Posted by : Zusli zuSaeng Triple'S
Wednesday, May 14, 2014
Details:
- Title : Our Life
- Genre : Lifestyle, Brothership, Comedy
- Category : All age
- Author : Ianth_Xan aka Kang Hakyo
- Casts :
· Shin Sung Young
·
Heo Young Saeng
·
Kim
Hyung Jun
· Park Jung Min
·
Others…
copyrightKangHakyo©2013
Intro:
Annyeong,,,,
saya balik lagi bawa FF req dari dedek keceh,
ada yang kenal mungkin sama saeng keceh penyuka warna ijo ini? saiapa yang g
tau zusli zusaeng? kalo beloe cerita sedikit, dia ini juga sering nulis FF
kebanyakan brothership sama fantasy (selama yang saya baca itu.) ahahahah.
FFnya juga keren - keren. siapa yangb belum baca hayo??? nyesel de~
cukup, sekarang gantian curhat saya ttg FF
ini, terpaksa bikin life merriage. karena pas say intro gasi zuslinya malah
jadinya saya yang terkesan curhat sama dia. saengie-a~
jadi, malem itu saya sengaja chatt zusli
ceritanya mancing. pake pertanyaan "saeng kamu takut smaa badut ga?"
tahu hasilnya? akhirnya saya curhat sama dia mo tau chatnya? ga usah aja lah.
ahahahahah
okay FF ini garing, ga jelas, kayaknya
boring. kkkk happy reading!!!
mumumuaaacchhhhhhhhhhhhhhh :** RCL jangan
lupa ye..
------------------------------------------S.T.O.R.Y----------------------------------------
“HUAA!!! Hyung!!! Kau bisa pergi tidak?!!!!
Akutidak bisa belajar!! Kau pergi saja ke kamarmu!!!!!!!”
“AAAA!!! SHIREO!! Aku mau disini!! Kau saja
yangpergi!!!!”
“Tapi ini kan kamar ku Hyung!!!! Bagai mana
bisakau mengusirku dari kamar ku sendiri?!!!”
“Ini kamar mu? jinjayo?!!!” seorang anak laki
–laki kecil hanya bisa menatap bingung menyapukan semua pandangannya
keseluruhpenjuru kamar, kemudian menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak
gatal.Sedangkan lawan bicaranya hanya memutar malas bola matanya.
“Jadi???” Tanya anak yang memutar malas
bolamatanya itu seakan member makna –apa-lagi-yang-kau-tunggu?!keluarlah-.
“ne ne!! aku keluar......” kata anak itu
kemudianmelangkah keluar meninggalkan kamar.
BUUKKKKK!!!
Sebuah bantal berhasil mendarat di kepala
anakyang baru saja memanggilnya Hyung itu.
“KYA!!!!!!! HYUNG!!!!!!!! KEMBALI KAU!!”
itulahkata terakhir sebelum ia menyusul langkah sang hyung untuk meninggalkan
kamar.Dan seperti biasa aksi kejar – kejaran pun dimulai.
“KALIANNNN!!!!!! Bisakah kalian sedikit
membantu eomma mu ini????” seorang yeoja lengkapdengan celemek menangkap kedua
anak yang sedang melancarkan aksinya. Yeoja itumemisahkan sang hyung, dan anak
yang satunya itu tentu saja adalah seorang adik bukan?
“sebenarnya apa yang terjadi??” Tanya yeoja
itulembut pada kedua bocah itu setelah menarik napas panjang.
“Hyung yang terlebih dulu mengganggu ku
eomma. Diamengganggu aku yang sedang belajar.” Adu sang dongsaeng pada yeoja
yang dipanggil eomma.
“Jungmin-a~.” Panggil eomma lembut
kemudianberjongkok mnyejajarkan tingginya dengan dua bocah yang kini berada
didepannya.
“Berhentilah mengganggu adik mu. Biarkan
iabelajar dengan tenang(?). kau mainlah sesuka hati mu. asal jangan ganggu
adikmu dan jangan keluar dari rumah. Arraseo?” Lanjutnya.
