂*
“Nah, sekarang kau mau tidur bersama
siapa, eoh?”
“Molla,
Hyung. Apa aku harus tidur denganmu lagi?”
Masih
teringat dengan jelas malam tidak menyenangkan bersama kuda liar itu. Tentu
saja Joo Young tidak mau mengalaminya lagi apalagi ia sangat capek hari ini. Ia
ingin tidur dengan tenang. Dan mengenai jadwal besok, ah, pasti akan menguras
tenaga juga walau hanya pemotretan.
“Tidurlah
di kamarku, aku akan tidur di kamar Hyun Joong Hyung.”
Joo Young
tak bisa berkata apa-apa saat Young Saeng melewatinya dan masuk ke kamar sang
leader membawa selimut tebal. Namja itu, ternyata benar-benar mewujudkan impian
Joo Young untuk bisa tidur dengan semua personil SS501. Ah, tentu saja, itu
berarti malam ini ia harus tidur dengan si 'mantan' mangnae.
“Hyung,
bolehkah aku pinjam, eh...Joo Young?”
Hyung Jun
yang tengkurap sambil memainkan handphonenya langsung duduk bersila mengetahui
Joo Young yang masuk, bukan Young Saeng. Namja itu masuk ke kamar dengan
ragu-ragu. Ternyata tidak berubah. Kamar itu terlihat mirip dengan kamar
JunSaeng yang ia lihat di televisi. Kamar yang berukuran sama dengan yang
lainnya hanya saja kamar ini tidak dilengkapi dengan ranjang. Hanya kasur
lesehan yang luas tapi terlihat hangat karenga dilengkapi juga dengan selimut
tebal.
“Boleh aku
tidur di sini, Hyung Hyung?”
“Ish,
jangan panggil aku Hyung Hyung. Tentu saja boleh, jja kita tidur sekarang
saja.”
Mereka
berdua langsung merebahkan diri, berbaring di kasur yang empuk. Namun nampaknya
Hyung Jun belum juga memejamkan mata. Ia masih terlihat asik mengotak-atik
handphonenya. Tapi beberapa menit kemudian Joo Young merasakan sesuatu
menyentuhnya. Baru disadarinya ternyata itu tangan Hyung Jun yang memeluk Joo
Young dari belakang karena memang Joo Young tidur membelakangi Hyung Jun.
“Hy..Hyung..apa
yang kau lakukan?”
“Eh, kau
belum tidur rupanya. Aku hanya penasaran denganmu.”
Tangan
Hyung Jun yang semula hanya berada di pinggang Joo Young kini beralih semakin
ke depan menyentuh perut yeoja yg menyamar jadi namja itu. Mata Joo Young
terbelalak karena perlakuan Hyung Jun, wajahnya pucat merasa takut dan gugup.
“Kau
pikir apa yang kau lakukan, hah?!!” disentaknya tangan Hyung Jun. Namja itu
terkejut dengan reaksi Joo Young yang nampak sangat marah. Ditatapnya Joo Young
yang hanya duduk di pojokan sambil menyembunyikan wajahnya, takut.
“Ommo,
jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya mau mengecek tubuhmu.
Siapa tahu di balik tubuh kurusmu, kau mempunyai otot yang sama sepertiku,
hahaha.” Joo Young masih menunduk, takut dengan tatapan Hyung Jun. Harusnya ia
tahu dari awal, tidur dengan si maknae itu tak kalah beresikonya. “Kau ini
kenapa, sih? Hanya begitu saja langsung gemetar.” Namja itu kembali ke
posisinya, tidur menghadap tembok, membelakangi Joo Young yang masih terduduk.
“Kau
tidak mengerti, hhh.” Kata Joo Young, tapi nampaknya Hyung Jun tidak peduli,
sibuk dengan usahanya membawa diri ke alam mimpi.
*♀♂*
“Hey,
gwaenchanayo??” Joo Young terlonjak kaget saat pundaknya ditepuk seseorang. Ah,
ternyata dari tadi ia melamun. “Ngelamunin apa hayo?”
“Ah,
anieyo Young Saeng Hyung.”
“Hahaha,
geurae. Bagaimana malammu dengan Hyung Jun? Apakah dia teman sekamar yang
menyenangkan?” Sebenarnya tadi ia memang melamunkan itu. Joo Young justru sulit
tidur saat sekamar dengan Hyung Jun. Masih teringat perbuatan Hyung Jun yang
sebenarnya sederhana tapi tetap saja membuat Joo Young merinding mengingat
dirinya adalah seorang yeoja.
“Yaah,
begitulah Hyung.”
Obrolan
mereka terhenti saat Joo Young dipanggil untuk fitting bajunya yang akan di
pakai untuk pemotretan hari ini. Yah, sekarang semua personil SS501 sedang
berada di studio foto, bersiap melakukan pemotretan album baru.
Kali
ini konsep yang akan digunakan tentang MAGIC, sama seperti album mereka,
MAGICAL POWER. Sama seperti halnya album terakhir, DESTINATION dan REBIRTH,
konsep tahun ini juga sedikit mengandung misteri karena semua personil SS501
harus bertransformasi menyerupai orang yang seolah-olah ahli dalam magic dengan
ciri khas masing-masing personil yang sudah ditentukan.
“Nah,
sekarang semuanya bersiap! Um, atau mungkin kita mulai dulu satu persatu. Hyun
Joong-ssi, kau lebih dulu.” Seru sang photografer.
“Eh,
kemana Joo Young?” bisik Jung Min pada Young Saeng.
“Entahlah,
mungkin masih melakukan persiapan.”
Hyun
Joong berjalan menuju tempat pemotretan yang telah disiapkan dengan baik, yaitu
sebuah background menyerupai hutan dan di sana sudah disediakan beberapa
atribut yang sering dilihat dalam film-film penyihir. Dengan pakaian serba
hitamnya, Hyun Joong dijuluki sebagai “Black Shadow Wizard”. Menceritakan
tentang sosok penyihr yang terkesan jahat tapi sebenarnya ia sangat baik.
Penyihir terkuat dari seluruh penyihir.
Pakaian
Hyun Joong meliputi celana panjang hitam dan jubah hitam yang terjuntai sampai
tanah tanpa memakai kemeja atau kaos. Tentu saja, sang leader sengaja
memamerkan bentuk tubuhnya yang sempurna itu. Apalagi dengan sengaja ia
mengoleskan minyak pada perutnya agar tampak mengkilap, wow! Rambut Hyun Joong
juga dicat hitam dengan tatanan sedikit dinaikkan tapi sengaja dibuat
acak-acakan.
“Aku
yakin Triple’S dan Henecia akan terbayang-bayang terus dengan foto Hyung yang
satu ini” celotehan Hyung Jun membuat Jung Min dan Young Saeng terkikik.
“Han,
dul, set! Yak, bagus! Sekarang coba kau berikan tatapan mautmu, Hyun
Joong-ssi!”
Hyun
Joong melepas jubahnya kali ini. Ia bersandar menghadap sisi kiri pada sebuah
pohon tiruan dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Tak lupa
ia menatap tajam kearah kamera.
“Daebak!
Nah, sekarang giliran si bakpao!”
Young
Saeng hanya mencibir sekilas, tapi ia berusaha konsentrasi, membayangkan pose
apa yang cocok dengan penampilannya. Walau ia dijuluki sebagai master of selca
yang tidak pernah mati gaya, ia berusaha mencari pose yang pas. Latar Young
Saeng berbeda 180 derajat dari latar pemotretan Hyun Joong. Tentu saja, karena
konsep Young Saeng adalah serba putih sehingga ia dijuluki sebagai “White Light
Wizard”, penyihir yang akan selalu memberikan pertolongan pada siapapun yang
membutuhkan. Di sana terdapat sebuah kolam kecil berisi air yang sangat bening
dengan hiasan-hiasan buah labu hallowen berwarna putih. Namja dengan jubah,
kemeja, dan celana panjang serba putihnya itu bersiap di pinggir kolam,
memainkan air. Ia sengaja melepas tiga kancing teratasnya membuat kesan seksi.
Dengan rambut emas menyalanya itu justru membuat Young Saeng tampak seperti
Angel, bukan Wizard. Tapi memang seperti itulah dirinya.
“Kau
seksi sekaligus sangat cute, haha” Ejek si photografer tapi sejujurnya ia puas
dengan pose Young Saeng.
“Hyung,
aku berusaha tampak horror tadi.”
“Hahahaha,
ya ya kau sedikit menakutkan tadi. Tapi tadi posemu sangat bagus, gomawo.
Sekarang Jung Min-ssi!”
Sambil
mengacak-acak rambut merahnya, Jung Min berjalan menuju tempat pemotretannya.
Hyung Jun sedikit bergidik melihat Jung Min berpenampilan seperti itu. Tentu
saja, diantara mereka penampilan Jung Min yang paling menyeramkan. Bagaimana
tidak, namja itu memakai kemeja panjang berwarna putih berlumuran darah,
umm...yang sebenarnya itu hanyalah pewarna kental berwarna merah. Celana hitam
dan sepatu hitamnya juga tampak dipenuhi bercak-bercak darah.
“Sebenarnya
ini agak menjijikkan, haha.”
“Gwaenchana,
bersiaplah! Han..dul..set!!”
Asap
berwarna merah ikut berpartisipasi dalam pemotretan Jung Min. Namja itu justru
tampak seperti vampire, tapi memang seperti itu konsepnya, “Bloody Red Wizard”,
seorang penyihir jenius yang haus darah. Dengan jahil Jung Min berpose sambil
bermain-main dengan tengkorak-tengkorak tiruan yang memang disiapkan untuk
hiasan.
“Aku
tidak tahu kalau ada kuda semenyeramkan ini, hahaha.”
“Diam
kau, baby!!” Jung Min memukulkan tulang yang terbuat dari gabus ke kapala Hyung
Jun. Tentu saja Hyung Jun mengaduh dan bersiap membalas, namun Jung Min justru mendorong
Hyung Jun menuju latar pemotretannya.
Tempat
pemotretan milik Hyung Jun terkesan lebih menyenangkan dibanding yang lainnya.
Sebuah ruangan dengan cat biru tua didesain menyerupai kamar tidur penyihir.
Terdapat sebuah perapian dan karpet berbulu yang dipenuhi boneka-boneka
berbentuk penyihir. Penampilan Hyung Jun juga tidak kalah menggemaskan. Ia
memakai kemeja biru cerah yang rapi dimasukkan ke dalam celana panjang biru
tuanya, tapi kancing kemejanya tidak ada yang dikancingkan, si maknae satu ini
juga memiliki tubuh yang bagus. Oiya, tidak lupa sebuah jubah yang senada
dengan warna celana menjuntai tapi hanya setengah badannya. Rambut Hyung Jun
berwarna hitam dengan sedikit semburat berwarna biru. Saatnya “Baby Blue
Wizard” beraksi! Si penyihir jahil.
“Uuu..aku
jadi ingin mencubitmu, baby Jun!!” Jung Min mendekati Hyung Jun yang sudah
selesai dengan pemotretan, memasang tampang aegyo dan gaya menirukan seorang
fans yang sangat mengagumi Hyung Jun.
“ Kau menggelikan, mal!”
“ Kau menggelikan, mal!”
“Hey,
kemana si anak baru?!” tanya sang photografer, tapi hanya dijawab gelengan oleh
semua personil. Young Saeng berniat menyusul Joo Young di ruang tata rias namun
sebelum ia membuka pintu, sosok berjubah hijau sudah muncul.
Sejenak
semua personil dan crew yang ada di ruang pemotretan memandangi Joo Young tanpa
berkedip. Untuk konsep “Prosperous Green Wizard” Joo Young menggunakan jubah
hijau tua berumbai-rumbai yang panjang selutut dipadukan dengan kemeja hijau
muda dan celana panjang hijau tua juga. Rambut Joo Young disisir lebih rapi
daripada personil lainnya, yang justru malah menampakkan kesan manis. Itulah
yang membuat semua orang sempat tertegun, namja itu terlihat cantik dengan make
up sedikit extrimnya. Tapi nampaknya tidak ada yang menyadari kalau Joo Young
memanglah seorang yeoja. Dia memang sengaja dirias tampak lebih manis karena ia
adalah seorang penyihir ramah yang baik dan tentu akan disukai oleh banyak
orang.
“Mwoya?”
tanyanya bingung karena orang-orang masih memandanginya.
“Hahaha,
anieyo. Ppaliya! Aku sudah menunggumu.”
“Mianhae,
Hyung.”
