Posted by : Zusli zuSaeng Triple'S
Tuesday, April 29, 2014
Details:
Title : Confession
Author : Wulan (Song Hyo Kyung)
Genre : Romance, angst, friendship
Category : All age
Summary :
Sejak aku mengenalnya, semua berubah.Hatiku berdesir saat melihatnya. Jantungku
berdegub kencang saat di dekatnya.Dan aku merasa bahagia bila bersamanya.
Jangan tanyakan kenapa, karena akupunbelum menemukan jawabannya hingga saat
ini.
Casts:
-
Kim Hyung Jun
-
Heo Young Saeng
-
Song Hyo Kyung
-
And other casts
xXx
501 xXx
Kim
HyungJun POV
Aku menarik tangan seorang yeoja bernama Song Hyo Kyung yang tak lain
adalahhobaeku di kampus. Dia terus bertanya padaku namun aku tak menjawab
satupun pertanyaannya. Wajahnya terlihat begitu heran menatapku yang terus
tersenyumbahagia, tapi aku tak peduli. Aku akan melakukannya hari ini.
Akuberhenti didepan sebuah toko ice cream. Mataku tertuju ke dalam, ke arah
pojoktempat duduk yang begitu strategis. Aku menatap HyoKyung dengan
senyummengembang namun dia malah mengernyitkan keningnya. Tanpa basa basi,
akukembali menariknya menuju tempat duduk itu.
“Untuk
apa kita kesini oppa?” Tanyanya heran sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh
tempat itu.
“Duduklah”.
Ucapku padanya. Dia menurutdan duduk di hadapanku.
“Oppa?”
Desaknya karena aku dari taditak menjawab.
“Kau
mau pesan apa?” Tanyaku setelahseorang pelayan wanita menghampiri kami. Aku
dapat melihatnya menghela nafas.Dia pasti sebal padaku.
“Tropical ice cream ya”. Ucapnya padapelayan
itu.
“Ah,
selera kita sama. Kalau begitutropical ice creamnya dua”.
Pelayanitu mengangguk lalu pergi meninggalkan kami. Kulihat HyoKyung menatap
curigapadaku. Segera aku mengambil smartphoneku sebelum dia membuka mulutnya
untukbertanya lagi. Sepertinya itu berhasil. Dia hanya diam hingga pesanan
kamidatang.
“Gamsahamnida”.
Ucapnya ramah padapelayan itu.
Akulangsung menyendoki ice cream itu dan memakannya tanpa menghiraukan
wajahmemelas HyoKyung. Merasa aku takkan menghiraukannya, dia mulai ikut
memakan icecream itu dengan wajah cemberut. Haha, aku senang melihatnya begitu.
“HyoKyung-ah?”
Sapaku membuka obrolan.
“Ne
oppa. Apa oppa akan menjawabpertanyaanku kali ini?”
“Kan
pertanyaanmu sudah terjawab setelahkita tiba di tempat ini”.
“Jadi
kita kesini cuma untuk memakan icecream?” Tanyanya heran dan aku mengangguk.
Dia kembali diam, kembali menikmatiice cream di hadapannya. Baiklah, sudah
saatnya kulakukan.
“Jadilah
pacarku”. Ucapku tiba-tibaseraya menatap hangat padanya.
“Uhuk….
Uhuk….”. Dia tersedak mendengarucapanku. Matanya langsung membulat menatapku.
Terlihat sekali dia begituterkejut.
“Pelan-pelan
HyoKyung”.
“Oppa
membuatku kaget. Bercanda oppatidak lucu tau”. Dia memanyunkan bibirnya dan
tertunduk. Melihatnya sepertiitu, aku langsung menarik tangannya dan
menggenggamnya erat membuatnya kembalimenatap kaget padaku.
“Aku
serius HyoKyung. Aku menyukaimu,aku mencintaimu, dan aku menyayangimu. Jadilah
pacarku. Kau tidak boleh menolakatau kau….”. Aku menggantung kalimatku. Hatiku
berdesir melihatnya tersenyumharu padaku.
“Atau
aku kenapa oppa?”
“Atau
kau yang harus membayar ice creamini”. Ucapku dengan tengil. Dia tertawa kecil
mendengar candaanku yang konyol.
“Katakan
sekali lagi oppa”. Pintanyadengan manja.
“Song
Hyo Kyung, aku sangat sangat dansangat mencintaimu. Maukah kau menjadi
pacarku?”
“Hehe,
aku, aku mau oppa”. Jawabnyadengan malu-malu dan tertunduk. Pipinya bersemu
merah seperti tomat.
Akusangat bahagia mendengar jawabannya. Dengan reflex aku mencium tangannya
yangmasih ku genggam. Dia terlihat kaget. Ekspresi malu-malunya membuatku
gemas.Aku mendekatkan wajahku pada wajahnya bermaksud untuk menciumnya.
Namun....
Bruuukk
“Adduuuhhh….”.
Rintihku sambil memegangipinggangku saat aku terjatuh dari sofa tempatku tidur.
Akumengucek-ngucek mataku yang belum terbuka sempurna. Mimpi indahku saat
kamijadian waktu itu membuatku senyum-senyum sendiri walaupun aku baru
sajaterjatuh. Aku melihat kalender, 10 November 2013. Hari ini kan setahun
kamijadian. Aku langsung melihat jam. Sudah jam enam sore. Aish, aku bisa
terlambatmenemuinya. Aku langsung berlari ke kamar mandi dan bersiap-siap
secepatmungkin.
xXx
501 xXx
Akutiba didepan toko ice cream itu. Mataku langsung melihat ke tempat
dudukpojokan, tempat kami jadian itu. Fiuh! Aku bernafas lega karena tak
melihatnyadisana. Dia belum datang, ternyata aku tidak terlambat.
Akulangsung duduk disana dan memesan dua tropical ice cream ketika seorang
pelayanmenghampiriku. Aku menyantap ice cream itu sambil melamunkan berbagai
hal yangkulalui bersamanya. Ya, dari pada aku bosan selagi menunggunya.
Flashback
Akudan HyoKyung berada di taman kampus. HyoKyung duduk menyadar pada pohon
mapledengan kaki yang menjulur. Sedangkan aku tiduran di pahanya. Kami
sama-samasedang membaca, bedanya aku membaca novel kalau dia membaca komik.
“Oppa?”
Panggilnya.
“Uhm”.
Aku hanya menggumam menjawabpanggilannya.