“Hyung Jun-a kau bisa kembali ke kamar mu
danlanjutkan belajar mu.”
“Gomawo eomma…. Saranghae~” ucap anak
yang bernama Hyungjun mengecup sekilas pipi sangeomma sebelum akhirnya
pergi meninggalkan eomma. Menerima tanda sayang darisang anak bungsunya itu
eomma hanya bisa tersenyum lembut menatap punggungmungil Hyungjun yang sudah
lenyap dibalik daun pintu kmarnya.
“Hajiman eomma!!!” tiba – tiba
Hyungjunmenyembulkan kepalanya keluar dari kamar.
“wae Junie?”
“suaramu itu cempreng, jadi berhentinlah
berteriakkepada kami.” Celetuk Hyung Jun polos dengan memamerkan deretan
gigiompongnya(?).
“Ya!!!! Kembali kekamarmu dan belajar. Eomma
tidakakan memberikan uang jajan selama satu minggu jika nilai mu jelek!!!”
Kesaleomma saat mendengar kata HyungJun.
‘tuhan~kuatkan aku!!!!! Youngsaeng Oppa kapan
kau pulang??? Mengurus mereka sendirianmembuatku sangat lelah. Namun aku
menikmati ini, menjadi bagian dari kehidupanmereka, menemani mereka hingga
mereka meraih mimpi – mimpi mereka, mendukungsemua kegiatan mereka selama itu
berguna dan tidak merugikan orang lain. Akanku berikan apapun untuk kedua
pangeran kecilku. Fighting Sung Young-a!!!’
(OST_SS501_EVERYTHING)
Kira – kira begitulah ratapan dari seorang
ShinSung Young. Yeoja cantik, berkulit putih, berambut pendek, dan bermata
bulatitu kini menikmati setiap hari – harinya menjadi seorang ibu rumah
tangga.Sebelumnya, ia adalah seorang model ternama. Namun setelah menikah
denganseorang namja berpipi chubby seorang arsitektur kondang bernama Heo
Young Saeng, ia memutuskan untukmengakhiri karirnya. Meski Youngsaeng tak
pernah melarangnya untuk tetap padakarirnya, namun entah mengapa Sung Young
lebih memilih untuk berhenti danseratus persen menjadi ibu rumah tangga.
DRRRRRRRRTTTTTTTTTTTTDDDDDDDDDDRRRRRRRRRRTTTTTTTTTTTT
Getar sebuah ponsel membuyarkan lamunan
Sungyoung.
“YOUNGSAENG OPPA!!!!!” teriak Sungyoung riang
saatmelihat nama yang tertera pada layar ponsel layar sentuhnya itu.
“EOMMAA!!!!!! BISAKAH KAU DIAM?!!!!!!” teriak
duaorang anak yang sekarang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing –
masing.Sedangkan sang eomma hanya terkekeh garing dan segera mengangkat
panggilantersebut.
**Young Couple**
“apakah appa hari ini pulang eomma?” Tanya
HyungJunyang hanya diangguki oleh sang eomma.
“woaaa?!! Jinja!!! Jadilah aku main kuda –
kudaansama appa!!!” seru Jungmin. Yang hanya di tanggapi dengan helaan napas
panjangoleh saeng eomma.
“Appa akan bermain pangeran dan tuang
putridbersama ku dulu hyung!!!!!”
“AAHHH!! SHIREO!!!!! Appa sudah berjanji!!
Kaumain saja dengan eomma.”
“Shireo!!! Aku mau main dengan appa!! kau
sajayang main sama eomma!!”
“ck~!! Anak ini!!” decak Jungmin lalu
beralihmendekati Hyungjun yang berada di gandengan tangan kiri eomma. Ya, Sung
Youngbaru saja menjemput dua orang anaknya pulang sekolah.
“Jika aku bermain kuda – kudaan dengan eomma,
kaumau tanggung jawab apa yang akan terjadi padanya keesokan harinya?
Pinggangnyabisa kumat lagi. dan itu akan berdampak negative untuk kita. Kau
tahu?!” bisikJungmin, dan Hyung Jun hanya bisa mengagguk seolah mengerti
apa yang di katakan oleh sang Hyung.