Dengan
sedikit menunduk Joo Young bejalan menuju tempatnya. Latar Joo Young kali ini
dipeuhi pohon-pohon hijau segar, baik itu pohon besar ataupun yang baru tumbuh.
Berpakaian serba hijau seperti itu membuatnya seolah berkamuflase dengan
lingkungannya yang memang serba hijau.
“Han...dul..set!”
Kipas
angin besar sengaja dihidupkan untuk menciptakan efek angin di pemotretan Joo
Young. Banyak daun-daun beterbangan di sekitarnya. Berkali-kali Joo Young
berpose, ia justru terlihat manis daripada horror. Namja itu senang sekali
tersenyum.
“Ommona,
kenapa dia seperti yeoja? Ck, kau benar-benar mendapat saingan, Young Saeng
Hyung.” Celotehan Hyung Jun tidak dipedulikan. Young Saeng memilih untuk tetap
asyik melihat sesi pemotretan Joo Young. Entah kenapa, ia menjadi tertegun dan
darahnya berkali-kali berdesir saat melihat Joo Young, apalagi saat namja itu
tersenyum.
“Umm,
sepertinya aku ingin mencari udara segar dulu.” Tidak mau berlama-lama di
tempat pemotretan, Young Saeng memutuskan untuk keluar. Sekaligus menjernihkan
pikiran. Hhh~
*♀♂*
“Hyung,
kkaja! Ternyata kita sekalian membuat music video.” Young Saeng memandangi
orang yang memanggilnya, ah Joo Young. Ia tersenyum sambil mengangguk kemudian
beranjak dari bangku yang berada di depan gedung.
“Joo
Young-ah!” Joo Young yang sudah berjalan mendahului mendadak berhenti karena
lengannya dicengkram Young Saeng.
“Mwo..mwoya
Hyung??” Young Saeng hanya bisa tertegun, merasa bingung sendiri dengan
perbuatannya.
“Oh,,
umm tunggu aku, hehe.”
“Hahaha,
kkaja Hyung!” Joo Young malah merangkul lengan Young Saeng, berusaha menarik
namja itu ke dalam. Tentu saja itu semakin membuat Young Saeng tertegun,
kembali berkutat dengan pikirannya. Entah apa yang sedang ia pikirkan.
Tempat
pembuatan MV kali ini berada di luar ruangan, di halaman belakang gedung yang
sudah disulap dan didekorasi sedemikian rupa menyerupai hutan kecil dengan
berbagai benda misterius. Tempat pemotretan tadi juga dijadikan sebagai latar
pengambilan gambar MV. Personil SS501 sudah bersiap melakukan sedikit pemanasan
tanpa berganti kostum, masih sama seperti yang tadi. Sesi pengambilan gambar MV
rencananya akan dilakukan 2 kali. Sekarang hanya untuk shoot perorangan,
sementara besok khusus dance versionnya.
Selama
2 jam mereka sibuk berkutat. Satu persatu personil mulai gerah dengan kostum
dan lelah karena pembuatan MV ini.
“Daebak,
kalian semua sangat hebat! Nah, sampai bertemu besok!”
Setelah
semua kembali berpakaian layaknya manusia(?), personil SS501 segera berpamitan
untuk kembali ke dorm, untuk istirahat, melepas lelah. Besok pasti juga akan
menjadi hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan, terlebih bagi Joo Young
yang baru pertama kali melakukan pengambilan gambar. Dia harus berusaha
semaksimal mungkin agar terlihat bagus dan keren saat di MV dengan tujuan agar
Triple’S tidak kecewa dan tertarik padanya.
“Joo?
Irreona!” saking lelahnya, ternyata Joo Young ketiduran di dalam minvan.
Parahnya, ia bersandar di pundak Young Saeng yang kebetulan namja itu duduk di
sampingnya.
“Angkat
saja dia, bawa masuk.”
“Mwoya?
Aku harus mengangkat namja ini, Hyung?”
“Alah,
dia kan kecil, pasti sangat ringan, hahaha.” Young Saeng hanya bisa menatap
kepergian Hyun Joong sebal.
“Kenapa
tidak dia saja yang mengangat, ck.” Tatapannya beralih ke namja yang sedang
tertidur di pundaknya itu. Lagi-lagi ia hanya bisa tertegun sambil menggigit
bibir bawahnya pelan. Dicobanya untuk mengguncang tubuh Joo Young lagi. Nihil!
Namja itu justru melorot, kepalanya beralih ke pangkuan Young Saeng. “Ommona!
Geurae, geurae.”
Tidak
ada pilihan lain, Young Saeng akhirnya mengangkat Joo Young ala bridal style.
Sebenarnya ini cukup memalukan mengingat Joo Young adalah namja. Untungnya dorm
sudah sepi, personil yang lain sudah berada di kamar masing-masing. Dan sepertinya
Hyung Jun tahu sekarang giliran Joo Young tidur dengan Young Saeng sehingga dia
membiarkan kamarnya kosong. Perlahan Young Saeng menurunkan Joo Young di kasur
lesehannya.
“Aigoo..Aku
tidak mengerti denganmu, Joo.”
*♀♂*
Untung
pagi ini cuacanya sangat cerah, padahal bulan sudah memasuki musim gugur. Ini
bagus, dengan begitu diharapkan pembuatan MV berjalan dengan lancar. Semua
personil sudah bersiap di posisi masing-masing. Tak lupa mereka melakukan
pemanasan karena hari ini bagian full dancenya. Dandanan mereka tidak se-extrim
kemarin. Pakaian yang dikenakan pun berbeda, sekarang terlihat lebih simple
tapi tetap menggunakan jubah sebagai pelengkap yang menonjolkan tema juga tetap
menonjolkan ciri khas masing-masing. Hyun Joong dengan jubah hitamnya, Young
Saeng putih, Jung Min merah darah, Hyung Jun berwarna biru gelap, sementara Joo
Young berwarna hijau.
Lagu
hasil rekaman pun diputar, dengan lincah mereka menggerakan tubuh, bergerak
sesuai dengan apa yang sudah mereka pelajari. Tak lupa bibir mereka tergerak
mengikuti lirik lagu agar terlihat seolah-olah sedang bernyanyi. Lagu berdurasi
3 menitan ini hampir selesai. Di akhir musik, Joo Young bersiap melakukan
aksinya. Ia melepas jubahnya lalu melakukan break dance.
“YAP!
Selesai. Kalian sangat keren!”
Semua
personil berseru senang, mereka berangkulan akrab satu sama lain merasa lega
karena sudah menjalankan pekerjaan dengan sukses. Mereka tinggal menunggu hasil
pekerjaan editor dan selanjutnya menunggu reaksi para fans setelah MV singkat
ini di release. Tentu saja sebelum full MV direlease, terlebih dahulu akan
dikeluarkan teasernya agar fans-fans penasaran.
Joo
Young memejamkan mata sejenak, ia bisa membayangkan wajah-wajah bahagia para
fans karena akhirnya mereka bisa menyaksikan idola mereka kembali muncul di
dunia hiburan setelah sekian lama vacuum. Hajiman...Joo Young juga bisa
merasakan kekecewaan mereka atas ketidakmunculan salah satu personil. Ah..yahh,
Kyu Jong. Dan juga ia bisa merasakan kemarahan fans akibat kedatangannya yang
tiba-tiba. Joo Young tahu, tahu betul. Dia akan merasakan hal yang sama, karena
dia seorang TRIPLE’S juga. Fans dari
SS501.
“Tenang
saja, TS akan senang dengan kehadiranmu.” Seolah mengetahui apa yang dipikirkan
Joo Young, Young Saeng sebisa mungkin menghibur dan menenangkan. “Kau sangat
keren tadi.”
“Gomawo,
Hyung. Kau tadi juga sangat hebat. Ck, sampai sekarang aku masih saja kagum
dengan suaramu, haha.”
“Jinja?
Hahaha.”
“Ne.
Oiya, Hyung, apa kau kemarin yang membawaku ke kamar?” tawa lepas Young Saeng
perlahan digantikan senyum kaku mendengar pertanyaan Joo Young. Haruskah ia
mengatakan yang sebenarnya?
“Memangnya
aku setega itu membiarkanmu tidur di mobil? Dan juga mobil itu akan dipakai
oleh manager Hyung. Dia marah karena kau tidak bangun-bangun, maka dari itu aku
terpaksa membawamu masuk.” Joo Young hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya,
merasa bersalah.
“Hehe,
jeongmal mianhamnida, Hyung. Kau bisa melakukan apapun untuk membangunkanku.”
“Sudahlah.
Gwaenchana.” dengan sedikit ragu Young Saeng mengacak-acak rambut Joo Young,
membuat namja itu mengeluh.
“Wah,
wah kalian ini berduaan terus, hahaha.” Joo Young terkekeh pelan. Semua
personil menghampiri mereka yang tengah duduk-duduk di pojok ruangan sambil
menikmati air mineral. Memang jika
diperhatikan, Young Saeng dan Joo Young terlihat lebih sering bersama.
“Waeyo?
Hyun Joong Hyung cemburu? Hahaha.” Untung saja Joo Young memiliki reflek yang
bagus, kalau tidak kepalanya sudah terkena jitakan Hyun Joong. Namja itu menggeram
kesal karena jitakannya meleset.
“Jadi
bagaimana, Joo? Kau sudah merasakan tidur dengan kami, kan? Siapa yang kau
anggap paling menyenangkan?” tanya Jung Min.
“Umm...Mungkin
malam ini aku ingin tidur dengan Young Saeng Hyung lagi, eottokhae?” Joo Young
menatap Young Saeng yang sedang minum, menatap dengan tatapan seolah meminta
ijin. Young Saeng hanya mengangguk mengiyakan. Yah, Joo Young berkata seperti
itu karena kemarin dia tidak tahu, dia langsung terlelap sehingga tidak
mengetahui aktivitas Young Saeng. Dan pastinya karena ia ingin lebih dekat
dengan biasnya.
“Ckck,
harusnya aku tahu kau akan memilih si berang-berang. Geurae, ayo kita bersiap kembali ke dorm!”
sang leader diikuti tom&jerry masuk ke ruang ganti untuk melepas kostum
mereka.
“Hyung
tidak apa-apa kan kalau kita tidur sekamar lagi?” nampaknya Young Saeng tidak
konsentrasi, ia sibuk memainkan ponselnya. “Hyuung?”
“Mwo?
Oh, ne, tentu kau boleh.”
*♀♂*
“Hyung?”
Joo Young hanya bisa berdiri di ambang pintu sambil mengamati Young Saeng yang
sedang tengkurap membelakangi pintu, ia tampak asyik membaca novel. Daritadi
Joo Young menyapanya, tapi namja itu tidak merespon. Apakah Young Saeng marah?
“Hyung?”
Kali ini Joo Young menyentuh punggung namja itu. Young Saeng nampak terkejut,
ia langsung duduk.
“Ommo,
kau mengagetkanku, Joo.”
“Yak!
Young Saeng Hyung daritadi memakai headset?
Aish, pantas saja tidak mendengar saat kupanggil.” Dengan kesal namja
itu melepas kedua headset Young Saeng yang masih tergantung di telinga. Young
Saeng hanya bisa tersenyum geli melihat Joo Young menggembungkan pipinya.
“Haha,
jeongmal mianhae, ne?”
“Heuh....
Eh, aku pinjam novelnya dong.”
“Nanti,
aku belum selesai.”
“Aku
boleh ikut membaca, kan? Jebal”
Joo
Young sengaja menampakkan kitten eyesnya. Entah kenapa Young Saeng justru
menjadi tertegun, ia jadi gugup. Pikirannya menjadi aneh lagi, namun segera dia
tepis jauh-jauh pikiran yang sedari tadi bersarang di otaknya. Young Saeng
menghela nafas panjang lalu mengikuti Joo Young yang sudah terlebih dahulu
tengkurap, membaca novelnya. Mereka berdua kini tampak asyik tengkurap sambil
membaca novel. Namun detik berikutnya Young Saeng menjadi tidak bisa
berkonsentrasi. Wajahnya yang sering bertemu dengan wajah Joo Young membuat
darahnya berdesir.
“Neomu
Yeppeo.” Joo Young melepas headset Young Saeng yang sedari tadi dia pakai.
“Mwoya
Hyung? Kau tadi bicara apa eoh?”
“Mwo?
Ah, anni anni. Sepertinya aku akan tidur. Letakkan saja novelnya di meja kalau
kau sudah selesai.”