“Aku
menyukaimu lebih daripada siapapundi dunia ini”. Ucapnya manja. Aku tertawa
mendengarnya. “Kenapa oppa tertawa?”Dia langsung manyun.
“Kenapa
kau mencontek kata-kata dariShinichi untuk Ran?” Tanyaku seraya tersenyum
menatapnya. Dia terlihatmalu-malu. “Chagya, aku juga pernah membaca komik itu.
Aigo, kau sangat tidakkreatif”. Sindirku tapi dia malah terlihat sedih. Aku
langsung duduk danmenatap wajahnya lekat. “Kau kenapa bersedih? Aku hanya
bercanda”. Bujukkupadanya.
“Apa
oppa masih mencintaiku?” Tanyanyalirih.
“Haruskah
aku menjawabnya?”
“Aku
hanya ingin memastikan oppa”.
“Uhm,
begini ya chagya. Kalau kau sudahtau 2+2=4 dan 3+3=6, lalu apa masih perlu kau
pastikan lagi?” Tanyaku padanyamembuatnya mengernyitkan kening.
“Tapi
oppa tidak pernah lagi mengucapkankata cinta padaku. Sekedar menjawab ucapan
cintaku juga tidak pernah”.Protesnya.
“Haruskah
aku melakukan hal itu?Haruskah aku menjawabnya?”
“Oppa
kan playboy. Aku takut kalauoppa….”. Dia menggantung kalimatnya.
“Kau
takut kalau aku mencintai yeojalain?” Tanyaku mencoba menerka lanjutan
kalimatnya, dia mengangguk. “Chagya,aku memang playboy karena suka gonta-ganti
pacar. Tapi itu kulakukan karena akubelum menemukan seseorang yang tepat untuk
menjadi pilihan hatiku. Sekarang akusudah menemukanmu dan ternyata hatiku
memilihmu. Kau adalah pilihanku dan akutak ada niatan mengganti pilihanku itu.
Apa kau masih ragu padaku?”
HyoKyungtersenyum mendengar ucapanku. Aku dapat melihat matanya berkaca-kaca
karenaterharu. Apa kata-kataku begitu menyentuh hatinya hingga dia sampai
terharubegitu? Entahlah. Tiba-tiba dia menghambur memeluk tubuhku erat, sangat
erat. Akupunmembalas pelukannya.
xXx
501 xXx
Akutiba di pelataran parkir kampus. Sudah seminggu aku tak menginjakkan kakiku
dikampus ini. Bukan hanya kampus ini tapi juga Seoul. Karena selama seminggu,
appamenyuruhku ke Jepang. Aku senang sudah kembali, tentunya senang karena
bisabertemu HyoKyungku lagi.
“HyungJun-ah,
jamkkanman”. TeriakYoungSaeng hyung membuatku tak jadi bergegas pergi
meninggalkan parkiran. Diaberlarian kecil menghampiriku. Apa yang akan
dikatakannya kali ini? Argh! Akumuak padanya.
“Ada
apa hyung memanggilku?!” Tanyakuketus.
“Ini
tentang HyoKyung. Sepertinya diasudah tidak mencintaimu lagi”.
“Apa
maksud hyung bicara begitu?!”Hardikku padanya. Aku tidak suka pada YoungSaeng
hyung. Dia selalu mencobamenghancurkan hubunganku dengan HyoKyung. Dia sangat
menyukai yeojachingukuitu. Tapi sayangnya dia kalah satu langkah denganku pada
saat kami berusahamendapatkannya. Dia kalah cepat mengungkapkan perasaannya
pada HyoKyung.
“Dia
dekat dengan namja lain”.
“Aku
tidak percaya ucapan hyung! Aku taukalau itu semua akal-akalan hyung agar kami
berpisah dan hyung bisamendapatkannya! Andwae!”
“Kalau
tidak percaya, kau buktikan sajasendiri”. Ucapnya sambil berlalu meninggalkanku
yang masih menatap gerampadanya.
xXx
501 xXx
Aku terus memikirkan perkataanYoungSaeng hyung. Ucapannya terus
terngiang-ngiang di telingaku. Kenapa diamenyuruhku untuk membuktikan hal itu?
Aku yakin HyoKyungku itu sangat setia.Dia tidak akan mencoba selingkuh walaupun
dengan namja yang disukainya.
Langkahkuterhenti saat melihat kerumunan yang berjarak lima meter didepanku.
Aku memicingkanmata berusaha melihat apa yang dikerubungi yeoja-yeoja itu.
Ternyata merekamengerumuni seorang namja yang tampan, tinggi, dan putih. Aku
mengernyitkan keningsaat tersadar kalau namja itu berasal dari fakultas lain.
“Oppa,
mau cari siapa?” Tanya seorangyeoja dengan centilnya.
“Oppa
mau cari pacar ya? Aku mau”. Ucapyeoja lain tak kalah centilnya membuat banyak
yeoja berteriak-teriak histerismengatakan ‘Aku saja, aku saja’.
“Aku
mencari HyoKyung. Apa kalianmengenalnya?” Dia bertanya dengan ramah namun
pertanyaannya membuat para yeojaitu kesal. Tapi, tadi dia bilang apa? Mencari
HyoKyung? Maksudnya HyoKyungyeojachinguku itu? apa-apaan ini?!
“Kenapa
harus yeoja itu sih?! Dengankusaja oppa!”
“Tapi
aku sedang ada perlu dengannya.Mungkin lain kali dengan kalian”. Dia berusaha
menenangkan yeoja-yeoja yangheboh seperti buruh meminta naik gaji.
“Huft.
Ya sudahlah. Dia ada diperpustakaan tuh!”. Jawab seorang yeoja dengan jutek.
“Gomawo.
Aku pergi dulu ya”. Pamitnyadan berlalu.
Setelahnamja itu pergi, yeoja-yeoja itu terus menggerutu. Aku sempat mendengar
merekamenyebut-nyebut namaku dan YoungSaeng hyung. Aku paham kalau mereka kesal
padaHyoKyung karena yeojachinguku itu dinilai begitu beruntung karena
menjadipacarku sedangkan YoungSaeng hyung juga masih mencintainya. Dan
sekarang,melihat namja tampan lain ikut mencari HyoKyung, tentu mereka semakin
geram.
Akutiba di perpustakaan. Ya, aku berencana melihat apa yang akan dilakukan
namjaitu dan yeojachinguku. Belum sempat melangkahkan kakiku ke dalam
perpustakaan,aku mendengar ada suara seorang yeoja yang begitu ku kenal. Suara
HyoKyung. Diaada di samping perpustakaan yang sepi karena memang tempat itu
hanya lorongkecil diapit tembok perpustakaan dan tembok pagar. Aku mengintip
mereka.