“kau mau mencuci pakaian, memasak,
membereskantempat tidur, dan mencuci piring mu sendiri setelah makan?”
“kan ada appa Hyung~ hehehehe.”
“ohhh,,, benar juga.” Tanggap Jungmin
atasHyungjun.
“tapi hyung, aku tidak yakin kau akan
bermaindengan eomma. Sebelum kau mengatakan ‘eomma ayo kita main kuda – kudaan’
eommapasti sudah menelanmu. Atau mengatakan ‘kau yang jadi kudanya
jungmin-a?’”celoteh Hyungjun.
“Kenapa aku yang jadi kuda?!!!”
“kau kan kuda Hyung!!!! Lihat dan dengarkan
saatkau tertawa Hyung!! MAL!!” ledek Hyungjun yang membuatnya mendapat
sebuahhadiah jitakan dari sang hyung.
“Hey kalian, eomma mendengar semua yang
kalianbicarakan.” Ujar sang eomma dengan tampang -_-.
Sesampainya di rumah, Sungyoung terkejut
mendapatiseorang namja berkaca mata yang tengahduduk santai di sofa ruang
tamu mereka membaca sebuah Koran. Siapa lagi kalubukan Youngsaeng.
“APPA!!!” pekik Jungmin dan Hyungjun
bersamaankemudian berlari kepelukan sang appa yang menatap mereka sayang.
“anak – anak appa sudah pulang.” Sambut
Youngsaenglembut mengusap puncak kepala kedua anaknya sayang. Sungyoung yang
melihat itusemua hanya tersenyum, kemudian mengabambil dua pasang sandal rumah
untukJungmin dan Hyungjun.
“Heo Jungmin, Heo Hyungjun. Kalian lupa
menggantisepatu kalian dengan sandal rumah tuan – tuan.” Ucap Sungyoung
kemudianmengganti sepatu sekolah mereka dengan sandal rumah.
“Eomma terlihat lelah sekali.” Goda
Youngsaengpada Sungyoung.
“O~ uri Appa juga terlihat lelah. Sudah
makansiang?” Tanya Sungyoung membalas godaan (?) Youngsaeng. Sesaat kemudian
merekabertatapan dengan posisi Youngsaeng yang terduduk di sofa memeluk
Hyungjun danJungmin, sedangkan Sungyoung yang berdiri membawa dua pasang sepatu
kecil.
“PHUAHAHAHAHAHAHA” Tawa keduanya meledak
saatmenyadari apa yang mereka ucapkan tadi.
“mungkin harus lebih terbiasa dengan sebutan
ituchagya.” Usul Youngsaeng.
“Apakah harus? Baiklah sedikit canggung jika
kauyang memanggilnya oppa.” Ucap Sungyoungmenggaruk kepalanya yang sama
sekali tak gatal.
“jinja?”
“Ne, aku merasa memiliki seorang bayi
raksasa.”Ucap Sungyoung santai berjalan meniggalkan ruang tamu menuju dapur.
“Bayi raksasa?! Kau tidak lihat badanku
langsingseperti ini?”
“MWOYA?!!!!! Bukan langsing, tepatnya
langsung.”Jawab Sungyoung sedikit meledek sang suami tercinta.
“Hyung! Sepertinya aku tau dari mana sifat
percayadirimu itu.” Bisik HyungJun pada Jungmin masih pada posisi awal.
DipelukanYoungsaeng.
“aku rasa juga begitu. Berarti sifat cerewet
dansuara cempreng mu itu keturunan eomma!!” balas Jungmin melirik sang eomma
yangduah berada di dapur.
“KAU!!! Suara ku tidak cempreng kuda!!!!
Suaramujauh lebih cempreng dari suara ku!!!” teriak Hyung Jun memukul lengan
Jungmin.
“OH!! TUHAN!! JANGAN HARI INI!!!!”
PasrahYoungsaeng dan Sungyoung bersamaan di tempat yang berbeda. Dan lagi, aksi
kejar– kejaran pun terjadi.