Joo
Young hanya bisa megedikkan bahu heran melihat tingkah Young Saeng. Tapi
dihiraukannya, dia penasaran dengan kelanjutan cerita di novel.
*♀♂*
Tidak
terasa, sudah hampir 1 bulan Joo Young tinggal bersama idola-idolanya.
Pengalaman ini tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup. Dan selama ini
penyamarannya masih terbungkus rapi, belum ada satu pun yang menegurnya kalau
ternyata Joo Young itu yeoja, yah setidaknya seperti itu. Huh, semoga saja hal
buruk itu tidak terjadi. Bisa gawat kalau sampai ada yang tahu, dengan begitu
dia tidak akan bisa menatap wajah-wajah tampan idolanya. Atau mungkin yang
lebih parah, dia akan dibenci oleh mereka.
Sore
ini semua personil sedang bermalas-malasan di ruang tengah dorm, merasa lega
setelah berhari-hari bekerja keras menyelesaikan album baru comeback mereka.
Akhirnya seharian ini mereka bisa istirahat dengan tenang. Tiga hari yang lalu
full MV sudah dirilis. Berbagai komentar dan tanggapan dari fans sudah bermunculan
di situs web ataupun dunia maya. Benar-benar ramai. Joo Young menggigit bibir
bawahnya pelan, merasa gugup saat Hyung Jun mulai menjelajah, menelisik ke
setiap tanggapan Triple’S. Wajah-wajah antusias benar-benar nampak ditunjukkan
oleh setiap personil. Tentu mereka berharap tanggapan positif lah yang paling
dominan.
“Santai
saja. Yakinlah pada Triple’S, mereka adalah fans yang baik.” Kata Jung Min riang.
Fyuuhh..sedikit menenangkan.
Tanggapan-tanggapan
pada baris pertama berisi kegembiraan para Triple’S karena bisa menyaksikan
idola mereka comeback. Ini tentu saja cukup melegakan. Semakin kebawah,
komentar-komentar yang tertera cukup membuat hati Joo Young mencelos, kecewa
dan takut. Ternyata tidak sedikit Triple’S yang tidak setuju dengan kehadirannya.
Bahkan sebagian ada yangg benar-benar menghujatnya. Joo Young harusnya tahu,
untung dia sudah mempersiapkan dirinya untuk hal-hal mengerikan itu sehingga
dia tidak begitu terkejut.
“Gwaenchana,
Triple’S mungkin hanya sedikit kecewa atas ketidakhadiran Kyu Jong. Lama-lama
mereka juga akan mengerti, tenang saja.” Perkataan Hyun Joong hanya ditanggapi
Joo Young denga senyuman tipis.
“Bersemangatlah!”
“Ne,
Young Saeng Hyung. Ah, aku harap mereka cepat mengerti.”
Semua
personil kembali tersentak saat Hyung Jun meng-klik sebuah artikel. Dilihat
judulnya saja mereka sudah menebak apa isinya. Itu tidak bagus, jelas-jelas
artikel itu bermakna negatif yang membuat SS501 jatuh, bukan, lebih tepatnya
hanya ditujukan pada Joo Young.
“Joo,
sudahlah tidak usah dibaca.”
“Anni,
Hyung Jun Hyung! Jangan dikeluarkan dulu, aku harus membacanya!” Joo Young
tetap fokus membaca artikel yang isinya lebih memihak pada fans yang tidak
setuju tentang kehadiran Joo Young.
“Aku
tidak habis pikir, ternyata ada ya orang yang membuat tulisan seperti itu,
ckck.”
“Jung
Min-ah, tidak diherankan lagi. Orang-orang itu hanya iri. Joo, tidak usah
dipikirkan.” Wajah Hyun Joong sudah merah karena menahan amarah.
“Dari
dulu aku tidak pernah suka dengan penulis-penulis gosip. Padahal, kan apa yang
mereka tulis itu belum tentu benar. Aku tidak apa-apa, Hyung. Hah, lihat saja,
sepertinya aku harus bercerita panjang lebar saat pers conference pre-debut
besok.”
Malam
harinya, tulisan dan tanggapan-tanggapan negatif itu masih terngiang-ngiang di
benak Joo Young yang tentu saja membuat namja itu susah memejamkan mata.
Dibolak-baliknya badannya mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Sesaat ia
memandangi lampu yang menyala terang di atasnya. Dia membayangkan bohlam lampu
itu adalah dirinya. Dia membayangkan dirinyas menjadi orang yang bersinar dan tentu
saja bisa berguna serta dicari banyak
orang. Tapi bayangan itu seolah dengan cepat lenyap, bukan dirinya yang muncul
melainkan SS501. Yah, dia justru membayangkan SS501 terus bersinar.
“Joo?
Kau belum tidur?”
“Ommo,
jeongmal mianhae Young Saeng Hyung. Pasti gara-gara gerakanku Hyung jadi
terbangun.” Young Saeng yang semula berbaring menghadap tembok kini beralih
menghadap Joo Young yang tengah menatapnya dengan tatapan bersalah.
“Ah,
anniyo, aku juga belum tidur.” Sejenak waktu diantara mereka seperti
diberhentikan. Cukup lama mereka terdiam, saling memandang. “Oh..umm..jadi? Kenapa kamu belum tidur? Apa
kamu masih terpikir.....”
“Anni,
aku sedang tidak memikirkan artikel murahan itu. Aku hanya sedang berpikir
mengenai sesuatu.”
“Boleh
aku tahu?”
“Hmm..Mengenai
kehidupanku. Apakah ini nyata, Hyung? Aku tidak menyangkan bisa tinggal seatap
dengan idola-idolaku, maksudnya tinggal di dorm. Lalu melakukan aktivitas
bersama-sama, latihan, membuat video clip, berfoto, dan lainnya. Ini sungguh
menyenangkan. Saking senangnya aku jadi tidak ingin ini cepat berakhir, ah,
tapi aku harus tahu diri. Tak lama lagi aku akan segera pergi.”
“Kau
ini bicara apa? Aku yakin kehadiranmu dalam kehidupan SS501 tidak akan pernah
dilupakan. Dengan senang hati kami menerimamu. Dalam arti kita masih menganggap
kamu teman, teman yang sangaaaaat dekat. Bisa dibilang kamu juga penyelamat
SS501 dari long vacuum.”
“Aku
tidak yakin, Hyung. Apakah aku masih bisa diterima setelah.....” sempat
terlintas di benak Joo Young untuk mengatakan yang sebenarnya, semua
identitasnya. Namun Young Saeng malah menyela.
“Aku
yakin kerja kerasmu selama ini tidak akan sia-sia.” Joo Young memandang manik
mata Young Saeng takjub. Ternyata namja pendiam ini sangat hangat dan ramah
padanya. Lagi, waktu diantara mereka serasa dipause. Joo Young justru sangat
menikmati kebersamaan ini, hanya saja Young Saeng tidak merasa begitu.
“Umm...Ma..mau aku nyanyikan sebuah lagu?”
“Jeongmal?
Tentu aku sangat ingin mendengar angel voicemu, Hyung!! Huah, ppali.”
“Geurae,
ehm ehm. (In Your Smile).”
Suara
Young Saeng yang mengalun lembut benar-benar membuat Joo Young tenang. Dia
tidak berkedip menatap Young Saeng yang tengah asik bernyanyi. Lama-lama, entah
karena suara Young Saeng atau karena memang mengantuk, akhirnya Joo Young
terlelap.
*♀♂*
“Hey,
kau terlihat gugup sekali!” Seru Hyung Jun sambil tangannya usil menepuk keras
punggung Joo Young yang kebetulan berada di sampingnya.
“Aku
memang gugup, Hyung!” Joo Young balas memukul Hyung Jun. Akhirnya terjadilah
aksi pukul memukul di dalam mini van.
“Aku
juga ikut!” Jung Min tak mau kalah, ia bergabung dan memilih membantu Joo Young
menyiksa si baby.
“Ah!
Young Saeng Hyung, Hyun Joong Hyung, manager Hyung! Tolong aku!!” Teriak Hyung
Jun karena merasa kualahan dikerubut dua orang yang gemar sekali menyiksanya.
“Abaikan
saja.” Hyun Joong lebih memilih mengotak-atik ipadnya.
“Setidaknya
itu mengurangi kegugupan Joo Young-ssi.”
Sampai
di depan gedung selatan DSP pun aksi Hyung Jun, Jung Min, dan Joo Young masih
berlangsung. Tidak ada pilihan lain, Hyun Joong ikutan nimbrung untuk
memisahkan adik-adiknya yang gila. Alih-alih marah, ternyata Hyung Jun sangat
menikmati apa yang telah ia alami, seolah ia sudah terbiasa dengan penyiksaan.
Hah, setidaknya itu membuat Hyun Joong lega.
“Woa,
Triple’S sudah mengantri. Lihatlah! Mereka menghadang mobil kita.”
“Tenang,
semuanya sudah diatur.” Kata Manager Hyung.
Karena
ini pertama kalinya untuk Joo Young, tidak heran dia begitu terkejut sekaligus
kagum dengan para fans yang sudah membanjiri pelataran gedung. Berbagai poster
dan tulisan-tulisan ikut dibawa serta
oleh Triple’S. Teriakan-teriakan semangat juga ikut memeriahkan suasana. Joo
Young berasa sudah menjadi bintang, tapi rasa takut dan gugup tentu masih
menempeli dirinya. Tidak sengaja mata Joo Young menangkap sebuah tulisan
berwarna hijau cerah yang dibawa oleh sekumpulan Triple’S, bunyinya ‘Welcome to
Our World, Shin Joo Young Oppa’ hal itu tentu saja membuatnya sedikit tenang.
Padahal dia tadi sempat berpikir kalau dirinya akan dihadang oleh sekumpulan
fans dengan tulisan-tulisan seperti pendemo.
“Kkaja
turun!”
Joo
Young ditarik untuk berjalan di barisan nomor 3. Di barisan pertama tentu saja
sang leader, Kim Hyun Joong dengan setelan jas dan celana panjang hitam. Lalu
pada barisan kedua Jung Min dengan setelan merahnya. Di belakang Joo Young ada
Young Saeng disusul Hyung Jun yang terlihat segar dengan setelan birunya
walaupun tadi ia sempat kusut gara-gara diserang Jung Min dan Joo Young. Mereka
berlima sengaja memakai setelan berwarna sama degan konsep album mereka. Dan
pada barisan terakhir ada Manager Hyung. Seiring mereka berjalan, tentu para
fans semakin antusias meneriakkan nama-nama masing-masing personil. Banyak
sekali kamera ataupun ponsel yang menyorot mereka.
“Joo
Young Oppa! Kau sangat tampan!”
“Ah,
gamsahamnida.” Joo Young tidak hentinya melambaikan tangan, tersenyum, dan
mengucapkan terimakasih kepada fans yang meneriakkan namanya sekaligus
memujinya.
“Joo
Young Oppa, terimalah!” seorang fans dengan berani mencengkram tangan Joo Young
dan memberikan seikat bunga mawar berwarna merah dan putih. Perlakuan itu
sebenarnya membuat Joo Young cukup terkejut.
“Wah,
indah sekali. Jeongmal gamsahamnida.”
Yeoja
berambut pendek yang memberikan bunga itu menutup wajahnya lalu
melonjak-lonjak, benar-benar merasa senang karena Joo Young menerima
pemberiannya apalagi namja itu memberikan senyum manis yang tidak akan
dilupakan oleh si yeoja. Sikap ramah Joo Young mengundang lebih banyak
Triple’S, mereka bersiap mengerumuni dan memberikan hadiah. Tapi dengan cepat
seseorang merangkul Joo Young dan mengajaknya melangkah cepat, segera pergi
sebelum Joo Young ditelan fans.
“Ommo,
kau sangat ramah, Joo. Tapi waktunya tidak cukup tepat.”
“Hehe,
mianhae Young Saeng Hyung, aku hanya merasa sangat gembira sekarang.”
Aula
gedung yang sangat luas sudah disulap menjadi ruang pers conference. Tempat
duduk dan kamera-kamera sudah stand by. Banyak sekali wartawan yang menyorot
dan menjepret mereka. Melihat wartawan-wartawan itu, Joo Young menjadi
memikirkan artikel negatif tentang dirinya lagi. Namun ia tetap berusaha
tersenyum ramah di depan kamera. Personil SS501 segera dipandu untuk langsung
menempati kursi.
“Annyeong
yeorobeun, naneun Double S Oh Gong Il!!”