“Nih”.
Ucap namja itu sambil menyerahkansebungkus coklat batangan dengan ukuran cukup
besar pada HyoKyung.
“Gomawo
JungMin oppa”. HyoKyung terlihatsenang dan…. Dan dia memeluk namja itu (?)
Matakuterbelalak melihatnya. Aku baru ingat namja itu adalah Park Jung Min. Dia
jugatermasuk idola para yeoja. Hatiku sakit melihat pemandangan itu.
SepertinyaYoungSaeng hyung benar. Dia tidak mengada-ada dengan ucapannya.
HyoKyungkusudah berani berselingkuh! Teganya kau!
xXx
501 xXx
“Oppa?”
Aku berbalik saat mendengarsuara seorang yeoja memanggilku. Suara manja yang
aku tau pasti siapapemiliknya. Dia berlarian menghampiriku. “Saranghae oppa”.
Ucapnya dengansenyum manja.
Apadia bilang? Saranghae? Dia masih berani mengatakan kalau dia
mencintaikusetelah dia berselingkuh?! Licik sekali otaknya! Menutupi
perselingkuhannyadengan cara seperti ini.
“Oppa?”
Ucapnya berusaha menyadarkanku.Dia tau kalau aku tidak akan menjawab tapi
biasanya aku akan menanggapi ucapancintanya dengan senyuman. Namun tidak kali
ini. Kau harus tau betapa sakitnyahatiku melihat pengkhianatanmu!
Akukembali berlalu menuju tujuan utamaku tadi, parkiran! Dia tetap berjalan
dibelakangku namun tak berkata apa-apa. Aku segera menaiki motorku setelah
tibadisana. Menghidupkan mesin dan menjalankan motorku sesaat sebelum dia
sempatnaik di boncengan motorku. Aku yakin dia pasti semakin bingung melihat
ulahku.Rasakan!
Akumenghentikan motorku di dekat sebuah pohon besar yang tak begitu jauh
darigerbang kampus. Aku ingin memastikan HyoKyung pulang dengan selamat.
Walaupunaku marah padanya, tapi aku juga tidak ingin dia kenapa-kenapa. Apalagi
harisudah senja begini.
Akumemicingkan mataku saat melihat JungMin keluar dengan motornya. Tapi
diamembonceng seorang yeoja. Tunggu dulu, itu kan HyoKyung! Ough! Jadi
begini?!Mentang-mentang aku sudah pulang, dia jadi leluasa pulang
bersamaselingkuhannya?! Hebat HyoKyung. Kau sangat hebat!
xXx
501 xXx
Aku duduk di atas motorku sambilmenatap Rainbow Bridge. Setelah melihat
kejadian tadi, aku jadi tak berselerauntuk pulang. Aku mengelilingi kota Seoul
berharap melihat sesuatu yang bisamenyegarkan otakku. Namun semua sama saja.
Menyebalkan!
Akumelihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. Sudah tengah
malam(?) Kenapa waktu berjalan begitu cepat? Aish. Aku segera menghidupkan
mesin dankembali melajukan motorku. Melihat jalanan yang lengang, aku melajukan
motorkudengan kecepatan tinggi hingga dalam waktu 15 menit saja aku sudah tiba
diapartmentku.
Akutertegun saat melihat seorang yeoja didepan pintu apartmentku. Dia duduk
denganwajah ditekuk antara lutut dan tangannya membuat wajahnya tidak
kelihatan. Diasiapa? Mau apa malam-malam begini disini?
“Hei?”
Panggilku padanya membuatnyalangsung mendongakkan wajahnya. Aku tertegun
melihatnya. HyoKyung? Mau apa diamalam-malam disini?
“Oppa
sudah pulang?” Ucapnya tersenyumdan bangkit dari duduknya.
“Kenapa
kau tidak masuk? Bukankah akusudah memberimu kunci cadangan apartmentku?”
Tanyaku datar.
“Aku
tidak berani masuk karena oppaterlihat tidak nyaman padaku hari ini”. Jawabnya
tertunduk.
“Ough.
Lalu untuk apa kau kesini?”
“Aku
hanya ingin memastikan kalau oppabaik-baik saja. Aku cemas karena oppa tak
menjawab telepon dan pesanku. Mianhaeoppa. Aku tidak tau kenapa oppa marah
padaku tapi aku minta maaf kalau akumelakukan kesalahan. Sekarang oppa masuklah
dan istirahat. Aku mau pulangdulu”. Pamitnya padaku dan berlalu.
“Kau
mau pulang? Ini sudah lewat tengahmalam! Kau mau diperkosa orang-orang jahat di
luar sana?!”
“Oppa
kenapa doanya jelek banget sih?”Wajahnya berubah takut.
“Masuklah.
Menginap saja disini”.
“Tidak
usah oppa. Aku pulang saja”.
“Kau
ini benar-benar! Apa kau sudahgila, hah?! Kalau ku bilang masuk ya masuk! Cepat
masuk!” Bentakku padanya. Diaterdiam dan menuruti perintahku untuk menginap
disini malam ini. Aku takkanmembiarkan dia celaka meskipun aku kesal padanya.
xXx
501 xXx
Akumenuju ranjang setelah selesai mandi. Rasanya tubuhku lelah. Sudah hampir
jamsatu malam. Tapi HyoKyung dimana? Kenapa dia tidak ada di kamarku? Apa
diapergi saat aku mandi? Segera aku bergegas keluar dari kamar untuk
mencarinya.Kulihat dia duduk melamun di sofa.
“Apa
yang kau lakukan disitu?”
“Oppa
belum tidur? Sudah malam oppa,cepatlah tidur”.
“Kau
sendiri kenapa tidak tidur? Kenapakeluar kamar?”
“Aku
tidur di sofa saja oppa”. Ucapnyalirih.
“Cepat
masuk kamar dan tidur di ranjang!Aku sudah lelah jadi berhenti membuatku
kesal!”
HyoKyungterkejut mendengar bentakanku. Segera dia berdiri dan masuk ke kamarku.
Diatidur di sebelah kiri dan menghadap tembok. Sedangkan aku juga
tidurmembelakanginya.