“HEY!! KAU!! BERHENTI!!!!!!!!!!!! SUARAKU
ITUTIDAK CEMPRENG!!!! SUARA MU LAH YANG SANGAT CEMPRENG!!!!” Teriak Hyungjun.
“Dengarkan saja sendiri! Suaramu itu!! Masih
sajamengelak!!” ledek jungmin.
“kau sendiri bagimana? Tidakkah kau sadar
suara musaat tertawa membuat telingaku sangat sakit. Hampir saja aku ingin
menutupmulutmu dengan sepatukku!” amuk Hyungjun tidak mau kalah.
“HEY!! AKU INI HYUNG MU!”
“ck! Kau hyung ku tapi kenapa lebih kekanakan
dariaku?!”
“bukannya kita memang masih anak –
anakhyungjun-a?! kau ini!!!” kesal Jungmin melempar bantal sofa yang
langsungmengenai sang appa. Karena Hyungjun segera berlari kepelukan sang appa.
“OMO!! Jungmin-a. berhenti melempar sesuatu
kepadaorang.” Peringat Youngsaeng mencoba menahan emosinya.
“EOMMMAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!”
Hyungjunberlari kecil ke arah sang eomma yang ada di dapaur. Anak berusia 7
tahun itumenghampiri sang eomma dan memeluknya erat. Tubuh mungilnya juga
bergetar.Sedangkan Jungmin masih memamerkan deretan gigi putihnya yang tersusun
rapipada sang appa yang tengah menggeleng – gelengkan kepalanya melihat aksinya
danHyungjun barusan.
“Appa saranghae~” Kata Jungmin polos
berlarimemeluk Youngsaeng. Youngsaeng hanya bisa pasrah sedangkan Sungyoung?
Sungyoungmasih sibuk dengan acara memasaknya.
“eomma, tadi hyung melempari ku dengan batal
sofahiks.” Adu Hyungjun.
“Jungmin-a!! kau tidak boleh melempari adik
mudengan bantal sofa!!” Kata Sungyoung sedikit berteriak dan terkesan santai.
Ya,karena Sungyoung sudah terbiasa mendengar dan melihat langsung hal semacam
ini.Jungmin pun tidak mungkin melempar Hyungjun dengan benda jika Hyungjun
tdakmenanggapi perlakuan Jungmin. Lagi pula, Hyungjun juga sering melempar
Jungmindengan benda. Dan jelas karena Jungmin mengganggunya. Begitu pula
sebaliknya.
“Eomma, dia tadi mengatakan suara mu
cempreng.”
“MWOYA?!!!!!!!!!” Pekik Sungyoung
menghentikankegiatannya.
“hueeee!! Dan aku rasa hyung benar eomma.
Suaramumemang cempreng.”
“MWOYA?!!!!!”
“HUUUUAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!APPAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Seru
Hyungjun berlari menuju ruang tamu tempat dimana Youngsaeng dan Jungminberada.
Sungyoung hanya mendengus kesal…eummhh, anio, bukan kseal entah apalahnamanya.
Sekesal apapun seorang ibu dengan anaknya ia tetap menyayangi anak –anaknya,
meskipun mereka sangat susah diatur dan sangat bandel.
“Makanan siap. Ayo makan dulu.” ujar
Sungyoungsetelah menyiapkan makan siang di meja makan mereka.
“woooaaa!!! Sepertinya enak!!” kata Jungmin.
SegeraHyungjun menyenggol Jungmin.
“kau lupa hyung? Makanan eomma selalu
menipu.”Bisik Hyungjun yang masih bisa didengar oleh Sungyoung dan Youngsaeng.
“apa yang kau katakana Hyungjun-a??” Tanya
Sungyoungmemasang wajah datar.
“aku tidak berbicara apa – apa eomma.
Aku hanya mengatakan masakaneomma enak. Ahahahahha” elak Hyungjun.
“eomma dan appa tidak pernah mengajari mu
untukberbohong Hyungjun-a. dan eomma mendengar apa yang kau katakana pada
Hyungmuitu.” Sekali lagi dengan wajah datar.