Fans-fans
yang berada di luar segera memenuhi aula. Mereka kembali bersorak-sorak senang
mendapati idola yang sudah ditunggu-tunggu kembali hadir di depan mata.
Kesempatan pertama kali ini diserahkan kepada Hyun Joong guna menjelaskan
tentang album baru mereka, lalu dilanjutkan penjelasan lagi oleh personil lain.
Kesempatan berikutnya diserahkan sepenuhnya kepada Joo Young. Tentu saja,
sebagai personil pengganti dia wajib memperkenalkan diri kepada masyarakat
terutama fans. Karena ada istilah ‘Tak kenal maka tak sayang’ sehingga Joo
Young dituntut untuk menjelaskan kehadirannya secara detail agar
wartawan-wartawan ataupun penggosip sekalipun tidak membuat tulisan miring
tentangnya.
“Saya
benar-benar mengerti perasaan para fans yang tidak menyukai kehadiran saya,
karena bisa dibilang saya juga seorang TRIPLE’S sama seperti kalian. Saya tentu
akan merasa sangat marah jika ada orang asing yang berani-beraninya menggantikan
idola kita. Tapi tentu saja saya akan mencari alasan lebih lanjut mengenai
kejadian itu dan saya berusaha untuk memahami kemungkinan yang ada, toh, semua
ini hanya sementara.” Personil yang lain hanya terdiam mendengarkan. Wartawan
daritadi terus mencatat sambil menyorotkan kamera kearah Joo Young.
“Sebenarnya
kehadiran saya di sini juga demi kebaikan kalian. Pimpinan kami memikirkan cara
agar SS501 tetap berjaya dan Triple’S bisa melepas kerinduan pada kami. Maka
dari itu beliau menemukan saya dan menjadikan saya sebagai personil perngganti
guna menggantikan Kyu Jong Hyung yang sedang menjalankan kewajiban sebagai
warga Korea Selatan.” Kali ini personil lain dan manager Hyung
mengangguk-angguk, merasa setuju.
“Coba
pikirkan, SS501 tidak akan bisa menjadi SS501 jika hanya memiliki 4 personil. Untuk itulah saya di sini,
melengkapi kekurangan SS501. Tapi tetap ingat, INI HANYA SEMENTARA. Kyu Jong
Hyung lah anggota permanen SS501. Saya sangat yakin, walaupun Kyu Jong Hyung
tidak hadir secara real, tapi dia akan selalu hadir dalam diri kalian. Kita
semua sangat merindukannya.....”
Semua
yang hadir mendadak terdiam saat Joo Young juga secara tiba-tiba menghentikan
pidatonya. Tidak diduga, mata Joo Young berkaca-kaca karena perkataannya
sendiri. Dia menundukkan kepalanya untuk menutupinya.
“Hey
yang di tengah! Apa kau menangis?!” sebuah suara yang menggema di aula membuat
orang-orang di dalamnya tersentak. Mereka kembali ribut, bertanya-tanya tentang
pemilik suara. Joo Young yang merasa disindir kembali menegakkan kepalanya dan
mengerahkan matanya untuk mencari-cari orang misterius itu.
“KYU
JONG HYUNG!!” teriak Hyung Jun saat melihat namja yang muncul di kegelapan
lorong sisi kanan.
“Merindukanku?”
Kyu Jong dengan pakaian ala militernya berjalan santai menuju panggung, tempat
di mana teman-temannya berada. Serentak personil SS501 berdiri dari kursinya,
para fans semakin histeris berteriak, dan kamera-kamera beralih menyorot Kyu
Jong yang kini sudah berada di panggung, memeluk semua sahabatnya.
“Woa,
ini benar-benar kejutan besar.” Kata Hyun Joong antusias.
“Yah,
kebetulan aku sedang tidak ada tugas hari ini. Oh, lihatlah, apakah ini Kyu
Jong muda??” Kyu Jong beralih ke tengah, menyalami dan merangkul Joo Young yang
masih speechless dengan kehadiran Kyu Jong yang sangat mendadak.
Akhirnya..akhirnya dia bisa melihat semua idolanya secara live. “Aku sudah
melihat MV terbaru kalian. Wah, kau telah melakukan yang terbaik, Joo Young.
Aku sangat senang kau menggantikanku.” Fans bersorak semakin antusias.
“Gamsahamnida
Hyung. Tap..tapi kau selalu yang terbaik.”
“Hahaha,
tentu saja. Tidak lama lagi aku akan kembali bergabung dalam grup istimewaku
dan kembali beraksi menghibur fans.”
“NE!
NE, HYUNG! Kami akan sangat menantikan itu.”
“Hajiman...tentu
saja kami juga akan merasa kehilangan. Dirimu, Joo. Kehadiranmu tentu tidak
bisa dilupakan begitu saja. Kau orang yang memberikan pengaruh dan keberanian
serta kerja kerasmu akan menginspirasi. Aku sangat berterimakasih padamu.
GAMSAHAMNIDA.”
Tidak
bisa ditahan lagi, air mata jelas sekali mengalir di pipi Joo Young. Apalagi
saat fans juga meneriakkan ucapan terimakasih pada Joo Young. Kyu Jong sekali
lagi memeluk namja itu.
*♀♂*
Di
backstage pun semua personil masih saling melepas rindu kepada Kyu Jong. Untung
sekali Kyu benar-benar bebas seharian ini, sehingga mereka segera merencanakan
sesuatu, merayakan kebersamaan mereka yang akhir-akhir ini jarang di dapat.
“Aku
benar-benar sangat beruntung bisa melihat kalian berlima secara live.” Dengan
berbinar-binar Joo Young mengamati satu persatu personil SS501 yang menatapnya
sambil tersenyum.
“Aku
juga merasa beruntung karena SS501 dapat memasukkan orang yang baik dan pekerja
keras sepertimu, Joo.” Daritadi pipi Joo Young merona akibat terus dipuji oleh
Kyu Jong.
“Ah,
gamsahamnida Hyung, kau berlebihan. Oiya, dari dulu aku ingin memberikan ini
pada kalian berlima.” Namja itu menghampiri ranselnya, mengobrak-abrik isinya,
mencoba mencari sesuatu yang ternyata dari pertama datang ke dorm SS501 dia
selalu membawanya. “Aku ingat perkataan kalian mengenai hadiah. Kalian akan
lebih senang membeli barang-barang yang kalian inginkan daripada barang
pemberian fans yang mungkin akan menghabiskan uang fans itu. Maka dari itu aku
berusaha memberikan hadiah yang kalian tidak bisa membelinya. Igeo, aku
membuatnya sendiri.” Joo Young menyerahkan sebuah kotak warna-warni yang
diterima oleh Hyun Joong.
“Aku
buka, ne?”
Dengan
hati-hati Hyun Joong membukanya. Isinya ternyata 5 buah gantungan kunci
berbentuk masing-masing karakter atau julukan SS501. Semua boneka itu terdapat
tulisan nama orang yang berhak memilikinya. Hyun Joong mendapat sebuah
gantungan berbentuk boneka alien, Young Saeng mendapat berang-berang dengan
mahkota kecil di atasnya. Nama Kyu Jong tertera dalam boneka gorila lucu. Jung
Min tentu saja mendapat sebuah boneka kuda aneh yang memakan wortel, sementara
milik Hyung Jun adalah bayi kura-kura yang sangat menggemaskan.
Tidak
hanya sampai di situ, ternyata semua gantungan kunci itu terhubung dalam sebuah
tali melingkar. Kreatif sekali, tali itu mempunyai ruas pemisah yang bisa di
lepas untuk di jadikan sebuah gelang. Yah, tali itu terdiri dari 5 gelang yang
saling dikaitkan, gelang yang diukir nama masing-masing personil SS501.
“Sambungan
tali itu bisa dilepas, dijadikan sebuah gelang jika kalian ingin. Sama seperti
kalian yang bisa terlepas, memandirikan hidup dengan mencoba karir secara
individual. Tapi gelang-gelang itu juga bisa saling terkait membentuk satu
kesatuan lingkaran yang besar. Sebenarnya ruas pengaitnya berbeda satu sama
lain, hanya bisa dikaitkan pada gelang tertentu. Itu berarti hanya anggota real
SS501 yang bisa terkait. Aku ingin kalian semua memegang masing-masing gelang,
eottokhae?” anehnya semua personil hanya terdiam memandang Joo Young. Senyum
namja itu perlahan memudar karena idolanya tidak memberikan reaksi.
“Kau
berhasil membuat sesuatu yang hebat, Joo. Gomawo.” Jung Min yang akhirnya
pertama membuka mulut dan langsung memeluk Joo Young, disusul oleh personil
lain yang juga ikut memeluknya bersamaan sambil menggumamkan ucapan terimakasih.
Senyum Joo Young kembali terkembang, ia sangat sangat senang tentunya. Tak
hentinya Ia beryukur pada Tuhan atas segala peristiwa yang baru saja terjadi.
“Nah,
sekali lagi terimakasih. Tapi sebentar. Aku ingin ke toilet.” Jung Min langsung
ngibrit ke toilet terdekat disusul Hyun Joong yang ternyata juga kebelet.
“Joo
Young-ah, maukah kau menemaniku jalan-jalan?” kata Kyu Jong lirih seolah memang
hanya ditujukan untuk Joo Young.
“Tentu,
kkaja Hyung!”
Setelah
berpamitan dengan Young Saeng dan Hyung Jun, mereka berdua segera pergi keluar
gedung, tentu saja mereka keluar lewat pintu belakang agar fans ataupun
wartawan tidak ada yang tahu. Dengan bermodal topi dan jaket besar, Kyu Jong
berhasil menyamarkan identitasnya. Begitu juga dengan Joo Young, ia menggunakan
topi dan hoodie membuat wajahnya hampir tidak terlihat karena tersembunyi dalam
bayang-bayang topi. Untung bulan ini masih musim gugur sehingga mereka tidak
tampak aneh jika berpakaian seperti itu.
Selama
perjalanan ada suasana canggung tergambar di antara mereka. Kyu tidak sekalipun
mengajak Joo Young bicara, begitu juga sebaliknya. Tapi Joo Young nampak tidak
peduli, ia sering-sering mengamati Kyu Jong yang berjalan di sampingnya. Sampai
detik ini dia masih saja merasa rindu pada namja itu, ingin sekali memeluknya
lagi. Mereka terus berjalan sampai-sampai mereka tidak sadar telah tiba di
taman kota yang terletak lumayan jauh dari gedung DSP.
“Joo,
sebenarnya aku ingin menanyakan suatu hal padamu.” Joo Young mengangguk
antusias, ia merasa senang karena Kyu Jong mulai membuka suara setelah sekian
lama ia tunggu. “Mengapa kau melakukan ini?” lanjutnya sambil duduk di kursi
taman.
“Melakukan
apa, Hyung?”
“Apa
yang dilakukan seorang yeoja di SS501, heum?!”
Bagai
tertimpa segunung daun kering, Joo Young benar-benar tidak habis pikir
kalau...kalau Kyu Jong mengetahui dirinya yang sebenarnya. Secepat ini?! OMMO!!
Apa yang harus dilakukan? Apa yang harus dikatakan? Joo Young masih
membelalakkan mata saking terkejutnya, sementara Kyu Jong terlihat acuh, tidak
memandang sedikitpun pada Joo Young.
“Mak..maksud
Hyung?”
“Ash,
jangan pura-pura.” Dengan cepat Kyu menyambar tangan Joo Young, mencondongkan
tubuhnya, dan menatap lekat Joo Young yang bergetar karena takut. “Aku tidak
mengerti, bagaimana mungkin personil lain tidak tahu kalau kau seorang yeoja?
Suaramu, bentuk tubuhmu, tingkahmu, itu sudah cukup menjelaskan kalau kau
seorang yeoja. Walau sebenarnya aku tidak yakin, tapi...aku harap perkiraanku
tidak salah.”
“Lepassssh. Hyung. Ah, kau salah..Aku
namja.” Kyu memberikan tatapan tajamnya.
“Jinja?
Kalau begitu buktikan! Aku ingin melihat kalau kau memang seorang namja.” Kali
ini Kyu melepas cengkramannya. Joo Young tertunduk dalam, pikirannya berkecamuk
antara takut dan sangat takut. Yah, intinya dia merasa sangat takut. “Lepas
bajumu, dan aku akan melihat.” Perkataan Kyu semakin membuatnya mengkeret tentu
saja. Bagaimana mungkin dia melakukan hal semacam itu di depan Kyu, karena
memang dia adalah SEORANG YEOJA! Akhirnya tidak ada pilihan lain.