Akumemejamkan mata berusaha memasuki alam mimpi. Namun ternyata usahaku
sia-sia.Sudah satu jam berbaring tapi aku belum juga terlelap. Aku merasakan
HyoKyungbangkit dari rebahannya. Kupikir dia sudah tidur tapi ternyata dia
samasepertiku. Aku segera memejamkan mata agar dia mengira aku sudah tidur.
HyoKyungbangkit dan berjalan perlahan menuju kamar mandi. Aku kembali membuka
mata. Akumerubah gaya tidurku. Kini aku rebahan dengan tatapan lurus ke
langit-langitkamar. Aku masih tak habis pikir kenapa dia bisa menyelingkuhiku.
Apa karenaaku tak pernah bilang cinta lagi makanya dia berusaha mendapatkannya
dari namjalain?
Akumelirik jam yang ada di atas lemari. Sudah setengah jam HyoKyung di dalam
kamarmandi tapi tak juga keluar. Dia sedang apa sih? Atau jangan-jangan
diaketiduran. Aku bangkit dan menuju kamar mandi untuk memastikan keadaannya.
Akuberdiri didepan pintu kamar mandi. Rasanya ingin mengetuk pintu ini namun
hatiku melarangnya.Karena kalau kuketuk akan ketauan kalau aku juga belum tidur.
Tapi apa yang sebenarnyadilakukannya? Aku tak mendengar suara gemericik air
dari tadi.
Akumemutuskan untuk menempelkan daun telingaku pada pintu kamar mandi. Namun
akuterperanjat saat mendengar isakan tangis dari dalam sana. Selama setengah
jamdi kamar mandi, ternyata dia menangis. Kenapa dia menangis? Apa karena
akumembentaknya tadi? Ah, aku lupa kalau dia tidak tahan dibentak.
“Mianhae
HyoKyung-ah”. Gumamku. Akuberanjak menuju ranjang dan kembali rebahan. Aku
memejamkan mataku yang terasapanas. Perlahan air mataku keluar tak terkendali.
Hatiku serasa terirismengetahui dia menangis karena ulahku. Tapi sadarkah kau
kalau yang kau lakukanbegitu membuatku sakit, HyoKyung?
xXx
501 xXx
Sudahtiga hari ini aku bersikap dingin pada HyoKyung. Aku memperlakukannya
sepertiseseorang yang ku benci. Tak ku anggap dan ku hiraukan. Dia selalu
menatapbingung padaku. Sepertinya dia tidak menyadari kesalahan yang
dilakukannya.Keterlaluan!
“Tapi
kenapa seperti itu?” NaJa terlihatkaget.
“Aku
juga bingung Na”. Jawab HyoKyunglirih.
Itulahsepenggal ucapan yang kudengar saat aku mau melewati tempat yang
didudukiHyoKyung dan NaJa. Entah apa yang mereka bicarakan. Aku hanya melewati
tempatitu dengan cuek tanpa menghiraukan HyoKyung padahal dia masih
yeojachinguku.
“Oppa?”
Panggilnya padaku saat melihatkulewat dengan tampang pura-pura tak melihatnya.
“Mwo?”
Ucapku dingin.
“Saranghae
oppa”.
Akumenghela nafas mendengarnya. Dia ini benar-benar ya?! Kenapa dia masih sajaberkata
seperti itu padahal aku sudah tau dia berselingkuh?! Apa dia tak merasabersalah
sedikitpun padaku?! Aku berlalu tak menghiraukannya. Dia tertunduksedih
mendapatkan perlakuan seperti itu dariku. Harusnya kau tau kalau kausudah
membuat kesalahan besar padaku HyoKyung!
“HyungJun
oppa? Berhenti disitu!” Teriakseorang yeoja padaku saat aku hampir memasuki
kelas. Dia segera menyerettubuhku ke tempat yang sepi.
“Ada
apa?” Ucapku dingin pada NaJa.
“Kenapa
oppa bersikap seperti itu?! Apaoppa sudah gila, hah?! Marah-marah tanpa sebab
yang jelas! Apa oppa tidakkasihan padanya?!” Dia memuntahkan semua kekesalannya
padaku.
“Kenapa?
Wajar kan kalau aku marah!Tidak usah ikut campur urusan orang! Kau tidak tau
apa-apa!”
“Oppa
sungguh jahat! Dia menangis teruskarena oppa yang tiba-tiba berubah padanya!
Apa oppa tidak sadar kalau oppasudah menyakitinya?!”
“Dia
duluan yang bermain api! Kalau diatidak selingkuh, tidak mungkin aku sampai
seperti ini padanya!”
“Selingkuh?”
NaJa terlihat kagetmendengarnya.
“Tidak
usah pura-pura tidak tau! Akuyakin kau tau semua itu! Kau kan sahabatnya!”
Cibirku padanya.
“Justru
karena aku sahabatnya makanyaaku bingung! Sekalipun HyoKyung tak pernah
berselingkuh. Bahkan aku tidak yakindia punya pikiran untuk melakukan hal itu!”
“Halah!
Aku sudah memergokinya! Aku taudia berselingkuh dengan Park Jung Min!” Ucapku
begitu emosi dengan memberitekanan pada nama Park Jung Min.
“Park
Jung Min? JungMin oppa? Oppamenuduh HyoKyung berselingkuh dengannya? Ah, aku
benar-benar tidak percayaini!” Dia berkata dengan senyum sinis padaku.
“Benar
kan? Dia berselingkuhdengannya?!” Sindirku.
“Oppa
bodoh atau apa sih? Sebaiknya oppabertanya dulu pada HyoKyung! Jangan mengambil
kesimpulan yang salah sepertiitu!”
“Maksudmu
apa?! Sebenarnya hubunganmereka seperti apa?”
“Tanya
sendiri pada HyoKyung!” Ucapnyaketus lalu pergi meninggalkanku yang hanya bisa
terbengong.
xXx
501 xXx
Akumasih terus memikirkan parkataan NaJa. Aku mengambil kesimpulan yang salah?
Apamaksudnya? Apa aku salah menilai HyoKyung sudah berselingkuh? Apa selama
iniaku salah paham padanya? Aku jadi bingung sendiri.
Akumenuju parkiran untuk mengambil motorku. Kulihat ada seorang yeoja berdiri
disamping motorku. Ternyata yeoja itu adalah HyoKyung. Sepertinya dia
menungguku.Aku berjalan cepat untuk menemuinya. Saat aku tiba, dia masih tak
bergeming.Ternyata dia sedang melamun.
“Uhm….
Uhm….”. Aku berdehem untukmenyadarkannya. Dia berbalik dan melihatku.