“karena aku sekolah, jadi bisa eomma
bisamencurigai guru dan teman – teman ku. Atau si kuda ini.” Jawab Hyungjun
santai.
“eeeiii~ sudahlah ayo makan. Appa sudah
lapar.”Sergah Youngsaeng. Yang mendapat tatapan polos dari kedua bocah itu.
Youngsaeng segera mengambil posisi
duduknyaberdampingan dengan Sungyoung, Hyungjun dan Jungmin berada tepat di
seberangmeja duduk merhadapan dengannya dan youngsaeng.
“MASSSIIIITTTTTAAAA!!!” seru youngsaeng
saatmasakan Sungyoung telah masuk dalam mulutnya.
“JINJA?!!!” pekik Jungmin dan Hyungjun seolah
takpercaya.
‘jinja?’ batin Sungyoung kemudian semburat
merahmerekah dipipi chubynya. Pasangan chubby ini memang sangat serasi. Namun
kenapakedua anaknya justru terkesan tirus? Terlebih Jungmin. Ah, hanya Tuhan
yangbisa jelaskan.
*YoungCouple*
Malam hari, setelah selesai merapikan meja
makan.
“Jungmin-a. apa kau sudah menyiapkan
pelajaranyang akan kau bawa besok?” Tanya Sung Young lembut dan duduk
disampingYoungsaeng yang sedang menonton TV.
“Ajikk. Nanti saja eomma, aku malas.”
JawabJungmin santai.
“Eiii~ dasar anak ini!” gumam Sungyoung.
“Bagaimana dengan Hyungjun?” kini Youngsaeng
yangbertanya.
“eumh, aku sudah menyiapkan buku ku di
lokersekolah appa. ehehehe.” Jawab Hyungjun polos.
“mwo?” Tanya Youngsaeng bingung.
“Hyungjun tidak pernah membawa buku –
bukunyaeomma,appa. ia meninggalkan semua bukunya diloker sekolah. Dia bilang
agartidak usah repot – repot membawa dan menyiapkan buku untuk sekolah.”
“MWOYA?!!!!!” Pekik Sungyoung menggelergar
diseluruh penjuru rumah.
“bagaimana jika ada PR Hyungjun-a?”
TanyaYoungsaeng lagi lembut.
“aku akan membawa buku mata pelajaran itu
kerumahappa. ehehehe.”
“Jika kau lupa?” Tanya Sungyoung memasang
wajahdatar.
“aku akan meminjam buku teman ku.”
“MWOYA?!!!!!!!!!” Kini Youngsaeng pun
ikut berteriak bersama Sungyoung. Seketika membuatdua orang anak di depan
mereka berpelukan satu sama lain.
“Hyungjun-a eomma tidak mau tahu!! Pokoknya
besokkau harus membawa pulang semua bukumu yang kau tinggal dalam loker mu!!
dan kauJungmin, pergi siapkan
jadwalmuSEKARANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” kesabaran Sungyoung
sudahhabis.
“HWAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak
kerduanya kemudian berlari menuju satiu tempat yang sama. Kamar HyungJun.
“chakkaman!!!! Kenapa kau ikut kekamar ku
Kuda!!!”kesal Hyungjun.
“aku takut eomma akan memakan ku hiduo –
hidup.”Jawab Jungmin polos. Hyungjun menarik tangan Jungmin mengikutinya.
Namun, belumsempat Jungmin melangkah sebuah suara menahannya.
“kembali kekamar mu sendiri Jungmin-a~.”
Larangsang eomma dengan wajah -_- -lagi-.
“ne.” Jawab Jungmin menunduk kemudia
berjalanmenuju kamarnya.
“jangan rebut lagi kalian.” Tambah
Youngsaeng.
Setelah semua sudah tenang. Sungyoung
danYoungsaeng mengistirahatkan diri mereka. Hanya sekedar duduk di sofa
danmenonton TV.