“Hyuuung,
jeongmal jeongmal mianhae. Aku, aku memang seorang yeoja. Jebal, jangan benci
aku, jeballll.” Air mata Joo Young terus berjatuhan. Dia benar-benr takut,
tidak ingin idolanya benci padanya. Itu hanya akan membuat hidupnya tersiksa.
“Nah,
kenapa kau tidak mengatakannya daritadi? Ck. Sudah kuduga.” Aneh, tidak ada
nada dingin dan marah di sana. “Dan kalau tidak salah kau Shin Sung Young, kan?
keponakan tuan Shin Mong Geun yang dari Gwangju?”
“Ba..bagaimana
Hyung tahu?”
“Dia
pernah menolongku saat di camp dan dia pernah bercerita tentang dirimu.” Sung
Young baru sadar kalau salah satu pamannya juga seorang pekerja di kemiliteran.
“Arraseo.
Hyung...jeongmal gamsahamnida untuk tidak membenciku.”
“Ne,
aku hanya heran saja denganmu. Sebenarnya apa yang kau lakukan? Tapi aku
yakin kau tidak memiliki niat buruk pada kami. Kerjamu bisa dibilang bagus.”
“Ah..itu,
sebenarnya aku....”
Belum
selesai Joo Young bicara, kebersamaan mereka diusik suara klakson yang nyaring.
Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mereka. Begitu jendela pengemudi
diturunkan, Kyu Jong segera bangkit dari duduk dan membungkuk hormat pada namja
paruh baya yang berada di mobil itu.
“Kyu
Jong-ah, bisa kita bicara sebentar? Aku lupa memberitahukan tentang rencana
kita lusa.” Ternyata itu atasan Kyu Jong.
“Mian
aku tidak bisa mendengar ceritamu dan mian tidak mengantarmu pulang. Aku harus
segera menemui atasanku.”
“Gwaenchana,
Hyung. Aku ingat jalan pulang, kok.”
“Haha,
geurae. Aku tidak lama, mungkin nanti malam aku akan tetap hadir dalam pesta
kebersamaan kita. Oiya, satu pesanku. Berhati-hatilah pada personil dan staf
lain, ne?” setelah berkata seperti itu Kyu segera berlari ke arah mobil dan masuk.
Langsungs aja mobil itu melesat entah kemana.
Joo
Young lagi-lagi hanya bisa menyukuri hari-harinya. Kyu Jong, dia sudah
mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya, tapi beruntungnya namja itu tidak
marah bahkan masih mengizinkan Joo Young untuk bergabung dalam SS501.
Benar-benar namja yang baik dan penuh pengertian. Dengan senyum yang terkembang
Joo Young melangkah pelan berniat untuk balik lagi ke DSP. Baru ia 3 kali
melangkah, sebuah benda menimpanya keras.
Plash!!
Tubunya langsung basah pada bagian kepala. Ternyata seseorang telah
melemparinya dengan seplastik air dan telak mengenai kepalanya. Dari seberang
taman Joo Young melihat sekumpulan orang yang tengah tertawa puas. Salah satu
diantara mereka berniat melempar lagi, tapi sebelum itu terjadi Joo Young sudah
mengambil langkah seribu untuk kabur.
“WOY!
Jangan lari kau pengacau!”
Gawat!
Sekerumunan orang yang ternyata yeoja semua itu mengikuti langkahnya. Baru
disadarinya ternyata mereka adalah sekumpulan orang-orang yang menentang
kehadiran Joo Young di SS501. Berbagai benda seperti plastik berisi air, telur,
bahkan tali-tali sudah berada di genggaman mereka. Joo Youg tidak mau berhenti
untuk bertanya tentang kegunaan benda-benda itu, dia lebih memilih untuk lari,
menghindar.
Tanpa
menoleh kebelakang, Joo Young terus memacu langkah secepat mungkin karena
ternyata yeoja-yeoja itu juga sangat cepat. Yang ada dipikirannya kali ini
hanya menghindar dan berlari tak tentu arah. Tiga plastik berisi air sudah pecah
di tubuhnya yang sukses membuatnya menggigil ditambah udara dingin musim gugur.
Untung saja tidak ada satu telur pun yang berhasil mengenai dirinya, uhh, tidak
bisa dibayangkan baunya nanti dan susahnya menghilangkan nodanya.
Di
sebuah tikungan, Joo Young sedikit merapat ke tembok berniat untuk sembunyi
sekaligus berusaha mengatur nafasnya yang tersendat-sendat. Dadanya sudah
terasa sesak akibat berlari dan
rendahnya suhu tubuh. Jantungnya kembali berpacu saat kerumunan marah tadi
melewati tempat persembunyiannya. Sial,
mereka malah berhenti tepat di samping ia bersembunyi. Joo Young memejamkan
mata, berdoa kepada Tuhan agar dia tidak ketahuan. Entah kenapa ia tidak
pernah merasa setakut ini.
Akhirnya
ia mempunyai ide untuk kembali berlari berlawanan arah secara diam-diam. Sayang
sekali!! Kaki namja itu tidak sengaja menendang kaleng-kaleng bekas yang memang
tersebar di sana. Ternyata tadi dia bersembunti di dekat tumpukan sampah.
“ITU
DIA!!”
“Huaaaa!!”
Tidak ada pilihan lain, Joo Young kembali mengerahkan sisa tenaganya untuk
berlari.
Lima
menit sudah ia berlari, rasanya semua tenaganya sudah diambang batas. Istirahat
tadi dirasanya belum cukup. Seumur hidup dia tidak pernah berlari sangat lama,
hanya saja karena terdesak mau tidak mau dia harus berlari. The Power of
Terdesak(?) membuatnya begitu saja melupakan kebenciannya pada lari. Joo Young
sendiri merasa heran, bagaimana bias
fans-fans, eh, bukan, antis-antis itu sebegitu kuatnya mengejarnya. Mungkin
mereka atlet lari.
“Tuhan.
Ommo, aku sudah tidak kuat!”
Joo
Young kembali berhenti di tikungan. Dari tempatnya masih terdengar jelas
teriakan dan umpatan fans. Mereka semakin dekat, dekat, dan dekat. Jantungnya
masih berpacu kencang antara lelah dan takut. Tiba-tiba sebuah tangan membekap
mulutnya dan menariknya paksa ke celah bangunan tidak jauh dari situ. Joo Young
berontak keras, tapi orang itu mendekapnya erat. Teriakan Joo Young percuma
kerena teredam tangan besar yang membekap mulutnya.
“Ssssttt,
diamlah.”
Suara
itu, yah, suara yang sangat familiar. Joo Young mendadak terdiam karena merasa
tahu siapa orang ini. Dia mendongak untuk memastikan bahwa tebakannya benar.
Seorang namja bertopi, ia tengah waspada memperhatikan jalanan yang dilalui
oleh orang-orang yang memburu Joo Young. Namja itu jauh lebih tinggi darinya, maka
dari itu dari bawah sini Joo Young hanya bias melihat pipi tebal namja itu. Hahaha,
dan Joo Young semakin yakin kalau tebakannya memang benar. Young Saeng.
“Hah,
mereka sudah pergi.”
Kelegaan
Joo Young bertambah karena ia berhasil terlepas dari serbuan antisnya. Hanya
saja, dia baru menyadari dua hal. Jarak antara dirinya dengan Young Saeng
sangat dekat, bahkan bisa dikatakan tidak ada jarak lagi. Young Saeng seolah seperti
memeluknya dari belakang. Lalu tangan kanan Young Saeng masih asik mendekap
mulutnya, sepertinya namja itu belum sadar. Posisi mereka sukses membuat
jantung Joo Young kembali berdegup kencang. Kali ini bukan karena takut,
melainkan gugup.
“Neoneun
gwaenchana, Joo Young-ah?” Akhirnya dilepas juga tangan Young Saeng. Joo Young
dibalik paksa agar mereka berhadapan dan Young Saeng bisa memeriksa keadaan
Joo. Tampak jelas raut muka Young Saeng menunjukkan kekhawatiran.
“Nan…nan
gwaenchana, Hyung.”
“Ah,
kau basah sekali.” Tanpa babibu Young Saeng segera melepas hoodie yang ia
kenakan, menyisakan kaos lengan panjang berwarna biru gelap. “Pakailah, kau
bisa sakit.”
Joo
Young malah terpaku, tidak percaya dengan apa yang dilakukan Young Saeng.
Sebelumnya biasnya itu tidak pernah sebegini peduli. Ommo.
“Gam..gamsahamnida,
Hyung.” Young Saeng hanya membalas dengan anggukan lalu mengalihkan pandangan
menunggu Joo Young mengganti hoodie basahnya dengan hoodie Young Saeng yang
ternyata kelewat besar untuk tubuh cungkringnya.
“Haha,
kau seperti orang-orangan sawah. Kkaja! Kita segera pergi dari sini.” Sambil
berjalan, Joo Young menampakkan wajah betenya pada Young Saeng karena telah
mengoloknya.
“Hyung,
bukankah ini hampir sampai tengah kota?”
“Memang
iya. Kau pikir kau masih di kawasan gedung DSP? Aigoo..aku kualahan mengejarmu
tadi.Ternyata larimu cepat juga.”
“Mwo?
Hyung mengejarku?”
“Emm,
sebenarnya tadi aku juga sedang jalan-jalan di luar gedung. Lalu aku melihatmu
berlari diikuti orang-orang yang terlihat sangat marah dan mereka berhasil
melemparimu dengan plastik berisi air. Aku tahu kalau mereka adalah fans yang
malah mau menyakitimu, untuk itu aku berusaha menyelamatkanmu karena tidak mau
si maknae disakiti oleh mereka. Ternyata
kau sangat cepat berlari membuatku harus mencari jalan pintas dan
menebak rutemu.”
“Ommo,
Hyung, aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu.”
“Hey,
kalau kau meihatku atau personil lain seperti itu, apakah kau akan diam saja?’
Sebenarnya Young Saeng mempunyai alasan lain. Dia hanya malu untuk
mengatakannya.
“Tentu
saja aku juga akan menolong. Ah, jeongmal gamsahamnida Hyung. Aku tidak tahu
apa yang akan mereka lakukan padaku seandainya aku tertangkap.” Tanpa diduga
Joo Young meraih pinggang Young Saeng dengan salah satu tangannya. Sebenanya ia
ingin merangkul namja itu, tapi tentu saja itu tidak akan pantas karena dia lebih pendek. Perbuatan Joo
Young membuat Young Saeng terbelalak.
“N..Ne
Cheonmaneyo. A..Aku tidak menyangka para Tripe’S bisa berbuat seperti itu
padamu”
“Entahlah,
Hyung. Sepertinya aku memang harus segera pergi setelah Kyu Jong Hyung kembali
tentunya. Aku harap secepatnya.” Young Saeng hanya diam saja.
Tes!
Tes! Tes! Satu persatu titik air mulai turun dari langit. Lama kelaman titik
air itu semakin banyak. Langit menagis!! Um, maksudnya hujan turun! Orang-orang
yang sedang asik berjalan dengan teratur di trotoar mendadak bubar, panik
berusaha mencari tempat berteduh, begitu juga dengan Joo Young dan Young Saeng.
Young Saeng merangkul Joo Young lalu mengajak untuk menembus derasnya hujan.
Mereka berlari-larian menuju sebuah halte bis yang kebetulan kosong.
“Yah,
kau basah lagi, Joo.”
“Kau
juga, Hyung.”
“Kita
naik bis saja, eottae? Kebetulan aku bawa uang.”
“Ide
bagus, Hyung.”
Hanya
saja lama mereka menunggu, bis yang mereka harapkan tidak kunjung datang. Joo
Young mulai menggigil karena bajunya yang basah dan karena angin kencang yang
menerpa mereka. Ck, hujan musim gugur kali ini sangat buruk.
“Kemarilah!
Kau tampak sangat kedinginan.” Dengan sedikit ragu, Young Saeng meraih Joo Young
kedalam dekapannya. Walau baju mereka sama-sama basah, tapi hawa panas tubuh
mereka tetap tersalurkan satu sama lain. Joo Young hanya bisa memejamkan mata
dan menahan nafas, merasa gugup. Sebenarnya ini sangat aneh mengingat mereka
adalah namja. Tapi Young Saeng Nampak tidak peduli, ia senang melakukannya.