“Eh,
oppa? Bisakah kita bicarasebentar?” Ucapnya terlihat ragu. Aku mengernyitkan
kening. Biasanya dia selalubilang ‘saranghae’ saat melihatku. Tapi kali ini
tidak. Aku menganggukmenyetujui permintaannya. Dia langsung menarik tanganku
dan membawaku ke tempatsepi, di bawah pohon maple.
“Wae?”
Tanyaku padanya.
“Kita
memiliki banyak kenangan yadisini. Apa oppa ingat?” Ucapnya seraya tersenyum.
Namun senyum itu penuhkepedihan. Kulihat matanya berkaca-kaca. Ada apa ini?
“Ne”.
Jawabku singkat.
“Jujur
aku bingung kenapa beberapa haribelakangan ini oppa jadi aneh padaku. Oppa tak
lagi hangat. Aku tak menemukanHyungJun oppa, namjachinguku itu ada pada diri
oppa. Aku tak tau kesalahan apayang sudah kuperbuat hingga oppa jadi begini.
Tapi apapun itu aku akan tetap mintamaaf pada oppa”. Ucapnya lirih.
“Aku
kesal padamu!”
“Aku
bisa melihat itu. Aku sudahmenyadari hal itu. Makanya aku minta maaf pada oppa.
Aku akan berhenti membuatoppa merasa tak nyaman lagi. Aku akan selesaikan
semuanya”.
“Apa
maksudmu?”
“Aku
sudah memikirkan semua ini, oppa.Rasanya ini semua sudah tidak berjalan dengan
baik. Aku rasa lebih baik kitaputus saja”. Dia berkata semakin lirih. Suaranya
bergetar saat mengatakankalimat terakhir.
“Kau
mau putus?! Jadi benar semua itu?!Kau sudah berselingkuh dan sekarang kau
memilih bersama selingkuhanmu itu?!”
“Aku
tidak pernah berselingkuh oppa”.Dia terlihat kaget.
“Geojitmal!
Kau sudah berbohong danselingkuh di belakangku! Aku tau kalau kau berselingkuh
dengan Park Jung Min!”Sindirku dengan penuh emosi. Tapi dia malah semakin
kebingungan.
“Aku
tidak mungkin selingkuh dengannya,oppa”. Dia mencoba membela diri.
“Aku
melihat kalian berpelukan setelahdia memberimu coklat. Masih mau mengelak
lagi?!” Ucapku semakin geram tapi diamalah tersenyum geli mendengarnya. Apa dia
senang ketahuan selingkuh? Gila!
“Oppa
aneh! JungMin oppa itu kakaksepupuku! Dia memberiku coklat karena dia kalah
saat bermain game melawan akudan NaJa. Kalau tidak percaya, coba saja tanya
pada NaJa. Dia juga diberi coklatoleh JungMin oppa”. Jelasnya panjang lebar.
“Jadi,
jadi kau tidak selingkuh?”
“Aku
sangat mencintai oppa. Aku tidakpunya bakat untuk berselingkuh. Tega sekali
oppa menuduhku begitu”.
“Kenapa
kau tidak menjelaskan padakudari awal?!”
“Mana
aku tau masalahnya. Oppa sajatiba-tiba aneh begitu. Malah aku pikir oppa sudah
tidak mencintaiku”. Ucapnyasambil manyun.
“Mana
ada seperti itu!”
“Jadi,
apa oppa masih mencintaiku?”
“Uhm”.
Aku hanya menggumam.
“Saranghae
oppa”. Ucapnya manja dengansenyuman khasnya. Sedangkan aku hanya tersenyum
seperti biasanya, tanpa pernahmenjawab ucapannya. Sesaat kemudian, dia kembali
menundukkan wajahnya.
“Waeyo?”
“Kenapa
oppa tak menjawab ucapanku?”
“Haruskah
aku melakukannya?”
“Ya
haruslah!” Dia terlihat kesal.
“Aku
bisikin saja ya”.
HyoKyungmenatapku dengan mata berbinar-binar. Segera dia menaikkan sedikit
telingakanannya untuk memudahkanku. Aku mendekatkan wajahku pada telinganya,
bermaksudmembisik. Tapi tiba-tiba keusilanku muncul.
Muaaacchhh
Akumencium pipi HyoKyung selama beberapa detik. Kulihat dia terbengong
mendapatciuman tiba-tibaku. Matanya membulat dan pipinya merona merah. Aku tak
peduli.Aku terus tertawa melihatnya.
“Op,
oppa, membuatku kaget”. Diatertunduk malu. Tingkahnya sungguh membuatku gemas.
Aku memegang pipi chubbynyadan mengangkat wajahnya. Dia tak berani menatapku.
“Wae?”
Tanyaku padanya.
“Jangan-
eumph…. Uhmp….”.
HyoKyungtak sempat melanjutkan kalimatnya karena bibirnya sudah ku lumat dengan
lembut.Dia mencoba berontak namun usahanya sia-sia. Aku sudah memegangi pipi
hinggakepala yeojachinguku ini, sehingga dia tak mungkin bisa melepaskan
bibirku daribibirnya. Cukup lama aku menciumnya hingga dia terus memukuli
dadaku dan akhirnya kuputuskan untuk melepaskan ciuman kami. Kutatap wajahnya,
dia terlihat kesal.
“Kenapa
ekspresimu begitu chagya?”
“Oppa
menyebalkan”. Ucapnya ketus.Pipinya semakin memerah karena malu. Tapi aku tak
peduli akan hal itu, yang kutahu saat ini aku sangat bahagia.
xXx
501 xXx
Sejakkejadian kesalahpahaman waktu itu, aku jadi semakin mencintai HyoKyung.
Akusadar kalau dia sungguh mencintaiku sepenuh hatinya dan takkan
pernahmengecewakanku. Tapi tetap saja aku masih tak pernah mengatakan cinta
ataupunmembalas ucapan cintanya. Aku hanya tersenyum untuk menjawabnya.
Sebenarnyaaku kasihan juga melihat wajah memelasnya yang mengharapkanku
mengatakan cintapadanya atau sekedar membalas ucapan cintanya. Tapi entah
kenapa aku sulitmengatakan hal itu. Aku tau aku keterlaluan, dan aku akan
menebusnya hari ini.