“Pasti sangat melelahkan mengurus dua anak
yangbandel seperti itu hm??” Tanya Youngsaeng lembut pada Sungyoung yang
sudahbersandah padanya.
“hmmmm~ ne. tapi ini menyenangkan. Rumah ini
jaditidak sepi.” Jawab Sungyoung.
“hahahahahaha. Tambah satu lagi bagaimana?”
“MWOYA?!!!!” pekik Sungyoung diiringi matanya
yangmelebar.
“shireo!! Mengurus Hyungjun dan Jungmin saja
sudahmembuat ku ingin pingsan setiap hari. Apa lagi harus di tambah satu lagi.”
Youngsaeng hanya terkekeh kecil melihat
tingkahsang istri.
“kenapa ketawa?”
“ahahaha, anio. Kapan kau berhenti
berteriakseperti itu??”
“mwo?”
“sebenarnya aku tidak menyalahkan Jungmin
jikaberkata seperti itu.” Ledek Youngsaeng.
“apa maksud mu oppa? -_-“
“kau tahu kan anak kecil tidak
mungkinberbohong???” Youngsaeng balik bertanya.
“maksud mu apa Tuan Heo? Kau mau mengatakan
jikasuara ku cempreng?” terka SUngyoung. Dan Youngsaeng melebarkan senyum
jahilnya.
“KAU?!!!!!”
“AARRRGGHHH… dengarlah Nyonya Heo…”
“OMO!!! Suara ku itu merdu kau tahu. Jika
tidak,maka aku tidak akan diterima dalam audisi pencarian bakat beberapa tahun
lalu.Ya , meski hanya masuk dua puluh besar. Tapi setidaknya itu lebih baik
daripada mereka yang gagal di tahap awal. ” Sungyoung membela diri. Tawa
Youngsaengmeledak.
“KYA!!! Hentikan tawamu!!!!” Sungyoung
meninjupelan lengan Youngsaeng. Sedangkan Youngsang semakin mengeraskan
volumesuaranya sembari memegang perutnya.
“KYAAA!!!!!! Diiiaaaammmmmmmm!!!!!!!!!!!”
“ahahahhahaa. Memangnya kenapa kalau
suaramucempreng? Lagi pula itukan cirri dari seorang ibu? Itu wajar saja.
meskicempreng dan terkesan memekakan telinga tapi aku suka suaramu chagya~.”
KataYoungsaeng memeluk tubuh SungYoung erat.
Tak lama dengan posisi seperti itu……
“KYAAAAAA!!!!” jeritan yang melengking
seakanmenyadarkan pasangan ini, segera melepas pelukannya. (mianhae saengie)
Segera mereka menghampiri sumber suara itu.
Yabenar, kamar Hyungjun. Apa lagi kali ini? Itulah yang ada di pikiran
baikYoungsaeng maupun Sungyoung.
“Hyungjun-a!!” pekik keduanya kompak
saatmendapati tubuh sang magnae sudah digeletak dilantai.
“Hyungjun-a, gwaenchana?” Tanya
Youngsaengkhawatir kemudian menggendong Hyungjun membawanya ke tempat tidur
Hyungjun yangberbentuk mobil berwarna biru.
“Appa hiks~ eomma~” Isak Hyungjun,
mendapatkanusapan lembut dari sang eomma.
“waeyo Hyungjun-a?” Tanya Sungyoung terus
mengusappuncak kelapa Hyungjun sayang.
“huueeeee!!! igeo~”
“ne, Wae? Ceritakan pada eomma dan appa.”
tanggapYoungsaeng karena Hyungjun menggantung perkataannya.
“igeoooo……”
Youngsaeng dan Sungyoung masih menunggu
Hyungjunmelanjutkan kalimatnya.
“Ada kecoa Appa…HUEEEEE!!!!!!”
Gubrakkkkk…
Seketika itu juga Hyungjun membuat Youngsaeng
danSungyoung pingsan. (#tapi bo’ong)
“KAU!!!!”
Pletak!
Sebuah jitakan didapat Hyungjun dari
Sungyoung.