Sekali
lagi angin kembali berhembus kencang, menerpa mereka berdua. Walaupun hujan
sudah tidak sederas tadi, namun angin masih terlihat senang berhembus. Topi
penyamaran Young Saeng berhasil diterbangkan angin, membuat namja itu terkejut.
Topi hitam Young Saeng terjatuh di trotoar luar halte. Young Saeng berniat
mengambilnya kembali tapi sebuah tangan lebih dulu mengambil topi malang itu.
Seorang
yeoja berjalan menuju halte di bawah payung merahnya. Joo Young yang sedari
tadi masih asik menutup mata kembali tersadar di dunia mengetahui Young Saeng
sudah tidak memeluknya. Dia melihat seorang yeoja sudah berdiri di sampingnya.
Yeoja denga rambut panjangnya itu terlihat tidak asing. Tentu saja, dia adalah…
“Hara-ya? Apa yang sedang kau
lakukan di sini?”
“Annyeong
Oppa, dan kau personil baru SS501, kan?”
Joo Young mengangguk senang. Wah, akhirnya dia bisa bertemu dengan Koo
Hara, salah satu personil girlband asuhan DSP juga yang bernama KARA. Dia
menyerahkan topi pada pemiliknya. “Aku dari supermarket. Lalu apa yang kalian
lakukan?”
“Gomawo.
Ah, kami sedang berteduh dan menunggu
bis.” Jawab Young Saeng.
“Hm,
kalian memang mau kemana?”
“Tadi
kami jalan-jalan tapi malah hujan dan kami ingin kembali ke gedung Selatan
DSP.”
“Hey,
kenapa tidak bareng mobilku saja? Aku dan Seung Yeon juga ingin kesana.”
Dua
namja itu berbinar mendapat tumpangan gratis dan cepat ke DSP. Tentu saja
mereka tidak menolaknya. Mereka berdua bergegas menuju mobil silver yang terparkir
tidak jauh dari halte. Di sisi lain Joo Young malah merasa tidak senang saat
Young Saeng berdekatan dengan Hara karena seingatnya, Young Saeng pernah
menaruh hati pada yeoja cantik. Tapi mau bagaimana lagi, Hara sebenarnya juga
termasuk dalam idolanya dan bukankah dia sudah punya namjachingu?
Di
dalam mobil sudah ada seorang yeoja lagi yang terlihat bosan menunggu. Dia juga
salah satu personil kara, namanya Seung Yeon. Kemuraman dan rasa cemburu Joo
Young bertambah karena Seung Yeon adalah personil Kara yang dijodohkan dengan
Young Saeng oleh para fans. Joo Young dan Young Saeng langsung duduk di bangku
belakang walau sebenarnya mereka sedikit merasa tidak enak karena pakaian
mereka basah. Selama perjalanan banyak sekali hal yang mereka bicarakan.
“Joo
Young-ssi, aku senang sekali bisa melihatmu secara langsung. Dari kemarin aku
penasaran denganmu.” Oceh Seung Yeon.
“Aku
juga sangat senang bertemu dengan Noona.”
“Jangan
GR ya, ternyata kamu lebih menggemaskan dariada saat di MV.” Perkataan Hara sukses
membuat Joo Young bersemu merah.
“Hahaha,
noona bisa saja.”
“Oiya,
aku degar SS501 akan mengadakan pesta malam ini.”
“Benarkah
itu? Huah, kami tidak diundang?” Sambung Seug Yeon diselingi senyum.
“Ne,
pesta untuk melepas rindu pada Kyu Jong. Setahuku ini bukan pesta SS501, tapi
pesta keluarga DSP. Otomatis kalian diundang dong. Datanglah! Sepertinya pesta
nanti juga untuk merayakan ulang tahun manager A-JAX.”
“Pasti
menyenangkan! Kami akan datang, Oppa.” Kata yeoja-yeoja itu bersamaan.
Perjalanan
menuju DSP hanya memakan waktu 15 menit. Joo Young dan Young Saeng langsung
disambut oleh personil lain termasuk Kyu Jong yang sudah kembali+Manage Hyung. Tentu
saja mereka merasa sangat khawatir karena kalau dihitung-hitung mereka ber2
sudah pergi selama 2 jam tanpa kabar. Bagaimana mau memberi kabar jika tidak
ada satupun yang membawa ponsel?
*♀♂*
“Aigooo..”
Mata
Joo Young tidak bisa lepas dari pemandangan di sekelilingnya begitu sampai di
ambang pintu. Aula gedung utama DSP yang luas sudah disulap menjadi ruang
pesta. Musik berdentum keras, sofa-sofa ditata sedemikian rupa, berbagai
makanan dan minuman ikut berpartisipasi dalam pesta yang sebenarnya hanya
didesain sangat simpel tapi karena orang-orangnya sangat menyenangkan, membuat
pesta nampak seru.
Sebenarnya
bukan itu yang membuat Joo Young berbinar. Dia lebih terfokus pada penghuni
ruangan itu. Lihatlah! Betapa menyenangkannya bisa berkumpul dan
bersenang-senang di tengah-tengah bintang besar. Ada Kara, Rainbow, A-Jax, tak
lupa SS501, dan artis-artis DSP lainnya. Sofa-sofa sudah dipenuhi manager dan
sebagian personil rainbow. Para yeoja KARA sedang asyik berbincang dengan 2
orang namja yang Joo Young lupa siapa nama mereka, ada Kyu Jong juga di sana.
Sementara di lantai yang kosong, nampak Hyung Joon dan Jung Min yang sedang
asik battle dance dengan personil-personil A-Jax. Joo Young sontan tertawa saat
Jung Min terpeleset dan jatuh tengkurap. Ck, ruangan ini semakin ramai saja.
“Cepat
masuk! Kita sudah terlambat.”
Hyun
Joong langsung mendorong Joo Young ke tengah aula. Hyun Joong, Young Saeng, dan
Joo Young tadi sempat ribut di dorm gara-gara kaos kesayangan Hyun Joong hilang
dan dia menuduh Joo Young mengambilnya karena Joo Young lah yang terakhir
membersihkan kamar Hyun Joong. Tapi ternyata kaos Hyun Joong sudah berada di
mesin cuci. Hal itu sukses membuat Joo Young kesal dan memutuskan untuk menganiaya
Hyun Joong sepanjang perjalanan.
“Annyeong,
personil baru!” Si power leader A-Jax langsung menyambut Joo Young dengan
tepukan keras di pundak. Perlakuan Hyeongkon langsung mendapat perhatian dari
seisi aula. Um, lebih tepatnya Joo Young yang diperhatikan.
“Annyeong
yeorobeun.” Kata Joo Young sambil menunduk dalam. Ia jadi merasa salah tingkah
karena diperhatikan. Untung sekali orang-orang
DSP ramah semua. Mereka dengan senang segera menyambut dan menyalami Joo Young.
Huah, Joo Young langsung merasa menjadi orang paling beruntung di dunia. Satu
hal yang ada dipikirannya saat ini, dia ingin berfoto dengan semua orang yang
ada di sini. Ck, dasar narsis.
“Ehm.
Baiklah dengarkan sebentar.” Perkataan Manager Hyung membuat semua orang
terdiam. “Sebenarnya ini hanya pesta kecil-kecilan, bisa dikatakan sebagai
malam untuk bersenang-senang sekaligus melepas lelah dari segala aktivitas dan
kerja keras kita. Yang membuat istimewa adalah pesta ini sengaja diadakan untuk
merayakan event-event tertentu. Pertama, um..aku ingin bertanya, siapa di
antara kalian yang tidak merindukan Kim Kyu Jong?” Semuanya dengan antusias
berseru memanggil nama Kyu Jong.
“Yeah,
kita pasti sangat merindukannya karena setahun belakangan ini tidak melihatnya.
Sebenarnya perayaan ini ide darinya dan beberapa personil SS501.” Kali ini
orang-orang bertepuk tangan terutama Jung Min dan Hyung Jun yang terihat paling
bersemangat. “Dan kedua, pesta ini diadakan untuk menyambut keluarga baru kita!
Shin Joo Young!” Joo Young seketika langsung menjadi pusat perhatian. Yang
ditatap dan diteriaki namanya malah hanya memasang wajah cengo.
“Dan
yag terakhir tidak lupa kita mengadakan pesta ini untuk…Merayakan ulang tahun
Manager Kan! SAENGIL CHUKAHAMNIDA!” Kali ini aula dipenuhi dengan nyanyian
selamat ulang tahun. Manager Kan yang duduk di ujung sofa hanya bisa tersenyum
senang dan terharu.
Setelah
pengumuman itu, semua orang dipersilakan untuk bebas beraktivitas menyemarakkan
pesta. Hyung Jun dan Jung Min kembali menantang personil-personil A-Jax untuk
battle. Tapi mereka tidak kelihatan seperti battle, malah terlihat seperti
melawak. Semua orang terpingkal melihat kekonyolan manusia-manusia gila itu. Beberapa
orang terlihat sedang asik memakan cemilan, kue, dan beberapa soju. Terutama
Kyu, paling antusias meminum soju karena saat di camp tentu saja tidak
diperbolehkan. Young Saeng, Joo Young, dan tiga personil rainbow sedang asik
berfoto.
“Lihatlah,
Joo Young dan Young Saeng malah terihat seperti anggota rainbow, ne? cocok.”
Celoteh Hyun Joong di tengah aktivitasnya minum soju bersama Kyu Jong dan
beberapa manager.
“Hahaha,
mereka akan membunuhmu, Hyung.”
Hanya
saja di tengah kemeriahan itu tiba-tiba Joo Young merasa ada yang ganjil pada
dirinya. Kepalanya seolah dipenuhi oleh bintang yang beterbangan dan suhu
tubuhnya perlahan meningkat. Sebenarnya gejala ini sudah dia rasakan saat di
dorm. Dia pikir ini akan hilang dengan sendirinya, tapi ternyata tidak.
“Kau
tidak minum?”
“Mian,
Young Saeng Hyung, aku tidak pernah minum soju.”
“Oh
iya, umurmu juga baru 17 tahun. Yasudah aku saja.” Joo Young menyipitkan mata
saat menatap Young Saeng yang sedang minum soju. Entah kenapa tiba-tiba
pandangannya buram. “Joo? Neoneun gwaenchana? Kamu sakit?”
“Masa
aku sakit?” Joo Young memegang dahinya sendiri, memang benar terasa sangat
membara. Tangan Young Saeng membantu mengecek.
“Ommo!
Kau panas sekali. Ah, pasti gara-gara adegan basah-basahan tadi siang.”
“Mungkin.”
Katanya lemah.
“Ok,
aku antar kau ke dorm sekarang. Kkaja!” Sebelum meninggalkan pesta, Young Saeng
meminta ijin meminjam mobil Hyun Joong sekaligus berpamitan.
“Hyung,
tolong pamitkan. Aku harus ke dorm dengan Joo Young.”
“Wae?
Ini baru jam 10.”
“Sepertinya
Joo Young sakit, aku akan membawanya ke dorm agar dia bisa istirahat.”
*♀♂*
“Minumlah
obat ini, kau akan merasa baikan.”
Joo
Young tidak habis pikir Young Saeng akan sebegitu perhatian padanya.
Sesampainya mereka di dorm 5 menit yang lalu, namja itu sudah memerintah dan
mengoceh tentang berbagai hal. Entah menyuruh Joo Young istirahat, makan, minum
minuman hangat, minum obat, dan lainnya. Ternyata apa yang dikatakan oleh
personil lain benar. Young Saeng dari luar tampak seperti namja yang sangaaat
pendiam. Apalagi jika bersama dengan orang asing Tapi sebenarnya dia personil
yang paling cerewet jika sudah menyangkut hal-hal tertentu, seperti ini. Joo
Young tidak menyangka sifat itu akan ditunjukkan Young Saeng padanya.
“Ne,
Hyung. Tenanglah, aku tidak apa-apa.”
“Tidak
apa-apa apanya? Kau terlihat sangat pucat. Apa perlu aku panggilkan dokter?” Dengan
cepat Joo Young lagsung mencengkram tangan Young Saeng yang akan beranjak
meninggalkan kamar. Walau wajah Joo Young terlihat pucat, ia masih bisa
tersenyum melihat ekspresi khawatir Young Saeng yang menurutnya agak
berlebihan.
“Hyung
temani aku saja di sini, ne?” Akhirnya Young Saeng kembali duduk di kasur
lesehan mereka sementara Joo Young sudah mapan berbaring.