Akuakan memberinya kejutan di hari yang special ini. Karena hari ini adalah
harijadi kami yang ke 8 bulan. Aku berencana membawanya ke tempat kami jadian
waktuitu. Aku ingin mengatakan kalau aku sangat mencintainya. Dia pasti akan
terharudan bahagia mendapat kejutan seperti itu. Walaupun itu kejutan kecil,
tapi akutau bagi HyoKyung itu adalah hal yang sangat berarti.
Akutiba di rumah HyoKyung untuk menjemputnya pergi ke kampus bersama. Kulihat
diasudah menunggu kehadiranku di teras rumahnya. Dia tersenyum seraya
menghampiriku. Tapi entah perasaanku saja ataubukan, aku melihat wajahnya muram
dan cemas.
“Saranghae
oppa”. Ucapnya dengan senyummanis.
“Uhm”.
Gumamku sambil tersenyum padanya.Perlahan senyum HyoKyung memudar seiring
dengan dia menundukkan wajahnya.Wajahnya terlihat sedih. “Waeyo?” Tanyaku cemas
melihat perubahan ekspresinya.
“Aku
ingin dengar oppa bilang‘saranghae’ padaku. Atau sekedar menjawab ucapan
cintaku”. Suaranya begitulirih.
“Haruskah
aku melakukannya?”
“Sekali
saja. Apa oppa tidak bisamemenuhi permintaanku ini?” Dia mengangkat wajahnya
dan menatap sendu padaku.Jujur, aku sungguh terkejut melihat sikapnya yang aneh
hari ini.
“Naiklah.
Kita harus berangkatsekarang”. Ucapku mengalihkan pembicaraan.
HyoKyungmenghela nafas dan menatap kecewa padaku. Namun dia menuruti ucapanku
yangmenyuruhnya untuk naik di boncengan motorku. Sabar HyoKyung. Aku tidak
akanmengatakannya sekarang. Tapi nanti, aku akan membuatmu terharu karena
kejutanyang sudah kusiapkan untukmu chagya. Bersabarlah, aku mohon bersabarlah.
xXx
501 xXx
Seharianini aku diteror terus oleh HyoKyung. Dia benar-benar memaksaku untuk
mengatakancinta padanya. Setiap kali bertemu denganku, dia pasti akan memohon
untukmengatakan hal itu. Sebenarnya ada apa sih dengannya? Aku risih
denganpermintaannya itu. Aku mencoba bersabar padanya dari pagi hingga sore.
Taktaukah dia kalau aku begitu lelah dibuatnya? Harusnya dia bersabar.
Sebentarlagi HyoKyung, sebentar lagi. Tapi dia tetap memaksa.
“Oppa,
aku mohon katakan itu padaku”.Ucapnya memelas saat kami berada di parkiran,
mengambil motorku untuk pulang.
“Berhentilah
menerorku dengan permintaankonyolmu itu chagya”. Aku mulai kesal padanya.
“Jebal
oppa, anggap saja ini permintaanterakhirku. Jika ini permintaan terakhir, sudah
pasti oppa akan mengabulkannyakan?” Desaknya padaku dengan wajah penuh
pengharapan. Namun ekspresinya malahmembuatku semakin kesal padanya. Ucapannya
benar-benar membuat darahkumendidih.
“Cukup
HyoKyung! Seharian ini kau sudahmembuatku kesal setengah mati! Tak bisakah kau
diam dan berhenti memaksakumemenuhi permintaanmu itu?! Aku lelah dan kau
membuatku semakin lelah! Harusnyakau sadar kalau suara-suara manjamu itu begitu
menggangguku!” Bentakku padanya.Aku memang sudah tak mampu mengendalikan
emosiku. Seharian ini aku dapat banyakmasalah. Dan aku semakin pusing
dibuatnya.
HyoKyungterperanjat mendengar bentakanku. Dia terdiam dan menundukkan wajahnya.
Akumampu melihat matanya berkaca-kaca. Argh! Padahal aku tau pasti kalau
hatiHyoKyung tidak mampu menerima bentakan seperti itu. Dulu saat aku
membentaknya, aku sudah berjanji pada dirikusendiri kalau aku takkan
mengulanginya lagi. Namun aku tak bisa memenuhijanjiku sendiri. Mianhae chagya,
aku tak bermaksud menyakitimu. Tapi kau yangterus-terusan memancing emosiku.
Akumenaiki motorku dan menghidupkan mesin. HyoKyung masih saja tertunduk
takbergeming. Dia pasti masih shock menerima bentakanku tadi. “Huft.
Naiklah!”Ucapku datar padanya. Aku memang menyesal sudah menyakitinya tapi aku
akanmeminta maaf sekaligus mengucapkan ‘aku sangat mencintainya’ nanti disaat
akumemberinya kejutan.
HyoKyungmenuruti perintahku. Dia naik di boncengan. Kali ini dia tak lagi
bersuarakarena aku sudah membuatnya takut. Aku sungguh merasa bersalah
padanya.Sepanjang perjalanan, HyoKyung hanya melamun. Dari kaca spion motorku,
akudapat melihat wajahnya sangat muram. Dan itu juga membuatku merasa sedih.
Akumenambah kecepatan motorku. Aku ingin segera sampai kesana dan
memberikankejutan itu pada HyoKyung. Aku tak tahan jika harus melihatnya
bersedih terusseperti ini.
Jalanansore hari ini lumayan ramai dan itu membuatku kesal. Aku mencoba
menyalipsebuah truk yang membuat jalan menjadi padat. Di belakang truk itu ada
sebuahmotor yang ikut tak berkutik karena truk menyebalkan itu. Aku kembali
menambahkecepatan untuk mendahului truk itu. Namun ternyata motor yang di
belakang trukitu juga mau menyalip dan aku tak sempat mengelak saat motor itu
menyenggolmotorku.
Sreeett
Ckiiittt
Bruuuaakk
Ciiiiiitt
Motorkujatuh saat aku hilang kendali setelah disenggol motor lain. Aku
terlempar cukupjauh ke depan. Kakiku sakit sekali, tanganku tak kalah sakitnya
dengan kakiku.Beberapa orang menggotong tubuhku, memindahkanku dari tengah
jalan ke emperantoko. Mereka menatap miris padaku. Tunggu dulu! HyoKyung mana?!
DimanaHyoKyungku?!
“Dimana
yeojachinguku? Dia baik-baiksaja kan? Chagya ku selamat kan?” Tanyaku begitu
panic namun tak satupun dariorang yang semakin ramai mengerumuniku itu menjawab
pertanyaanku.
Pikirankumendadak kalut. Aku takut sesuatu hal buruk terjadi pada HyoKyungku.