“EOMMAAA!!! Kenapa kau suka sekali menjitak
anakmu yang palint imut ini. Bagaimana jika keimutanku perlahan menghilang
dankepalaku membesar membuat orang tertampan nomor dua ini
kehilanganketampanannya.” Protes Hyungjun panjang lebar sambil mengusap – usap
bekasjitakan sang eomma.
“OMO!! Orang tertampan nomor dua jadi siapa
yangnomor satu Hyungjun-a?” Tanya Youngsaeng. ‘Kenapa justru menanyakan hal
sepertiitu Youngsaeng Oppa?’ Batin Sungyoung kesal.
“Yang nomor satu? Heo Hyungjun!!!!”
teriakHyungjun girang. Tentu saja orang nomor satu dan nomor dua tetap
dirinya.Begitu pun seterusnya hingga nomor kelima. -_-.
“kau kantongi saja semua fans mu itu jika
kautidak ingin kehilangan mereka.” Jawab Sungyoung santai.
“memangnya bisa eomma?”
Sungyoung hanya memutar bola matanya malas
sebagaijawaban yang mengisyaratkan –entahlah.-.
“sudahlah, lebih baik sekarang kau
tidurHyungjun-a. besok kau harus berangkat sekolah.” Kata Sungyoung
menyelimutiHyungjun hingga batas leher.
“Jalja eomma appa. saranghae!” kata
Hyungjunsebelum eomma dan appanya meninggalkan kamarnya. Keduanya hanya
tersenyumlembut sebagai jawaban.
“jalja!” jawab keduanya kemudian.
*YOUNG COUPLE*
Pagi hari. Seperti biasa Sungyoung
segeramenyiapkan sarapan setelah membangunkan semua penghuni rumah. Meski pun
hariini hari minggu. Tetap saja Sungyoung tidak akan membiarkan mereka bermalas
–malasan. Ayah Sungyoung mendidiknya dengan disiplin tidak ada acara bermalas
–malasan dan mandi siang meski punhari libur. Dan hal ini
diterapkanpadakehidupan rumah tangganya sekarang.
“Gomawo appa!!” pekik Sungyoung senang sambilterus
memnyiapkan sarapan.
“pagi!!” seru Youngsaeng yang diikuti
olehHyungJun dan Youngsaeng yang baru saja keluar dari kamar masing – masing.
Oh,semua kamar di rumah ini memiliki kamar mandi. Alasannya satu karena
Sungyoungatau pun Youngsaeng tidak mau ambil resiko terlambat karena mengantri
kamarmandi jika mereka terlambat bangun. Hanya saja, meski terkesan mewah.
Rumah inihanya memiliki satu TV yang di letakkan diruang keluarga untuk
bersantai.Alasannya, hanya satu untuk mengajari Hyungjun dan Jungmin
bertenggang rasa dansaling berbagi. Yah, meski hal itu sering memancing
keributan antara Hyungjundan Jungmin, yang membuat Sungyoung harus menghentikan
tingkah kedua anaknyaitu dengan sekali jitak. Namun, Sungyoung percaya lambat
laun Jungmin danHyungjun pasti akan mengerti dengansendirinya.
Semuanya sudah berkumpul dan bersiap untuk
makan.Detik selanjutnya mereka makan dengan tenang. Sesendok demi sesendok
telahmereka transfer kedalam perut mereka. Hingga akhirnya.
“Hyung,aku beleh bertanya?” suara Hyungjun
memecahkeheningan.
“hmmm” jawab Jungmin santai.
“eumh,,, tapi kau janji kau tidak boleh
meneriakiatau berteriak. Arra?”
“tergantung pertanyaanmu.”
“assh, kalau begitu tidak jadi.”
“aku akan memelankannya sedikit.” Tawar
Jungmin (lukira pasar pake tawar – tawar? )
“eumh geunde??? Anio, tetap saja tidak.”
“kau! Baiklah aku tidak akan berteriak.
Cepatkatakan!” sebenarnya Jungmin tidak terlalu peduli. Namun entah mengapa ia
inginsekali mendengar pertnyaan Hyungjun.
“Jinja?! Yakkseok?!!!”