“Tidurlah
kalau begitu.” Tanpa sadar tangan Young Saeng tergerak membelai kepala Joo
Young membuat namja itu justru terpaku Menyadari kesalahannya, Young Saeng
segera menarik tangannya kembali.
“Hyung,
apa kau selalu perhatian seperti ini pada semua personil?”
“Ten..tentu
saja. Aku sangat menyayangi kalian. Sudahlah, tidur saja!” Tidak ingin membuat
Young Saeng murka, akhirnya Joo Young berusaha memejamkan mata.
*♀♂*
Hawa
panas yang menyelubungi tubuh Joo Young membuat tidurnya tidak nyaman.
Tiba-tiba ia terbangun karena merasa sangat gerah. Ternyata peluh sudah banyak
keluar dari tubuhnya. Joo Young terduduk, ia mengamati sekeliling kamar yang
sunyi. Keadaa masih sama seperti saat ia tinggal tidur. Hanya saja kali ini
Young Saeng tidak ada di sini. Kemana namja itu? Diliriknya jam weker yang
tergeletak di lantai, ternyata jarum pendek baru menunjuk angka 12. Joo Young
menyimpulkan kalau personil lain nampaknya belum kembali dari pesta, terbukti
dari lampu seluruh dorm masih menyala. Biasanya lampu-lampu itu akan padam jika
personil SS501 bersiap untuk tidur.
Baru
Joo Young sadari satu hal, dia sudah tidak merasa pusing lagi. Bahkan suhu
tubuhnya sudah turun. Wah, obat yang diberikan Young Saeng benar-benar bekerja
cepat. Tapi ia sudah merasa tidak tahan dengan gerah yang menyelimutinya. Dia
berniat untuk mengganti sweaternya dengan kaos biasa.
“Ommo,
perbanku sampai basah.” Joo Young meraba-raba perban yang melilit dadanya.
Selama ini ternyata dia menggunakan benda itu untuk menutupi lekuk tubuh
yeojanya. “Ah, gantinya besok saja.” Setelah memakai kaos, dia memutuskan untuk
kembali berbaring. Alangkah terkejutya, ternyata Young Saeng sudah berada di
ambang pintu. SEJAK KAPAN?
“Hy..Hyung?
Sejak kapan di situ?”
Jantung
Joo Young berdegup kencang. Kemungkinan besar Young Saeng telah melihat tubuh
asli Joo Young, maksudnya mengetahui saat dia sedang ganti baju tadi. Tapi
aneh, Young Saeng tidak menunjukkan ekspresi tekejut, cenderung biasa-biasa
saja,
“Kau
terbangun rupanya. Tidurlah lagi.” Joo Young masih terpaku di tempatnya,
memandang Young Saeng penuh kewaspadaan. Namja itu tengah duduk di kasur
bersandar tembok sambil membalas tatapan Joo Young heran. “Ada apa, eoh?”
“Hyung,
kau..kau melihatku, kan? Maksudku melihat kebenaran.” Ekspresi heran Young
Saeng berubah menjadi ekspresi yang tidak bisa dideskripsikan. Hal ini membuat
Joo Young bertambah bingung dan takut. Lama mereka terdiam.
“Aku
sudah tahu dari awal.” Joo Young yang semula menunduk langsung mendongak,
terkejut dengan perkataan Young Saeng. “Sejak hari pertama, aku sudah tahu kau
seorang yeoja.”
Tidak!
Ini tidak masuk akal! Bagaimana mungkin Young Saeng sudah tahu dari awal dan
dia hanya diam saja?! Apakah namja itu sebegitu pendiamnya sampai membantu
menjaga rahasia Joo Young bahkan merahasiakan dari Joo Young sendiri kalau dia
sudah tahu?
“Lalu…kenapa
Hyung tidak memarahiku? Tidak menegurku? Ommo, jeongmal mianhae karena telah
berbohong pada kalian semua. Jebal, jangan benci aku.” Akhirnya air mata Joo
Young tumpah, rasa takut akan kehilangan idolanya kembali hadir untuk yang
kedua kalinya. Young Saeng mendekati Joo Young yang berada di ujung kasur lalu
mendekapnya, membuat Joo Young bisa menangis di dada Young Saeng yang hangat.
“Geurae.
Aku melakukan itu awalnya karena aku penasaran padamu. Aku ingin melihat
seberapa kuat dan tahannya kamu berada di antara kami. Dan kulihat
perkembanganmu malah sangat baik. Se..seiring dengan perkembanganmu, ini…ini
juga berkembang semakin baik. Yah, aku berusaha menepis tapi tidak bisa! Anni.”
Joo Young mendongak.
“Apa
yang kau bicarakan, Hyung?” Young Saeng menelan ludah, gugup.
“Aku
membicarakan CINTA. Tidakkah kau mengerti, Joo?”
DEG!
Jantung Joo Young bagaikan berhenti karena menerima kenyataan yang sulit
dipercaya. Mwoya? Seorang Heo Young Saeng, namja yang selalu dia idam-idamkan
mengatakan sesuatu yang sensitif seperti cinta padanya? Joo Young tidak ingin
berharap terlalu banyak, tapi inilah kenyataan yang terjadi. Mereka kini
bertatapan dalam. Young Saeng nampak getir, tidak menyangka dia telah
mengatakan itu. Apa boleh buat, dia akan
melanjutkan. Malam ini juga dua orang itu sudah mengungkap kejujuran.
“Siapa
nama aslimu?” Tanya Young Saeng lirih.
“Shin..Shin
Sung Young.”
“Sung
Young-ah, jeongmal saranghae.”
“Young
Saeng Oppa, sebenarnya kau adalah salah satu alasanku untuk melakukan
penyamaran ini. Dari awal kau muncul di dunia hiburan aku sudah jatuh cinta pada pesonamu. Aku hanya tidak
ingin berharap terlalu banyak.”
“Aniya,
ini sudah bukan harapan lagi. Ini kenyataan Sung Young-ah. Dan ini tidak
banyak, tapi sangat besar.” Air mata Joo Young umm..maksudku Sung Young yang
sempat terhenti kini kembali mengalir. Hanya saja raut kekhawatirannya sudah berubah
menjadi raut kebahagiaan yang tiada tara.
“Oppa!!
Nado saranghae!” Dipeluknya idola tercintanya itu dengan erat. Young Saeng tentu
saja membalas perlakuan Sung Young dengan senang hati. Dia terkekeh senang
ternyata Sung Young, yeoja yang selama ini dikenalnya sebagai Joo Young si
namja juga mencintainya.
“Gomawo
sudah menjadi fans setia kami terutama diriku selama ini, dan gomawo sudah
mengatakan kalau kau mencintaiku.” Mereka berdua kembali bertatapan dalam.
“Aniyo,
aku yang harusnya berterimakasih.”
Young
Saeng hanya tersenyum lebar. Dia memegang tengkuk Sung Young dan memejamkan
mata lalu perlahan semakin mendekatkan wajahnya pada Sung Young. Yeoja itu
berpikir bahwa Young Saeng akan menciumnya maka dia memejamkan mata
rapat-rapat. Oh, tidak, first kiss!! Tapi ternyata yang ditunggu Sung Young
tidak terjadi. Namja itu hanya menempelkan jidatnya pada jidat Sung Young
sambil tersenyum, walaupun matanya masih terpejam. Sung Young tentu saja segera
membuka matanya lagi, penasaran dengan apa yang sebenarnya akan dilakukan Young
Saeng dan merasa sedikit kecewa seta malu telah berpikiran yang tidak-tidak.
Nafas hangat Young Saeng yang menerpa kulitnya benar-benar memacu jantung untuk
lebih bekerja keras.
CHU~
Tiba-tiba bibir Young Saeng mendarat sempurna di bibir Sung Young. Yeoja itu
terbelalak sesaat, wajahnya merona merasa gugup dan malu, kemudian dia berusaha
memejamkan mata lagi. Jantungnya benar-benar sudah memompa pada batas maksimum
saat dirasa ciuman itu semakin dalam.
“Op..pa!
Geumanhae!” Didorongnya dada Young Saeng pelan karena stok udara di paru-paru
rasanya semakin menipis.
“Aku
tidak bisa.” Mungkin karena masih terpengaruh soju yang tadi di minum Young
Saeng membuat namja itu sedikit aneh dan berbeda dari biasanya. Dia malah
mendorong Sung Young berbaring di kasur, menindihnya, dan kembali menciumnya.
Sung Young lagi-lagi hanya bisa terpejam karena dia merasa masih lemas setelah
terlepas dari demam singkatnya.
“YAAA!
IGE MWOYA?! Apa yang kalian lakukan!!!” Teriakan seseorang di ambang pintu
membuat mereka berdua tersentak, kaget, dan perasaan takut tiba-tiba menyerang.
Oh, ini tidak bagus! Empat personil SS501 menatap tajam kearah Young Saeng dan
Sung Young. “Jadi ini alasan kalian pulang, hah? Bercumbu?!” Hyun Joong
mencengkram kerah kaos Young Saeng, berniat memukulnya tapi segera ditahan Sung
Young. “Kau juga, anak baru!” Kali ini Hyun Joong beralih mencengkram Sung
Young sampai yeoja itu terbatuk-batuk
“Yak!
Hyung, ini bukan salahnya!” Hyun Joong melepas Sung Young dan memasang ekspresi
mengerikan, marah yang teramat sangat pada Young Saeng.
“Ooh,
jadi ini salahmu, Young Saeng?! Aku tidak percaya adik-adikku
seorang..seorang…agh! Homo?! Kalian membuatku jijik!”
Sung
Young kembali meneteskan air mata, mengiba. Jung Min dan Hyung Jun bahkan tidak
menghentikan adegan tadi, mereka lebih memilih menonton dengan ekspresi..entahlah
mungkin mereka juga merasa jijik pada Young Saeng dan Sung Young yang baginya
berbuat hal-hal yang kurang wajar. Walaupun hanya sebatas ciuman, tapi menurut
mereka itu sama sekali tidak wajar jika dilakukan oleh sesama jenis. Berbeda dengan Kyu Jong, dia juga hanya diam
saja sih tapi dia lebih merasa kasian pada Sung Young. Dia tidak merasa jijik
karena dia sudah tahu kalau Sung Young seorang yeoja.
“HYUNG!
Kau tidak sepantasnya merasa jijik pada kami!!
KARENA AKU SEORANG YEOJA!!!” Semua orang nampak terkejut, tentunya.
Akhirnya..akhirnya Sung Young memutuskan untuk berkata yang sebenarnya untuk
melindungi Young Saeng. “Jebal Jangan benci aku dan jangan merasa jijik pada
Young Saeng Oppa,hiks.” Yeoja itu terjatuh bertumpu lutut. Kepalanya lunglai
tertunduk ke bawah. Matanya tak hetinya meneteskan air.
“MWOYA!
Bagaimana bisa kau seorang yeoja?! Sulit…sulit dipercaya.” Kata Hyung Jun
frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
“Kau
telah membohongi kami,” sambung Jung Min.
“Mianhae.
Jeongmal.” tiba-tiba sebuah tangan mencengkram salah satu pundak Sung Young,
membuat yeoja itu mendongak.
“Wae?
Kenapa kau melakukan ini?” itu Hyun Joong. Walaupun nada bicaranya sudah tidak
menyentak, tapi aura kemarahan masih jelas terpancar, bahkan bertambah.
“Ada
beberapa alasan kenapa aku melakukannya. Yang pertama semua ini berawal ketika Mr.Lee
bertamu di rumah. Dia secara tidak sengaja melihatku berlatih b.dance di
halaman rumah, lalu dia langsung memanggilku, menyuruhku menyanyi, dan tanpa
pernah aku duga sebelumnya dia menawariku untuk bergabung dalam SS501,
menggantikan Kyu Jong Oppa. Appa ternyata mendukung rencana itu karena ini
tidak akan lama dan dia ingin membantu Mr.Lee. Maka Mr. Lee langsung
menjadikanku sebagai namja.
“Yang
kedua, pada saat ditawari hal seperti itu tentu aku tidak bisa menolak karena
kalian..kalian adalah bintang kesayanganku, idolaku. Sejak pertama kalian debut
aku sudah memulai mencari informasi tentang kalian dan itu membuatku semakin
jatuh hati. Aku benar-benar bermimpi ingin menjadi akrab dengan kalian.
“Yang
terakhir, aku..aku melakukan ini karena jatuh cinta…pada main vocal kalian. Aku
benar-benar mencintainya dan tidak kusangka dia juga mencintaiku. Itu kenyataan
paling membahagiakan dalam hidupku.” Semua orang terdiam. Hyun Joong masih saja
menatap Sung Young entah apa yang dipikirkannya.