Mengingattadi jalanan begitu padat karena ini jam pulang kerja, aku jadi
semakin takut.Aku mencoba bangkit dan mencari HyoKyung. Beberapa orang
melarangku karenamereka melihat aku juga berdarah-darah. Aku tak peduli.
Walaupun aku tertatihkarena kakiku begitu sakit, tapi aku tetap harus melihat
keadaan HyoKyungku.
HyoKyungberada cukup jauh dariku. Langkahku semakin gontai menghampirinya. Air
matakumenetes tanpa dikomando. Dia masih tergeletak di tengah jalan. Tak
bergeraksama sekali. Matanya tertutup rapat. Dan, haruskah aku ceritakan
keadaanbagian tubuhnya yang hancur karena terlindas ban mobil?
Akududuk di sampingnya. Tanpa rasa jijik, aku memeluknya penuh kasih sayang.
“Hyo,HyoKyung-ah? Cha, chagya?” Ucapku lirih dan bergetar. Aku kembali
menatapnya.Aku menggucang-guncang tubuhnya berharap dia akan membuka matanya.
Namun dia tetaptertidur dengan tenang.
“HyoKyung,
buka matamu! Kau harusmembuka matamu HyoKyung, jebalyo. Sadar chagya, cepatlah
sadar”. Ucapkuhisteris sambil mengguncang-guncang kuat tubuhnya namun semua
hanya sia-sia.HyoKyungku sudah tidak ada.
“Mianhae
HyoKyung-ah, mianhae. Hiks. Kauharus membuka matamu! Aku belum sempat memenuhi
permintaan terakhirmu! Hiks.Izinkan aku memenuhi permintaanmu itu! Aku
mencintaimu HyoKyung, aku sangatmencintaimu! Hiks. Jangan tinggalkan aku
seperti ini, jebalyo. Kau harus taumeskipun aku tak pernah mengatakan cinta
padamu, tapi hanya kau satu-satunyayang kucintai! Hiks. Jangan pergi sendirian
HyoKyung! Kau harus mengajakku!Ajak aku!” Ucapku sambil terisak.
Akuberteriak-teriak histeris seperti orang gila. Aku sungguh menyesal tak
sempatmemenuhi permintaan terakhirnya. Sepertinya dia sudah punya firasat
burukmakanya hari ini dia begitu muram dan sedih. Bodohnya aku tak menyadari
halitu. Dan sekarang, aku hanya bisa menangisinya dengan rasa penyesalan
besaryang begitu menyesakkan hatiku.
Akuterus memeluk tubuh HyoKyung erat. Aku tak bisa menerima kenyataan pahit
ini.Mendadak, kepalaku terasa sakit seperti dihantam batu. Pandanganku
mulaimenghitam. Yang kudengar hanyalah suara histeris orang-orang yang
berkerumun disekitarku dan juga suara deru mesin-mesin kendaraan. Sesaat kemudian,
aku takingat apa-apa lagi.
xXx
501 xXx
Sreeett
Ckiiittt
Bruuuaakk
Ciiiiiitt
“HyoKyung-ah….
Hosh…. Hosh….”. Akuterbangun setelah mendapat mimpi buruk itu.
“HyungJun-ah?
Kau sudah siuman?” Ucapeomma dengan senyum lega saat menghampiriku.
“Aku
dimana eomma?” Tanyaku penuhkeraguan. Aku takut eomma menjawab rumah sakit. Itu
artinya aku benar-benarmengalami kecelakaan dan kehilangan HyoKyungku.
“Kau,
kau di rumah sakit”. Jawab eommalirih. Rasanya telingaku seperti tersambar
petir mendengarnya.
“Dimana
HyoKyung, eomma?”
“Relakan
dia, HyungJun. Dia sudah tidakada”. Suara eommaku bergetar menahan tangis.
Tubuhkulemas mendengarnya. Ternyata ini semua bukan mimpi. Aku sungguh
kehilangan diauntuk selamanya. Aku memaksa untuk melihat Hyokyung. Akhirnya
eomma dan appa mengalah, mereka membantuku duduk di kursi roda dan membawaku ke
ruang jenazah untuk melihat HyoKyung.
Diruang jenazah, aku melihat orangtua HyoKyung ada disana. Juga ada JungMin
yangterduduk lesu di sudut ruangan dengan air mata yang enggan berhenti
membasahipipinya. Aku dibawa semakin mendekat pada ranjang tempat mayat HyoKyungdibaringkan.
Kembali lagi air mataku meleleh dibuatnya.
“HyoKyung,
sadarlah chagya! Kau takboleh meninggalkanku sendiri, hiks! Aku tidak ingin kau
mati! Biar aku sajayang mati menggantikanmu! Hiks. Lebih baik aku mati daripada
aku harus kehilangandirimu! Hiks”. Aku kembali menangis terisak. Aku
menggenggam tangannya erat danmeletakkannya pada pipiku.
“Sudah
HyungJun. Jangan ditangisi lagi.HyoKyung sudah pergi. Kau harus merelakannya”.
Ucap eomma HyoKyung serayamengelus-elus pundakku.
“Mianhae
eommonim, aku tidak bisamenjaga HyoKyung dengan baik. Hiks. Aku tidak bisa
melindunginya”.
“Semua
ini sudah takdir. Berhentimenyalahkan dirimu sendiri, HyungJun. Ini bukan
kesalahanmu”. Ucapnya mencobamenenangkanku. Tapi itu tak berhasil. Aku tetap
menyalahkan diriku karena taksempat memenuhi permintaan terakhirnya. Salahku,
semuanya salahku!
xXx
501 xXx
Tak terasa sudah sebulan berlalu.Hambar! Hidupku terasa hambar
tanpanya, seperti sayur tanpa garam. Aku sungguhmelewati masa-masa ini dengan
teramat sangat sulit. Dulu, yeoja sepertimainan yang akan aku mainkan sesuka
hatiku dan membuangnya saat sudah bosan.Kehilangan seorang yeojachingu bagiku
bukanlah apa-apa.
Tapiitu dulu saat aku belum menemukannya. Saat aku masih ingin berpetualang
didunia cinta. Sejak aku mengenalnya, semua berubah. Hatiku berdesir
saatmelihatnya. Jantungku berdegub kencang saat di dekatnya. Dan aku merasa
bahagiabila bersamanya. Jangan tanyakan kenapa, karena akupun belum
menemukanjawabannya hingga saat ini.