“hmmm”
Youngsaeng dan Sungyoung hanya bisa menelan
beratmakanan yang saat ini telah mereka kunyah. Mendadak perasaan mereka tidak
enak.Menghentikan aktifitas mereka. Meneguk sedikit air putih di samping
kananmereka kemudian meletakkannya lagi.
“Hyung, kenapa kau tidak pernah memanggil
namaku?”
Sejenak hening. Namun akhirnya derai tawa
dariYoung Couple memecah keheningan itu.
“Huh?! Pertanyaan macam apa itu Hyungjun-a?”
TanyaSungyoung kemudian.
“ani. Aku hanya ingin tahu. Selama ini
hyungselalu memanggilku dengan sebutan ‘KAU!’ atau ‘YA!! Bocah!’ apa kau tidak
maumemanggil namaku Hyung? Apa kau benci denganku?” Tanya Hyungjun polos
membuatsemuanya terdiam.
“ani.” Jawab Jungmin enteng.
“jelaskan padaku!!” Hyungjun merajuk.
Youngsaengdan Sungyoung menatap Jungmin, dan menunggu jawaban dari anak pertama
merekaitu.
“geunde? Aku tidak mau memanggilmu
seumurhidupku!” jawab Jungmin santai. Ani, bahkan terkesan sangat santai.
“wae?!!”
“aku ini lebih tua dari mu. apakah aku
harusmemanggilmu dengan sebutan Hyung karena namamu??” Jelas Jungmin.
Sebenarnyatidak masuk akal karena nama Hyungjun masih punya tiga huruf terakhir
setelahHYUNG pada namanya yaitu JUN.
“geunde???”
“apa? Sampai kapan pun aku tidak mau
memanggilnamamu.” Ucap Jungmin.
“tapi kau bisa memanggilku HyungJun? Aku masihpunya
tiga huruf terakhir setelah Hyung pada namaku.
“Sebelum aku menyelesaikan panggilanku kau
akanmenoleh dan memotong namamu yang belums elesai ku panggil. SHIREO!! Aku
tidakmau.”
“eumh,…ooo jadi begitu.
“hmmm..”
“kalau begitu. Kau salahkan saja eomma dan
appamereka yang memberiku nama itu.” Kata Hyungjun enteng.
“KYAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
‘setiap hari seperti ini. Mereka yang
memulaiperkelahian dan setiap itu mereka akan menyalahkan kami sebagai orang
tuamereka. Dan itu semua di picu atas perdebatan kecil diantara keuda malaikat
kuini. Hajiman, bagaimanapun juga aku menyayangi mereka. This is Our Life and
Ilove it.’- YOUNGSAENG
‘huffttt entahlah apa yang ingin ku katakan
saatini. Kepalaku berdenyut saat mereka mulai perdebatan kecil mereka
karenasesuatu hal yang tidak penting sama sekali. Hyungjun-a Jungmin-a. sampai
kapankalian akan terus seperti ini? Tidak kah kalian melihat eomma yang sudah
sangatlelah menghadapi kalian seperti ini? Bantulah eomma sedikit. Hajiman,bagaimanapun
juga aku menyayangi mereka lebih dari apapun. This is our life.Sedikit berisik
tapi inilah yang membuatku semangat sekaligus lelah setiapharinya. I LOVE YOU
ALL.’-SUNGYOUNG.
“EOMMAA!!!! KUDA INI menarik rambutku!!!”
teriakHyungjun menyadarkan lamunan Young couple.
“dia yang menggangguku terlebih dulu eomma!!
Kura– kura ini yang memulainya!!!!!”
“OH TUHAN!!!!! Apa lagi ini??” kata mereka
kompak.Kemudian terduduk lemas di rumput hijau pekarangan rumahnnya.
------------------------------END------------
FB Links: Oneshoot
Related Posts :
- Back to Home »
- All age , Brothership , Comedy , Heo Young Saeng , Kim Hyung Jun , Lifestyle , Park Jung Min , Young Couple »
- Ianth_Xan | Our Life | Lifestyle, Brothership