“Geurae,
kami sudah mendengar alasanmu. Sekarang..pergilah.” Sang leader berjalan
menuju pintu, membukanya, mempersilakan
Sung Young pergi.
“Mwoya
Hyung?! Kau tidak bisa melakukan itu?!” Young Saeng justru yang nampak sangat
emosi sekarang. Sung Young lagi-lagi terisak. Ommo, ternyata Hyun Joong
benar-benar mengusirnya. Ketakutan yang selama ini terbayang akhirnya
bernar-benar terjadi.
“Tentu
saja aku bisa melakukannya. Aku leader di sini, aku yang memimpin! Pergi dari
dormku, yeoja!”
“Hyung,
tidak bisakah kau menunggu sampai besok?”
“Aniyo,
Kyu Jong-ah. Ppali!!!” karena dirasa teralu lama, akhirnya Hyun Joong menarik
paksa Sung Young, terus menariknya sampai benar-benar keluar dari dorm.
Lihatlah, rupanya di luar sudah turun salju! Musim dingin dimulai. Blam! Pintu
seketika tertutup, membiarkan Sung Young terisak sedih di teras dorm.
Sendirian.
“HYUNG!
Kau tega sekali!” Young Saeng yang gusar segera berjalan menabraki Jung Min dan
Hyun Joong yang sedikit menghalangi jalan. Di dapatinya Sung Young tengah
terduduk di pojok teras. Kepalanya tertunduk bertumpukan kaki yang ia tekuk.
Yeoja yang hanya mengenakan kaos oblong tipis itu gemetar karena hawa musim
dingin pertama. “Sung Young-ah.” Diselimutinya Sung Young dengan mantel yang di
bawa Young Saeng dari dalam.
“Op..Oppa,
masuklah.” Dari sini mereka bisa mendengar pintu dorm yang ditutup keras dan
dikunci.
“Aniya.
Jeongmal mianhae Sung Young-ah, semua ini salahku. Tidak seharusnya aku….”
“Ssst,
501% ini bukan kesalahan Oppa. Dari awal aku menginjakkan kaki di dorm, sudah
jelas-jelas ini kesalahanku. Mianhae.” Young Saeng memeluk Sung Young, mencoba
berbagi kehangatan, dan sepertinya cukup berhasil.
“Gwaenchana,
aku senang kau bisa masuk di dunia kami.” Sung Young balas memeluk. “Apa kau
tidak penasaran bagaimana bisa aku mengetahui dirimu seorang yeoja? Sebenarnya
itu bermula saat pagi hari, pagi di mana aku bersusah payah membangunkanmu.
Personil SS501 sempat menyerah karena kau tidak kunjung bangun. Tiba-tiba aku
mendapat ide untuk menggelitikimu. Ternyata itu benar-benar efektif karena pada
dasarnya kau memang tidak tahan geli, kan? Nah, tidak sengaja waktu itu bajumu
menjadi tersingkap dan mataku menangkap perban tebal melilit tubuhmu.”
“Arraseo,
aku jadi malu Oppa.”
*♀♂*
Young
Saeng mengerjapkan matanya untuk membiasakan cahaya terang menyilaukan. Suatu
gerakan benar-benar mengganggu tidurnya. Ternyata itu berasal dari Sung Young.
Yeoja itu tampak memeluk lututnya, mencoba memenjarakan hawa panas. Dia
benar-benar menggigil hebat. Ommo! Ternyata mereka berdua tertidur di teras
semalaman, anni lebih tepatnya hanya 5 jam.
“Sung
Young-ah! Ommo, kau panas sekali. Eottokhae?!”
Wajah
Sung Young benar-benar pucat, mataya terpejam, dan bibirnya membiru. Yeoja itu
hanya diam saja saat digendong Young Saeng ala bridal style, lebih memilih
untuk melawan rasa dingin yang menyergapnya walau tubuhnya terasa membara.
“HYUNG!
HYUNG! Jebal bukakan pintunya!” Young Saeng sadar ini masih pukul 6, tapi apa
boleh buat dia harus membawa yeojanya yang sedang sakit ke tempat yang lebih
hangat. Sesaat dia ragu, apakah personil lain akan mendengar? Beruntung! Pintu
itu terbuka menampilkan sosok Kyu Jong yang nampak kusut.
“Ommo.
Ppali! Masuklah Hyung, mumpung yang lainnya belum bangun.” Astaga, namja ini
benar-benar baik. Young Saeng harusnya tahu, Kyu Jong adalah personil yang
paling mudah bangun. Mereka berdua segera meletakkan Sung Young di karpet tebal
ruang tengah dan mengurus yeoja yang benar-benar sangat tersiksa dengan
demamnya itu. “Hyung, lebih baik kau juga istirahat. Lihatlah, wajahmu terlihat
sama pucatnya. Gwaenchana, akan ku telepon dokter.”
“Nan
gwaenchana, Kyu Jong-ah. Ppali, telponkan dokter.”
Setelah
dokter datang dan memeriksa Sung Young, Young Saeng baru bisa tenang. Sampai pada
siang harinya, Sung Young baru terbangun dari tidurnya. Walau kepalanya masih
terasa pening, tapi dia sudah tidak betah berlama-lama terpejam, mimpinya sudah
terputus gara-gara terus terbayang ketakutan terburuk mengenai personil SS501
yang membencinya. Yeoja itu mengerjap sejenak, perlahan bayang-bayang 5 orang
namja yang samar menjadi semakin jelas. Mereka di sini! Personil SS501 tengah
duduk di sekitarnya.
“Hey,
bagaimana keadaanmu?” Tanya Young Saeng lirih sambil telapak tanngannya mampir
di jidat Sung Young.
“Gwaenchana.”
Yeoja itu berusaha duduk. Kini semua
mata tertuju pada Sung Young, mereka memberikan sebuah senyuman hangat, kecuali
Hyun Joong yang hanya menunduk.
“Mianhae.
Semalam aku masih terpengaruh alkohol. Jadi aku..”
“Arraseo,
Hyun Joong Hyung. Aku juga akan melakukan hal yang sama bila berada di posisimu.
Aku hanya sangat takut semalam, takut kalian akan membenciku selamanya.”
“Tentu
saja kami merasa sangat kesal saat tahu ada seseorang yang berani membohongi
kami. Tapi, kami juga tidak bisa membenci seseorang yang sudah menyelamatkan
SS501.” Hyun Joong kali ini menatap Sung Young lembut, bahkan dengan senyuman
khas si alien.
“Hyung,
jeongmal gomawo. Tidak menyesal aku telah mengidolakan superstar seperti
kalian. Begitu baik, ramah, dan pengertian. Aku sangat beruntung mempunyai
kalian di hidupku.”
“HEY!
Kau masih akan memanggil kami dengan sebutan ‘Hyung’? Ingat! Kau ini seorang
yeoja.”
“Hahaha
geurae, Mal Oppa!!” Jung Min yang tidak terima dipanggil mal langsung
mendaratkan cubitan di lengan Sung Young keras-keras, meninggalkan bekas
kemerahan yang perih. “Yak! Kau tega menyiksa orang sakit, Oppa!”
“Apa
peduliku.”
Akhirnya
siang yang dingin ini diwarnai dengan suara teriakan Sung Young dan Jung Min
yang saling menyiksa. Jung Min nampak tidak peduli akan kenyataan bahwa Sung
Young seorang yeoja, dia masih beranggapan bahwa yeoja itu adalah dongsaeng
jahilnya yang bernama Joo Young. Sementara Sung Youg dengan sekejap langsung
melupakan pening di kepalanya karena terlalu asik bercanda dengan Jung Min.
“Kalian,
berhentilah! Sung Young-ah, ada lagi orang yang ingin minta maaf padamu.”
Hyung
Jun menyodorkan sebuah amplop berwarna hijau cerah. Sung Young yang penasaran
langsung merobek amplop dan membaca surat yang sangat panjang di dalamnya.
Ternyata itu adalah surat permintaan maaf dari Triple’S yang mengejar-ngejarnya
waktu itu. Kebahagiaan Joo Young semakin bertambah dengan ketidakadanya lagi
antis yang akan membunuhnya.
“Setelah
Young Saeng-Hyung dan aku marah-marah di twitter mengenai pembantaian dirimu
kemarin, banyak sekali mention mengenai permintaan maaf. Dan pada akhirnya
sebuah surat sampai di dorm kami pagi tadi.” Kata Hyung Jun lagi.
“Kalian
marah-marah di twitter?”
“Tentu
saja, kami menyindir orang-orang itu. Untung mereka Triple’S yang cepat
mengerti, sehingga dengan cepat pula mau minta maaf.”
“Yah,
sepertinya semua masalah sudah selesai, kan? Jadi, sore ini aku akan segera
kembali ke camp.” Kata Kyu sedih, tapi ia tetap mengembangkan seulas senyum.
“Secepat
itu, Oppa?”
“Ne,
sayangnya seperti itu. Sung Young-ah, tadi pagi kami berunding dan memutuskan
untuk memberimu hadiah kecil.”
Kyu
mengambil benda berkilauan di atas meja. Benda perak itu nampak sangat indah
terkena pantulan sinar. Sung Young menatap takjup sebuah kalung di genggaman
Kyu Jong, kalung dengan 5 bandul kecil yang lucu.
“Ini
adalah bandul-bandul dari kalung kesayangan kami, sebenarnya. Tapi jangan
khawatir, kami masih mempunyai duplikatnya, um maksudku bandul ini yang
duplikat dan yang asli masih berada di kami. Aku harap kau senang dengan
pemberian kecil ini.”
Sung
Young langsung merampas kalung itu dari tangan Kyu Jong, menatapnya
takjub. Sebuah bandul berbentuk huruf H
dengan hiasan bintang itu pasti milik Hyun Joong. Lalu bandul kedua berbentuk
hati dengan ukiran rumit di sekelilingnya dan tak lupa tulisan S di tengah,
yah, ini pasti milik Young Saeng. Bantul ketiga berupa mahkota yang dihiasi
berlian-berlian imitasi kecil yang membentuk huruf K…Kyu. Bandul berikutnya
jelas sekali menunjukkan kalau ini milik Jung Min karena bandul itu berbentuk
graffiti PJM yang merupakan singkatan nama dari Park Jung Min. Yang terakhir
pastinya milik Hyung Jun, bentuknya berupa not lagu menyerupai 2 huruf J yang
berjejer. Kebahagiaan Sung Young berlipat ganda sekarang. Diremasnya sayang
kalung itu.
“Ommo,
ini hadiah paling indah di antara hadiah yang pernah aku dapat. Jeongmal
jeongmal jeongmal gomawo. Aku akan terus memakainya.”
Semua
personil nampak tak peduli, tidak ada yang membalas ucapan terimakasih Sung
Young. Walau dalam hati mereka tersenyum senang melihat yeoja itu tersenyum dan
berteriak-teriak senang.
“Baiklah
sekarang berhenti senang-senangnya!! Kita harus latihan untuk comeback perform
di mubank lusa. Kau juga, maknae! Pulihkan keadaanmu terlebih dahulu dan susul
kami latihan di gedung DSP!” Perintah Hyun Joong, seperti biasa menjalankan
tugas sebagai leader.
“Mwoya?
Jadi…jadi…”
“Oh,
iya, Young Saeng-ah. Lebih baik kau di dorm saja, menemani Joo Young. Aku hanya
tidak mau dia menggigil lagi.” Sambung sang leader.
“Siap,
bos.”
“Jadi
aku masih diterima?!! Jinja?!!” Tentu saja Sung Young tidak akan menyangka
dirinya bakal diterima kembali setelah semua kebenarannya terungkap.
“Tentu
saja, maknae! Selama Kyu belum selesai dengan kewajibannya, kau masih akan
tetap bersama kami. Kau harus bekerja sangat keras, memberikan yang terbaik
untuk fans. Jangan harap kau bisa kabur dari pekerjaanmu, Shin Joo Young!!!”
*THE END*
DON'T FORGET TO RCL!
NO PLAGIATOR!! NO SILENT READER!!
Related Posts :
- Back to Home »
- 15+ , Brothership , Friendship , Heo Young Saeng , Kim Hyun Joong , Kim Hyung Jun , Kim Kyu Jong , Park Jung Min , Romance , Series , SS501 , Triple'S , Young Couple »
- zuSaeng501 | SS501's Replacement Personnel | Daesung's Gender Bender (Series)