Masa-masaterindah dalam hidupku adalah saat aku bersama dengan HyoKyung. Semua
kenangandengannya menjadi kenangan terindah untukku. Permintaan terakhirnya
serasaseperti momok yang selalu menghantui di setiap hariku. Aku menyesal,
sungguhmenyesal karena tak pernah mengatakan aku mencintainya lagi sejak kami
jadian.
Sejakdia dimakamkan sebulan yang lalu, aku tak pernah lagi keluar rumah.
Padahalluka-lukaku sudah membaik, hanya tinggal bekas-bekasnya saja. Bahkan
kakikuyang patah juga sudah sembuh. Tapi aku memutuskan untuk berada di rumah
saja.Aku hanya melamun seperti orang bodoh setiap hari. Dan tiba-tiba menangis
jikateringat kejadian tragis itu.
“HyungJun-ah,
gwaenchanhayo?” Tanyaseorang namja setelah menghampiriku yang saat ini duduk di
taman rumahku, tapiaku tak bergeming. Aku tetap diam dengan tatapan kosong.
“HyungJun,
jangan seperti ini terus”.Nasehat seorang namja lain yang memiliki suara halus,
aku tau siapa pemiliksuara ini. Dia adalah YoungSaeng hyung. Aku masih tak
bergeming hingga duanamja itu ikut duduk di bangku yang ku duduki.
“HyungJun,
kau harus merelakan kepergianHyoKyung. Jangan membuatnya bersedih di alam
sana”. Ucap namja itu lagi. Kaliini ucapannya mampu menarik perhatianku. Aku
menatap bingung padanya. Ternyatadia JungMin.
“Apa
maksudmu?” Suaraku lirih dan paraumembuat dua namja tadi semakin menatap miris
padaku.
“Aku
sering bermimpi HyoKyung datangmenemuiku. Dia menangis sedih sekali. Dia bilang
kalau dia tidak bisa tersenyum‘disana’ karena melihatmu yang seperti ini. Dia
merasa sangat sedih danbersalah melihat orang yang sangat dicintainya begitu
menderita. Dia tidak maukau seperti ini terus. Dia ingin kau bahagia agar dia
bisa bahagia juga dialamnya. Percayalah, walaupun HyoKyung sudah mati tapi
cintanya tetap hidupuntukmu”. Ucap JungMin dengan senyuman.
Akumenangis mendengar kata-katanya. Entah dia berkata yang sebenarnya atau
hanyamengarang cerita, tapi ucapannya cukup membuat hatiku teriris. Kalaupun
diamengarang, tapi rasanya HyoKyung memang pasti bersedih jika melihatku
sepertiini. Dia saja akan menangis jika melihatku terluka sedikit saja, apalagi
kalausampai seperti ini.
“Hyo,
HyoKyung….”. Ucapku lirih danbergetar karena menangis.
“Tenanglah
HyungJun, kau tidaksendirian. Ada kami yang akan bersedia menemanimu. Ada kami
yang akan berbagikesedihan dan kebahagiaanmu. Kami akan selalu di sampingmu”.
Ucap YoungSaenghyung dengan mata berkaca-kaca.
“Hyung?
JungMin?” Ucapku sambil menatapmereka bergantian. Mereka mengangguk padaku dan
sesaat kemudian merekamenghambur memelukku.
FlashbackEnd
Sejaksaat itu, aku jadi sangat dekat dengan mereka. Kesedihanku
berangsur-angsurmenghilang karena mereka benar-benar menemaniku dan berbagi
kesedihan jugakebahagiaanku. Bahkan sekarang kami bertiga tinggal di dalam satu
rumah yangkecil namun begitu besar untuk dihuni tiga namja seperti kami.
Akusudah kembali seperti dulu walaupun tidak sepenuhnya seperti dulu.
Kecelakaanmaut yang membuatku kehilangan HyoKyung, menjadi trauma yang sangat
mendalam.Namun setidaknya aku masih bisa menjalani hidupku karena mereka
selalumenyemangatiku setiap hari.
Sekarangmereka berdua yang mengisi hidupku. Aku masih belum mau membuka hatiku
untukyeoja lain. Aku masih ingin menahtakan HyoKyung di hatiku. Karena aku
yakin dansangat yakin kalau aku takkan bisa mencintai yeoja lain seperti aku mencintaiHyoKyung.
Dddrrrrtttt
Akutersentak saat ponselku bergetar. Sebuah pesan kuterima dari YoungSaeng
hyung.‘HyungJun-ah, kau dimana? Kenapa sampai malam begini belum pulang?
Cepatlahpulang! Jangan membuat kami cemas!” Aku tersenyum membacanya.
Sepertinya diasangat panic.
Akumelihat jam, ternyata memang sudah malam. Sebaiknya aku pergi sekarang
sebelumdiusir oleh pelayan toko ini. Hari ini HyoKyung masih tidak datang
menemuiku.Tapi tidak apa-apa karena bulan depan aku akan datang lagi. Aku akan
terusdatang dan berharap kau akan menemuiku dan menemaniku disini.
“HyoKyung,
aku pulang dulu. Aku tidakmarah padamu, tapi aku harap bulan depan kau akan
datang. Aku sangat, sangat,dan sangat mencintaimu”. Gumamku sambil tersenyum
menatap tempat duduk di hadapanku seolah-olah ada Hyokyung disana. Dan sesaat
kemudian, aku bangkitdari kursi dan beranjak meninggalkan toko ice cream itu.
xXx
501 xXx
TAMAT
xXx
501 xXx
Ini
dari kisah nyata. bukan cerita keseluruhannya yang nyata tapi kecelakaan itu
yang emang beneran terjadi beberapa bulan lalu di daerah sekitar rumahku. miris
banget lihat cowo-nya histeris waktu tau cewe-nya meninggal di tempat. jadi uring-uringan gitu. kabar
terakhir yang aku dengar sih tu cowo depresi, cuma melamun aja kayak udah gak
punya semangat hidup. tapi moga aja sekarang udah lebih baik.
Ya
udah dech, uland capek juga curhat masalah orang. yang penting uland mau bilang
ke semua readers kalo gak ada salahnya sekali-sekali mengucapkan kata 'sayang'
apalagi kalau itu permintaan. jangan sampe nyesel kayak si bebeh jun :D
FB Link: Oneshoot
Related Posts :
- Back to Home »
- All age , Angst , Friendship , Heo Young Saeng , Kim Hyung Jun , OC , Romance »
- Wulan | Confession | Romance. Angst
